Pot Emas Di Era 70

Pot Emas Di Era 70
173


__ADS_3

Bus yang melaju ke kota jiang segera tiba ke tujuan dua jam kemudian.


Karena belum begitu sore, mereka singgah sebentar di hotel negara dan mengemas makan malam.


Mungkin karena beberapa hari ini makan dengan menu serba daging dan sesekali menu luar negeri. Semua orang tidak lagi merasa terkejut melihat menu yang ditawarkan di hotel negara.


Malahan berpikir kenapa hotel negara tidak menyediakan makanan yang seperti beef steak dan sebagainya.


namun begitu mereka berpikir seperti seseorang yang telah melihat langit tapi tiba-tiba jatuh ke tanah.


Sadar diri dan merasa bersyukur karena bisa hidup dengan cara seperti itu.


Masih banyak orang yang tidak mampu membuka panci seperti mereka di satu tahun yang lalu.


Terlebih lagi dengan ayue yang bahkan pernah memakan kulit kayu.Ini karena ayah adalah anak ke tiga yang bahkan tidak di anggap


Anak-anak dari keluarga ke tiga hanya makan dari sisa yang lain.


Yang derajat nya bahkan lebih buruk daripada seekor anjing sekalipun.


Kakaknya yang berusaha menambah nutrisi keluarga dengan membuat perangkap di gunung.


Dia pintar dengan menyembunyikan hasil buruannya agar tidak ditemukan oleh keluarga besar.


itulah sebabnya ayue sangat mengidolakan kakaknya itu. Setelah sedikit besar dia selalu mengikuti kemanapun kakaknya pergi. Mengikuti tingkah lakunya sehingga dia begitu muda tapi juga disebut dengan pemuda kelas 2 di desa.


Sekarang kakak sedang berada di kota Hainan.Mengambil pekerjaan di pabrik makanan laut.Juga menjadi pengurus halaman rusak milik Bibi kecil.


Hari ini Ayue kembali ke desa Jiang Chun namun besok dia berencana akan langsung pergi ke hainan menyusul keluarganya yang sudah pergi dari awal.


Seandainya dia memiliki pelaporan kelulusan, semua akan dikirim lewat pos kilat. Ada jeda 1 bulan di antara penerimaan surat kelulusan dan waktu masuk universitas.


Senang rasanya bisa bergabung lagi dengan keluarga sendiri .Namun juga sedih mengingat akan berpisah dengan Bibi kecil yang sudah membuat perubahan besar dalam hidup mereka.


Tapi beginilah hidup ada pertemuan dan juga ada perpisahan.


Setelah mengemas semua makan malam kelompok ini langsung berangkat lagi ke desa Jiang Chun. ada bos terakhir yang akan berangkat sore itu.


Dengan begitu saat mereka tiba di pintu masuk desa Jiang Chun. Sebenarnya sudah masuk waktu makan malam.


Jadi wanita tua yang selalu bergosip seraya menjahit kapas untuk boneka.Mereka sudah lama bubar dan kembali ke rumah masing-masing.


Jadi tidak ada yang menyadari kelompok ini sudah kembali ke desa lagi. Rumah Baili saat ini adalah rumah yang paling megah di desa.


Satu-satunya rumah dengan tiga lantai. jadi baili bisa melihat dari jauh penampakan rumahnya. Entah bagaimana dia merasa sedikit melankolis mengenang hubungan yang dia buat dengan keluarga baik saat ini.


Padahal dirinya sudah beberapa kali pergi dari rumah namun aneh saja perasaan ini tiba-tiba ada.


Dia merindukan wanita tua itu,ayah tua bahkan ibu mertua yang lembut.


Aneh kan.


Pada saat pintu dibuka Baili langsung melihat sosok ibunya yang sudah tua dia langsung memeluknya dengan haru.


Baru saja dia kepikiran kenapa tidak pernah mengajak wanita tua ini pergi ke kota bersamanya. Bukankah dia pernah menjanjikan hal itu dulu sekali.


Untung saja hari sudah sedikit gelap jadi tidak ada yang melihat bagaimana air matanya jatuh.


"kalian begitu lelah ayo masuk dan naik langsung beristirahat"Kata ibu Baili dengan senang.


Tentu saja sebagai seorang ibu yang sudah ditinggal oleh putri ini. Dia juga ingin melihat apakah putrinya baik-baik saja.


Namun hal seperti ini masih bisa dipertanyakan besok. Mereka begitu kelelahan karena perjalanan jauh tentu membutuhkan waktu istirahat.


"atau kalian makan dulu ibu baru tuamu sudah memasak kan daging babi rebus bumbu coklat kesukaan"


"memangnya ibu tahu kami akan kembali hari ini?"


"Tentu saja, Wang Danu mengembalikan selimut dan syal yang dipinjamnya, dia bilang kalian akan kembali hari ini"katanya lagi dengan senyum yang biasa.


"kalian sudah kembali "sapa ibu mertua Baili dengan wajah yang tidak kalah senang.


"ibu mertua"sapa Baili. Dia bahkan tidak canggung memeluk wanita tua itu.

__ADS_1


"menantu perempuanku sudah pulang apa kau baik-baik saja nak?"tanyanya dengan antusias.


Dia bahkan tidak bertanya pada putra kandungnya .Saat ini Ran Shadong sedang berkeringat menarik tas-tas dengan isi yang tidak jelas.


Kasian.


"kami baik-baik saja ibu mertua lain kali aku akan mengajak kalian pergi jalan-jalan hehehe"kata Baili.


"mau jalan-jalan ke mana desa ini aja belum tamat"tolak ayah yang duduk di kursi malas.


Kursi malas ini mirip dengan kursi goyang yang terbuat dari rotan.Dia membeli nya untuk tiga lansia.


Ayah menyukai kursi ini,dia bahkan meminta dua.Yang satu untuk di letakkan di lantai bawah.


Sangat nyaman duduk di sana selagi mendengar kan siaran radio.


Dia tidak pernah tau jika masa tuanya akan senyaman ini.


"Ayah tidak kau ingin pergi ke Beijing?" kata Baili.


Ran Shadong jika lulus ujian akan pergi ke Beijing.Akan kuliah selama tiga tahun.Tentu saja baili akan pergi juga.


Baili sudah membicarakan masalah ini.Dan semua nya setuju untuk pergi.Asalkan tidak memindah haukou ke sana saja.


Baili sama sekali tidak berencana untuk memindahkan haukou nya ke Beijing.Dia menyukai kehidupan santai di pedesaan. Jadi Baili tidak Ide ini sama sekali.


"Ke Beijing hehehe aku juga ingin melihat bagaimana perkembangan dunia ini. dari kecil sampai tua hanya duduk di desa ini sangat membosankan"katanya tanpa ragu.


Dalam waktu 3 tahun anggap saja ini sebagai sebuah liburan. bagi orang Cina penting untuk bisa kembali ke akarnya sebab itulah memindahkan hokou itu tidak dibenarkan oleh ayah tua baili.


Orang tuanya lahir di sini dirinya juga lahir di sini, apalagi dengan anak-anaknya.Maka nyaman rasanya jika dia akan menutup mata juga di sini.


Di desa Jiang Chun.


"Lily ibu pikir ibu tidak akan ikut, Ran Xia sendirian nantinya"kata ibu mertua yang tiba-tiba.


dia sudah lama berpikiran demikian. suaminya hanya meninggalkan dua anak laki-laki ini. sekarang dan sadong adalah anak yang tidak perlu dikhawatirkan lagi


Tapi berbeda dengan putra keduanya Ran Xia. jika saja dirinya tidak berpisah dengan menantu perempuan tentu dia tidak khawatir meninggalkan putranya itu sendirian di desa.


Lagi pula baili akan kembali setelah 3 tahun kemudian.


"Tapi bu...


Ran Shadong ingin menangahinya dia pikir ibu berada di bawah sayapnya sekarang.Jadi Ibu jelas harus mengikuti kemanapun dia pergi.


Kenapa dia tidak tahu jika ibunya ini adalah sosok yang bias.


"Shadong jangan salah paham. ibu tahu apa yang kau pikirkan. Hati ibu begitu besar tidak tega rasanya membiarkan satu putraku menderita"kata ibu mertua dengan wajah yang sedih.


Dia tidak bisa mengatakan bagaimana khawatirnya dia tentang masa depan Ran Xia.


Bagaimana cara menjelaskan agar Ran Shadong sendiri tidak menganggapnya berat sebelah.


"ibu mertua aku mengerti semua ibu itu sama. mereka akan selalu memikirkan kebaikan untuk anak-anaknya. aku mengerti jangan khawatir"kata baili buru-buru.


Pepatah mengatakan hanya seorang wanita yang akan mengerti hati wanita yang lain.


"benarkah?"


"Hem jika kita semua pergi rumah ini akan tinggal tidak ada yang menghuninya selama 3 tahun bukankah itu tidak baik. Lagi pula kami tetap akan kembali setiap tahun baru kan " kata Baili membujuknya.


"Iss kenapa kita membicarakan masalah yang belum jelas ini. Surat kelulusannya belum juga keluar"kata ibu Baili yang sudah tua.


pada akhirnya semua orang bubar lagi dan namun kondisi tidak seharmonis sebelumnya. Terlebih dengan Ran Shadong yang jadi berpikiran buruk tentang ibu kandungnya sendiri.


Sejujurnya Ran Shadong sama sekali tidak merasa iri dengan keputusan ibunya ini. Dia hanya khawatir kondisi ibu akan menurun. Jika tidak ada yang memperhatikan


nya. Hatinya hanya tenang jika Baili membantu mengurusi ibu.


Baili tidak menanggapi apa yang dipikirkan oleh suaminya ini. Dia hanya tidur setelah makan malam dan bangun keesokan harinya dalam keadaan segar lagi.


Seperti biasa dia memanfaatkan ketidakhadiran Ran Shadong di kamar mereka.

__ADS_1


Kali ini dia mengemas banyak produk harian seperti sikat gigi odol sabun mandi shampo dan sebagainya.


karena tidak perlu melakukan pertukaran lagi tidak banyak hal yang perlu disiapkan namun begitu barang-barang ini harus dipastikan tetap ada.


Bukan tidak mungkin ada seseorang yang membutuhkannya suatu saat untuk dipertukarkan. Jadi Baili sedang mengisi persediaan gudang di lantai bawah.


Setelah menyelesaikan acara lari pagi berhadiah nya .Baili mulai mengambil pena dan sebuah buku. Dia menulis tentang apa-apa saja yang harus dilakukan sebagai persiapan untuk pergi ke Beijing.


Banyak hal yang dilakukan sebelum kepergiannya. Meskipun belum dipastikan Ran Shadong lulus atau tidak.


Salah satunya dia harus mencari seseorang yang mengganti posisinya untuk menerima dan mengirim barang untuk toko pertukaran yang saat ini sudah berada di tangan militer.


Bukankah dia menandatangani perjanjian 10 tahun dengan militer. orang ini harus bisa membaca dan menulis.


Dia juga haruslah seseorang yang bisa dipercaya. pekerjaannya cukup mudah hanya memastikan kualitas dan kuantitas produk yang akan dikirim.


Menerima uang dan daftar dari militer untuk sesi berikutnya. Terdengar mudah namun membuat pembukuan juga dipikir gampang-gampang susah.


Sebagai seorang usahawan tentu saja baili harus mengedepankan masalah untung dan rugi.


Jika dipikirkan lagi sebenarnya cukup merepotkan memiliki begitu banyak usaha.Tapi ini semua adalah uang yang tidak mungkin dia tolak.


"Uhh jadi kaya itu sebenarnya tidak mudah ya .Harus memiliki banyak pertimbangan selain dari ide" pikir Baili lagi.


Baili sangat ingin menjadi kaya tapi dia juga bercita cita jadi ikan asin seumur hidup.Jadi dia sangat tidak cocok berkerja keras seperti ini


Di ruang tunggu Baili merencanakan banyak rencana masa depan nya.Sementara itu Ran Shadong kembali dari luar tapi dia tidak menemukan menantu perempuan nya di kamar.


Hari ini dia harus pergi ke stasiun daur ulang sampah.Setelah lama pergi pasti ada banyak hal yang harus ditangani nya.


Dia sudah tidak melaporkan jika dirinya mengikuti ujian masuk ke universitas.Jadi ada rencana untuk mengganti posisi direktur lagi.


Ran Shadong berencana untuk mengundurkan diri lebih awal.Walau pun nantinya dia tidak lulus.


Ran Shadong bisa membantu Baili mengembangkan usahanya.Ran Shadong sudah mempelajari jika menantu perempuannya memiliki banyak ide yang tentu saja bisa membantu peningkatan untuk militer.


Tidak bisa masuk ke militer lagi dia juga masih bisa menyumbangkan tenaga dari sisi lain.


Jadi Ran Shadong optimis dengan ini.Dia harus menatap masa depan dan mencoba berjalan ke arah baru.Jika gagal sedikit itu tidak mengapa,lagi pula dia tidak takut kelaparan bersama menantu perempuannya.


Makan nasi lembut katanya, apakah Ran Shadong peduli.Hehehe


setelah tidak mendapati beli di manapun orang sadong tidak lagi mencarinya. dia yakin menantu perempuannya memiliki banyak hal yang harus dilakukan.


Jadi sebelum pergi dia berkata pada ibu Baili yang sudah tua "aku tidak kembali dalam dua atau tiga hari ini ada beberapa hal yang harus aku urus"


"apa yang kau lakukan sehingga tidak bisa pulang?" tanya ibu mertua Baili dengan heran.


Sejak Ran Shadong tidak lagi mengalami sakit di punggung. Dia lebih memilih kembali dengan mengayuh sepeda Phoenix.


"kupikir aku harus segera menyerahkan posisiku sebagai direktur stasiun daur ulang sampah lebih awal jadi ada beberapa prosedur yang harus dilewati untuk itu" jawab Ran shadong.


"Eh kenapa harus buru-buru mengundurkan diri bagaimana jika nyatanya kamu tidak lulus "kata ibunya lagi.


Keputusan Ran Shadong sangat ceroboh dan terkesan terburu-buru.


Bagaimana jika dia tidak lulus tapi sudah berhenti dari pekerjaannya sebagai direktur stasiun daur ulang sampah.


Bukankah ini sangat disayangkan sekali.


"jika aku tidak lulus aku bisa membantu menantu perempuan untuk mengurusi beberapa hal. Ayah mertua apakah keberatan jika aku makan nasi lembut" kata Ran shadong setengah bercanda.


Dia ingin melihat apakah ada penolakan dari semua orang tapi hal yang dia pikirkan sama sekali tidak terjadi.


"Hehehe jika kau tidak malu maka aku juga tidak akan malu dengan itu. nasi lembut dimakan dengan daging cincang bukankah enak hahaha"kata ayah tua baili yang juga setengah bercanda.


Putrinya adalah gadis yang diberkati oleh dewa .Walaupun pasangannya tidak bekerja dia juga tidak akan mati kelaparan karena itu.


Wajah ibu tua Baili juga memerah. Dia tidak menolak dengan ide ini. Mungkin lebih baik jika Ran Shadong tidak lulus. Jadi mereka tidak perlu meninggalkan desa.


Tapi bisakah orang tua berpikir menjadi egois tanpa memikirkan masa depan anak-anak.


Ran Shadong puas dengan jawaban itu. Dia tahu semua orang akan mendukungnya apapun yang dia putuskan.Sangat nyaman memiliki keluarga yang seperti ini.

__ADS_1


Jadi pagi itu Ran Shadong berangkat ke kota dengan sepeda Phoenix.Dia berangkat bersama Ayue yang pergi ke hainan melalui jalur kereta api.


Sementara itu kehidupan sibuk Baili di mulai lagi.


__ADS_2