
Sebelum malam keluarga Han sudah menyelesaikan pekerjaan mereka mengatur tata letak berbagai barang barang baili.
Mereka juga sudah menyelesaikan ayunan yang sangat nyaman. Jika mereka datang lagi lebih baik duduk di bawah pohon untuk menikmati angin.
Sayang sekali ini masih musim dingin tapi akan segera berlalu tidak lama lagi.
Meskipun semuanya sudah terselesaikan namun pemasangan
wallpaper tidak bisa selesai dalam beberapa jam.
Ada banyak kamar yang perlu dipasangi dan ayah dan anak Han terpaksa tidak ke pabrik kaca satu hari demi menyelesaikan tugas ini.
Dengan begitu begitu matahari menampakkan diri empat orang sudah ada di rumah baili.
Keluarga 4 orang ini sedikit bingung bagaimana cara memanggil orang di dalam rumah dari pintu gerbang.
Jarak dari pintu gerbang ke rumah asli masih sekitar 15 meter. Seandainya nekat berteriak tetangga akan protes duluan tapi suara jelas tidak sampai ke dalamnya.
Pemilik asli rumah ini kemungkinan besar adalah memiliki banyak pembantu rumah tangga yang bahkan bisa bertugas sebagai penerima tamu.
Tapi sekarang hanya ada baili dan kedua orang tuanya di dalam sana. Tentu saja mereka bingung bagaimana cara nya.
"tadi malam Bibi kecil meminta aku memasang sesuatu di sini aku tidak mengerti tapi katanya ini adalah bel. jika ingin jika datang kita hanya perlu memencet tombol ini"tunjuk nya
"Hanya seperti ini?"kata ayah Han .
Ini hanya satu tombol kecil apakah bisa berguna untuk memanggil orang yang sedang tertidur di dalam rumah.
Han Pan juga tidak yakin tapi dia mencoba memencet tombol itu.
satu kali pencet tidak ada yang terjadi bahkan tidak ada orang yang keluar untuk menyambut mereka.
Dia dan ayahnya saling pandang lagi tapi memutuskan untuk mencobanya lagi.Akhirnya tombol dipencet lagi-lagi dan lagi.
Tidak lama kemudian ayah tua baili buru-buru keluar dari pintu dan menyambut semua orang untuk masuk ke dalam rumah.
"apa yang kalian lakukan sehingga suara itu begitu berisik?"Tanya pria tua itu dengan kesalnya.
Hari belum terlalu terang dan dia memutuskan untuk tiduran lagi tapi siapa tahu ada bunyi berisik yang aneh.
Awalnya terdengar hanya sekali tapi siapa tahu setelah itu bunyi itu datang lagi berkali-kali sehingga dia tidak nyaman untuk berbaring.
Ibu tua Baili juga sudah marah-marah .Dia memaksa suami tuanya untuk bangun dan melihat apa yang terjadi.
Baili yang sedang tidur di kamarnya juga keluar .Dia sedikit tertawa melihat ayahnya yang berwajah merah dan berkata"ayah itu hanya bunyi bel saja, pergilah ke depan.
Kemungkinan besar ada seseorang di sana"
"Bel pintu?"
"Yah aku memasang sesuatu dari rumah dewa.Ada tombol di pintu gerbang jika tombol itu dipijit rumah kita akan berbunyi seperti tadi. tandanya ada seseorang yang bertamu"jelas baili dengan menguap.
Mungkin karena sedang hamil ,dia terlalu sering tidur sekarang dan juga cepat merasa kelelahan. Padahal dirinya sedang tidak melakukan apa-apa.
"bagus kalau dewa memberikannya tapi kenapa bunyinya begitu berisik dan terus menerus tidak berhenti sampai saat ini"keluh pria tua itu.
"hadiah sih hadiah tapi kalau nyusahin seperti ini, hadiah nya jadi nggak baik"pikir ayah Baili yang sudah tua.
"itu karena orang di luar memencetnya terus-menerus. Ayah cepatlah pergi aku sudah bingung dengan suaranya"
"Oke"ayah Baili yang sudah tua itu terlihat seperti berlari ke depan.Baili bisa membayangkan orang di depan pasti diomelin dengan amat sangat.
Itulah penyebab dia berkata begitu keras saat melihat keluarga Han ada di pintu gerbang."Rupanya itu keluarga Han "pikir ayah baili.
Dengan cepat ayah Baili,turun dan membukakan pintu gerbang yang memang dikunci menggunakan gembok dari dalam.
"Ayo masuk"katanya .
Jadi keluarga 4 orang itu bergegas masuk ke dalam rumah.Baili sudah duduk di sofa ruang tamu menunggu mereka.
"bibi kecil" sapa han pan dan adiknya.
__ADS_1
"Lili"siapa kedua orang tua han pan.
Perlu diingat kedua orang tua ini memang usianya jauh berbeda.
Namun mereka memiliki tingkat senioritas yang sama.adi tidak pantas menyebut diri sebagai Bibi kecil.
Dengan begitu orang tua han pan sebenarnya memanggil baili dengan sebutan nama.Dan memanggil kedua orang tuanya dengan sebutan bibi Bai dan paman Bai.
Jadi setelah ini perlu dipahami akan ada perbedaan penyebutan di setiap mulut atas baili dan kedua orang tuanya.
Sedangkan baili lebih dituntut menyebutkan orang tua han pan sebagai kakak ipar.Meskipun sebenarnya mereka tidak memiliki hubungan darah sama sekali. Hanya penyebutan berdasarkan kesopanan dan senioritas semata.
" Selamat pagi kalian terlalu cepat datang ,apa sudah sarapan terlebih dahulu?"tanya baili hanya saja tidak perlu dia bertanya cukup menebaknya saja
Mereka sudah sampai di sini bahkan sebelum hari gelap.Kapan mereka sempat menyediakan sarapan pagi.
"Sudah siap,ada sisa dari tadi malam.Jadi kami makan itu di sepanjang perjalanan tadi "kata ayah Han.
ini masih bisa disebutkan benar tapi bayinya tidak berdamai dengan itu jadi dia berkata " kakak ipar pergilah ke dapur ,kebetulan sekali aku sangat tidak nyaman hari ini. bisakah kau membuatkan aku sarapan ?"
Sebenarnya keluarga Han memang sudah menyediakan sarapan mereka. Tapi dikatakan makanan di rumah bai cukup mewah dan anda akan terkejut ketika masuk ke dapurnya .Ibu han memang senang jika diminta untuk masuk ke dapur Bai hehe.
"baik Lili tapi aku harus memasak apa?" tanya nya dengan semangat.
"terserah saja, hari ini aku serahkan dapur padamu.Masak aja apa yang ada di sana.ini juga untuk makan siang dan makan malam"kata Baili.
Perlu diingat baili bukan bersifat sombong dan ingin mempekerjakan orang tanpa biaya .Tapi dia hanya ingin mereka tidak ragu untuk memasak dan menikmati makanan setelah lelah bekerja nanti.
Mengajak seseorang untuk makan ke rumah sebenarnya sangat tabu di tahun ini .Mengingat kurangnya bahan makanan di berbagai daerah.
Jika anda ditawari untuk makan sebenarnya menolak tawaran itu dikatakan sebuah kesopanan yang lengkap.Tapi sebaliknya jika anda mengiyakan tawaran itu, anda akan dicap sebagai seseorang yang tidak tahu malu bahkan merusak reputasi diri.
Jadi apa yang dilakukan baili adalah meminta ibu han untuk memasak. Yang artinya adalah wajib untuk keluarga han memakan hidangan itu nanti.
Ini adalah bentuk perbedaan kesopanan yang besar antara 70an dan 2020.
Setelah berkata demikian baili pergi ke kamarnya lagi.Dia segera mandi di supermarket online shop susu.
Setelah itu barulah baili ini keluar dengan pakaian yang sudah diganti. Dia pergi ke dapur di mana ibu han pan sedang menyelesaikan sarapan pagi dibantu oleh ibu baili yang sudah tua.
"Lili ngapain kamu ke sini ayo pergi ini bukan tempatmu" usir ibu Baili yang sudah tua itu.
"ibu aku hanya ingin membantu kenapa tidak boleh "kata Baili dengan cemberut.
Dia tidak bisa melakukan apa-apa sejak ketahuan sedang hamil. Jika terus-menerus begini ,baili bisa bosan sepanjang hari.
"Lili jangan membantah sebaiknya pergilah ke depan .Aku akan membawakan sarapan pagi untuk mu Selamat ya karena sudah hamil' kata ibu han Pan.Dia tersenyum dan berkata beberapa hal pada ibu tua baili yang memuji bagaimana pintarnya baili dulu menemukan rumah sebagus ini.
"anak itu akan lahir dengan sendok emas di mulutnya.dia adalah anak yang penuh keberuntungan"pujinya lagi.
"Yah nasib orang sungguh berbeda-beda"kata ibu tua Baili yang mengenang masa lalu.
Ibu Baili seolah-olah sedang mengingat kembali masa-masa dia sedang mengandung Baili. Usianya sudah begitu tua dan keuangan keluarga juga tidak mendukung.
Apalagi dengan pengalaman keguguran sebelumnya.Ibu Baili sama sekali tidak mengharapkan bayi lagi di usianya yang sudah mulai menua.
Tapi siapa sangka gadis yang datang terlambat inilah yang membuat perubahan besar dalam keluarga bai.
"Lily pergilah ke depan aku akan tidak akan merepot kamu untuk masalah sekecil ini" ibu handphone juga mengusir baili dari dapur.
Sepertinya memasak memang tidak perlu campur tangan baili hari ini. Gadis itu sedang hamil tapi belum dikonfirmasi.
Baili yang malas segera melihat pekerjaan Han pan dan yang lain. pekerjaan mereka cukup rapi dan wallpapernya ditempel dengan posisi yang tepat.
Tanpa perlu menerima instruksi dua kali mereka sudah tahu harus melakukan apa.
"Abi apa kau sudah memikirkan motif wallpaper mu?" tanya Baili. Baili memang seperti ini ,dia selalu suka memendekkan nama orang dan menambahkan huruf A di depannya.
Seperti han Pan yang dia sebut apan. Sekarang giliran adiknya han BI,dia menyebutnya dengan Abi.
"aku belum memikirkan tapi kupikir untuk wallpaper kamarku ingin ada ombak lautnya apakah bisa?"
__ADS_1
Pertanyaan itu membuat ayah dan saudara laki-lakinya tertawa.Kertas minyak seperti apa yang bisa menggambarkan suasana ombak di lautan.
Lagi pula ukuran kamar tidak kecil. wallpaper ini mahal dan Abi sebenarnya meminta sesuatu yang rumit.
"Lautan, nanti aku tanyakan dulu jika ada aku akan mengambilkan untukmu tapi jika tidak ada apakah kau memiliki referensi yang lain?"
"Hem kupikir hutan bambu boleh juga"
Tak...
Han Pan mengetuk kepala adik kecilnya. Kenapa dia begitu banyak permintaan atas pekerjaannya yang tidak begitu besar.
Ini sangat memalukan bagi nya.
Tapi si kecil tidak marah karena perlakuan seperti itu .Justru dia sadar dan merasa malu tiba-tiba.
Hanya setelah itu saja Abi terdiam namun di detik berikutnya dia bertanya lagi"Bibi kecil kenapa kalian bisa tahu kami datang. Hanya dengan memencet sesuatu yang hitam di depan gerbang"
Baili terkekeh-kekeh sendiri, dia cukup kagum dengan rasa keingintahuan pria kecil ini.
"itu namanya bel pintu. satu kali kau pencet rumah ini akan menimbulkan suara jadi kami tahu ada seseorang di depan"jelas baili .
Ini untuk memperingati mereka secara tidak langsung .jangan memencet bel berkali-kali yang bisa membuat pusing kepala.
Mendengar jawaban baik itu Abi terkejut dan dia tidak percaya dengan mudahnya. karena itu Baili meminta Han Pan untuk berlari ke depan memecat tombol tersebut.
Ding dong.
"Hei itu benar suaranya begitu keras"tiba-tiba saja mata pria kecil itu berbinar-binar cerah dia tidak menduga hal sekecil itu mampu menghasilkan sesuatu yang besar.
Pantas saja kakek bai marah ketika dia keluar tadi .Mungkin suaranya begitu berisik karena mereka memencetnya berkali-kali.
Bel listrik adalah sebuah alat yang dapat mengubah energi listrik menjadi energi suara dengan menggunakan prinsip elektromagnetik.Bel listrik jenis yang menggunakan prinsip gaya elektromagnetik ini. Masih banyak digunakan meskipun bel listrik menggunakan wi-fi sudah mendunia.
Penggunaan bel listrik jenis elektromagnetik ini masih banyak dipakai pada sistem keamanan dan keselamatan yang terdapat di pabrik, hotel maupun pusat perbelanjaan. Bel ini juga kerap digunakan sebagai alarm kebakaran atau fire alarm atau alarm anti maling dan bel sekolah
Baili tidak ingin membuat penjelasan panjang lebar pada pria kecil itu tentang bel pintu.
tapi dia berbicara padahal Pan mengenai situasi Beijing. Hanya dengan itu dia bisa membuat rencana baru tentang menghasilkan pundi-pundi rupiah selanjutnya.
Untuk membeli barang-barang yang di pesan Ran Shadong dan dirinya. Baili sudah menghabiskan uang 2020 sebanyak ratusan juta rupiah.
Sangat menyakitkan jika diingat tapi mau bagaimana lagi dia juga memerlukannya.
Tapi Han Pan sangat sibuk saat ini. Jadi dia berjanji akan menindaklanjutinya jika ada waktu.
Tidak lama kemudian sarapan pagi segera selesai dan semuanya dipanggil duduk bersama di meja makan bulat.
Ayah tua baili hanya bisa menyelesaikan satu gulungan wallpaper saja.Setelah itu pinggangnya sudah sakit dan dia perlu duduk di kursi goyang.
Namun untuk makan tetap saja menunggu dia yang menjatuhkan sumpit pertama.
Sarapan pagi ini sangat murah hati membuat semua orang puas.Bubur putih dengan sup ayam merah dengan lada hitam.Ini diikuti dengan katel dengan teh panas yang di beri gula pasir.
Pada saat inilah keluarga han menyadari jika keluarga bai sebenarnya mengawali hari dengan meminum susu khusus.
Susu yang digunakan berbeda antara orang tua dan baili yang sedang hamil.
Ibu Han juga pernah menjadi seorang menantu perempuan muda dan dia juga pernah menjadi wanita muda yang hamil.
Tapi pada saat itu susu apa yang bisa dia minum.Bisa masak saja itu sudah sangat bersyukur.Setelah anak lahir pun mereka jarang sekali kenyang . Jika ASI tidak cukup hanya bisa meminum cucian panci.
Yang dimaksud dengan cucian panci adalah ketika isi panci sudah habis. Tentu saja masih ada satu atau dua butir nasi. Nah itu masih bisa dimanfaatkan lagi .
Beri tambahkan sedikit air fan garam lalu panaskan lagi sehingga butiran nasi itu menjadi lembek.
Meskipun tidak ada nasi lagi tapi inilah yang diminum oleh anak-anak pedesaan pada saat mereka disapih.
Tapi anak baili sudah bisa minum susu padahal mereka saja belum dilahirkan.
ini saja sudah cukup untuk membuat warga desa Jiang Chun menjadi cemburu.Tapi mau bagaimana lagi baili bisa dan mampu membeli sekaleng susu kapan pun dia mau.
__ADS_1
Orang kaya.