
Ketika tim baili tiba di depan pabrik kaca .Sebenarnya suasana sudah agak sepi. Jika dia datang pada saat makan siang, kemungkinan besar kerumunan akan banyak namun pada saat ini mereka sudah masuk untuk bekerja lagi.
Tapi Baili sudah mengantisipasinya lebih dulu.Dia juga sudah berbicara dengan guan Ru tentang keadaan ini.
Jadi tidak ada satupun Tim yang merasa kecewa dengan suasana sepi ini. Dengan begitu mereka bisa lebih santai menyusun barang-barang dagangannya di atas jalanan.
Tidak sama jika anda berjualan di stasiun kereta api. Di sini orang-orang akan memandang rendah Anda yang membuka warung pinggir jalan.
Bukan itu saja orang yang singgah di sini juga akan dianggap sama rendahnya dengan penjual itu.Besar kemungkinan baju yang laku terjual hari ini tidak akan sama dengan yang mereka jual di pagi hari.
Sebenarnya yang baili incar hari ini bukanlah calon pembeli. Dia ingin menunjukkan pada orang-orang jika situasinya sudah membaik dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan jika anda membuka warung pinggir jalan.
Lagi pula pakaian yang merk yang saat ini dipakai tiga keponakan dan yang lainnya juga menjadi promosi tersendiri akan produk.
Agar orang-orang merasa tidak tertipu baili sudah lebih dulu membuatkan daftar harga. Seseorang bisa membacanya selagi berjalan.
Jika anda merasa memiliki uang untuk membeli pakaian maka mampirlah tapi jika tidak orang akan melengos pergi begitu saja.
Dengan begini baili juga sudah menyaring beberapa kelompok pelanggan sekaligus.
"Paman penjaga"sapa Baili pada penjaga pabrik kaca. ini adalah pria yang sama seperti kemarin. Jelas mengingat baili sebagai bos besar pemilik rumah sewa.
Kali ini Baili tidak perlu repot ,dia langsung bertanya apakah ingin memanggil Han Pan keluar. baili menggelengkan kepalanya karena dia memang tidak berpikir ke arah itu.
Dengan jujur baili memperkenalkan tiga keponakan lainnya yang lagi-lagi membuat pria setengah baya itu tercengang.
"berapa banyak keponakan yang dimiliki oleh gadis kecil ini?' pikirnya saat itu.
Melihat kelompok baili menggelar dagangannya. Pria setengah baya itu tidak lagi tercengang .Hal apa yang mengherankan bagi gadis kecil yang memiliki banyak hunian serta banyak keponakan ini.
Tidak sama seperti di stasiun kereta api. Baili bahkan tidak berteriak untuk memperkenalkan produknya pada orang-orang yang lewat.
Ini wajar mengingat mata-mata orang yang lewat itu melihat mereka seperti melihat kotoran.Bahkan ada seorang wanita tua yang sedang menarik cucunya terlihat meludah ke tanah.
"dasar penjahat busuk, cucu menjauh lah dari mereka ya, jangan pergi"katanya pada Cucu nya dengan melihat mata bukan mata.
Dia mendesis pergi begitu saja setelah merasa puas memarahi Tim baili.Dia adalah contoh kecil dari warga di tahun ini.Memandang rendah seperti Wirausahawan.
Tapi orang ini lah yang pertama kali menyesali perbuatannya nanti.
Tunggu saja tanggal mainnya.
Tiga keponakan perempuan Baili terlihat malu dengan perilaku itu. Mereka menyusut ke sudut yang tidak dilihat oleh orang lain. Persis di belakang gantungan pakaian.
Berbeda dengan baili yang sudah pernah melihat perilaku yang lebih ekstrem daripada ini.
Guan Ru yang awalnya bersemangat juga menjadi lesu karena fenomena ini.Jadi dia berkata "kakak ipar sebaiknya kita pulang dan melanjutkan berjualan di stasiun kereta api seperti tadi pagi "
Baili hanya tertawa tapi tidak mengejek.
"jika ingin maju kalian harus merasakan pahit manisnya sebuah usaha. Di masa depan kalian akan menemui orang yang lebih buruk daripada mereka saat ini.Sebuah usaha tidak akan pernah maju tanpa mengalami kemunduran.kuncinya jangan pernah menyerah dan jangan menganggap enteng setiap orang "
"Bibi kecil,mari pergi ke tempat lain " bisik Ayi pelan.
" Ya Bibi ini tidak nyaman "tambahan Nanan juga.
"untuk sekarang kemanapun kalian pergi semua akan berlaku seperti ini jadi tahan saja dan telan semuanya jika ingin berhasil"kata Baili yang membuat semua orang tidak berpikir untuk pergi lagi.
Secara dia adalah bos besar.
Lebih dari satu jam kemudian memang tidak ada satu pelanggan pun yang mampir di warung mereka. Tepat sebelum semua orang menyerah, pria yang memesan pakaian di stasiun kereta api, datang beserta dua orang lagi di belakangnya.
Guan ru segera berbinar melihat kedatangan mereka dan segera menganggap kelompok ini adalah uang besar.
__ADS_1
"Kamerad maaf kami sedikit terlambat ada masalah tadi di belakang" katanya.
"tidak masalah kebetulan sekarang belum ramai, silakan pilih produk yang kalian inginkan. hanya setelah itu akan kita bicarakan harganya"kata Guan Ru ramah.
Segera 3 orang maju untuk memilih-milih produk. Karena barangnya agak mahal tentu saja mereka harus menelitinya agar tidak merugi.
"Kamerad?"
"Panggil saja Guan"kata Guan Ru lagi.
"Oh begini, apa harganya tidak bisa dinego lagi karena saya hanya memerlukan produk anak-anak?"tanya nya.
"maaf sebenarnya kami membeli barang ini berdasarkan satu set. Sebab itulah harganya sama, baik itu kecil maupun besar. Saya tidak akan dapat untung jika kalian menawar lagi, tapi bagaimana kalau saya memberikan bonusnya saja untuk setiap item anak anak ?"
Bonus yang dimaksud adalah dua ikat rambut dan satu ikat kepala. Begitu dengan juga dengan sebuah bros kecil yang tentu saja dibuat dari kain sisa.
Bonus ini akan diberi pada orang yang membeli 3 set rok.Tapi karena orang ini menawar maka guan Ru harus menurunkan harga , dengan memberi bonus untuk setiap item anak-anak yang dia pilih.
Meskipun hadiahnya tidak begitu berharga tapi sebenarnya bisa dijual dengan harga satu sen setiap itemnya. Satu set merupakan empat item yang artinya 4 sen keuntungan.
Ini adalah keuntungan satu kali jalan tentu saja orang itu masih merasa bergembira mendengar nya.
Jadi dia fokus memilih produk yang memiliki ikat kepala yang senada.
Tidak satupun tiga orang itu menganggap baili sebagai bos di sini mereka malah berpikir guan Ru adalah orangnya.
Tapi Baili sama sekali tidak mempermasalahkan itu. Yang penting yang penting produknya laku dijual.
"Kakak ipar, tolong celananya yang itu.Ya dan itu juga" seorang pria memanggil Baili untuk mengirimkan produk yang dia maksud.
Karena baili yang memiliki perut yang besar, awen maju untuk mengambilkannya.
Jadi Lima orang segera melayani tiga pelanggan baru. entah kenapa kesibukan ini menarik perhatian orang-orang yang lewat.
Meskipun sangat ingin mengetahuinya tapi mereka segera mundur melihat harga yang tertera di atas.Namun begitu masih ada satu atau dua calon pelanggan yang masuk ke dalam.
Hati yang menggantung segera jatuh ke tanah. perlahan-lahan barang juga sudah mulai susut. meskipun tidak seramai di stasiun kereta api tapi masih bisa membuat semuanya gembira.
"Bos hitung bos "kata pria pertama. meletakkan produk yang sudah dibeli di area kaki. Memanggil guandu untuk menghitung produk.
"Oke" kata guan Ru melihat ukuran kain yang membukit di kaki nya.
"Ayi dan nanan ,ayo bantu" kata Baili.
Dia mengajak dua keponakan melayani pria itu. Guan Ru menghitung barang maka mereka bertugas untuk melipatnya kembali agar rapi. Mereka datang dengan tas besar yang memudahkan Baili memasukkan produk ke dalam.
"Oke celana Bell Buttom di hitung 50 helai dengan lima helai bonus.
Harganya adalah Rp 2,000 ya"kata Guan Ru yang membuat hati segera membengkak.
"Gaun campuran 50 helai dengan 5 helai bonus, Rp 1,500" kata guan Ru lagi.
"Rok 100 helai, bonus 10 helai Lagi dengan 35 set aksesoris masih Rp 2,000. Apakah hitungan ini sudah benar?"
"Ya tapi katanya masih ada bonus lima helai lagi untuk seratus item kan?"tanya pria itu ya masih tidak lupa dengan bonus yang dia negosiasikan di pagi hari.
"tentu saja ada ambil 10 lagi sebagai bonusnya"sebenarnya guan ru sangat menyesali kata-kata ini .Dia ingin menariknya lagi tapi jelas akan mempengaruhi penjualan di masa depan.
Pria itu dengan senang hati menarik 10 helai celana yang membuat guan Ru patah hati. 10 helai celana artinya Rp 400.
Namun boleh bagaimanapun pria ini sudah membayar rp5500. Ini sudah biaya yang sangat mengerikan.Guan Ru bertanya tanya apakah pria ini baru saja menjual harta benda keluarganya hanya untuk membeli pakaian.
Harga ini setara dengan 100 juta lebih di tahun 2020. Tapi dengan jumlah ini juga baili pernah membeli 3 halaman rusak sekaligus. Itulah sebabnya guan ru berpikir pria ini sudah menggadaikan rumahnya hanya demi membeli pakaian yang belum tentu membuat untung banyak.
__ADS_1
Tapi siapa yang peduli dengan apa yang akan mereka lakukan dengan pakaian-pakaian ini. Guan ru dan timnya adalah orang yang menjual produk .Mereka tidak peduli dengan siapa barang ini dijual yang pentingnya ini laku dan laris manis
Teman di belakangnya juga membayar tagihan berupa 10 helai celana Bell bottom 10 helai daun dan 10 helai rok. Setelah memotong beberapa bonus mereka masih harus membayar sekitar Rp 1 ,200 lagi.
Mungkin untuk segi ukuran ,dia membeli lebih sedikit daripada temannya yang pertama namun harga yang dia bayar menunjukkan keuangan kuat. Jadi orang-orang seperti ini lebih disukai oleh Guan ru.
" kamerad guan, aku membeli 50 rok, apakah masih mendapatkan bonus?"pria terakhir terkesan malu-malu menyebutkan apa yang ingin dia beli. Tapi guan ru menyambutnya dengan senang hati.
Jangankan 50 helai satu helai saja dia sudah sangat menghargai pelanggannya.
" oh bisa,ini 50 helai ditambah dengan 50 set, dan 5 helai tambahan, apakah anda senang?" kata Guan Ru.
Nanan dan Ayi yang melipat pakaian sebenarnya sudah berkeringat dingin mendengar harga-harga yang disebutkan oleh pria bertangan satu ini. kenapa Bibi kecilnya bisa mencari peluang di dalam kesempitan.
Dia bahkan bisa menciptakan uang dari udara kosong seperti sekarang. produk ini , hanya memerlukan mesin jahit dan benang sementara kainnya adalah gratis. jika Anda memikirkan tentang para penjahit yang belum digaji. Bukankah awalnya itu adalah hutang.
Jadi bisnis ini sebenarnya adalah bisnis dengan minim modal tapi memiliki keuntungan yang di luar nalar.Awen yang mengambil jurusan desainer tiba-tiba memancarkan cahaya terang. Dia terinspirasi dengan kejadian hari ini.
Menjadi kaya dan menghasilkan banyak uang sebenarnya cukup mudah.Tanya saja Bibi kecil bila tidak mengerti.Begitulah kira-kira yang dipikirkan oleh tiga keponakan perempuan baili.
Pria yang sedang berbicara dengan guan Ru ini sebenarnya tidak sadar jika dia sedang mengirimkan uang cuma-cuma di dalam tim ini.
Mendapati pertanyaan guan ru itu dia malah tersenyum senang dan berkata" Tentu saja, terima kasih, jadi berapa semuanya?".
"Ini Rp 800 dan 200 sen" jawab Guan Ru.Tanpa negoisasi lagi dia membayar sejumlah yang disebutkan.
Semua orang senang dengan pembeli seperti ini tapi Baili melihatnya dengan cara berbeda. Bukankah dia akan membuat pabrik, yang tentu harus memiliki beberapa penjual di bawahnya. Jadi mereka adalah orang-orang yang berpotensi ke arah itu.
"hohoho kalian membeli produk cukup banyak apakah berniat ini menjualnya lagi?"tanya Baili saat melihat mereka yang menunggu pakaian dikemas.
Mereka bertiga berubah menjadi merah, hal ini cukup tabu disebutkan. Mengingat kisah spekulasi masih belum benar-benar dihilangkan.
"Kami datang dari haiceng, sama-sama sama-sama mendengar informasi mengenai reformasi dan keterbukaan. jadi kami mencoba nasib hehehe" kata pria pertama tadi.
"Oh begitu, aku tidak tahu dari mana kalian mendapatkan modal untuk melakukan hal ini .Namun jika kalian berniat untuk melanjutkan seperti ini kita bisa bekerja sama untuk sesi berikutnya"kata Baili.
Awalnya mereka bertiga ingin pergi namun mendengar kata-kata baili, mereka mendapati sesuatu yang mencurigakan.
"apakah kau bosnya?" tanya Pria pertama.
"Iya saya bos Bai, aku ingin tahu apa kau tertarik?"
"Hem maaf bos tadi kami pikir bosnya adalah pria ini " tunjuknya pada Guan Ru.
"tidak apa-apa ini biasa"
"sebenarnya kami sangat tertarik tapi bagaimana dengan kondisi yang ditawarkan tadi?" tanya pria itu yang merasa sedang dilemparkan cabang zaitun.
"Guan Ru akan mengirimkan alamat rumah, jika datang lagi ke Beijing cari dia di alamat itu dan kita akan menegosiasi ulang. Pada saat itu , Anda bisa menjadi pembeli pertama dengan harga murah seperti ini"
"Begitu kah?"
Pria ini sedikit tercengang dengan mudahnya baili mempercayai mereka. Sejujurnya kabar tentang reformasi dan keterbukaan baru terdengar minggu kemarin.Tapi dia sudah langsung berinisiatif untuk mengambil resiko pergi ke Beijing.
Modal yang dia pegang sekarang adalah modal yang dia pinjam dengan jaminan sertifikat rumah dan Hukou nya sendiri.
Dia sangat ingin mengubah hidup keluarganya secara keseluruhan. Tapi resikonya cukup besar juga. Dengan begitu dia juga merasa ini sedikit berbahaya namun keberaniannya untuk berkembang lebih kuat dari sinyal bahaya yang dia dapatkan.
Melihat tawaran baili tentu saja dia berpikir untuk mendengar persyaratannya terlebih dahulu.
Tapi baili nya tidak berjanji, hanya memberikan sebuah alamat jika dia ingin bekerja sama di sesi berikutnya.
Jika produk ini laku keras, kemungkinan besar dia akan kembali untuk membeli barang. Tapi saat itu tujuannya sudah jelas sehingga dia tidak perlu berputar-putar lagi seisi Beijing.
__ADS_1
Dengan begitu ,tiga pria segera pergi dengan tumpukan barang beserta alamat rumah Guan Ru. Guan ru dengan satu tangan itu memandang baili dengan tatapan kagum.
Baili,wanita desa dengan pandangan revolusioner.