
setelah pasangan ini masuk ke kamarnya sendiri. Awen segera turun untuk menyelesaikan makan siang.
Tadi dia belum sempat melihat di manakah posisinya dapur. Setelah masuk ke area itu mau tidak mau dia membukakan mulutnya.
"Cantik" gumam nya pelan.
Awen membuka lemari es dan melihat isinya yang lagi-lagi membuat dia tercengang. Isi di dalamnya sudah cukup untuk satu keluarga makan selama setengah bulan.
Ketika dia membuka lemari di portable di atas, dia mendapati isinya sudah penuh dengan barang yang tidak perlu di sebutkan lagi namanya.
Ada juga makanan yang sudah siap, menu nya juga beragam jenis."sepertinya aku tidak perlu masak makanan siang hari ini "pikir Awen
"Kakak wen?"seru Nanan dan ayi bersamaan. Mereka berdua memiliki tujuan yang sama dengan Awen.
Menyiapkan makanan siang.
"kalian bisa beristirahat makanan siang sudah ada. Mungkin apan dan Guan Ru sudah menyelesaikan
nya untuk kita"kata Awen. jika tidak mereka berdua siapa lagi yang mau melakukan ini.
"Begitu kah, baik aku akan memanggil kakek dan nenek untuk makan"kata Ayi.
Tanpa menunda dia langsung bergegas pergi ke kamar kakek dan neneknya alias ayah dan ibu tua baili.
Tok..tik..tok...
"Siapa?"suara ibu tua baili yang menyaut di dalam. jika di ini di desa kemungkinan besar wanita tua itu akan berkata "masuk" alih-alih bertanya "siapa".
Tapi Ayi menghormati tindakan keduanya.Mungkin mereka benar-benar kelelahan dan ingin tidur lebih awal.
"nenek kakek makanan sudah siap, ayo kita makan siang dulu" seru nya.
"Baik pergilah ke meja makan kami akan menyusul "kata ayah tua Baili. Jika dikatakan capek memang tulang tua ini merasa tidak nyaman. Namun karena kondisi kamar yang begitu menenangkan.Ini membuat mereka berdua enggan untuk bangun dari ranjang.
Di depan mata televisi sedang menyiarkan kisah sun wukong.Kisah tentang kera sakti dan gurunya yang mencari kitab suci.
Meskipun ini adalah televisi modern dengan tampilan 70-an namun tetap menyiarkan acara tahun ini.
Jadi ini adalah sun wukong versi lama. Tapi bagi kedua lansia ini film ini masih baru dan membuat mereka tertarik untuk duduk menatap televisi berlama-lama.
ketika mendengar suara gadis itu yang berteriak di luar keduanya mendesak dengan kesal. tidak tahu apakah film yang sama akan diputar setelah makan siang.
Tapi makan siang tidak bisa dibawa ke kamar juga .Mau tidak mau kedua lansia itu turun dari ranjang dan keluar juga dari kamarnya.
" Ayi di mana Bibi kecilmu ?"tanya wanita tua itu.
"sepertinya sedang istirahat di kamar nenek. aku akan segera memanggil Bibi kecil untuk makan siang bersama" Ayi tersenyum lebar dan membantu wanita tua itu untuk ruang makan
"Hem "
Ayi bergegas untuk memanggil Bibi kecilnya namun beberapa menit kemudian dia datang dan berkata "Bibi mengatakan dia akan makan nanti"
"tidak apa-apa mari kita makan dulu nanti kalau lapar dia bisa datang sendiri"kata ayah tua nya.
Dia yakin baili tidak begitu bodoh melewatkan waktu makan siang. Kemungkinan besar dia sudah melakukannya di tempat dewa.
Awen dan Nanan menyajikan makanan yang mereka temukan di lemari portable
Ada nasi putih ,bola wortel dengan wijen.Daging babi rebus asam manis juga kentang tumis dengan merica di lengkapi dengan acar mentimun.
"kalian semua ayo makan yang banyak, lusa akan pergi ke universitas. jangan lupa jika ada waktu pulang melihat kakek dan nenek di sini oke" pesan nenek Bai atau ibu Baili.
"Baik Nenek"kata tiga keponakan perempuan Baili itu serempak.
"jangan lupa juga kalian jangan membuat masalah dan belajarlah dengan tekun.Jika sudah sukses jangan lupakan Bibi kecil yang sudah membawa kalian sampai seperti ini"ucap kekek Bai pula.
Ketiganya menganggukkan kepala tanda mengerti. mereka paling mengerti apa yang terjadi dalam hidup ini jika tidak ada Bibi kecil.
Kemungkinan besar mereka masih terjebak di dalam keluarga suami yang belum tentu menghargai mereka.
__ADS_1
"Hem jangan lupa telepon ke desa katakan jika kita sudah sampai dengan selamat di Beijing"pesan nenek bai lagi. Mereka makan dengan nasi panas dan menu yang sulit dilihat di meja keluarga lain.
Jadi kata-kata ini juga sebagai wujud dari terima kasih kepada dewa. Namun begitu keluarga di desa Jiang juga perlu diberi kabar jika mereka sehat-sehat saja di kota besar ini.
"Aku tau"
Setelah selesai makan mereka segera membersihkan sumpit dan mangkuk. Kedua lansia itu masuk lagi ke kamar yang tentu saja untuk menikmati panorama indah televisi.
Sedangkan tiga keponakan baili ini sama sekali tidak bisa beristirahat lagi.Mereka berkeliling rumah besar yang memiliki dua pohon keberuntungan.
Meninggalkan tiga keponakan perempuan Baili yang sedang fokus melihat rumah. Baili sendiri bersama Ran Shadong sedang menikmati film di era 80an.
Ran Shadong sedang jatuh cinta untuk menonton film jadul dan melakukan perbandingan dengan film di era selanjutnya.
Yang dia suka adalah efek animasi dan sebagai nya. Dia juga tidak lupa bertanya dengan Baili tentang perbedaan film lama dan film baru.
Lama lama baili sendiri bosan dengan itu.Jadi dia turun ke bawah untuk melihat-lihat supermarket online shop susu.
Sejak memiliki supermarket online shop susu sebenarnya baili sendiri tidak memiliki waktu untuk berkeliling dan melihat sepenuhnya kondisi supermarket ini.
Dia memiliki waktu sekarang, jadi dia memanfaatkan ini sepenuhnya. apalagi sekarang kediaman mereka ini memang belum ada furniturenya sama sekali.
Karena itulah baili berniat untuk berbelanja besar-besaran. Hal pertama yang dilakukannya adalah membeli tirai pintu dan jendela.
Karena ini adalah perkotaan, sangat wajar jika hal-hal yang dipakainya akan terlihat baru .Tidak seperti penggunaan tirai di desa.
Pertama-tama baili membeli ayunan yang bagus diletakkan di bawah pohon besar.Ada juga ayunan tali temali yang bagus untuk berbaring.
Sofa dan dua televisi berwarna. televisi pertama tentu saja akan ditempatkan di kamar pribadinya.
Namun televisi ini adalah televisi yang diproduksi tahun 2020 dengan layar LED yang super tipis. TV televisi seperti ini akan mudah menggabungkannya bersama laptop yang ada di supermarket online shop susu.
Yang perlu dilakukan oleh bayi adalah sering-sering men-download beberapa film kegemaran dan memutarnya jika sedang kepengen.
Di kamar mereka berdua tentu harus ada lemak lemari pakaian super besar dan juga lemari kaca.
Dia sekarang sedang hamil tentu saja akan selalu mengemil di malam hari.Sebab itu siapkan cemilan yang banyak di lemari kaca tersebut.
Harga sepeda Phoenix model 70-an ini lebih murah di online shop susu dibanding dengan di luar sana. tapi untuk pemesanannya agak lama karena itu baili sudah memesannya 2 bulan yang lalu.
jika ditanya kenapa pemesanan ini lama. Karena sepeda Phoenix harus diproduksi sendiri agar terlihat lebih mirip pada mode tahun ini.
biaya pembuatannya juga lebih mahal dibanding sepeda yang memang sudah jadi. bayi tidak punya pilihan untuk membeli sepeda di luar. selain dari uang membeli sepeda juga memerlukan sebuah tiket yang tidak kalah mahalnya dengan harga jual.
Lagi pula mencari tiket sepeda juga tidak mudah.Bagaimana anda harus menemukan tiket sepeda 4 buah sekaligus. Ini sangat tidak mungkin.
Kebetulan sekali pesanan dua bulan yang lalu sudah bisa dikirim saat ini.
Yang artinya tiga keponakan dan Ran Shadong sendiri bisa pergi ke universitas masing-masing dengan sepeda tersebut.
Merasa tidak ada yang bisa dibeli lagi, baru kemudian baili naik ke kamar khususnya.Di sana dia masih melihat dan sadon sedang menonton film dari laptop.
"Lili dari mana saja kamu seharusnya kamu melihat film ini tadi" kata Ran shadong semangat.
Baili melirik sebentar film apa yang sebenarnya di tonton oleh Ran Shadong ini.
Fist of furi yang dimainkan oleh Bruce Lee.
Bintang enter the dragon itu sebenarnya sudah meninggal pada usia 32 tahun di tahun 1973 akibat menderita pembengkakan otak . Di mana terjadinya penumpukan cairan di sekitar otak hingga menyebabkan tekanan intrakranial.
"sudahkah kau selesai melihat itu? jika sudah mari bantu aku untuk mengangkat beberapa barang yang aku beli tadi"
"tapi aku ingin melihatnya satu kali lagi. aku pernah melihatnya dulu sekilas tapi tidak memiliki warna sama sekali. jadi ini sangat berbeda"kilahnya.
"kalau kau tidak mau maka kau tidak akan pernah bisa datang ke sini lagi.Kau dengar?"kata Baili .
Entah takut atau bagaimana yang jelas Ran Shadong langsung bangkit dan turun ke bawah.Barang-barang yang dibeli oleh baili tadi segera dipindahkan ke ruang tunggu.
Sangking banyaknya barang-barang itu. Ran Shadong menghabiskan waktu 1 jam hanya untuk bolak-balik memindahkannya.
__ADS_1
Setelah itu baru dia duduk lagi di depan layar laptop untuk menyambung apa yang dia tinggalkan.
"Shadong aku ingin keluar" kata Baili.
Jika mereka keluar saat ini kemungkinan besar makan malam akan segera dimulai.Tadi mereka berdua tidak keluar untuk makan siang.Tentu saja akan aneh jika mereka tidak keluar lagi untuk makan malam.
"tapi aku belum selesai menonton film ini bagaimana jika kita melewatkan makan malam kau bisa membelinya delivery online dulu kan" katanya menolak.
Dia sangat menyukai film-film ini namun sayang sekali dia akan pergi dan tidak berkesempatan untuk menontonnya lagi.
Baili menyerahkan sebuah benda pipih di pangkuan Ran Shadong. pria itu terkejut dan mencoba meneliti benda apakah itu.
"ini adalah telepon genggam. aku sudah mendownload banyak film di sana untukmu. Ada beberapa film Bruce Lee juga di sana. jadi kau bisa menonton sepuasnya nanti"kata baili dengan jujur.
Tapi sebenarnya baili nggak jujur amat, dia menyelipkan film Kakek Sugiono di sana.Biarkan saja Ran Shadong di beri pelajaran dari kakek itu.
Ran Shadong tentu saja senang mendapatkan barang-barang seperti ini. Tapi dia membutuhkan beberapa waktu untuk mempelajari cara penggunaannya.
Perlu diketahui saat ini Ran Shadong sudah pintar sekali berselancar di dunia maya tanpa ditemani lagi oleh baili.
Jika sudah pintar menggunakan laptop .Tentu saja dia sangat piawai dalam mempelajari telepon seluler.
Jadi hal-hal itu tidak rumit untuk Ran Shadong sendiri. Apalagi dia memang menyukai sesuatu yang berbau teknologi seperti ini.
tidak lama kemudian balik keluar dari supermarket online. dia dan Ran Shadong juga pergi ruang tengah.
Tiga keponakan Baili rupanya masih enak enakan duduk di halaman terbuka.
Ini masih musim dingin namun tidak lagi sedingin sebelumnya apalagi mereka memakai pakaian yang cukup tebal.
Jadi sama sekali tidak takut masuk angin. Melihat Bibi kecil dan Paman kecil keluar. Ketiganya turun untuk menyambut dan berbicara tentang halaman rumah yang menurut mereka sangat luar biasa.
Mereka juga berbicara tentang rencana hari esok.Baili masih menanggapi pembicaraan itu dan ini berlanjut sampai sore.
Jika di desa mereka akan makan malam sekitar jam 05.30 tapi di sini mereka bisa makan lebih lambat.
Ini karena kondisi sudah cukup terang dengan listrik yang menyala 24 jam.
hari ini semua orang masih terlihat lelah jadi tidak ada yang memaksakan diri untuk melakukan sesuatu.
Karena itulah semua orang masuk ke kamar lagi setelah makan malam. Begitu juga dengan ayah dan ibu tua baili, mereka berbisik pada baili tentang televisi yang mereka miliki di kamar tidur.
" ayah sempat bertengkar dengan ibu dia memegang remote control yang tidak membiarkan ibu melihat siaran lain.Heh apa dewa tidak bisa mengirimkan satu televisi lagi untuk. ayahmu begitu pelit"katanya dengan merajuk.
"Hehehe ibu kalian baru saja melihatnya tapi tunggu beberapa hari lagi mungkin akan sudah bosan dengan itu"kata Baili terkekeh kekeh.
"bagaimana bisa bosan ceritanya bagus-bagus pemeran film yang juga tampan-tampan ibu merasa seperti muda lagi hihihi" katanya dengan geli.
"Ibu Hahaha"
Setelah berbicara mereka ibu dan anak ini berpisah lagi .Masing-masing tidur di kamar mereka sendiri-sendiri.
Tapi di antara mereka hanya baili yang tertidur sedang yang lain begadang sepanjang malam.
Kedua orang tua baili sedang menonton televisi namun sesekali sekali mereka bertengkar tentang kepemilikan remote control.
Sedangkan Ran Shadong sendiri begadang demi untuk mengerti bagaimana cara kerjanya sebuah telepon genggam.
Mungkin karena dia sudah tidur lama di supermarket online shop susu sebelumnya .Jadi Ran Shadong tidak bisa tidur lagi.
Dia akhirnya menemukan di mana film yang didownload oleh menantu perempuannya. Demi untuk menyambung film Bruce Lee yang tadi dia tonton setengah.
Ran Shadong bersemangat untuk membuka film Bruce Lee tapi siapa tahu yang di buka adalah film Kakek Sugiono.
Awalnya film ini biasa biasa aja tapi setelah dua puluh menit Ran Shadong mulai berkeringat dingin.
Dia tidak pernah menduga akan ada kejutan di tengah tengah film.Karena sudah terlanjur maka sayang untuk di lewatkan.
Namun pengalaman ini membuat Ran Shadong menatap ke teman sebelah bantalnya.
__ADS_1
Hehehe...