
Pagi pagi sekali , Bai Xinxin dan dua putri nya sudah bangun duluan.
Mereka sudah terbiasa bangun sepagi ini di keluarga Xu.
Kebiasaan lama sulit diubah.
Bangun pagi, Bai xinxin sebenarnya ingin membuat kan sarapan untuk semua orang.Tapi dia tidak terbiasa dengan mengambil bahan makanan sendiri tanpa izin.
Jadi dia dan putri nya duduk di dapur dengan linglung.
Ibu baili pergi ke dapur melihat pemandangan ini.Dia tidak tau jika Bai xinxin bingung mau makan apa.
"Xinxin ada apa?"
"Ibu,ini, serahkan padaku untuk sarapan oke"katanya dengan malu.
"Ohh ibu lupa, semua nya terserah adik mu.Tapi tunggu dulu "
wanita tua segera pergi ke gudang bawah.Ambil saja beberapa potong ubi jalar untuk di buat jadi bubur dengan sedikit gula batu.
Ini adalah sarapan yang umum di desa selain bubur milet.Bubur milet ini agak mirip dengan papeda namun lebih encer tidak berasa.
Bai Xinxin menerima nya dan bergegas membawa dua putri untuk membuat sarapan sendiri.
Mereka adalah keluarga yang berpisah jadi dua kakak ipar akan masak sendiri.Jadi bai Xinxin hanya memasak secukupnya saja.
Siapa sangka Wang sufeng tiba dengan enam teman teman dengan sekeranjang jamur dan beberapa barang yang tidak di kenal.
"Bibi besar "sapanya pada Bai Xinxin
"Wang sufeng? ada apa?"tanya nya heran.
"Tidak apa apa, bibi kecil sudah bangun?"
"Ohh ,wenwen panggil bibi kecil "
"oke bu "gadis itu berlari dan mengetuk pintu kamar bibinya.Saat ini Baili sedang lari berhadiah.Dia telat bangun untuk membuka pintu.
"Ada apa?" Tanya Baili yang berkeringat.Sekarang baili tidak kekurangan uang di akun nya tapi siapa yang bisa menolak barang barang gratis.Apalagi balii sudah ahli dalam berlari cepat sekarang.
"Bibi Wang sufeng mencari mu" kata Xu Wen pelan.
"Oke minta dia tunggu sebentar, Hem wen,buatkan sarapan untuk mereka juga"kata Baili. Dia belum mandi jadi agak risih juga.
Xu wen tidak tau apa yang di cari Wang sufeng .Dia hanya pergi memasak tambahan ubi jalar lagi untuk tamu yang tidak di undang ini.
Wang sufeng dan enam teman teman nya ini,tidak lagi malu untuk makan di rumah Baili.
Baili bilang ini bagian dari upah mereka.Makan dapat uang dapat reputasi juga dapat.Wang sufeng tiba tiba tidak merasa Bibi ini terlalu muda.
Dia layak di hormati.
Belum Wang sufeng duduk sudah ada bibi gang yang tiba dengan menarik sekeranjang hawtorn matang.
Dia mendengar ini kemaren.Anak anak pergi mencari nya tapi dia menahannya untuk di tukar dengan sebungkus garam kasar.
Bukan dia saja tapi beberapa orang tua juga menawarkan barang barang gunung seperti ini.
Ada markisa dan anggur liar.
Bahkan yang lebih menjijikkan ada yang membawa rumput yang tidak di kenal, sehingga orang orang protes.
"Apa apaan ini , apakah ini masih bisa di tukar?" tanya Bibi Ran yang tiba di sana.
Beberapa hari ini, rumah sebelah begitu sibuk.Pagi hari dan sore hari.
Ini adalah jadwal padat.
Orang orang akan bekerja di ladang setelah gong berbunyi jadi semua pertukaran akan di lakukan sebelum pergi kerja.
Begitu juga saat makan siang.Waktu makan malam lebih sedikit tapi masih ada satu atau dua yang pergi.
Di perkirakan warga sudah kehilangan banyak barang dalam dua hari.
Sekarang mereka mendengar ada hal lain yang bisa di tukar, jadi mereka mencoba air dulu.
"Bibi Ran, baili bilang barang gunung nian,nah ni dia"kata nya dengan lugas.
Dia juga malu tapi gimana lagi kan.
Hanya coba coba saja kan tidak bayar.
Dongdong segera menarik keranjang dan menulis nya di buku.Juga dengan bertanya apa yang mereka inginkan sebagai pertukaran nya.
__ADS_1
Sebenarnya dongdong tidak begitu antusias melihat barang-barang ini.
Tapi dia hanya ditugaskan oleh bibi kecil untuk menuliskan dan tidak perlu berkomentar apakah ini diterima atau tidak.
Hanya buah tidak berguna dan gulma yang hanya di makan oleh babi.
Bai xinxin terkejut dengan begitu banyak orang yang antri di depan pintu.Ingin bertanya tapi tidak enak juga.
Tak lama Baili keluar dan melihat barang apa yang mereka bawakan.Semua orang berharap cemas dengan wajah baili.
Di terima atau tidak.
"Dongdong, lima kilogram hawtorn ini di hitung dengan satu sen.Anggur liar satu sen per tiga kilogram.
Markisa lebih murah delapan kilogram per satu sen"kata Baili mengarah kan.
Dongdong terkejut,adalah barang barang ini juga bisa di tukar.Balli bilang bisa.
Ya Tuhan.
Semua orang tiba-tiba bersemangat begitu mendengar harga yang bisa mereka dapatkan. namun harga ini tidak akan ganti dengan uang melainkan dengan barang.
jika anda menginginkan telor anda bisa membayarnya sesuai hargai yang ada dapatkan.
"Ohh dongdong timbang dulu punya baby baby mau pergi ke ladang sebentar lagi tapi garamnya habis"kata Bibi itu lagi.
Dondong segera menimbang barangnya dan menyebut beratnya dengan santai.
Bibi itu mendapat tiga sen untuk 15 kilogram hawtorn. garam dan ini begitu mahal harganya adalah 2 sen persatu bungkus.
Tapi satu bungkus garam ini beratnya hampir satu kg. Yang bisa anda pakai enam atau tujuh bulan ke depan.
" Kamerad dongdong ,tuliskan dulu satu sen.Nanti bibi akan meminta anak-anak naik lagi ke gunung untuk mengambil tambahannya" kata Bibi gang.Satu sen banyak tapi ini belum cukup untuk menukar dengan sesuatu.Simpan saja untuk besok.
" tapi bibi gang, aku tidak bisa melakukannya ,tanyakan saja pada baby kecil" kata dongdong lagi.Dia di bayar dengan semangkuk nasi saja di sini.
"Lili..
" tulis aja di situ dongdong" kata Baili ramah.Kapan pula baik jadi Bank negara.Tapi dia tidak akan di rugikan dengan ini.
Agar tidak terjadi masalah di masa depan.Ada buku kecil yang diberikan pada bibi gang sebagai bukti. Jika dia sudah menyimpan satu sen pada baili.
Segera mereka berebut menukar barang-barang dan mendapatkan bergantian untuk itu.Agar lebih cepat, mereka rela menimbang sendiri berat nya dan melaporkan pada dongdong .
"Dongdong,paman punya ini, bisakah kau bertanya?"Pria tua ini duduk di desa paling ujung.
Hanya saja dia begitu malu untuk bertanya langsung dengan Baili.
Apalagi semua orang menertawakan nya tadi.
Dongdong juga mencibir tapi demi sopan santun dia hanya perlu bertanya pada baili.
Baili juga tidak heran dengan antusias orang-orang desa beberapa hari ini .Menurutnya ini menarik
Dengan itu dia langsung datang untuk melihat benda apa yang dia bawa.
Baili juga mengenal paman ini.Dia memanggilnya dengan nama kakak sepupu saja.
Usianya kira-kira awal 40 an. Memiliki dua anak perempuan dan satu anak laki-laki yang masih kecil. menantu perempuannya dalam kondisi hamil muda.
Kehidupan mereka agak sulit karena keluarga ini sudah berpisah . Setelah istrinya hamil, hanya dia tenaga kerja di dalam rumah itu.
"Kakak ipar,apa barang nya?"Tanya baili sopan. Pria yang dipanggil baili kakak ipar ini , membuka keranjang yang dia bawa dengan malu-malu.
Ketika keranjang terbuka, baili tahu barang apa yang dia bawa. Itu adalah lidah buaya.
lidah buaya mengandung beberapa jenis vitamin seperti A,b1, b2 ,b3, b12, juga vitamin C.
banyak produk kosmetik yang menggunakan lidah buaya sebagai bahan utama mereka. Beberapa waktu banyak restoran yang membuat lidah buaya menjadi sebuah menu.
Tapi untuk tahun 70-an ini orang tidak begitu mengerti khasiat nya. Dia banyak tumbuh di gunung tanpa ada yang menginginkannya.
Baili menginginkannya tapi tidak tahu akan dijual di mana barang ini.
Jadi dia belum bisa mendapat keputusan apapun.
" kakak ipar aku menginginkannya tapi saat ini belum mengetahui harganya. Bagaimana jika aku mengambilnya dulu untuk meneliti nya sebentar" mata Baili yang membuat mata pria itu menjadi cerah.
Meskipun ini dijual agak murah nantinya . Namun dia masih bisa menukar nya dengan ubi jalar dan beberapa telur untuk menantu perempuan yang sedang hamil.
Semua orang juga terkejut mendengar kata Baili. Apakah baili sudah gila menginginkan barang yang tidak berguna seperti itu.
" benda ini aneh dan berair. juga mengandung duri yang membuat jelek apa bagusnya barang ini?" tanya seorang bibi.
__ADS_1
Dia merasa aneh tapi juga cukup antusias untuk mengetahui harganya. Jika memang barang ini nisa di tukar. Dia juga bisa mengambilnya di gunung nanti sore.
Baili tidak tahu apa yang dipikirkan oleh orang-orang ini .Dia pergi ke kamarnya sendiri. Padahal sebenarnya dia pergi ke ruang tunggu dan langsung pergi ke area penjualan supermarket.
Dengan hati-hati baili meletakkan lidah buaya ke area penjualan dia langsung mengklik informasi harga barang.
Baili awalnya tidak mengerti bagaimana penukaran uang modern dan uang 70-an ini. Tapi supermarket sudah mengalami perubahan dan bisa menentukan harga langsung ke harga 70-an tanpa melakukan penukaran terlebih dahulu.
Ada juga menu untuk informasi harga jual yang di rekomendasikan oleh online shop susu. Ada juga menu untuk menjual langsung kepada online shop susu tanpa perantara.
Karena sedang buru-buru baili mencari informasi terlebih dahulu. Ada dua harga di tertera di sana.
______&______&______________&___
nama jenis uang
Barang __ item modrn__70 an__
Lidah
buaya kg Rp20.000 _ 3 sen.
__________________________________
jadi harga jualnya adalah tiga sen per kilogram. ada juga metode untuk penjualan langsung pada supermarket yang akan dipotong menjadi satu sen .Bersih nya dua sen perkilogram.
Setelah mendapatkan harga pembeliannya .Baili keluar lagi dari kamar dan datang ke depan dengan wajah memerah.
Ibu dan ayahnya mengerti dari mana putrinya itu datang. Dia juga sudah mengatakan jika ada sebuah toko jual beli di ruangan itu.
Mungkin si bungsu pergi ke sana untuk bertanya apakah toko itu mau membeli lidah buaya.
Dengan itu mereka juga harap harap cemas. Barang itu begitu banyak di gunung . Tidak akan habis jika satu desa mencarinya.
"Bagaimana lili?"tanya pria itu.
"Bisa , dongdong , ini namanya lidah buaya harganya 2 kilo persatu sen" Sebenarnya baili tidak enak mengambil untung begitu banyak pada orang-orang ini.Namun dia pikir orang akan lebih terkejut jika dia mengatakan harga aslinya.
Bagaimana mungkin benda yang diambil secara santai di gunung ini. Lebih berharga daripada sebutir telur.
Tapi memang harga di supermarket lebih tinggi daripada harga jual diluar.
Pikirkan saja dengan harga telur yang hanya mencapai tiga butir dengan dua sen.
Dua sen ini di supermarket sama dengan Rp18.000 rupiah. tapi telur sini ini adalah telur ayam kampung yang lebih berharga daripada telur domestik.
jadi mereka dihargai dengan dua kali lipat di supermarket yang masih dua sen satu butir.
Jadi baili menukar telur ayam kampung dengan telur domestik.
Baili masih dapat untung dari sini
Dari 30 butir telor ini baili menukarkan 30 butir telur domestik dan 15 butir telur asin atau telur yang dia awetkan.
Telur yang di awetkan di sini lebih mahal lagi.Ini satu sen sebutir.Hah keuntungan dalam duduk santai.
Jadi ketika baili menjatuhkan harga dua kilo persatu sen. Semua orang tercengang. Untuk dua kilo ini mereka bisa menukar satu butir telur yang diawetkan.
"cepat timbang dongdong"desak pria itu dengan gembira.
Tidak buaya mengandung banyak air jadi mereka sedikit lebih berat saja.Wang sufeng bersemangat lagi.
Di matanya ini adalah uang.
Langsung saja wang Sufeng membantu dan mendapatkan berat sekitar 80 kilogram lebih.
Ini artinya dia dapat menukar barang seharga 40 sen.Matanya segera basah.
Tak mau di rugikan dia hanya meminta 5 kg beras multigrain , 20 kg ubi jalar dan sedikit gula merah.Masih ada dua telur besar.
Semua orang tidak percaya.Hanya dengan santai dia dapat membawa kembali barang barang ini ke rumah.
"Ohh aku akan cuti hari ini pada kapten"kata bibi Gang. Dia buru-buru kembali ke rumah mengatakan jika barang itu benar-benar dapat dijual dan bisa menukar begitu banyak barang sekaligus.
Beberapa orang segera mengerti apa yang ingin dilakukan oleh bibi gang .Mereka juga buru-buru kembali ke rumah masing-masing dengan ide yang sama.
Ini uang..
Ayo ke gunung, petik saja sesukamu dan tunjukkan pada baili biarkan dia meneliti apakah ini diterima atau tidak.
Senyum ayah dan ibu bai segera melebar. Mereka semua adalah tetangga lama. Sekarang hidup semua orang begitu sulit. Baili menemukan ada jalan lain untuk menghasilkan. Kenapa tidak membantu.
Ada dongdong yang membantu menghitung berapa barang yang bisa ditukar .Ada juga Wang Sufeng yang membantu membawa barang. Yang sudah di pertukaran dengan barang yang diinginkan dari gudang.
__ADS_1
Baili melihat enam orang ini plus dengan wang sufeng.Mereka bisa mengerjakan apa yang dia katakan dalam sekali jalan.
Baili kembali ke dalam rumahnya meninggalkan mereka semua dan mengatakan pada xu wen untuk memanggil semua keluarga ke ruang utama.