Pot Emas Di Era 70

Pot Emas Di Era 70
250


__ADS_3

Pada hari diadakan fashion show di Beijing di kota Jiang pula sedang terjadi kemeriahan.


Penduduk desa benar-benar merasakan kebahagiaan atas kepemilikan guna pakai tanah yang baru saja mereka dapatkan.


meskipun pajak yang dikenakan terdengar besar namun setelah membayar pajak hasilnya akan dimiliki oleh keluarga sendiri.


Tidak ada lagi poin yang dikenakan bagi para penduduk desa.Artinya semua orang akan bekerja secara sukarela semakin rajin maka hasil panen akan semakin banyak.


Jika Anda malas maka kemungkinan besar, hasilnya hanya cukup untuk membayar pajak.


Jadi itu adalah pilihan sendiri bukan lagi paksaan dari pemerintah.


Orang yang paling bahagia saat ini adalah keluarga yang sudah memisahkan diri.


Ada keuntungan istimewa dari keluarga yang sudah memisahkan diri. Ini dikarenakan kouta yang didapatkan dihitung mengikuti hokou yang sudah terlampir di kantor desa.


Satu hakou masih akan di hargai dua hektar tanah lagi.


maka kerugian akan ditanggung oleh keluarga yang tidak memisahkan diri. ukuran tanah akan menjadi lebih kecil dari seharusnya sudah didapatkan.


Setelah pembagian kali ini tidak akan ada pembagian ulangan. Kelak jika orang ingin memiliki tanah mereka harus membeli dari seseorang yang memang ingin menjualnya. Tapi untuk beberapa tahun mendatang tanah yang sudah dibagi tidak bisa diperjualbelikan.


Namun begitu mengambil tanah juga tidak bisa di paksa kan.Anda bisa menolaknya jika merasa tidak mampu.


Sekarang orang orang yang pergi memindah hokou ke perkotaan menyesal sekali.


emang bener hidup di kota ini penuh dengan keuntungan tersendiri termasuk dengan aliran listrik dan air yang tidak pernah berhenti.


Juga dengan hunian yang diberikan oleh pihak pabrik. Ditambah lagi dengan makanan nasional yang mendukung kehidupan orang-orang di kota.


Beda dengan desa, kehidupan yang tidak didukung oleh makanan nasional tentu lebih sulit.


Dulu memiliki hokou perkotaan sama dengan keuntungan yang menjadi idaman oleh banyak orang. Tapi sekarang adalah kebalikan nya.


Di desa meski sulit tapi hasil nya akan jadi milik sendiri.Anda juga bisa memilih untuk menanam apa saja sesukanya.


Kelebihan nya ada di sini.


Bukan semeter tapi hitungan nya hektar tanah.


Berapa hasil nya jika di tanami dengan padi.


Dengan luas seperti itu sesudah di potong dengan pajak , jumlah ini masih banyak sekali.


Dulu jika bekerja mengikut poin, anda masih akan kelaparan di ujung tahun.Sekarang hasil penjualan padi nya akan membuat cemburu orang kota.


Hal ini berlaku juga untuk kedua kakak laki-laki baili. Mereka sudah memindahkan hokou mereka ke kota cahaya jadi tidak ada kesempatan lagi untuk berbalik.


Pertama kali kabar ini berhembus, baitou buru-buru pulang ke desa Jiang Chun dan bertanya dengan kepala desa .Apakah masih ada waktu untuk memindahkan hokou nya dikembalikan ke desa lagi.


Jawabannya sangat tidak memuaskan.


Banyak orang berpikiran begitu tapi tidak ada celah untuk melakukannya.


Sudah hampir 3 tahun atau dua saudara laki-laki baili itu tinggal di kota cahaya. Jika tiba-tiba pindah ke pedesaan bukankah ini sudah sangat mencurigakan sekali.


Kepala desa tidak mampu menanggung amukan warga desa yang jelas ingin melakukan hal yang sama. Jika kedua saudara ini diperlakukan seperti itu.


Jika semua orang yang sudah memindahkan hokou ke Bali ke desa ini juga berimbas pada pembagian tanah yang akan semakin kecil.


Namun kepala desa menghubungi Baili dan menanyakan apakah dia bisa melakukan sesuatu untuk menenangkan warga desa. Seandainya kepala desa membantu kedua saudara laki-laki baili tersebut.


Mungkin Rp 100 atau rp200 per kepala bisa menenangkan warga desa.

__ADS_1


"kami sudah berpisah dan sama-sama orang dewasa yang bisa berpikir. aku tidak mungkin terus-menerus membantu hanya karena kami memiliki hubungan darah"kata Baili waktu di tanya.


di sini bayi melepas diri dan tidak mau membantu dalam membinakan hal-hal tersebut.


uang memang bukan masalah untuk bayi saat ini tapi membantu saudara sendiri dengan uang bukanlah hal yang baik.


Jangan memulai bibit serigala bermata putih jika tidak mau menyesal.


Dulu baili pernah mengatakan pada keduanya agar tidak buru-buru memindahkan hokou ke kota cahaya.


Tapi mereka berpikir tentang keuntungan yang didapatkan dengan memindahkan hokou tersebut.


Sekarang setelah mendengar keuntungan yang didapat di desa, mereka malah ingin memindahkannya lagi untuk kedua kalinya.


Kali ini malah melibatkan baili untuk meminta bantuan.


Tentu saja baili menolak.


Di tengah-tengah kebahagiaan semua orang kepala desa tiba-tiba mengabarkan ada rapat darurat.


Bunyi mikrofon untuk berkumpul di lapangan desa berkumandang ke seluruh sudut desa.


Semua orang bingung lagi, jangan-jangan rapat kali ini untuk mengambil keputusan yang baru diberitahukan.Ini untuk mengambil kembali tanah yang katanya sudah bisa menjadi milik pribadi.


Beberapa beberapa warga tiba-tiba menjadi khawatir.


"menurutmu kenapa kepala desa memanggil apakah tanah-tanah itu akan diambil lagi?" tanya seorang warga yang berjalan bersama nya ke lapangan.Wajah nya berkerut dengan khawatir.


"itu kan pengaturan pemerintah bagaimana bisa diambil sesuka hati, tapi ya sebenarnya aku juga berpikir begitu" kata pria tua di sebelah nya.


"kenapa kita tidak melihat mendengarnya dulu baru berkomentar?"


"oke Mari kita pergi dan lihat"


"aku tidak mau jika tanah itu diambil lagi, kami sudah mulai membajaknya kemarin rencananya akan menanam ubi jalar di tanah kering dan setengah lainnya akan ditanami padi" keluh wanita tua desa.


dia memiliki banyak putra jadi para putra ini memiliki niat untuk menyelesaikan tanah keluarga kelahiran terlebih dahulu barulah menyelesaikan tanah sendiri.


Jadi tanah yang dialokasikan sudah pun bergerak hanya tinggal di tanami saja.


"kau sudah memulainya kenapa aku tidak tahu?"


"tanah bagianku berada di ujung desa jadi bagaimana bisa kau tahu jika posisi tanahmu begitu jauh"


"tapi sayang kan kalau diminta lagi padahal tanahnya sudah diolah"


"itulah yang aku khawatirkan sekarang"kalau wanita tua itu lagi. baru saja hati ini merasa senang tapi sekarang sudah mendapatkan ide buruk lagi .Apakah negara masih akan membuka periuk besar.


Ide tentang Periuk besar itu benar-benar menjadi bayang-bayang gelap di hatinya.


Agar mengerti Mari jelaskan tentang periuk besar, pada tahun-tahun awal krisis pangan. negara memberikan kebijakan jika rakyat tidak diperbolehkan untuk memasak makanan di rumah secara pribadi.


semua orang akan bekerja dan setelah memotong pajak makanan. setengah dari sisa itu akan disimpan ke gudang umum.


ada tim yang akan yang dibentuk oleh aparat desa untuk memasak dengan besar. prinsipnya mirip seperti kantin tapi sifatnya sangat umum sekali. dari orang tua sampai anak-anak boleh datang mengambil makanan untuk 3 kali makan.


Karena tidak diperbolehkan untuk memasak di rumah sendiri jadi semua peralatan masak kecuali mangkok dan sumpit disita.


Tidak ada lagi periuk dan wajan di rumah masing-masing warga. Ini berlanjut sampai bertahun-tahun dan menimbulkan trauma bagi para wanita tua yang pernah mengalami tahun-tahun itu.


inilah yang disebut masa-masa Periuk besar.


"akhirnya sudah punya tanah dan bisa makan dengan hasil keringat sendiri tapi sekarang terancam diambil lagi bagaimana nih?" katanya lagi.

__ADS_1


"ngapain ribut ayo pergi dan dengarkan sendiri apa kata kepala desa"


"Oke lah"


Semua orang berbicara dan mengeluhkan hal yang sama namun hal yang akan disampaikan oleh kepala desa itu adalah hal yang wajib didengar.


Tiba di lapangan semua orang yang terkait sudah pun berkumpul. Seperti biasa orang-orang yang datang lengkap dengan kursi di tangan masing-masing.Jika tidak membawa serta kursi kecil maka anda harus buat berpuas diri untuk berdiri di pinggir.


"Hah Bibi Ran kau sudah datang, Bibi apa kau tahu rencana kepala desa Kali ini?"kata seorang menantu perempuan kepada ibu mertua baili.


Ibu mertua baili sudah duduk dari tadi dengan dikawal oleh Ran Xia


Dia menatap menantu perempuan yang bertanya tadi."aku tidak tahu mari dengarkan bersama-sama"


di sampingnya ada seorang gadis muda yang cantik.


Dia adalah menantu perempuan Ran Xia yang baru. Mereka menikah bulan 3 bulan yang lalu dan saat ini gadis ini sedang hamil muda.


Orangnya cukup patuh dan tapi sedikit pendiam. Namun begitu ibu mertua baili ini cukup puas dengan menantu barunya.


Paling tidak dia berbeda dengan menantu perempuan Ran Xia yang lama.


Setelah menikah ran xia tinggal di rumah nya yang lama. Rumah di mana dia pernah tinggal dengan menantu perempuannya dulu.


Ibu mertua baili tetap menunggu di rumah keluarga Bai. Meski demikian menantu perempuan yang baru ini tetap saja aktif dan sering datang untuk menghiburnya.


Dia juga kerap mengirimkan makanan yang sudah dimasak untuk memberikan tanda bakti.


Benar-benar berbeda jauh dengan menantu perempuan Ran Xia yang lama.


Karena itu ibu mertua baili sangat puas dengan menantu barunya ini.


"Ohh nyonya Ran, kamu sudah datang?"tegur seorang wanita tua desa yang sering bergosip dengan ibu Ran Shadong ini.


"sejak dari tadi hehehe"


Beberapa orang yang baru tiba semuanya datang menyapa ibu mertua baili ini. Dulu orang memandang dirinya karena memiliki seorang putra yang bergelar seorang prajurit militer. Tapi sekarang orang-orang memandangnya sebagai ibu mertua dari Baili.


Gadis pintar dengan 1000 cara berpikir untuk menjadi kaya.


Ditinggal pergi oleh Ran Shadong dan yang lain di desa Jiang Chun. Ibu mertua baili ini sama sekali tidak pernah merasakan kesunyian.


Dia lebih banyak bersantai dan bergosip daripada bekerja di rumah. Namun begitu dia tidak pernah mengambil hati dengan gosip-gosip yang didengarnya. Ibarat kata orang masuk telinga kiri keluar telinga kanan.


Sejatinya bergosip itu juga bukan adalah hal yang baik.


Ibu Ran Shadong juga mengetahui konsekuensi sebuah gosip . Terutama bagi seorang wanita contohnya adalah menantu perempuan yang baru.


Kata orang menantu perempuan baru adalah gadis yang cantik namun berhati rubah. Padahal setelah mengenalnya beberapa waktu, itu tidak benar sama sekali.


Dia hanya gadis malang yang menjadi target gosip oleh wanita berlidah panjang hanya karena wajahnya yang cantik sejak dari lahir.


Karena wajah juga lah dia mengalami kesialan yang berujung pemerkosaan sampai nekat bunuh diri.


Setelah menikah dengan Ran Xia kehidupannya berangsur-angsur membaik dan dia sudah pulih dari trauma yang berkepanjangan.


Ditambah lagi tidak ada ibu mertua dalam rumah yang sekarang dia tinggali.Begitu menikah dirinya sudah menjadi tuan di dalam rumahnya sendiri.


Tidak ada ibu mertua jahat yang akan meminta dilayani seperti seorang ibu suri.


Jika pun ada, ibu mertua baili tinggal di rumah yang berbeda .itupun sosoknya masih humble dan lebih baik dari ibu kandungnya sendiri.


Pembicaraan yang terjadi semuanya seputar. Kenapa rapat diadakan hari ini . Tidak ada satupun yang bisa menjawab itu. Jadi mereka hanya bisa menunggu kepala desa tiba untuk mengklarifikasi masalahnya.

__ADS_1


__ADS_2