Pot Emas Di Era 70

Pot Emas Di Era 70
170


__ADS_3

Baili tidak tau apa yang terjadi di balik ini.Yang jelas karena pahlawan wanita melihat dia meskipun tidak berinteraksi antara satu dengan yang lainnya.


Namun malam itu dia kembali di serang demam panas. Untung saja dia sudah memakan obatnya lebih awal.


Namun begitu tidak nyaman jika seseorang merasa sakit. Semuanya menjadi prihatin dengan kondisi Baili yang tidak biasa ini.


Jadi tidak ada yang membangunkan dia ketika semuanya pergi ke tempat ujian.Si kecil Wang nie sengaja di bujuk untuk menemani baili yang sedang sakit.


tidak ada yang bertanya sama sekali dari mana bibi kecil mendapatkan camilan bagus. Ran Shadong berinisiatif memberikan beberapa camilan enak untuk gadis kecil Wang nie.


Dia menepuk kepala gadis kecil itu dan berkata"tolong jaga bibi kecilmu ya .Dia sedang tidak enak badan sekarang.Ingatkan bibi kecil untuk sarapan jika dia bangun oke?"


Wang nie langsung mengangguk, tapi dia ingin melihat ayahnya sebentar. Tentu saja ayah ada di tempat ujian pagi ini.


Ran Shadong pergi bersama dengan Wang nie.Sementara Awen dan yang lainnya sedang mencuci piring.


Pagi ini mereka memasak bubur ayam dengan irisan jahe.Rasa hangat sampai ke perut setelah makan.


Tapi Wang nie tidak makan dengan nyaman. Jika ditanya dia hanya berkata ayahnya tidak sarapan pagi ini.


Jadi ketika dia pergi bersama Ran shadong tadi,dia juga membawa satu mangkok bubur ayam dengan irisan jahe bersamanya.


Jarak dari rumah ke tempat ujian tidak begitu jauh.Jadi tidak perlu khawatir gadis kecil itu akan tersesat.


Tapi ketika dia datang sang ayah belum terlihat.Mereka harus menunggu sebentar lagi.


Ran shadong duduk di sana bersama nya. Tidak nyaman membiarkan si kecil berdiri sendirian di luar.


Lima menit kemudian kedua orang tuanya baru kelihatan.Wajah menantu perempuan Wang sangat jelek.


Wang nie adalah gadis kecil yang masuk akal.Tapi dia sedikit penakut.Melihat wajah ibu seperti itu dia hanya bisa menunduk kan kepalanya seraya melihat salju yang jatuh di kaki nya.


Menantu perempuan Wang meliriknya tapi mendengus pergi tanpa menyapa nya sama sekali.


Wang bisa mendesah dan meminta maaf pada Ran shadong karena menantu perempuan nya yang tidak sopan itu.


"Tidak apa apa, ohh Anie paman pergi dulu oke.Dan ingat untuk melihat bibi kecil mu ya"Kat Ran shadong.


Gadis kecil menggangguk dan melambaikan tangannya pada Ran Shadong.Hal yang tidak di lakukan pada sang ibu.


Tiba-tiba saja dia ingat tentang semangkuk bubur.Secara tidak sadar dia menyembunyikan ini ke belakang tapi tubuhnya.Dia baru ingat itu sekarang.


"ayah cepat makan nanti dingin"katanya dengan suara susu. dia tersenyum memperlihat giginya yang rapi.


Wang danu melirik apa yang diberikan putrinya. dia memang sedang merasa lapar, menantu perempuan yang marah dan pergi bersama uang.Dia kembali dengan makanan tapi sedikit.


Wang Danu bahkan tidak mendapatkan porsi miliknya. Sekarang uang tambah menipis jika terus begini tidak sampai besok mereka harus kembali ke desa.


Jadi untuk lebih irit , Wang Danu juga melewatkan sarapannya pagi ini. perutnya sudah sakit karena tidak makan sejak semalam.


Sekarang putrinya membawakan satu mangkuk bubur yang masih sedikit hangat tanpa malu dia langsung saja menyeruputnya seraya berdiri.


Wang niemerasa puas karena ayah tidak menolak hal yang dia berikan. Dengan polos dia berpikir jika ayah masih menghargai dan merasa nyaman dengan sesuatu yang dihasilkan sang Putri.


Dirinya sama sekali tidak pernah menyangka jika ayahnya sudah lapar sejak tadi malam.


Tidak lama semangkuk bubur sudah habis.Dia malu setelah menyadari nya."Anie Jangan lakukan ini lagi ya nak. nanti akan membuat masalah untuk bibi kecilmu"


"tidak apa-apa ayah rumah bibi banyak makanan masih ada sisa kok di dapur. Bibi kecil sedang tidak sehat jadi dia masih tidur saat ini. aku harus kembali dulu untuk melihat bibi oke" katanya lagi.


Cuaca sangat dingin tapi ayahnya tidak bisa pergi ke rumah bibi kecil.Alangkah bagusnya jika ayah juga bisa menunggu ibu selesai ujian di rumah yang hangat seperti itu.


Wang danu menggosokkan tangannya di atas kepala Wang nie dengan sayang. Rambut gadis kecil itu sudah ditutupi dengan beberapa keping salju.


Penutup kepala yang dipakainya tidak begitu tebal .Tentu saja gadis itu tidak bisa bertahan di cuaca dingin ini. jadi dia berkata"pergilah dan jaga dirimu oke"


"Oke ayah, nanti aku kembali ya jika bibi sudah tidur siang"katanya .


Dia merogoh kantongnya dan menyerahkan beberapa batang coklat pada Wang Danu.


Wang Danu menatap coklat itu dan dia langsung terharu melihatnya.Anie masih terlalu muda tapi dia masuk akal.


Dia tahu bagaimana menghormati orang tuanya hanya dengan coklat ini.sebagai seorang anak tentu saja dia akan menyukai ini .tapi dia cukup mengerti jika ayah belum pernah merasakan sesuatu seenak coklat.


Wang Anie hanya ingin berbagi.


"simpan saja untukmu jangan pikirkan ayah dan ibu oke. Ayah sudah kenyang terima kasih dengan buburnya.Anak yang baik" kata Wang Danu yang langsung mengusir putrinya untuk pergi.

__ADS_1


Ayue dan tiga keponakan perempuan Baili segera tiba. Mereka juga menyapa Wang Danu dengan.


Tidak ada laki-laki di rumah, jadi tidak baik Wang Danu mampir selagi bibi sedang beristirahat.Wang Anie langsung pergi setelah nya


Dia pikir bibi kecil dalam keadaan sendirian sekarang. Karena satu mangkuk bubur ayam Anie kecil menganggap itu adalah tugasnya.


Menemani bibi kecil.


begitu Ani kecil kembali ke rumah dia melihat bagaimana bibi kecil itu sudah mondar-mandir sendirian.


Anie masuk dengan menyembunyi


kan mangkok di belakang tubuhnya.Paman kecil mengizinkan dia memberi satu mangkok bubur tapi tidak tahu bagaimana pendapat bibi kecil dengan ini.


Sebab itulah dia lebih memilih menyembunyikan daripada memperlihatkannya secara langsung.


Meski demikian baili tetap saja melihat ini. Dia tersenyum dan berkata" Apa kata ayahmu ,Apakah buburnya enak?"


Mendengar pertanyaan ini jelas bibi kecil tidak marah dan Anie segera tersenyum dengan sumringah.


"ayah tidak bilang apa-apa tapi terima kasih bibi kecil"ucap nya dengan suara khas anak-anak.


Baili tersenyum lagi,dia suka anak anak seperti ini.akan sangat menyenangkan jika dia memiliki bayi seperti ini di masa depan.


"Ya tapi cobalah agar ibumu tidak melihat ini oke dia akan marah pada ayahmu nanti"


"Benarkah?" tanya gadis kecil itu polos.


"tidak tahu ,menurutmu?" kata Baili balas bertanya.


Wang Anie mengingat lagi bagaimana wajah ibunya yang jelek saat melihat dia.sejak dulu dia tidak pernah merasakan bagaimana kasih sayangnya seorang ibu.


Beberapa kali Wang nie berusaha dekat dengan ibu kandung .Namun dia didorong setiap kali melakukan


nya.


beberapa terakhir akhir-akhir ini dia juga melihat jika ibunya semakin galak dan tidak menyukai ayahnya.


Jadi besar kemungkinan apa yang disebutkan oleh bibi kecil ini adalah benar.


Baili merasa tubuhnya sudah lebih baik daripada tadi malam. Tapi dia masih belum cukup kuat untuk menyiapkan makan siang.


"aneh padahal aku sudah baikan tapi tadi malam masih panas lagi.Ada apa ya?" pikir Baili heran.


Selagi baili berpikir, bocah kecil itu datang lagi dengan mangkok yang sudah berisi bubur ayam dengan irisan jahe.


Rupanya si kecil sedang memaksa dirinya untuk makan pagi. Padahal tadi dia sudah makan di ruang tunggu.


Sandwich tuna dengan telur gulung bersama hot coklat.


Sejak ada toko delivery seperti ini dia lebih menyukai makan di ruang tunggu alih-alih makan di dapur seperti sekarang.


Dengan begitu dia merasa masih di dunia asli. Tidak ada begitu banyak perbedaan.Dia bahkan memesan tokoyaki sebagai camilannya nanti.


"Anie bibi sedang tidak lapar , jadi bawa lagi" kata Baili dengan malu.


"tidak bibi-bibi sedang sakit jadi harus makan bubur ayamnya enak loh" kata Anie seraya menjilat bibirnya sendiri.


Dia tahu bubur ayam ini enak.Tadi dia tidak makan dengan puas hanya memikirkan ayahnya yang sedang lapar.


Walau begitu bibi kecil sudah memberikan dia banyak cemilan yang enak.Jadi dia tidak akan lapar lagi sebelum makan siang.


"Anie bisakah kau membantu bibi?"


Gadis kecil itu tentu saja mengganggu ini sudah tugasnya bukan.


"bibi tidak lapar sekarang tapi pamanmu akan marah jika tahu bibi tidak memakannya. bisakah kamu membantu bibi menghabiskannya?"


"Eh...


"bantu bibi oke, nanti akan bibi kasih hadiah bagaimana?" bujuk Baili lagi.


Dia mulai berpikir dengan keras Apakah membantu bibi kecil dengan cara ini masih disebut dengan tugas.


Tapi panci itu masih setengah penuh Bagaimana cara menghabiskannya perut nya tidak sebesar itu kan.


"Tapi...

__ADS_1


"Anie bibi punya makanan kecil, banyak tokoyaki, rasanya enak. bibi kepengen makan itu tidak ingin makan bubur. Jadi bisakah?" kata Baili.


Hatinya ingin tertawa, gadis ini begitu lugu dan lucu. Dia hanya ingin membantunya saja dengan satu panci bubur.


"Hem aku akan memanggil ayahku sekarang Dia memiliki perut besar kan bibi Jadi mungkin ayah bisa menghabiskannya hehehe"


"Hem sepertinya itu adalah ide yang bagus , ayo cepat panggil ayahmu ke sini"kata baili pura pura senang.


Padahal dia sengaja melakukan ini.


Pasti pria itu akan kesulitan untuk makan siang jadi bubur ayam ini akan membantunya.


Setiap keluarga yang menunggu di tempat ujian.Kerap membawa bersama kotak makan mereka.


ini dilakukan karena plastik belum populer di tahun ini. Karena itu lah kotak makanan menjadi pilihan.


Setiap kali anda membeli makanan pastikan dulu anda membawa kotak makanan bersama jika tidak .Di mana anda harus meletakkan makanan tersebut.


"oke bibi aku akan menjemput ayahku dulu ya"


"Hem tidak baik jika bibi ada di sini saat ayahmu datang Jadi bibi akan ke kamar dulu namun tolong bibi untuk memastikan bubur itu habis oke?"


"jangan khawatir bibi kecil serahkan masalah ini padaku hehehe" dia tersenyum rapi seolah-olah sudah menemukan jawaban atas pertanyaan yang paling sulit.


"hahaha Anie adalah anak yang baik sekali. Bibi tidak akan melupakan jasa baik Anie ini selamanya"


Mendengar dirinya dipuji .Tentu saja gadis kecil ini tersenyum tapi dia segera berlari keluar lagi untuk menyelesaikan misi yang paling sulit ini.


Sementara itu Baili kembali ke kamarnya.Dia langsung menyelinap pergi ke supermarket dan tidur di kamar khusus.


Di kamar khusus tidak ada cuaca dingin yang mengganggunya jadi dia lebih santai di dalam sini daripada di luar.


Sebagai orang yang sakit tentu saja dia tidak perlu bekerja keras.namun begitu dia harus menyelesaikan makan siangnya untuk mereka yang pergi ujian.


Pergi ke ruang delivery dia melihat makanan apa yang ada di sana.


Setelah menyisiri makan siang delivery Baili langsung beristirahat lagi ke kamar khususnya.


Melalui banyak rekomendasi ini Baili memilih menu yang terlihat simple yaitu bakso.Bakso adalah makanan favorit Baili di masa lalu.


Cukup ribet untuk membuatnya apa lagi anda harus menemukan daging segar.


sekarang tubuhnya sedang tidak nyaman dan ingin merasakan betapa nikmatnya bola-bola daging itu.


Karena sekarang musim dingin jadi baili memilih beberapa porsi bakso tenis.Ukurannya cukup besar dan itu pasti memuaskan sikap rakus semua orang.


Baili memesannya tanpa mie.


Di dapur bayi sudah menyimpan beberapa acar dan kimchi pedas. Terserah seseorang ingin menambahkan atau tidak.


Mereka juga masih memiliki sejumlah kecap suka dan juga saos.Jadi sangat cocok dimakan bersama bakso seperti ini.


Bukan hanya bakso tenis, Baili juga memesan bakso beranak yang cukup besar.Jadi panci terbesar di dapur penuh dengan bakso saat ini.


Saat menerima bakso dalam bungkusan plastik ,baili hampir menelan ludahnya.


Meski sudah merasa enakan tapi tubuhnya masih saja belum nyaman. Jadi dia kembali ke kamar khusus dan tertidur di sana.


Sementara itu Bauli tidak tahu bagaimana penderitaan anie mengajak ayahnya datang ke rumah bibi kecil untuk memberikan "bantuan" tersebut.


Setelah menangis dalam beberapa waktu yang lama barulah ayahnya menuruti permintaan si kecil.


Bagaimana mungkin dia percaya jika bibi kecil meminta hal seperti itu pada Wang nie.


Berpikir jika bibi kecil tidak kekurangan makanan dia tidak lagi sopan. Wang Danu yang datang benar-benar menemukan bibi kecil tidak keluar untuk menyambutnya.


Anie mengatakan bibi sudah berbicara seperti itu. Jadi dia meminta ayah untuk memenuhi misi yang sedang dia emban.


Wang Danu jadi percaya dengan apa yang dikatakan bibi kecil sangat baik tentu saja dia mengetahui kesulitanbibi kecil sangat baik tentu saja dia mengetahui kesulitan apa yang sekarang dia tanggung.


Mungkin saja dia sedang membuat alasan untuk nya.Jadi Wang Danu memakan satu mangkok bubur ayam lagi.


Sisanya dia sisihkan ke dalam dua kotak makan siang. Setelah makan tentu saja dia tidak bisa berlama-lama di sini jadi dia memilih untuk pergi di tempat di mana dia menunggu.


Wang Anie yang ditinggal oleh ayahnya pergi langsung bergegas mencuci kembali panci dan mangkok.


Dia sudah terbiasa.

__ADS_1


__ADS_2