Pot Emas Di Era 70

Pot Emas Di Era 70
64


__ADS_3

Penampakan sosok pria tambun yang datang tiba-tiba membuat beberapa orang ternganga.


Sepertinya pria setengah baya ini memiliki masalah dengan lu sihan. Buktinya dia sangat marah pada lu sihan sampai ingin meludahi lu sihan dengan air liurnya.


Tapi sayang sekali lusihan tidak marah-marah dia tertawa begitu renyah.


"heh kamerad lu. Kenapa tertawa aku serius" katanya galak.


"Kamerad seng,Kenapa aku tidak mengerti perkataanmu itu. Jika ada yang kau tidak senang maka katakan saja .Jangan bersembunyi di balik kata-kata"


Baili juga tidak mengerti di mana duduk permasalahannya.


Tapi dia tidak akan ikut campur atas urusan orang lain.


Semakin cepat lu sihan pergi. Semakin cepat pula urusannya selesai


Tepat ketika baili ingin berbalik. Pria tua itu kembali berkata"hei gadis kecil aku berkata padamu Kenapa kau ingin pergi?"


"Ehh..


"ya, kau ,kau gadis kecil .Siapa namamu tadi oh nona bai. Namaku seng gui. seorang koki di hotel negara kota cahaya.Kemarin aku mendengar apa yang kalian perbincangkan. jadi aku tertarik dengan peralatan memasak mu. ayo perlihatkan padaku "katanya dengan tidak sabar.


Baili kekeh-kekeh sendiri di dalam hati.Mulutnya begitu keras tapi tujuan kedatangannya ini hanyalah tentang panci.


Lucu kan.


Sejak kapan Baili menjadi sales panci.


"kamera seng panci ini aku beli di pasar gelap pergilah mencarinya di sana Jika kau memang benar menginginkannya"


"tidak perlu, aku tidak ingin repot. Jual padaku panci-panci itu .


Akan kuhargai sebanyak kau membelinya" kata nya lagi.


Kali ini dia merendahkan suara dan datang untuk bernegosiasi langsung pada Baili.


"kamerad seng, jangan mencoba memancing di air keruh. Penjualan panci akan bersifat spekulasi apakah kau ingin melaporkan aku ke biro keamanan publik?" kata Baili tidak nyaman.


Kepala desa mengerti arah ke mana pertanyaan ini. Jadi dia berkata sebagai seorang penengah.


"kamerad seng ,Kenapa tidak duduk dulu dan biarkan kita berbicara .Ada apa sebenarnya di sini .Kenapa kami tidak mengerti masalahnya?" kata kepala desa.


Mendengar pertanyaan itu, kamerad seng .Segera berdiam diri dan dia akhirnya mengerti jika pertanyaannya itu salah.


Apa yang dilakukannya hanyalah murni karena dorongan hati.


Dengan hati-hati akhirnya pria yang mengaku sebagai koki di hotel negara ini .Mengutarakan niat dan ketertarikannya pada panci yang dipakai oleh keluarga bai.


Dia menginginkan semua hal itu namun dalam ukuran yang lebih besar.


Baili mendengar apa yang dikatakannya dan mendesah tidak nyaman.


Banyak kesulitan yang dialami oleh para koki tahun ini. Mereka perlu memasak dengan kuantitas banyak namun karena keterbatasan produk. Mereka harus memulai waktu kerja lebih awal daripada ayam.


Terlebih lagi bagi seorang koki yang bekerja di kantin sebuah pabrik. Mereka harus memasak untuk ratusan orang dalam tiga kali makan.


Seseorang yang bertugas dalam hal mengupas kentang dan bawang harus bangun lebih cepat dari koki yang sebenarnya.Terkadang harus ada 100 kilo kentang dan puluhan bawang yang perlu dikupas setiap hari.


Namun dengan barang yang dipakai oleh baili ini .Mereka bisa menghemat waktu dan juga tenaga.


lihatlah cetakan roti ini. Sepertinya barang ini simpel namun cukup mudah dikerjakan walaupun seseorang yang tidak berpengalaman sekalipun.


Cetakan pangsit bahkan ada cetakan khusus untuk kue pai.


Dia secara khusus melihat hasil roti dan beberapa pangsit yang dibuat seragam oleh keponakan Baili.


Dia pikir gadis-gadis ini sudah ahli dan berpengalaman dalam melakukannya.


Namun siapa sangka begitu ditanyakan pada warga desa. Mereka menjawab ini hanya berkat dari cetakan istimewa dari Baili.


Ada juga panci besar yang bisa merebus daging dan tulang sampai menjadi lumer ketika dimakan.


Wajan tipis yang bagus untuk menggoreng telur untuk menghemat minyak.


Panci besar yang bahkan bisa memanggang roti. Roti kukus dan roti panggang adalah bahan yang sama yang membedakan hanyalah cara memasaknya saja.


Tiga keponakan baili hanya menyediakan roti mentah yang sudah diisi dengan isian khusus. Sampai waktunya mereka akan bertanya ingin roti kukus atau roti panggang.


Ini saja sudah membuat seorang koki sekali berkoki hotel negara menjadi ternganga.


Bersama cetakan roti, pengukusan dan pemanggangan ini .Pekerjaan lebih ringan. Bahkan mereka melakukannya selagi berbicara santai.

__ADS_1


Jiwa kokinya meronta-ronta menginginkan panci wajan dan pernak-perniknya.


Dia sudah bisa membayangkan mengelus wortel tebal hanya dengan pisau khusus dan itu selesai dalam hitungan detik.


Bagaimana dengan penghancur kentang yang menurutnya adalah penemuan ajaib di abad ini.


Sang koki tidak berdaya ketika Baili menolak lagi dan lagi.Dia tidak mengerti kenapa gadis kecil ini menolak memberikannya sementara. Dia sudah memberikan beberapa penawaran menarik.


Tiba-tiba wajahnya berubah ketika dia mengingat satu kata yang dia dengar kemarin.


Pekerjaan.


"khem.hem, kebetulan departemen pengadaan di hotel negara tempat aku bekerja memiliki lowongan. meski itu hanya pekerja sementara tapi jika kau berniat aku bisa mengambil seseorang dari pihakmu" kata nya.


wow...


"apa pekerjaan?"


"Apakah telinga ku rusak?"


" Kenapa dengan mudahnya koki ini menawarkan pekerjaan kepada Baili, ini tidak masuk di akal"


Baili tidak mengerti apa yang dimaksudkannya tapi keponakan Baili segera menyodok pinggulnya agar dia segera bereaksi.


"Tapi...


"kamerad seng kupikir ada kesalahpahaman di sini pekerjaan juga baik-baik saja tapi apakah layak diganti dengan panci?"


"itu layak lagi pula pekerjaan yang kumaksudkan ada di stasiun pengadaan barang sama seperti stasiun lu sihan.Akan mudah untuknya bekerja sementara kau bisa menyediakan barang yang diinginkan". kata nya senang.


Pekerjaan ini sebenarnya tidak kosong namun dia bisa melakukan sesuatu dan memasukkan orang dalam angkatan pekerja sementara.


Dia juga mengenal direktur hotel negara dengan baik.


lu sihan juga ternganga mendengarnya.Dia belum mendengar ada lowongan di stasiun pengadaan barang pada hotel negara kota cahaya.


Adalah baik menawarkan pekerjaan pada seseorang. Tapi jika imbalannya hanyalah dengan panci apakah menurutmu itu wajar.


"pengadaan barang di hotel negara apakah itu sulit?" tanya Baili lagi.Uang baili tidak tertarik ,namun jika ada pekerjaan. Dia akan segera menangkapnya seperti ikan yang menangkap umpan.


"tidak sulit sebenarnya hanya perlu menyediakan beberapa tepung dan gula berikut daging sesuai jadwal itu saja"katanya santai.


Dia juga tertarik dengan produk gunung yang sudah jadi. Jika bisa ditransfer atau resepnya di ketahui mungkin ini akan lebih baik.


Hotel negara berbeda dengan kantin pabrik. Mereka tidak memiliki kuantitas ataupun kualitas yang ditargetkan.


Namun ada inspeksi rutin dari hotel negara satu ke hotel negara yang lain.Pada inspeksi inilah makanan diwajibkan untuk enak bahkan jika perlu langka.


Makanan ini akan disajikan untuk para petinggi hotel negara bagian kabupaten dan provinsi.


Jika makanan nya enak maka mereka akan mendapat pujian bahkan mendapat bonus akhir tahun lebih tinggi dari gaji mereka sendiri.


Sayang sekali bagian pengadaan jarang mendapatkan menu-menu ganjil seperti daging ikan bahkan seafood.


Hotel negara di kota cahaya jarang sekali namanya disebut oleh para pemimpin ketika mengadakan pemeriksaan bulanan.


Ini sudah menjadi penyakit jantung bagi para koki di hotel negara kota cahaya.


Satu tahun sekali setiap hotel negara juga perlu membuat perlombaan resmi. Hotel . negara mana pun yang menang. Akan diberi cap dengan nama hotel nomor 1 bahkan nama hotel negara akan disebutkan di majalah dan koran secara berkala.


Tentu saja nama koki akan disebut sebagai penyumbang terbaik.


Meskipun baili tertarik ,namun dia masih harus menjaga wajahnya sendiri .Jadi dia pura-pura tidak senang dengan penawaran itu.


Melihat penawarannya tidak menarik bagi calon korban koki seng segera beraksi lagi dengan berkata"pekerjaan tetap dengan gaji rp300 berikut makanan nasional dan beberapa tiket"


"Oke"baili segera merampok pekerjaan itu dengan cepat jangan sampai orang terkait menyesalinya.


"Hah kau setuju ?"tanyanya tidak percaya. Apakah dia sudah masuk dalam jebakan. Gadis ini sebenarnya bukan gadis biasa .Dia terlihat lembut tapi nyatanya dia adalah sosok yang licik. Tapi dia sudah tidak punya jalan untuk berbalik.


"Kenapa tidak?" kata Baili yang tersenyum sampai ke telinga.


"aku dengar dengan telingaku sendiri kau mendapatkan dua pekerjaan sekaligus hanya karena menjadi penerjemah di pabrik baja benar?" kata nya garang.


Gadis ini benar-benar licik, daya telannya tidak kecil.


"Apa?"yang berteriak adalah ibu tua Baili .Dia hampir pingsan mendengarnya. Baili menemukan dua pekerjaan di pabrik baja. Apakah dia bermimpi di siang bolong.


Semua orang menatap Baili dengan pandangan tidak percaya. Pekerjaan yang sulit ditemukan oleh orang biasa.Baili bisa mengambilnya dengan santai dan sekarang datang lagi orang yang menawarkan pekerjaan hanya karena panci.


Keberuntungan apa yang sebenarnya dipegang oleh baili saat ini.

__ADS_1


Ran Shadong dan ibunya hanya berdiri di pinggir tapi senyum mereka tidak lepas dari awal sampai akhir.


Yang akan menjadi menantu perempuan Ran Shadong sebenarnya adalah harta karun.


Apakah sudah terlambat bagi keduanya untuk menangis.


"kamerad seng ,salah sangka. Sebenarnya pabrik baja tidak perlu melakukan itu untukku .Karena aku bekerja pada pabrik baja juga.Tapi siapa sangka jika biaya seorang penerjemah dihitung sebagai Rp1.000"


"Aku sudah menolak mati-matian .Siapa tahu pemimpin besar memilih hadiah lain untukku. satu pekerjaan tetap dan satu pekerjaan sementara, dengan berat aku terpaksa menerimanya"kata Baili pura-pura bodoh.


lu sihan tersenyum kaku mendengarnya .Kapan pimpinan pabrik mengatakan hal itu.


Ckckck


Gadis ini sungguh sulit ditebak.


Hal yang tak terduga adalah warga desa yang kembali menganga dan tidak bisa bereaksi dengan cepat mendengar kata Rp1.000.


RP1.000 setara dengan 7 atau 8 juta di tahun 2020.


Hal ini tidak banyak namun sangat banyak di tahun 70-an.Anda bisa membeli 15 atau 20 kilo daging dengan uang sebanyak ini.


Jika tidak masih tidak mengerti, perbandingkan dengan harga daging dengan nilai tukar uang saat ini. itulah perbandingan Rp1.000 pada tahun 70-an.


"Hei kamerad bai kau...


"bukan apa-apa kamerad seng, panci ku ini sebenarnya sangat mahal sekali. jangan hitung peritem hitung saja satu set ini terdiri dari 4 panci besar 4 panci kukus dan panggang. 12 macam pisau 12 cetakan. Empat teflon berbagai ukuran. berbagai macam hal lagi yang sangat berguna untuk dapur"


"harganya bahkan lebih dari Rp1400 satu set. Bukankah ini masih lebih mahal dari biaya terjemahanku. Yang bahkan dihargai dengan dua pekerjaan sekaligus" kata Baili panjang lebar.


Pekerjaan di tahun ini sangat dihargai namun tidak begitu 3 tahun kemudian.


Jadi Baili tidak begitu terburu-buru mendorong para keponakannya untuk mendapatkan pekerjaan yang dimaksud.


"Aku...aku...


"Seng tua,masalah pekerjaan ini bukanlah wewenang MU nanti kau akan memiliki masalah karenanya. pulang dulu dan bicarakan dengan pimpinan hotel negara " usul dari lu sihan yang sudah duduk di gerobak sapi.


Wajah song koki memerah karena malu. Tawarannya sangat menggiurkan tapi gadis ini tidak bergerak sedikit pun.


Tapi itu juga benar rp1.000 sudah mendapatkan dua pekerjaan.


Apalagi tawarannya menghabiskan dana lebih dari rp1.000. Dia hanya ada satu pekerjaan resmi. Ini adalah perbandingan yang tidak setara.


Mbak ini juga mengerti dengan niat baik pria ini jadi dia berkata"kamerad seng memiliki niat baik. Aku juga tidak akan menolaknya. Namun perlu dipastikan pekerjaan kamerad seng tidak terganggu. Hanya karena terburu-buru nafsu"


Dirinya hanyalah seorang koki di hotel negara dia bahkan tidak layak membuat sebuah jabatan kosong untuk seseorang.


jika masalah ini diketahui oleh atasannya. Bukankah dia juga akan terjerat dengan masalah di kemudian hari.


Mau tidak mau koki tua ini menunduk dan nafasnya menjadi pendek. Dia sangat merindukan panci dan wajan itu.


Untuk menjaga hubungan baik antara mereka berdua Baili menghadiahkannya satu set pisau lengkap.Berikut dengan sebuah artikel untuk panduan penggunaan pisau.


Mau tidak mau koki tua itu terpaksa mengikuti lu sihan kembali ke kota cahaya. Namun dia berkata akan membawa masalah ini pada pimpinannya dan Baili diharap menunggu kabar baik.


Sepeninggal dari lu sihan dan koki tua. Warga desa masih tidak bergerak mereka masih ingin menanyakan masalah pekerjaan Apakah itu benar atau tidak.


Sayang sekali gong untuk pergi ke ladang sudah berbunyi.Mau tidak mau semua orang buru-buru makan siang untuk pergi ke ladang lagi.


Hanya menyisakan kepala desa yang ingin bertanya situasinya. Baili cukup lelah untuk menjawab beberapa kata lagi sebelum kepala desa puas.


"kepala desa menantu perempuanku sudah lelah biarkan dia istirahat dulu, kita akan bicarakan besok lagi" kata Ran Shadong menengahi.


Tidakkah kepala desa melihat bagaimana capeknya Lily hari ini dia bahkan belum sempat duduk.


"siapa menantu perempuanmu" kata Baili tidak terima.Baili langsung kabur ke dalam meninggalkan semua orang yang tertawa dengan renyah.


Sekarang Ran Shadong tiba-tiba menjadi juru bicara dari Baili.Baili tidak tahu sebenarnya Ran Shadong lah yang mengurus masalah penukaran sejak tadi pagi.


Tiga keponakan masih cukup bagus namun mereka tidak begitu pandai dalam berhitung.


Untung saja Ran Shadong adalah orang yang sudah belajar lama dan berhitung dalam satu dua hitungan itu sangat mudah baginya.


Secara bertahap keluarga baik bahkan warga desa sudah mengakui hubungan mereka.


Jadi sejak pagi Ran Shadong menyebut Baili dengan sebutan menantu perempuan. Warga desa juga entah kenapa merasa panggilan itu wajar.


Beberapa juga sudah merubah mulut dengan menyebut Baili dengan sebutan menantu Ran.


Hanya baili saja yang tidak mengetahui .Sebenarnya dia sudah mendapat panggilan baru.

__ADS_1


__ADS_2