Pot Emas Di Era 70

Pot Emas Di Era 70
116


__ADS_3

Kembali dari kota Jiang,baiyou segera kembali ke rumah nya.


Sebagai pekerja pabrik secara tetap dia berhak mendapatkan sebuah hunian berupa rumah tabung yang cukup lumayan bagus.


Baiyou jelas masih merasa kan panas di hati nya tapi dia tidak bermaksud untuk bertengkar.Dia di bujuk oleh orang tua agar bisa menjadi keharmonisan rumah tangga nya.


Namun begitu ini bukan berarti dia harus mengalah terus menerus.Dia juga bertahan bukan untuk di intimidasi di rumah sendiri.


Begitu masuk ke rumah, baiyou langsung di semprot oleh kakak ipar nya.


Baiyou tidak tahu jika saudara laki-laki menantu perempuan nya datang ke kota cahaya.Tapi ini sudah biasa juga jadi baiyou tidak heran lagi.


Hanya saja pembawaan ipar laki-lakinya ini jelas berbeda dari hari-hari yang sudah lalu. Begitu masuk dia menatap baiyou seperti seekor harimau yang lapar.


Baiyou tidak tahu apa yang salah dia masih menyapa iparnya itu dengan ramah seperti biasanya.


"Kakak tertua, kapan sampai?"


" You' er jangan berbasa-basi Aku ingin mengajarimu dengan banyak hal. kenapa kau berani menggertak Adik perempuanku ?Apakah aku sudah mati sehingga kau memperlakukannya seperti sekarang?" katanya dengan berkacak pinggang.


Tentu saja baiyou tidak tahu arah pembicaraannya.Dia baru pulang dan tidak mengetahui duduk permasalahannya.Namun begitu dia masih tetap melirik ke sudut sana. Di mana menantu perempuannya sedang menangis pelan.


Sebenarnya apa yang terjadi yang membuat kakak ipar laki-lakinya ini salah paham dan apa yang membuat menantu perempuannya menangis seperti itu.


"kapan aku menggertak menantu perempuanku? kakak ipar kami baik-baik saja di sini dan tidak pernah bertengkar. tanya saja dengan tetangga-tetangga yang lain jika tidak percaya " kata baiyou yang tidak enak.


Tanpa disadari bukan hanya menantu perempuan nya yang menangis. Rupanya menantu bai yang kedua juga ada di kamar dan dia juga menangis di sana.


Zhao liwen keluar dari kamar dengan mata merah,dia masih tersedu-sedu.Di belakang nya ada Zhao Yun juga,ini adalah ibu mertua baitou sendiri.


Tentu saja baiyou terkejut melihat mereka ada di rumahnya .Kenapa mereka di sini dan tidak di rumah baitou.


"Kalian di sini? apa yang terjadi, kenapa kalian ada di sini?" tanyanya dengan heran.


"You'er Jangan berpura-pura katakan di mana saudara laki-laki yang kedua"bentak Zhou Yun.


Baiyou merasa ada masalah di sini. Jadi dia tidak akan mengekspos saudara laki-lakinya begitu cepat. Tentu dia ingin tahu apa yang terjadi.Sehingga mereka tiba-tiba datang ke rumahnya dengan cara yang tidak bermartabat.


"aku bertanya di mana adikmu sekarang kenapa dia menghilang apakah kalian melakukan hal buruk yang tidak termaafkan Hem?" katanya lagi.


"apa maksudnya ini, apakah ini untuk memberikan air kotor di atas kepala adikku.Jelaskan apa yang terjadi dan jangan main hakim sendiri. Aku bisa saja memanggil biro keamanan umum dengan mengatakan pengrusakan barang pribadi" ancam baiyou lagi.


Wanita tua di desa memang garang dan bisa bertengkar di manapun mereka pergi. Tapi jika sudah menyebut biro keamanan umum tentu saja mereka sedikit ciut.


Nyali mereka tidak sebesar itu untuk berhadapan dengan hukum.


Tapi sebagai wanita desa yang sudah berpengalaman dalam hal bertarung, Zhou Yun menutup rasa ketakutan nya dengan berkacak pinggang dan berkata "apa kau pikir aku takut, aku akan berteriak agar kalian malu saat ini"


"Oke ,bibi wan,bantu aku memanggil biro keamanan umum. Mereka sudah begitu keterlaluan dan melanggar hak privasi orang lain" kata baiyou yang tidak kalah kerasnya.


Baiyou memanggil tetangga sebelah yang tentu saja sedang menjulurkan leher untuk menyaksikan kegembiraan.


Mendengar namanya di sebut, mata nya sedikit bergetar, harus kan dia pergi.


Walaupun orang yang dipanggil tidak bergerak tapi ini sudah memberikan reaksi yang lumayan apa ada wanita tua itu.


Wajahnya yang tadi garang segera mengendur dengan cepat.

__ADS_1


"You 'er aku datang dari kampung untuk meminta bantuan pada putriku. ini hanya rp100 saja tapi mana tahu dia berkata jika uangnya ditahan sehingga dia sama sekali tidak memiliki pegangan di kota ini"


"kami datang tapi tidak bertemu dengannya. Siapa tahu kalian dua saudara pergi ke desa jiang Chun. Apakah uang itu diberikan kepada Bai xinxin untuk biayanya ke Beijing, begitu?"katanya berapi-api.


cucu laki-lakinya akan mengatakan ciuman pada gadis kota, mereka sudah saling cocok tapi maharnya harus dilebih-lebihkan mengingat gadis itu adalah gadis kota.


Dia datang untuk meminta Zhao liwen untuk menambahkan mahar.Katanya hanya rp100 tapi sebenarnya dia menuntut Rp 300 pada zhao liwen sebelum ini.


Sejak tinggal di kota cahaya memang kerap kerap kali didatangi oleh keluarga kelahirannya di rumah.mereka meminta uang tentunya Dan beberapa makanan nasional yang susah payah dia dapatkan.


Sebelum ini baik-baik saja karena dia masih memiliki simpanan untuk itu.Apalagi baitou tidak hanya mendapatkan uang dari gaji di pabrik besi bekas.


Tapi dia juga melakukan beberapa hal seperti merakit sepeda dan membuat aksesoris lainnya.


Baitou juga selalu beruntung dan uang yang didapatkan dengan hasil sampingan ini, kerap kali lebih besar dari gaji itu sendiri.


dulu baitou selalu mempercayakan uang yang dihasilkan kepada menantu perempuan. Dan dia tidak pernah bertanya berapa tabungan yang mereka miliki saat itu. Jadi tidak masalah sama sekali untuk mengirimkan beberapa rupiah ke rumah kelahirannya.


Hanya saja sejak bai xinxin menikah dulu, kedua saudara ini kompak untuk memotong uang secara keseluruhan.Selain biaya makan mereka tidak mendapatkan apapun lagi .Dengan begitu uang apa yang masih ada di saku Zhou liwen saat ini.


Sudah beberapa kali keluarga mengirimkan pesan agar dia segera menyimpan dana untuk itu. Tapi dia tidak bisa menjawabnya.


Hanya dengan begitulah wanita tua ini langsung tiba ke kota cahaya untuk memberikan menantu perempuan baitou ini pelajaran yang lengkap.


Awalnya dia tidak mengaku Tapi setelah mendapatkan beberapa makian dan kata busuk dari ibu kandung sendiri jauh lewat akhirnya menceritakan ini tanpa sembunyi.


Tentu saja wanita tua itu merasa marah dan menganggap uang yang dihasilkan dari menantu laki-lakinya adalah milik keluarga.


Karena mereka beranggapan keluarga baitou tidak lagi membutuhkan uang kecil itu.


Mendengar kata-kata wanita tua itu yang salah alamat. Tiba-tiba baiyou terkekeh-kekeh sendirian, beberapa orang memandangnya seperti orang yang tidak waras.


Tapi dia tidak pikir hal ini sesederhana itu. Jadi dia mengalihkan pandangannya kepada kakak ipar laki-laki yang sejak tadi terlihat begitu arogan namun bermental kertas.


Pria ini sejak awal masih tegak tapi begitu mendengar kata biro keamanan umum tadi dia langsung diam dan berdiri di sudut tanpa suara.


"Oke kakak ipar,sekarang aku bertanya apa tujuanmu datang ke sini .Apakah ingin meminta uang seperti mereka?"kata baiyou.


"Suami ku ,kau...


Menantu perempuan baiyou ini tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka. Jelas dia berpihak kepada saudara laki-laki, dengan begitu baiyou terkekeh lagi.


Tapi dia sedang menunggu menantu perempuannya ini berbicara sendiri alih-alih dia yang menyebutkannya.


"aku..aku..ibu sakit jadi dia membutuhkan sedikit uang , Hem Bisakah kamu memberikannya sedikit"kata he lanlan yang berkeringat.


"ibu sakit benarkah itu penyakit apa dia lalu berapa yang bisa kita pinjam kan?"baiyao tidak heran dengan logika seperti ini. Bulan lalu ayah tuanya yang sakit bulan ini ibunya yang mengambil posisi.


Bagaimana pula dengan bulan depan .Apakah seseorang dalam keluarga itu akan melahirkan, walaupun jelas tidak ada yang sedang hamil.


"Ini Hem ...


"kata dokter ibu memerlukan dana paling sedikit rp400 kok bisa mengeluarkannya sekarang atau meminjamnya terlebih dahulu"kata nya yang tegas.


He Jun melihat he lanlan ingin berbicara. Tapi mulutnya pasti tidak akan menyebutkan nilai nominal yang besar .jika buruk mungkinkah ini hanya akan menjadi100 sen saja. itu tidak mungkin.


Jadi he Jun bergegas memotong pembicaraan dan membuka mulutnya lebar-lebar.

__ADS_1


Sekali buka, ini adalah Rp 400.


"Ohh jika aku tidak punya kalau memaksaku untuk meminjam? Bagus benar pemikiran kalian dasar lintah penghisap darah"kata Bai You.


beberapa kali dia diajari oleh ibu yang sudah tua melalui telepon.perasaan marah dan terhina itu tetap ada seharusnya dia bisa menyimpannya lebih lama tapi melihat kejadian hari ini sepertinya tidak bisa dibiarkan lagi.


Rp 400 ini adalah gaji lebih dari satu bulan di pabrik.berani membuka mulut dengan nominal seperti itu Bukankah artinya Dia sudah terbiasa.


sesungguhnya beliau juga tidak pernah menghitung berapa uang yang sudah dia simpan selama beberapa bulan ini.


Tapi itu hampir satu Rp 1000.


Jika dia yang memegang uang selama beberapa bulan bagaimana Ki ceritanya uang yang disimpan oleh menantu perempuannya sejak tinggal di kota cahaya.


Mereka tinggal di kota cahaya sudah lebih dari satu tahun, ke mana uang Itu disimpan oleh menantu perempuannya.


Jadi beginilah cara dia menghabiskan uang-uang tersebut.Uang yang dihasilkan dengan darah dan cucuran keringatnya ini .Sebenarnya dihabiskan begitu saja dengan orang-orang yang tidak relevan.


Sedangkan ibu kandung yang sudah melahirkannya tidak pernah menikmatinya satu sen pun .Apalagi dengan adik perempuan yang sudah bersusah payah mencarikan dia pekerjaan di kota.


Berpikir seperti itu baiyou makin marah saja dan matanya langsung menancap ke kepada menantu perempuannya yang baik.


"menantu perempuan ,aku ingatkan kau lagi tentang masa lalu.Dulu kita hidup susah di desa, kemana saja keluarga kelahiran mu.Saat kau melahirkan anak-anak mereka sama sekali tidak pernah datang"


" Tapi sekarang mereka datang begitu kita sudah menghasilkan uang ,apa kau tidak berpikir dengan otakmu yang sekecil kacang itu?" kata baiyou dengan keras.


hal ini segera menampar wajah menantu perempuannya dengan kasar dia juga menyadari ini tapi Siapa suruh membuat mereka menjadi keluarga kelahirannya.


Dulu mereka miskin, jangankan untuk datang menyapa pun tidak. Begitu juga dengan he lanlan sendiri, dia merasa tidak memiliki wajah di rumah keluarga kelahirannya saat itu.


Tapi sekarang berbeda jauh, dia sudah memiliki tempat di hati keluarganya. Apalagi sudah begitu banyak uang dan uang yang dia kirimkan ke rumah. Bukankah ini menjadi nilai plus di hati ayah dan ibunya.


Lagi pula baiyau tidak pernah benar-benar marah, dia mungkin marah saat ini.Tapi untuk membujuknya lagi ,ini hanya masalah kecil.


Berpikir seperti itu He lanlan masih sedikit arogan, dia berkata"itu wajar karena dulu kita miskin.Kita tidak bisa membantu orang tua tapi sekarang berbeda.Kita memiliki gaji yang tetap dan makanan nasional. apa salahnya membantu selagi kita masih berkemampuan"


jika orang berpikiran lurus kata-kata Ini memang benar adanya anak mana yang tidak boleh membantu keluarga sendiri Sementara mereka memiliki kemampuan untuk itu Tapi orang yang berbicara itu tidak mengetahui apa yang terjadi di balik ini mereka hanya berbicara berdasarkan kata-kata sepihak saja.


"sudah 1 tahun lebih kita di sini ke mana uang tabungan yang kau katakan itu apa semuanya sudah kau habiskan untuk keluargamu sendiri?


"Aku ingin bertanya kepada kalian di sini yang hadir. Apakah hal ini bisa dikatakan wajar ,ibu mana yang tidak pernah merasakan uang dari anak laki laki sendiri?"


Semua orang menggeleng-geleng dan menjawab tidak tahu .Tentu saja mereka tidak mengerti ke mana baiyou berbicara, jadi dia melanjutkannya lagi dengan kembali menatap menantu perempuannya dengan amarah yang sudah sampai ke ubun-ubun.


"itu ibuku, sejak bekerja di kota cahaya ini. Kami tidak pernah mengirimkan satu sen pun pada ibuku. Keluargaku tidak berbicara apa-apa tapi keluarga mereka yang memakan semua itu tanpa bertanya padaku terlebih dahulu. Kata menantu perempuan dia menyimpannya untuk menabungnya demi anak-anak tapi di mana uang itu sekarang?


"kalian pasti tidak tahu kan, uang itu semua sudah dihabiskan untuk keluarga kelahirannya yang tercinta. Bulan lalu ayahnya sakit ,bulan sebelumnya kakak iparnya jatuh di ladang. Sebelumnya keponakannya kecelakaan dan bulan ini ibu tuanya yang sakit.Jadi aku ingin tahu apa cerita setelah di bulan ini. Siapa lagi yang sakit dan siapa lagi yang mati di keluargamu?"


He lanlan jadi pucat pasi mendengar pertanyaan ini.Tidak apa-apa jika ditanyakan di dalam rumah ,tapi sekarang semua orang sedang mendengarnya dan dia akan menjadi bulan-bulanan di area perumahan ini nantinya.


Ini tidak baik.


Baitou belum tahu apa yang terjadi. Tapi dia kembali ke rumahnya sendiri. Hanya dari tetangga dia mengetahui jika menentu perempuannya pergi ke rumah kakak laki-laki pertama untuk bertengkar.


Dia buru-buru pergi ke rumah kakak laki-laki tertuanya untuk menarik kembali menantu perempuan ke rumah. Tapi siapa tahu ,dia sudah mendengar perdebatan aneh.


Menantu perempuan dan mertua ibu mertua juga ada di sana dalam posisi yang hampir mirip.

__ADS_1


Apakah tujuan mereka di sini untuk menabur benih-benih perselisihan di dalam rumah tangga kakak laki-laki tertuanya.


__ADS_2