Pria Gila Kaya Raya

Pria Gila Kaya Raya
Pgykr 9


__ADS_3

Narita pun langsung menarik bahu Nadira supaya lebih maju kedepan, "Tentu saja boleh, putriku ini seperti nya sangat serasi dengan nak Andreas" ucap Narita


"Buuuu, jangn mempermalukanku terus, dia, dia hanya teman bu" ucap Nadira merasa tidak enak hati pada Andreas


"Sudah sana, kamu pergi" ucap Narita


"Ya sudah, mari" ucap Andreas mempersilahkan Nadira untuk jalan bersamanya


"Iya" Nadira pun melangkahkan kaki dan tongkatnya untuk berjalan bersama Andreas menuju ke mobilnya


Sementara Narita terlihat sangat girang melihat putrinya berjalan berdampingan dengan pemuda yang menurutnya kaya itu, "Akhirnya, ada juga pria kaya yang mendekati mu dira, itu artinya langkah untuk membalas wanita ****** itu hanya tinggal menunggu waktu saja, semoga kamu bisa membuat dia menikahimu dira" gumam Narita pelan


.


.


Sementara Arfan yang ada di dalam mobil pun hampir meneteskan air liurnya karena melihat penampilan Nadira sekarang, pandanganya tidak lepas dari wajah cantik gadis muda yang selisih satu dekade dengan usianya itu,,


Sesampainya di depan mobil, Andreas pun langsung membukakan pintu depan untuk Nadira "Silahkan masuk"ucap Andreas


"Iya terimakasih" ucap Nadira, diapun segera masuk ke mobil Andreas itu


Andreas pun segera ke sisi lain mobil untuk naik ke kursi pengemudi, Karena dia memang tidak mengajak supirnya sekarang


Andreas pun segera duduk di belakang kemudi mobilnya, sementara Nadira nampak sedikit grogi karena merasa dia hanya berduaan saja dengan Andreas sekarang, namun


"Ehmm,," Arfan yang hanya memperhatikan punggung Nadira pun berdehem untuk menunjukan eksistensinya


Sontak Nadira pun menoleh pada Arfan, dan Arfan pun malah langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain


"O Iya, dia kakaku, namanya Arfan ednan, dia akan ikut makan bersama kita, tidak apa kan kalau kita makan bertiga" tanya Andreas


"Ti tidak papa," ucap Nadira semakin gugup saat tau kakak dari Andreas juga ada di dalam mobil itu


"Baguslah kalau begitu" Andreas pun segera melajukan mobilnya untuk mencari Restoran yang nyaman untuk mereka makan


Dan setelah beberapa saat berkendara, Andreas pun memarkirkan mobilnya ke salah satu restoran mewah yang punya tema romantis didalamnya,


Dan mereka bertiga pun segera keluar dari dalam mobilnya, Arfan dengan sigap turun lebih dulu untuk membantu Nadira Turun dari mobil, diapun mengulurkan tanganya pada Nadira yang sudah membuka pintu mobilnya sendiri

__ADS_1


"Biar ku bantu" ucap Arfan


"Terima kasih" ucap Nadira, dia pun langsung meraih tangan Arfan untuk di jadikan pegangan saat dia turun dari mobil, dan Nadira sangat tersentuh oleh perlakuan dari kedua kakak beradik ini, dia merasa kalau dirinya sangat di istimewa kan oleh kakak beradik yang sama sama berwajah tampan itu


Tapi entah kenapa Nadira merasa sangat familiar saat dia melihat sosok Arfan, padahal dia merasa tidak pernah bertemu atau melihat wajahnya di media masa,, Nadira pun sesekali mencuri curi pandang pada Arfan saat mereka bertiga berjalan masuk kedalam Restoran


Dan Saat mereka sudah duduk pun Nadira terus memperhatikan Arfan saat dia fokus pada buku menu untuk memesan makanan


"E ehem, sepertinya kamu tertarik dengan kakaku" ucap Andreas yang kebetulan melihat gelagat dari Nadira itu


"Hah??, Tidak, siapa yang memperhatiakan kakakmu, aku hanya kebetulan saja melihat ke arahnya" sangkal Nadira dengan sedikit gelagapan


"Oh, begitu ya" ucap Andreas tidak memperpanjang topiknya, meskipun sebenarnya dia tau kalau Nadira memang memperhatikan Arfan


Sementara Arfan merasa senang karena tau Nadira mencuri curi pandangan ke arahnya,, meskipun dia sebenarnya tidak sadar tentang hal itu


Dan Setelah semuanya memesan makanan masing-masing, Arfan pun menatap wajah Nadira yang Sekarang hanya melihat meja "Namamu Nadira kan?" tanya Arfan membuka obrolan


"Iya kak, saya Nadira" jawab Nadira


"Kamu sangat cantik, apa kamu sudah punya pendamping??" Tanya Arfan


"Kalau misalnya Andreas mau jadi pacar mu, apa kamu akan menerima nya?" ucap Arfan


"Kaaak,,, ini pertemuan pertama ku dengan Nadira, jangan dulu bahas maslah seperti itu" ucap Andreas


"Aku hanya bercanda, O yah nona Nadira, menurutmu aku tampan tidak?" tanya Arfan asal


Nadira pun langsung tersenyum bingung ke arah Arfan sambil sedikit memperhatikan nya "Kakak sangat tampan, menurutku kalian terlihat seperti kembaran, O yah, berapa selisih usia kakak dan Andreas??" tanya Nadira penasaran


"Kami hanya terpaut 5 tahun" ucap arfan,


"Sungguh??, kukira umur kalian tidak jauh berbeda, ternyata lumayan cukup jauh juga, berapa usia kak Andreas sekarang?" tanya Nadira yang sudah bisa memembuang sedikit kecanggungan nya


"Aku baru 25, dan kakaku sudah hampir kepala tiga" ucap Arfan


"Benarkah?, seperti nya wajah kalian itu lebih muda daripada usia kalian, kukira kita seumuran," ucap Nadira tersenyum


"Memangnya berapa usiamu sekarang?" tanya Arfan

__ADS_1


"Aku 20 kak, dan bulan depan usiaku akan bertambah" ucap Nadira


"Masih cukup muda ternyata" ucap Arfan


"Sudah dulu ngobrolnya, kita makan dulu, gak enak kalau keburu dingin kan" ucap Andreas


"Oh iya, mari" ucap Nadira langsung mengambil garpu dan pisaunya untuk menyantap makanannya


Mereka pun segera menyantap makanan utama mereka yang sekarang sudah tersaji di meja


Nadira pun makan dengan tersenyum senyum, dia sedikit lupa kapan dia terakhir kali bisa makan enak seperti itu, dan juga yang membuatnya lebih senang adalah bisa makan bersama dengan dua pria tampan itu


.


Setelah mereka menyelesaikan makan siang mereka, mereka tidak langsung pulang, dan mereka berbincang lagi sejenak


"Kamu ingin kemana setelah ini?" tanya Arfan pada Nadira


"Aku langsung pulang saja, aku masih harus menunggu gerai ku lagi, gak enak Soalnya sama yang punya kalau lama lama main" ucap Nadira


"Baiklah kalau begitu kita langsung antar kamu pulang,, Oh sebentar, ada sesuatu untukmu" ucap Andreas yang langsung merogoh sesuatu dari saku jasnya dan diapun mengeluarkan sebuah kotak perhiasan kecil dari sakunya itu dan langsung menaruhnya di meja di depan Nadira


"Apa ini??" tanya Nadira bingung


"Itu untuk mu,, anggap saja sebagai hadiah pertemuan kita, dan semoga saja kamu menyukainya" ucap Andreas


Nadira pun penasaran ingin melihat apa isi dari kotak pipih tersebut "Boleh aku melihatnya" tanya Nadira basa basi


"Tentu saja, Bukalah" ucap Andreas


Nadira pun mengambilnya dan membuka kotak perhiasan berwarna hitam itu, dan diapun langsung melihat sebuah Liontin berlian yang cukup indah di dalamnya


"Ini ini pasti mahal, aku sepertinya tidak bisa menerimanya," ucap Nadira menutup kembali kotak nya dan menaruhnya lagi di meja


"Kalau kamu tidak menerima nya, berarti kamu tidak menghargai pemberian ku, dan aku akan sedikit kecewa" ucap Andreas


"Bu bukan begitu, tapi kurasa ini terlalu berlebihan" ucap Nadira


"Terima saja, niat yang baik harus di hargai kan?" ucap Arfan ikut ambil suara, karena sebenarnya kalung itu juga dia yang menyuruh Andreas untuk memberikannya pada Nadira

__ADS_1


__ADS_2