
Karena ini masih musim dingin, pekerjaan di ladang tidak diperlukan jadi semua orang masih berada di atas tempat tidur mereka dengan selimut tebalnya.
Di musim dingin tidak ada keluarga yang akan mencuci di sungai. Itulah sebabnya suasana di desa Jiang Chun juga sedikit sunyi pagi ini.
Tok.. para penduduk desa ciangjun ada kabar baru"
tiba-tiba ada suara kepala desa yang mengetuk mengetuk mikrofon. kesunyian di pagi ini membuat suara itu sampai ke pelosok desa.
microphone jarang di pakai, ini hanya digunakan untuk kepentingan desa. jadi saat mendengar kepala desa yang mengaung di microphone sebenarnya semua telinga menegang.
"Bu apa yang terjadi dengan desa kita apakah seseorang harus dikritik lagi?"
"Entah lah, diamlah aku mau mendengarnya"kata wanita tua yang buru buru bangkit dari tempat tidurnya.
Menantu perempuannya datang mengetuk pintu kamar dan berbicara mengenai apa yang akan disampaikan oleh kepala desa tersebut.
Suara itu tidak begitu keras tapi dibuat berulang-ulang sampai beberapa kali.
" keluarga baik akan mengadakan acara pernikahan bai xinxin, siapapun yang mendengar ini diundang ke rumahnya untuk perjamuan makan siang dan makan malam. Datang dan bawalah meja kursi dan mangkuk dari rumah masing-masing"
"Hah ibu mertua keluarga bayi sedang mengadakan acara, lagi"kata menantu perempuannya dengan gembira. namun begitu dia tetap harus menunggu komando dari ibu mertuanya ini.
"apa kau tidak salah dengar?"
"tidak ibu mertua ,coba ibu mertua dengar lagi, ini keluarga bai yang mengundang warga desa untuk perjamuan makan siang dan makan malam" serunya.
Wanita tua itu bangkit dan menajamkan telinganya lagi .Saat perintah itu didengarnya pada kali kedua dia langsung berseru meminta semua orang bangkit dan bergegas ke keluarga bai dengan kursi dan meja.
"jangan lupa pakai pakaian tebal 2 lapis cuaca semakin dingin kita tidak tahu apa yang terjadi selanjutnya"
"Baik ibu"
Keluarga ini berfantasi makan enak seperti di acara pernikahan baili waktu itu. mereka memilihkan pakaian yang memiliki kantong besar.
"Lumayan lah jika bisa menyimpan beberapa genggam makanan"pikir mereka.
Suara itu bergema lagi dan seseorang langsung bangkit pergi ke depan pintu untuk mendengar perintah itu lebih jelas.
"Nenek ,rumah bibi kecil membuat acara aku dengar begitu nenek benarkah?"kata seorang anak pada sang nenek yang masih meringkuk di selimut.
nenek tua yang sebenarnya lebih nyaman di selimut panasnya juga berdiri menajamkan telinga.
"Oke panggil semua orang dan pergilah memakai pakaian terbaru, lan' er. jika masih dingin kau bisa menarik selimutmu ketika pergi"
"Oke nenek" kata si kecil.
Yang pergi pertama kali tentulah wanita dan anak-anak. Para prianya cukup malu tapi mereka justru akan membuka mulut paling lebar setelah itu.
biasanya musim dingin akan berlangsung sekitar 3 bulan dan ini memerlukan 1 bulan lagi untuk berakhir.
Meskipun warga desa Jiang Chun tidak semiskin dulu. Tapi jika ada sesuatu yang bisa membuat mereka berhemat kenapa tidak.
" Lili, apakah pemberitahuan tadi itu benar kalian memang sedang merayakan perjamuan?"tanya seorang wanita tua yang seumuran ibu tua Baili.
Orang lain akan memanggilnya sebagai nenek lan tapi di mulut baili itu masih disebut dengan Bibi.
"eh nenek lan ,masuk lah. ibu ada di dalam bicaralah padanya"
Area di lantai 1 memang kosong seperti area parkiran di perkotaan.Di sini hanya ada dua buah gudang yang sekarang tidak lagi sepenuh dulu.
Untuk kepentingan acara seperti ini Baili mengisi gudang ini dengan beberapa bahan umum.
Jadi ketika baili meminta Bibi lan yang sudah tua ini masuk.
Sebenarnya dia mengarahkannya ke lantai satu bukan ke lantai dua.
di lantai ini ada 3 kompor batubara yang menghangatkan ruangan jadi suasananya tidak sedingin di luar.
orang tua Bali dan ibu mertuanya sudah duduk di sana sedang merencanakan beberapa hal . jadi wanita tua lan datang dan dia bertanya Ada apa dengan perjamuan hari ini.
tidak beberapa lama kemudian banyak wanita tua teman seangkatan ibu tuanya juga datang dan duduk di area yang sama.
__ADS_1
Setelah mendapatkan penjelasan dari ibu tua baili, semua wanita itu mengangguk setuju dan mereka berkata " selamat mendapatkan menantu laki-laki yang baru"
Bukan mereka saja kepala desa juga datang untukku mengatakan selamat atas perjamuan ini.
Melihat bagaimana antusias nya warga desa ,Baili terpaksa membuka gudang yang baru saja dia isi.
"Menantu dong, pergi lah buat bubur merah kental dengan gula merah untuk sarapan "
Baili menarik sekarung beras merah dan beberapa kilogram gula kelapa.
Para menantu perempuan tidak segan, mereka bergerak ke belakang untuk memasak nya.
Seseorang segera membawa gula pasir bersama sama.Anak anak juga pergi ke sana untuk melihat bubur di masak.Di belakang rumah panggung tempat di mana Tim tujuh keluarga dulu bekerja, dapur itu masih ada.
Jadi anak-anak suka bermain di sini.
Apalagi api kayu membuat dapur besar itu terasa hangat.
Ada panci besar yang bisa di pakai untuk dua puluh kilogram sekaligus. berapa orang segera merapikan meja di halaman depan. Tentu saja meja yang dirapikan ini adalah meja-meja yang mereka bawa sendiri dari rumah.
Cuaca makin dingin dan tidak bersahabat, jadi beli memanggil beberapa pria kuat untuk membuat api unggun di kiri dan kanan halaman.
Dengan begini bisa menekan suhunya sedikit.
Kepala desa dan para pria tua yang lainnya duduk tidak jauh dari api tadi. Baili rela mengeluarkan beberapa anggur buatan sendiri untuk menghangatkan badan.
"Bibi kecil bagaimana kita hanya merencanakan jamuan makan siang dan makan malam tapi sekarang masih menyiapkan sarapan pagi apakah perbendaharaannya cukup di dapur?"tanya Awen.
Ini adalah perjamuan pernikahan ibunya dengan suami baru. Tentu ibu harus memiliki retribusi di dalam perjamuan ini.
Hanya saja sekarang ibu sudah pergi ke kota untuk mengambil surat nikah nya. Jadi pada siapa dia harus bertanya.
bayi tersenyum mendengar pertanyaan gadis ini dua kakak ipar bahkan tidak bertanya apa yang perlu mereka sumbangkan pada perjamuan ini.
dulu bisa dikatakan mereka tidak memiliki tabungan di rumah tapi sekarang mereka adalah pekerja pabrik. tentu saja memiliki kemampuan tapi jangankan untuk memberi mereka paling aktif dalam mengambil segala sesuatunya yang akan dimakan.
pagi ini mereka baru kembali dari rumah kelahiran masing-masing. mereka tidak datang sendirian melainkan membawa beberapa anggota keluarga bersamanya.
Namun dibagi itu tidak dipungkiri jika ada rasa tersinggung di dalam hatinya. Kenapa tidak ada inisiatif dari kerabat untuk menanggung perjamuan ini bersama-sama.
Ini bukan masalah ekonomi tapi masalah toleransi.Karena berpikiran begitu baili ini langsung pergi dan menarik dua kakak laki-lakinya ke pinggir.
"Kakak aku ingin berbicara tentang mahar kakak perempuan tertua, apakah kalian sudah menyiapkan
nya?"
"biasanya mahar akan dibawa pergi ke rumah pria tapi sekarang kakak tertua mereka jadi kupikir tidak perlu lagi untuk melakukan itu"kata baitou.
mahar memang disediakan oleh kerabat dan orang tua pihak wanita tapi karena posisinya di Baili jadi sebenarnya hal ini memang tidak diperlukan.
Tapi baili hanya ingin mencoba bagaimana pendapat 2 kakak laki-laki.
"kenapa tidak ada jika pernikahan biasa pihak laki-laki juga perlu memberikan mahar seperti tiga putaran dan satu suara bukan. kakak apa kau mencoba mempermalukan kakak tertua ku. atau kakak ipar adalah melarang kalian untuk menghabiskan uang untuk nya?" kata Baili.
keduanya saling pandang dan menggarukkan kepala masing-masing. sebenarnya mereka sudah berinisiatif untuk melakukan. tapi menantu perempuannya sudah sepakat dan saling berbicara satu sama lain.
Baili memiliki kelebihan uang dan mereka harus membiarkan baili melakukan semua hal. Menurut menantu perempuan baili belum memiliki anak dan tidak harus mengeluarkan biaya tambahan.
Jika mas kawin ini diletakkan atas pundaknya baili juga pasti tidak keberatan.
Tadi malam sebelum dua menantu perempuan pergi ke rumah kelahiran masing-masing. Mereka sempat bertengkar sebentar. Tapi karena kuatnya menantu perempuan ,dua kakak laki-laki baili ini mengalah dan diam saja setelah itu.
Setelah baili bertanya mereka tidak bisa menjawab secara langsung dia dia hanya beralasan seperti di atas.
Meskipun tidak ada jawaban pasti tapi baili sudah bisa menebaknya. jika tidak karena dua kakak ipar bagaimana bai xinxin bisa memutuskan bunuh diri seperti di plot yang seharusnya.
"kakak laki-laki aku tidak menyangka kalian begini tega, aku masih berkemampuan sekarang .Aku masih memiliki uang tapi bagaimana jika aku tidak memiliki semua ini.Apakah kalian masih menganggap aku ada?" Tanya baili dengan kasar.
"adik perempuan bukan begitu kami hanya tidak bersiap-siap saat datang ke sini" alasan Baitou
"apa kalian pikir aku bodoh? kenapa aku tidak jelas dengan perilaku dua kakak ipar hem?" tanya nya dengan garang.
__ADS_1
"Lili jangan salah menduga ini tidak baik" kata Baiyou. jauh di dalam hati dia juga setuju dengan apa yang dikatakan adik kecilnya ini. Tapi tidak baik memburukkan menantu perempuan di depan hidungnya sendiri.
"aku tidak menduga tapi lihat saja. waktu akan berputar kakak ipar adalah calon serigala bermata putih. tapi penyakit ini akan terjangkit pada kalian berdua tidak lama lagi" Memiliki dua kakak ipar seperti ini bukan tidak mungkin dua kakak laki-laki juga akan berperilaku yang sama.
"benih lintah penghisap darah sudah terlihat dari mata telanjang" kata Baili tanpa bersembunyi.
"Lili...
"aku ikhlas warga desa memakan makanan ku, apalagi jika kita saudara.Tapi kasih sayang ini hanya sebatas ini"kata baili dengan kesal.
Dia pergi setelah membuat dua kakak laki-lakinya berwajah merah.
Setelah berbicara begitu baili naik ke kamarnya dan dia langsung pergi ke supermarket online shop susu.
Kakak perempuan tertua sedang menikah dan dia harus menjadi pengantin yang paling bahagia hari ini. hatinya sangat marah mengingat begitu lemahnya rasa persaudaraan itu setelah orang-orang menikah.
Tapi biarlah kali ini dia juga perlu mengalah.Setelah pergi ke Beijing mereka mungkin tidak memiliki waktu untuk bertemu.
Baiyou dan Baitou dua saudara laki-laki yang lebih mementingkan menantu perempuan masing-masing. kemungkinan besar 2 keponakan laki-laki juga akan bersikap sama jika sudah menikah.
Kerabat hanya bisa disebut tapi tidak bisa dirasakan lagi kehangatannya.
Hari ini perjamuan harus mewah dan habis-habisan. Biarkan dua saudara laki-laki itu melihat jika tanpa mereka pun acara ini akan meriah.
Baili membeli pakaian pengantin merah dengan desain modern. desain ini mirip dengan desain pengantin barat. Rok ala Putri Disney dengan ekor panjang.
Dia juga membeli jas model klasik untuk pria.Sepatu pentofel yang bahkan belum ada di negara saat ini.
Bukan itu saja juga mengemas satu buah sepasang jam tangan Swiss dengan kelas atas.
Sepeda gunung sebagai ganti sepeda Phoenix. Sepeda jenis ini bahkan tidak pernah terlihat di manapun saat ini.
Dia juga membeli sebuah radio sederhana namun dengan pemutar kaset. radio dengan pemutar kaset seperti ini hanya ada di kota-kota besar belum ada di kota kecil seperti kota Jiang saat ini.
di kota Jiang hanya sebuah ada radio tanpa pemutar dan itu masih mahal sekali.
Tapi demi Bai xinxin dia akan mempersembahkannya sebagai mas kawin untuk pria.
Sepeda gunung, sepasang jam tangan dan radio baru.Ini adalah mas kawin yang biasa didapatkan oleh seseorang dua putaran dan satu suara.
setelah itu baili pergi ke bawah lagi. dia memanggil beberapa menantu perempuan desa yang sedang menganggur saat ini.
Minta mereka mengambil dekorasi pernikahan milik nya dulu dan pergi ke rumah Bai Xinxin untuk mendekor di sana.
Seseorang juga dipanggil untuk membawa perias pengantin yang pernah baili dipakai dulu.
Kakaknya harus menjadi seorang pengantin paling cantik hari ini.
Segera setelah itu beberapa orang pergi untuk mendekorasi rumah Bai xinxin.
walaupun warga desa ini terlihat serakah untuk makanan tapi mereka sangat rajin jika diminta bekerja.
Satu jam kemudian perias sudah datang dan rumah Bai xinxin juga sudah selesai didekorasi.
Bubur merah dan gula kelapa juga sudah disajikan panas-panas. Semuanya antri untuk mendapatkan jatah masing-masing.
Setelah berbicara dengan baili tadi. Dua kakak laki-lakinya pergi menarik menantu perempuan ke sisi dan mereka bertengkar lagi di sana.
walaupun demikian setelah bertengkar lama hasil yang didapatkan tentu masih mengecewakan sekali.
Uang yang sudah diberikan kepada menantu perempuan akan sulit keluar lagi dari kantong mereka.
Oleh karena itu dua kakak laki-laki hanya bisa mengambil simpanan pribadi mereka untuk diberikan kepada Bai xinxin nantinya sebagai mas kawin.
Tapi bagaimana mengatakan hal itu kepada adik perempuan kecil ,gadis itu terlalu kuat.
"Kakak tertua, baili benar kak.Kita serigala bermata putih"kata Baitou.
Baiyou hanya bisa mengganggu setuju. Setelah bekerja di pabrik, mereka bahkan tidak membayar apapun kepada ibu dan ayah.Kecuali sesuatu yang sudah tertera pada kontrak sebelumnya.
Padahal mereka adalah anak laki-laki yang harusnya lebih perhatian kepada dua orang tua. Tidak semena-mena melemparkan mereka pada pundak adik perempuan kecil. Hanya karena adik kecil ini berkemampuan untuk menghasilkan uang.
__ADS_1
Lintah penghisap darah, benarkah?