
Setelah berurusan dengan han pan baili kembali ke rumahnya dengan bus lagi.Perjalanan kembali hanya berdurasi sekitar 15 menit saja.
Halaman ini memiliki pintu gerbang yang cukup antik.Semalam Baili tidak benar-benar melihat penampakan rumahnya.Sekarang dia melihatnya dengan jelas dan mau tidak mau merasa kagum dengan itu.
Saat masuk ke halaman dia melihat ayah dan ibunya sedang memperhatikan tata letak tanah kosong.Baili tersenyum tipis karena ini.
Dia pikir kedua lansia tidak akan keluar dari kamarnya lagi untuk menonton TV berwarna.
"ayah ibu apa yang kalian lakukan di sini?"sapanya yang membuat ayah dan ibunya berpaling melihat kedatangan baili.
"Lili kau sudah pulang bagaimana dengan keponakanmu?" tanya ibu Baili
"semuanya baik-baik saja jangan khawatir ibu. Aku sudah meminta mereka pulang setiap ujung minggu. Dengan sepeda perjalanan nya tidak jauh" jelas nya.
"tidak apa-apa mereka sudah besar, lili , Ayah akan menanam kubis di sini. Seledri dan wortel di ujung sana , bagaimana "kata ayah Baili.
"kami juga berencana untuk menanam anggur di depan halaman nyaman duduk di teras seraya memetik anggur yang sudah matang" kata ibu baili yang sudah tua pula.
Baili hanya mengangguk-angguk setuju.Dia berkata jika sudah siap kapan-kapan benihnya bisa dia keluarkan.
"apa dua anak itu tidak datang hari ini ?"tanya ayah tuanya lagi.
Dua anak yang disebut ini tentunya Han Pan dan Guan Ru. Han Pan jelas adalah seorang pekerja pabrik.Jadi dia tidak bisa datang selalu.
Tapi Guan Ru masih memiliki banyak waktu dan ruang .Mungkin dia bisa dipanggil untuk datang sekali-sekali.
Rumah ini cukup bagus tapi mereka tidak punya teman di sini lingkungannya terasa aneh. Biasanya pria tua ini tidak selalu ada di rumah . Dia akan menarik radionya dan pergi berbincang-bincang dengan pria tua lainnya seraya menarik catur.
Begitu juga dengan ibu baili yang sudah tua. Dia dulu jika di desa sudah duduk di bawah pohon belalang untuk mencari gosip terbaru seraya melakukan sesuatu di sana.
Tapi sekarang di Beijing, mereka berdua bahkan tidak menemukan sosok tua lainnya di sekeliling.
Rupanya warga kota tidak seramah warga di desa.
Jadi untuk mengusir kebosanan mereka hanya bisa mencoba membalikkan tanah dan menanam sesuatu. Menonton televisi secara terus-menerus juga bisa membuat seseorang itu bosan.Apalagi saat ini belum ada channel sebanyak di tahun 2020
Dengan begitu Baili berpikir dia perlu mencari sesuatu agar ayah dan ibunya yang sudah tua bisa bergerak.
"ibu ayah sebenarnya aku sedang menyembunyikan sesuatu dari kalian"kata Baili tiba-tiba.Rahasia yang dia simpan tidak nyaman lagi jika terus disembunyikan.
Lagi pula dia sudah sampai ke Beijing.
"rahasia apa yang kau sembunyikan cepat katakan jangan buat ibu penasaran" tanya ibunya yang masih menatap tanah.
Dia sedang membayangkan ada kandang ayam dan bebek di sini. Apakah tidak masalah memelihara unggas di perkotaan.
"sebenarnya aku hamil sekarang, ini hampir tiga bulan"kata baili dengan hati-hati, dia sudah bersiap untuk dijewer oleh wanita tua itu.
Tap...
Nah kan
"jadi kau naik kereta api dalam kondisi seperti ini, dasar anak yang tidak makan diajar.Bagaimana jika terjadi sesuatu pada calon cucuku apa kau mau bertanggung jawab?"
Baili tahu dia salah dan dia sudah bersiap dengan konsekuensinya. Tapi dia sama sekali tidak menyangka ayah tuanya juga akan bersikap sama. Dia pikir hanya ibu d
Tuanya saja yang akan menarik kupingnya.
Tapi siapa sangka jika ayahnya yang sudah tua juga malah dengan tega mengetuk kepalanya dengan keras.
Tangan pria itu keras meskipun sudah tua.
"ayah ini sakit "kata baili yang tidak mencoba menghindar sama sekali.
"apa aku bilang, anakmu ini makin lama makin nakal .hamil saja nggak bilang-bilang"kata ibu tua baili yang juga marah. Dia meletakkan tangannya ke pinggang dengan wajah yang memerah.
"kalau aku bilang, kalian pasti tidak mengijinkan aku ke Beijing bosan terus menerus tinggal di desa" kata Baili beralasan.
"lagi pula di kereta api aku lebih banyak pergi ke rumah dewa. Itu sebabnya aku memasang tirai di ranjang ingat?" Tambah nya lagi.
__ADS_1
"apakah Ran Shadong sudah tahu ini dan dia melakukan pembiaran yang serius ?" tanya ayah tua baili.yang tidak puas dengan perilaku Ran Shadong untuk pertama kalinya.
"tidak dia sama sekali tidak tahu itu. Sewaktu mengantarnya ke akademi aku baru saja memberitahunya" kata baili
"Oh Ran Shadong juga tidak tahu kasihan sekali .Sekarang kita harus pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan diri" kata ayah nya tiba tiba.
"oh kenapa aku bisa lupa dengan ini. ayo pergi ke rumah sakit !"seru wanita yang sudah tua itu.
Mereka berdua bangkit untuk pergi bersiap-siap mengganti pakaian tapi siapa tahu baili berkata" apa kalian tahu di mana rumah sakitnya?'
"Eh ...
"apa guan Ru akan datang hari ini?" tanya ibu nya lagi. Mereka baru saja tiba tidak mungkin tahu di mana lokasi rumah sakit. Tapi Guan Ru sudah lama di sini mungkin dia tahu sedikit tentang Beijing.
"dia hanya akan datang dua hari sekali untuk melapor. Jadi kemungkinan besar itu besok"jawab Baili ringan.
"jika tidak mari kita pergi ke stasiun bus dan minta seseorang mengantarkan kita ke rumah sakit dulu" kata pria tua.
"ayah ibu jangan khawatirkan aku. Pikirkan ini saja besok ,tidak terlambat untuk melakukannya kan. lagi pula dewa sudah memberikan aku beberapa hal tentang baili jadi tidak begitu sulit kok"
"Ran Shadong juga sudah meminta banyak hal pada dewa sejak tahu aku hamil. Ada beberapa hal dan perlu untuk menyusahkan ayah dan ibu menyusunnya" kata Baili yang berpura pura bodoh.
Kedua lansia itu tidak perlu dikatakan dua kali, mereka tahu apa ada tugas yang menanti.Baili sedang hamil dan dia tidak diperlukan untuk melakukan pekerjaan yang.
Baili segera mengeluarkan banyak hal seperti televisi baru. Sofa bahkan juga karpet Persia yang bisa dihamparkan di ruang tamu persis di depan televisi.
Ada juga beberapa lukisan cat minyak yang dibeli secara acak di online shop susu. Lukisan besar tentang kuda yang berlari di atas ombak, tampak cantik dan terlihat hidup.
ada begitu banyak hal yang perlu disusun tapi tulang tua mereka tidak tahan.Jadi baili tidak begitu memaksakan diri agar semuanya selesai hari ini.
Lagi pula di masa depan mereka tidak begitu banyak kegiatan di rumah jadi menyelesaikannya secara perlahan-lahan itu lebih baik.
Hal-hal yang dikeluarkan oleh baili ini benar-benar tidak dimiliki oleh orang-orang di kalangan bawah. Tapi mereka memiliki pintu gerbang untuk berjaga-jaga.
Andai menemukan seseorang yang memiliki mata merah.Mereka tentu akan melaporkan jika baili sedang mempraktekkan kapitalisme dan tuan tanah.
Tahun ini jam dinding belum populer seperti jam tangan .Tapi sudah ada satu atau dua keluarga yang memilikinya.
Jika pun ada tamu yang datang melihat benda-benda yang dia keluarkan ini.Ini tidak ada masalah karena dari segi tampilan,barang barang ini sudah sesuai dengan tren pada zaman ini.
Meski begitu sebenarnya produk-produk yang dikeluarkan baili ini adalah produk terbaru di tahun 2020 tapi dibuat persis dengan gaya lama.
Selain dari itu ada juga beberapa ayunan yang diberi langsung oleh Baili online.Ini berupa ayunan tali temali untuk tidur dan ayunan langsung untuk pohon. Ada juga ayunan besi yang kerap kali ada di TK.
Ayunan ini aslinya akan diatur tepat di bawah dua pohon besar.
Tidak sampai di situ baili juga menarik barang-barang yang dibeli oleh Ran Shadong tadi seperti mesin cuci dan sebagainya.
Untung saja sebelum pergi Ran Shadong sudah sempat menata kamar tidur mereka. Hanya saja baili membeli beberapa meter wallpaper.
Si pedesaan orang jarang memakai cat sebagai pelindung dinding. Mereka lebih menyukai kertas ataupun koran bekas dan menumpuknya di dinding begitu saja.
bisa menempelkan koran bekas di dinding juga sudah dikatakan sebagai sebuah kemewahan tapi koran seperti ini juga perlu diganti setiap tahunnya karena semakin lama kertas juga akan menguning dengan sendirinya.
justru karena sudah berada di Beijing Bailey berani mengeluarkan wallpaper namun begitu dia sama sekali menolak untuk menggunakan wallpaper dengan model yang lebih maju.
Agar tidak terlalu mencolok baili lebih menyukai tampilan seperti pola batu bata.
tapi untuk kamar dia dan kedua orang tuanya akan memiliki wallpaper dengan gaya berbeda.
Begitu juga dengan kamar 3 keponakan perempuan .Kamar mereka akan mementingkan warna yang feminim.
Namun untuk memasang wallpaper perlu waktu yang tidak sedikit apalagi kedua lansia mungkin tidak tahan.
Karena itu baili akan memulainya dengan menyusun barang-barang furniturnya terlebih dahulu. Besok guan ru akan menemukan seseorang untuk merekatkan wallpaper untuknya.
Selagi mereka bertiga sedang sibuk mengatur barang-barang.
Sebenarnya Han pan datang bersama kedua orang tuanya.
__ADS_1
Sebagai tamu han Pan tidak berani langsung masuk. Dia perlu meneriakkan baili dari pintu gerbang.
Setelah mendapatkan izin dari baili barulah dia membawa adik dan kedua orang tuanya ke dalam.
Begitu masuk han Pan terkejut dengan penampakan ini. Barang-barang yang tidak dikenal sebenarnya berserakan di depan rumah begitu saja.
sebagai seseorang yang sudah lama bekerja di bawah sayap bayi tentu saja yakin dengan koneksi yang dimiliki oleh Bibi kecil ini
Tapi masalahnya mereka baru tiba kemarin. Sekarang barang-barang ini sudah datang ke pintu, pertanyaannya kapan itu terjadi.
"Han Pan, syukurlah kau datang ayo bantu Bibi kecil menyusun semuanya" kata ibu tua Baili.
Mereka begitu sibuk dan tulangnya sudah terasa sengal. Fapi Baili yang sedang berbadan dua tidak diizinkan membantu dia hanya duduk berpangku tangan di satu sudut.
Mendengar wanita nenek Bai meminta bantuan han Pan segera menggulungkan lengan bajunya.
Kedua orang tua dan adik laki-lakinya yang baru berusia sebelas tahun juga, meletakkan barang-barang mereka di tangan dan segera bergegas menyesuaikan barang-barang di lokasi yang diinginkan.
"Bibi Bay duduklah biarkan kami yang menyelesaikan ini katakan saja di mana harus diletakkan"kata ayah Han.
Tentu saja uluran tangan ini akan diterima dengan baik. Jadi kedua orang tua baili mengambil kursi dan duduk di samping putrinya.
Mereka tidak sopan melihat satu keluarga yang sebenarnya tamu ini bekerja keras tanpa bayaran.
" Apan ke sini sebentar" panggil baili.
Pria muda yang setahun lebih tua dari Baili ini segera datang. Baili segera menyalah menyerahkan gulungan wallpaper padanya.
wallpaper ini tidak pernah dilihat oleh handphone sebelumnya tapi dia yakin koneksi yang dimiliki oleh Bibi kecil ini bukan main-main
Jadi ketika baili menginstruksikan bagaimana cara penggunaannya dia segera mengerti dengan cepat.
Adiknya yang baru adik laki-lakinya yang baru berusia 11 tahun ditarik untuk mengikutinya merekatkan wallpaper.
"bersihkan dindingnya terlebih dahulu agar wallpaper dapat menempel"kata Baili dari belakang.
Han Pan dan adik nya pergi mengambil kain untuk membersihkan dinding seutuhnya.
Sementara kedua orang tuanya sibuk menyesuaikan sofa dan TV. melihat dua benda ini saja keduanya begitu kagum mereka sudah beberapa bulan di Beijing tapi belum memiliki tv sama sekali di rumah.
Bibi kecil ini baru tiba namun dia bahkan sudah menyiapkannya terlebih dahulu. Betapa bagusnya ini.
Mbak ini sama sekali tidak memperhatikan jika pasangan itu berperilaku aneh. Baili hanya menatap dua saudara dan mengarahkannya dari tempat dia duduk.
sebenarnya pemasangan wallpaper ini bisa dikatakan susah-susah gampang. tapi bagi handphone dan adiknya ini merupakan sebuah tantangan tersendiri.
Setelah menerima instruksi dari baili keduanya berhasil memasang gulungan pertama.
Dari sana saja mereka sangat menyukai Pola ini.
"cantik bibi,kita hanya memakai kertas bekas.bibi apa ini mahal?" Tanya adik Han Pan dengan polos.
"Tidak mahal tapi sulit di dapat"kata Baili beralasan."Apa kau mau " Tanya Baili jujur .
"Bisakah?" Tanya nya dengan mata berbinar.
"Hem katakan motif apa yang kau mau,katakan saja.Tapi siap kan semua ini untuk ku,di sini dan di semua kamar gimana?" tanya baili lagi.
Han Pan sama sekali tidak menghentikan adik kecilnya untuk meminta wallpaper yang sama. tentu bibir kecil tidak berkata kosong.
Pria kecil ini juga perlu belajar bagaimana sulitnya mencari uang. Selain daripada itu dia juga menyukai wallpaper jenis ini. Daripada koran bekas yang saat ini dipakai di rumah mereka.
Jadi han pan hanya bisa mendukung dan membantu menyelesaikan pemasangan wallpaper ini.Mungkin dia dan ayahnya bisa mengambil cuti 1 hari dari pabrik.
" oke Bibi aku akan memikirkan motifnya nanti kakak bisakah kita menyelesaikannya?" baru kemudian dia bertanya pada Han Pan .Han Pan hanya bisa tersenyum pasrah dan mengangguk setuju.
Jika pun baili tidak menjanjikan wallpaper sebagai bayarannya.Dia dan keluarga justru tetap akan membantu tanpa dibayar.
Karena ini adalah bentuk rasa syukur nya.Walpeper gratis hanya lah sebuah bonus.
__ADS_1