Pot Emas Di Era 70

Pot Emas Di Era 70
Bai xinxin


__ADS_3

Seharian penuh menghasilkan banyak barang,baili tidak begitu lelah.


Dia menatap dua sepeda Phoenix di aula.


Sekarang setelah dia benar-benar mendapatkan izin,dia bisa pergi dengan santai kemana saja.


Apalagi ada sepeda Phoenix ini,hem pasti nyaman kan.


Untuk makan malam, Baili sengaja meminta dua kakak ipar melakukan nya.


Ambil bahan di gudang dan masak apa pun yang kamu mau.Tidak ada batasan untuk itu.


Tawaran ini mendapat tiga kata dari dua kakak ipar.


He..he.he.


Ini pengalaman baru untuk keduanya, memimpin pasukan untuk melihat gudang.


Pada pandangan yang pertama, semua mata melihat mie instan.Ada banyak rasa di sana.


Untung baili memesan mie instan secara langsung dari online.Dia ingin kemasannya berbeda dari biasanya.


Kemasan ini datang tanpa judul atau tulisan apapun, hanya gambar Hitam putih dengan lambang produk.


Jadi tidak ada keraguan sama sekali.


Ada lebih dari sepuluh rasa di sana.


Mie goreng sambal ijo,mie goreng kremes,mie goreng ayam kampung. Mie pedas korea ,seblak ,kari sapi panggang,Kari ayam,kari kambing,Soto ,sate padang dan banyak lagi.


"Ibu kapan Bibi membelinya hem, kenapa kita tidak tau?" kata Bai jiahui heran.Kapan gudang ini penuh dengan bahan bahan.


"Ohh kita bekerja seharian di ladang, mungkin saat itu kan" kata he lanlan sekenanya.


"Ooh"


"ibu katanya harga satu bungkus sangat mahal jadi ini harta karun kan?" bisik bai jiayi lagi.Dia menjilat bibirnya yang kering.


"Hem"


"Ibu hem,mari makan ini malam ini,oke?" kata zizi penuh harap.


"Hei kau anak yang hilang, kapan kau begitu bodoh hah.satu bungkus mie ini harga nya 15 sen kau tau.Bisa beli milet dua kilogram kan" bisik bai yan.


Dia dan anak tertua dari bai You. Di usia ini dia sudah bisa menikah. Namun sebenarnya dia masihlah anak-anak yang berusia 16 tahun.


Ada begitu banyak keinginan di hatinya yang belum tersampaikan karena kemiskinan.


Tapi semua rasa itu di tekannya jauh ke dalam hati .Dia pikir dia adalah anak besar.


"Tapi bibi bilang kita bisa makan besar malam ini,bibi pasti tidak akan marah " kata jiayi.


Siapa yang tidak mau makan Mie instan kan.


"Hei .zizi anak anak tapi kau...ayo tanya kan pada bibi" kata he lanlan Pura pura marah.


Padahal...


Bai Jiayi agak ragu tapi niuniu berlari dengan cepat ke depan.Dia mengatakan jika dia ingin makan Mie instan malam ini.


Baili tahu mereka begitu antusias melihat Mie instan yang begitu penuh. Namun tidak baik makan mie instan untuk makan malam karena itu tidak sehat.


Jadi baili pergi ke gudang melihat apa yang seharusnya mereka masak untuk makan malam.


"Kakak ipar, ayo masak nasi putih sop telor ,tumisan terung dan telur yang di awet kan.Bawa beberapa acar yang kalian sukai"kata baili.


Anak-anak tiba-tiba merasa kecewa tapi mereka masih bahagia ada telur untuk makan malam.


Sebagai seorang bibi , Baili tahu para keponakan ingin merasakan bagaimana rasanya instan itu, jadi dia berkata.


" setiap orang bisa mengambil dua masing-masing dan bahwa kembali ke rumah"


"Eh benarkah bibi?"Pekik zizi.


Mie instan ini adalah barang mahal. Bisa dapat satu untuk dimakan satu keluarga sudah dikatakan bagus.


Tapi bibi bilang dia bisa dapat dua sekaligus.


"Oke tapi nanti saja, selesaikan makan malam dulu"kata Baili.


semua orang bahagia dan menarik berpikir rasa apa yang akan mereka ambil nanti setelah makan malam.


Yang lebih bahagia tentu saja dua kakak ipar. Makan di rumah nenek artinya mereka bisa menghemat beberapa bahan makanan di rumah mereka sendiri .

__ADS_1


Mereka segera memerintahkan anak-anak untuk bergegas mengambil barang.


Dulu jika mereka memiliki satu telur mereka harus memikirkan yang mudah untuk memakannya dengan hati hati.


Terkadang mereka harus berpikir ulang untuk mengambilnya. hanya demi menghemat beberapa sen di masa depan.


Sekarang begitu banyak telur dan begitu banyak bahan .Baili juga tidak bilang untuk berhemat.


Makan malam kali ini di hitung perkepala.Satu telur yang di awetkan untuk satu orang.Betapa mewahnya ini.


Ada juga jatah makan untuk orang sebelah.


Setengah jam kemudian makan mewah siap.


Jika dipikir lagi makanan ini begitu sederhana tapi sudah mewah di keluarga miskin di desa jiang Chun.


Rebus aja telur asin dan kupas tumisan terong dengan paprika merah, sup telur dengan kentang parut.Ada acar timun pedas sebagai pelengkap nya.


Setelah siap, semua orang di panggil.Zizi dan niuniu pergi mengantar makan malam ke sebelah.


Setelah itu mereka berdua kembali fan duduk di tempat biasanya.Kali ini mereka akan makan dengan perut terbuka.


Tapi..


"Ibu....ayah.."


Ada suara seseorang di luar dan ada suara berisik seperti orang menangis.


Sumpit yang akan diangkat , diletakkan lagi di meja. Yang membuka pintu adalah bai Jiayi.


Ketika pintu terbuka ,dia sedikit terkejut melihat kedatangan bibi tertua dan dua sepupunya yang dalam kondisi menyedihkan.


Mereka menangis.


"Bibi tertua, sepupu?" teriak nya.


Melihat kondisi mereka bertiga. Pasti ada sesuatu yang buruk terjadi di rumah suami. Anak yang sudah menikah hanya akan kembali pada pada hari kedua di tahun baru.


"Siapa Ayi?" panggil nenek bai alias ibu Baili.


"Ini bibi tertua dan dua sepupu nenek" jawab nya keras.


Nenek tidak datang tapi meminta mereka semua masuk dan duduk untuk makan.Bai yan dan Bai jiahui pergi mengambil kursi dan meja lagi.


Kedua orang tua merasa sakit hati tapi menyimpannya untuk nanti.


Mau tak mau mereka melirik Baili. Sebagai jawaban baili mengangguk dengan patuh.


Mungkin ini adalah masalah yang dikatakan baili sejak awal. Jadi mereka mempersiapkan mental dan berharap semuanya akan baik-baik saja.


Bai xinxi namanya.


Dia ingin mengadu kan nasib nya. Awalnya dia takut untuk kembali ke rumah kelahirannya .Tidak baik Putri yang sudah menikah memiliki masalah di rumah suami .


Namun dia tidak memiliki jalan lain selain membawa diri dan dua putri kembali.


Setelah kembali dia diminta untuk duduk dengan jujur di meja makan. Dengan masalah yang berputar di kepalan,Bai xinxi tidak merasa lapar.


Dia hanya ingin menangis.


" makan dulu nanti kita bicarakan apa masalahmu" kata ibunya.


Mau tak mau tiga wanita duduk dengan patuh memegang sumpit dan mangkok.


Karena kedatangan mereka,suasana yang tadi nya meriah jadi sunyi sepi seperti kuburan.


Setelah makan semua orang pergi mencuci mangkok dan pergi mengambil mie instan seperti yang di katakan oleh Baili tadi.


Setelah itu para cucu berlari kembali ke rumah nya masing-masing.


Junior tidak bisa ikut campur masalah para senior,itu peraturan nya.


Sebelum itu baili ditarik ke kamar ayah dan ibunya .Mereka ingin mengetahui cerita apa yang disampaikan oleh sang dewa.


Pria tua itu duduk dengan selimut tebal di tangannya. Dia juga tidak sabar mendengar kisah ini dari mulut putri bungsu.


Takut menyinggung perasaan hati orang tua bali berbicara dengan hati-hati.


" kudengar kakak ipar membawa kembali wanita kedua ke rumah mereka. Alasannya wanita itu sedang hamil muda. Bukankah mereka berharap ingin mendapatkan putra"


" Kakak tertua tentu saja menolak untuk di pekerja. Namun dia bersikeras untuk kembali ke rumah kita. Ingin mendapat dukungan. Siapa tahu dua kakak ipar menolak membantu. Karena sakit hati kakak ipar terjun ke sungai dan bunuh diri dengan dua keponakan perempuan ku. mereka seharusnya mati besok pagi"


" setelah mereka mati keluarga kita jadi terpecah belah semuanya tidak senang dengan kematian mereka bertiga. Aku seharus menikah dengan song linan karena tidak memiliki memiliki pilihan lain.Tidak bahagia jadi aku juga mati bunuh diri.Ayah dan ibu juga menyusul karena sedih. Sejak saat ini semua keluarga berantakan .Pada akhirnya keluarga bai akan berakhir dari sejarah" kata Baili tanpa beban

__ADS_1


Dia mengatakan persis sesuai plot yang disediakan oleh penulis.Dia benar kan.


Baili memang benar tapi karena perkataannya itu. Kedua orang tua untuk itu shock dan hampir pingsan.


Segera saja baili mengambil segelas air untuk mereka berdua.Wanita tua nya menggigil kedinginan.


Matanya menatap Baili dengan pandangan kabur.


"Semua di mulai dengan ini,jangan tidak senang bu" kata Baili lagi


" jadi apa rencanamu selanjutnya untuk menghindari bencana keluarga bai?"tanya ayah nya.


" jangan bimbang, ayah aku sudah merencanakan semuanya. Jadi tidak ada yang akan terjadi kepada keluarga kita"


"Ohh syukurlah putri ku mendapatkan berkah dari dewa , jika tidak...huhuhu"


"Ibu jangan menangis oke"


"Hem, ibu tidak menyangka menantu kita akan tega, xinxin sudah memberikan dia dua putri "


"cerai..


"ehh,apa katamu?"


"Ku bilang cerai bu.Jangan pernah malu dengan status cerai. Mungkin bagi ibu ini agak memalukan. Tapi ini lebih baik daripada kakak dan keponakanku bunuh diri di sungai besok" kata Baili tegas.


"Ayah akan serah kan padamu masalah ini,jika bisa jangan cerai kan?"


" oh ibu tidak tahu kah kakak perempuanku itu sebenarnya menderita di sana. Kenapa kami wanita ini hanya dilahirkan untuk menjadi budak seumur hidup. Lahir sudah menjadi budak di keluarga kelahiran .Sudah menikah juga menjadi budak di keluarga suami"


"Kau wanita busuk,kau juga akna menikah suatu hari"


" dari itulah sejak awal aku katakan. Aku akan merekrut ,dengan begini aku tidak akan menjadi budak di rumah suami. Kalau bisa cari seorang kasim saja Itu lebih bagus"


Puk


Kepala baili di hentam dengan bantal.Wanita tua juga tidak kira kira.Bantal di era ini di isi dengan batang jerami.


Sangat sedikit orang yang bisa membuat bantal dari kapuk atau kapas. Jadi bantal jenis ini sedikit berat. Ketika menimpa kepala itu terasa sakit.


Untung aja nggak bocor.


"ibu, sakit tau" keluh nya.


"Kau tau sakit,hah, siapa yang bilang mau cari kasim.tau apa kau hem??"


"Ohh ibu tua ku, jika bisa aku tidak ingin menikah sama sekali .Menikah itu buruk untuk masa depan keluarga kita. jika ada kasim ,aku bisa membuat pernikahan palsu kan. Jangan takut tidak ada keturunan, aku punya banyak keponakan yang bisa aku asuh dan akan berbakti padaku di saat aku tua" kata Baili enteng.


Pernikahan di era ini hukumnya wajib. Tapi baili sama sekali tidak tertarik dengan itu. dia hanya ingin bersenang-senang makan minum sepuasnya.


Menikah artinya melayani seseorang.Melayani mertua, melayani ipar melayani suami. Baili tidak ingin melakukannya.


Tuhan ini mengerikan.


Setelah pulang melayani semua orang begitu rupa. Kita masih tidak akan mendapatkan rasa hormat dan rasa terima kasih.


Lihat saja kakak perempuan tertua yang dipecat hanya karena tidak bisa melahirkan seorang anak laki-laki.


Setelah menikah, wanita tidak bisa kembali ke rumah kelahirannya dengan bebas.


Walaupun sudah melakukan banyak hal di rumah suami .Jika mertua tidak mengijinkan nya. Sebutir telur pun tidak akan bisa dibawa pulang ke rumah kelahiran.


Contohnya seorang wanita pekerja mangkok bersih di kota.


Setelah menikah, dia bahkan tidak berhak dengan gaji yang dia hasil kan sendiri. Semua harus diserahkan pada mertua untuk dikelola.


Di rumah dia tetap harus melayani semua anggota keluarga agar mereka puas dan memuji nya di luar.


Ini hanya masalah reputasi belaka.


Baili di sama sekali tidak merindukan pernikahan seperti ini. Dia lebih suka tidak menikah daripada menjadi kuli gratis seumur hidup.


Setelah mengatakan apa yang dia dipikirkan. Baili meninggalkan dua orang tua itu dalam keadaan pusing.


"apa yang dikatakan lili sangat buruk. Tapi sebenarnya itulah kenyataan nya. Kami wanita tidak berhak untuk memiliki kehidupan dan pemikiran di dunia ini, entah di keluarga kelahiran atau keluarga suami" kata ibu Baili.


"Jadi?"


"jangan menikah,jika menikah cari kasim"kata nya.


Di mana ada kasim sekarang, tapi....


hehehe

__ADS_1


__ADS_2