
Setelah berbicara banyak dengan ayahnya, ran Shadong langsung saja memesan tiket kereta api ke Beijing.
Sebenarnya ini tidak mendadak sama sekali. Hal ini memang sudah direncanakan dan diusulkan kepada pihak atas.Karena besok adalah hari di mana upacara bulan purnama bagi si kecil.
Ran Shadong sudah pergi selama satu bulan dan di detik-detik terakhir dia sudah menumpuk pekerjaan bulan depan menjadi satu minggu. Dengan begitu akan ada banyak waktu libur bagi Ran Shadong untuk menikmati quality time bersama keluarga.
Perlu beberapa jam untuk kereta api tiba di Beijing dengan. Karena itulah dia mengambil tiket malam.
Seorang ayah yang datang terlambat untuk pesta pertama putranya tentu kesan nya tidak akan menjadi baik.
Ran Shadong sudah berbaik hati menawarkan ayahnya untuk ikut memeriahkan acara itu .Paling tidak Ran dalin mungkin bisa memperkenalkan diri sebagai ayah mertua di sana.
Namun Ran dalin memiliki rencana sendiri .Dengan menghadiri acara tersebut artinya ini akan memberikan waktu untuk baili menunjukkan baktinya sebagai mantu menantu perempuan yang baik.
Karena itulah sedapat mungkin dia ingin Ran Shadong memiliki pendapat dan hanya melihat keburukan dari menantu perempuan bukan kebaikannya.
Jadi dia menolak ide ini dengan mengatakan,dia tidak nyaman melihat menantu perempuan Ran Shadong karena sudah ditolak sebelumnya.
Ran Shadong sudah mencoba berkali-kali namun ditolak .Bagi Ran Shadong ini adalah kesempatan untuk ayahnya mengubah pendapat.
Mungkin rekaman itu tidak akan diserahkan ke pihak atas karena nya. Jauh di dalam hatinya Ran Shadong tidak sadar jika dia masih mengharapkan ayahnya ini berubah dan benar-benar menganggap dirinya adalah sebagai seorang putra.
Namun melihat undangannya ditolak lagi.Ini sudah jelas jika Ran dalin ingin menabur perselisihan di antara dua suami istri.
Karena itu hati Ran Shadong lagi-lagi menjadi dingin.
Akhir-akhir ini Ran Shadong juga dianggap sebagai peneliti penting untuk negara.Jadi dia pergi tidak sendiri tapi dikawal oleh dua orang kuat dari militer.
Saat Ran Shadong mengemasi beberapa barang yang akan dia bawa .Sebenarnya dia menyerahkan rekaman itu pada penjaganya dan meminta dikirim ke pemimpin.
Dari sini Ran Shadong berharap agar para pemimpin mengetahui niat sebenar dari Ran dalin agar dia kembali mengenali leluhurnya.
Di permukaan dia masih tersenyum pada ayahnya itu dan melambaikan tangan ketika kereta api benar-benar meninggalkan Shanghai.
Wang Sufeng tidak mengantarnya pergi karena dia memiliki banyak hal untuk dilakukan.
Tapi Ran Shadong sama sekali tidak memasukkan itu ke dalam hati.Dia memiliki permasalah dengan keluarga Ran ini bisa dikatakan sedikit rumit.
Sebenarnya Ran Shadong memang ingin kembali mengenali leluhur. Namun dia sangat jijik dengan kakek dan para Paman begitu juga bibi dan para sepupu.
Sayangnya keluarga Ran adalah keturunan tuan tanah yang baik hati namun harus berakhir di tangan orang-orang yang egois.
Andai saja keluarga Ran bisa menghargai semua keturunan yang ada. Mungkin dia masih mau kembali.tapi..
Sebenarnya kakek Ran masih memiliki saudara kandung.Jadi mengikuti alur nya , keluarga Ran masih keluarga besar.
Sayang nya karena kondisi yang tidak bagus, mereka semua tercerai berai.
Ada yang di kirim ke pedesaan karena sesuatu atau ada yang melarikan diri ke luar negeri.
Penetua Ran yang memegang peranan penting masih ada dan itu bukan kakek Ran tapi kakak tertua nya yang sudah kehilangan banyak anak di bawah lutut nya.
Walaupun demikian dia masih orang yang bisa membuat keputusan resmi jika menyangkut anggota keluarga Ran.
Karena penetua Ran ini tidak memiliki.outra sendiri yang masih hidup.Maka jabatan nya sebagai penetua di lirik oleh kakek Ran sejak lama.
Karena Ran dalin yang pergi menjadi menantu dari pintu ke pintu. Membuatkan dia dipandang sebelah mata oleh keluarga Ran yang lainnya.
Tapi keputusan Ran dalin untuk menjadi menantu dari pintu ke pintu. Ini sebenarnya ada atas usulan kakek Ran sendiri. Jadi dia sama sekali tidak bisa menyalahkan putranya itu atas kemalangan ini.
Sekarang jika Ran Shadong benar-benar kembali ke leluhur dan menempah namanya dengan tinta emas di aula leluhur .Maka dia sebagai kakek Ran Shadong tentu akan mendapatkan kesempatan untuk menjadi penetua selanjutnya.
Sebenarnya jabatan ini hanya berdasarkan dari mulut ke mulut. Namun karena keputusan itu benar-benar bersifat mutlak bagi keluarga Ran maka semua orang menyukai posisi ini.
Setiap keluarga Ran entah itu kecil atau pembesar mereka diwajibkan membayar sejumlah dana untuk pemeliharaan Aula leluhur.
Dulu saat para tuan tanah masih berkuasa Aula leluhur bisa dikatakan sebuah tempat yang sangat diagung-agungkan dan menjadi lokasi yang indah.
__ADS_1
Tapi sekarang terjadi pengrusakan di mana-mana.Sehingga aula leluhur juga tidak bisa diselamatkan.
Setelah keadaan lebih kondusif apalagi ada kebijakan mengenai reformasi dan keterbukaan. Beberapa keluarga Ran yang lainnya juga sudah berkembang dan mampu mengirimkan sejumlah dana untuk memperbaiki aula leluhur ini.
Seorang penetua bertanggung jawab mengelola dana dari keluarga Ran yang tersebar di pelosok negara.
Tidak ada yang namanya korupsi di lingkungan keluarga Ran .Jika pun keluarga penetua mengambil sedikit uang di kas aula leluhur, ini sebenarnya masih wajar dan masih di benar kan.
Selain itu penetua juga diberikan beberapa tunjangan tetap.
Ini menjadikan daya tarik tersendiri bagi semua orang dan termasuklah oleh kakek Ran sendiri .Perlu diketahui,Guangzhou adalah pusat di mana keluarga Ran berkumpul di masa jayanya.
Namun sekarang hanya ada beberapa Pria tua yang ada di lokasi ini.
Banyak keluarga yang tersebar sudah melaporkan diri untuk kembali mengenali leluhur tentu saja mereka harus membayar untuk itu.
Pembayaran rutin dengan gaji tetap ini sangat menggiurkan. Setelah penentua meninggal tentu saja mereka harus memilih penggantinya
Seandainya nama Ran Shadong benar-benar tertulis di aula leluhur dengan tinta emas .Ditambah lagi jika dia mampu menyumbangkan sejumlah uang untuk perbaikan aula.
Maka jalan untuk menduduki posisi penentuan ini benar-benar bisa terjamin.
Bukankah ini yang disebut dengan membunuh tiga burung dengan satu batu.
Yang pertama keluarga Ran akan mengharumkan namanya kembali.
Yang kedua keluarga Ran khususnya kakek Ran shadong akan menikmati sejumlah uang yang dihasilkan oleh pasangan itu.
Yang ketiga, kakek Ran akan berkesempatan untuk menjadi penatua baru di masa depan.
Ran Shadong berpikir banyak tentang itu.Kakek Ran tidak tahu siapa ran shadong sebenarnya Tapi ran shadong sudah lebih dulu menyadari ini.
Dulu sekali Ran Shadong sangat ingin kembali ke aula leluhurnya dan menuliskan namanya di sana.Selain itu dia juga ingin ibunya tertera sebagai keluarga Ran yang asli.
Jadi ketika dia diberikan tugas penting, secara sengaja dia mencari sisa-sisa keluarga Ran yang lainnya.
Yang jelas mereka masih berada di pohon yang sama.
Sejumlah informasi mengatakan kakek Ran sebenarnya sudah lama mengincar posisi itu. Dulu ransadong tidak peduli siapa yang akan menjadi penetua di sana.
Tapi sekarang karena mereka sudah mulai menampakkan taringnya maka Ran Shadong juga tidak bisa diam begitu saja.
"kakek sorry,tidak mudah untuk mendapatkan posisi itu hehehe"kata Ran Shadong tersenyum.
Dia memiliki beberapa rencana untuk menghadang jalan laki-laki tua itu untuk maju ke kursi penetua Ran.
Ran dalin menjadi bejat dan tidak bertanggung jawab karena ajaran dari pria tua itu.
Sekarang dia akan mulai merasakan buah pahit dari pohon yang ditanamnya sendiri.
Selagi kereta api sedang berjalan menuju ke Beijing, sudah banyak perencanaan yang berubah di tengah jalan.
Ran dalin yang berpikir misinya sudah setengah jalan mulai menelpon ke rumahnya yaitu keluarga Wu.
Di dalam keluarga wu dia tidak bisa seenaknya menyebut menantu perempuan pada wanita yang sudah dinikahi tapi keluarga Wu.Di sini ran dalin sama sekali tidak memiliki hak untuk berbicara.
Untungnya mereka benar-benar menikah atas nama cinta .Jadi ketika tekanan datang dari luar, menantu perempuannya bisa memberikan sedikit kesejukan dari dalam.
Sekarang setelah anak-anak besar ran dalin baru menyadari jika posisinya di keluarga Wu sama sekali tidak benar dan dia mulai menyesali menjadi menantu dari pintu ke pintu.
itu sangat tidak nyaman.
Kepergiannya sendiri ke Beijing untuk mencari Ran Shadong tentu saja diketahui oleh keluarga Wu.
Setelah menelpon keluarga Ran,tentu saja dia menelpon menantu perempuannya yang biasa di panggil dengan keluarga Wu.
Kabar ini langsung disambut hangat oleh wanita itu.
__ADS_1
Entah koneksi macam apa yang dimiliki oleh keluarga Wu. Yang jelas mereka mengetahui beberapa toko tersebar di berbagai kota yang mengatasnamakan Jiang Bai. yang artinya ini adalah harta dari Baili dan Ran Shadong.
Sebagai ibu tiri tentu saja dia tidak akan memiliki hak akses ke arah sana. Tapi sejatinya Ran Shadong juga memiliki saudara satu ayah yang sudah dilahirkan oleh keluarga Wu.
Apalagi pria tua itu sudah pun berjanji akan memberikan beberapa harta sebagai kompensasi kerjasamanya untuk membujuk Ran Shadong kembali mengenali leluhur.
Karena itu toko-toko tersebut adalah hal paling diminati oleh keluarga Ran, begitu juga dengan keluarga Wu.
"tapi menantu perempuan aku sudah pergi ke rumah besar itu .rumahnya sangat bagus dan ada pabrik kecil di sana .Aku pikir ini adalah tempat di mana pakaian jadi itu diproduksi. Bagaimana jika kita meminta pabrik pakaian jadi itu dan rumah besar itu sekalian,jadi kau bisa pindah ke Beijing kan"usul Ran dalin.
Dia sudah merasa jika rumah dan pabrik itu adalah rumah nya sendiri.Jika Ran Shadong menolak katakan saja ini adalah bentuk bakti nya sebagai seorang anak laki laki.
"Apakah memang ada rumah besar dan sebuah pabrik kecil?"dari suaranya saja sudah bisa di tebak jika dia sangat bersemangat.
" ya aku sudah melihatnya sendiri dengan mata kepalaku sendiri kok ini besar dan bagus" kata Ran dalin bangga banget.
"itu cukup bagus jika begini tidak sia-sia aku menikahimu hehehe" puji keluarga Wu.
"aku sudah pikirkan jika mendapat bagian pada pabrik kecil ini masalah toko di 7 kota itu kurasa adalah masalah kecil"kata Ran dalin.
Pada pembicaraan ini keduanya segera membicarakan pembagian dengan tiga 3 anak.Hal ini tentu saja akan disampaikan pada pria tua itu sesuai perjanjian di awal.
Ran dalin memang sudah terbiasa dikendalikan oleh menantu perempuannya sendiri .Karena itu dia hanya mengangguk setuju dan tidak pernah membantah sedikitpun.
Lain dari ran dalin, lain pula yang dilakukan oleh keluarga Ran di Guangzhou.
Beberapa orang sudah mengetahui bagaimana bagusnya kinerja toko jiang Bai di Guangzhou. Mereka melihat langsung dengan mata kepalanya sendiri .
Mengetahui jika toko itu akan menjadi toko keluarga Ran, mereka berebut untuk mengambil posisi bagus di toko tersebut.
Berbicara tentang siapa yang layak dan siapa yang tidak.
Pertengkaran terjadi sampai larut malam.Ini sangat melelahkan dan begitu mengkhawatirkan namun kakek Ran sama sekali tidak marah tapi dia tertawa terbahak-bahak.
Matanya yang penuh keriput mengecil karena bahagia.
Setelah sekian lama baru kali ini dia melihat lagi Bagaimana anak dan keturunannya saling berebutan untuk menduduki sebuah posisi dan dia sangat menyukai dengan kondisi seperti sekarang.
Anak-anaknya haruslah menjadi pria-pria yang ambisius seperti dirinya sekarang.
Kakek Ran sama sekali tidak mengkhawatirkan bagaimana kehidupan baili dan Ran Shadong di masa depan jika toko-toko ini diambil alih.
Kakek Ran juga sudah mendapatkan informasi dari orang dalam. Sebenarnya baili juga memiliki beberapa deviden yang akan dikirimkan oleh militer setiap 3 bulan sekali.
Jumlahnya tidak kecil hanya dengan uang itu saja mereka sudah mampu untuk hidup mewah selama berbulan-bulan.
Tapi uang bukanlah hal yang bisa dibuang begitu saja.Setengah dari dividen itu harus di kembali kan pada leluhur untuk memberikan jalan bagi kakek Ran duduk dikursi pemimpin klan.
Bukankah setengah dari dividen itu masih bisa menghidupi Ran Shadong dan menantu perempuannya.
Belum lagi hak paten tentang produk yang diteliti oleh Ran Shadong. Ini juga menghasilkan uang yang cukup besar.
Bukankah dia masih berbaik hati membiarkan Ran Shadong memilikinya.
Jadi kakek Ran sebenarnya tidak begitu serakah kan.dia masih meninggalkan sedikit jalan untuk pasangan itu hidup dan makan dengan mewah.
Untung saja mereka tidak tahu masalah rumah yang disewakan di 7 kota tersebut. Jika tahu bukankah mereka masih akan membuka mulutnya untuk memakan semuanya sekaligus.
Di sisi Baili pula dia sama sekali tidak mengetahui jika beberapa orang sedang menghitung uangnya untuk diri mereka sendiri.
Dia masih saja bersenang-senang ke spa kecantikannya.
Besok adalah acara pesta bulan purnama si kecil .meski tidak begitu banyak para undangan namun dia tetap harus memperhatikan penampilannya.
Bukankah dia harus merawat diri dan tampil maksimal dan cetar membahana di saat itu.
Selagi menikmati kesenangan di spa kecantikan online shop susu. Baili sudah mengharap jika pahlawan wanita akan melakukan kesalahan lagi dan memberikan supermarket online sup susu sebuah kejutan lagi untuk dirinya sendiri.
__ADS_1
Jaadi baili sedang menunggu saat-saat itu.