Pria Gila Kaya Raya

Pria Gila Kaya Raya
Pgykr 5


__ADS_3

Nadira pun langsung tertawa kecil mendengar pernyataan dari Arfan itu, "Iya Iya, aku percahya, ternyata kalau sudah kenal, paman pandai menghibur juga ya, aku awalanya takut lho pada paman" ucap Nadira, dia tidak menganggap ucapan Arfan itu perkataan yang serius, dia hanya menganggap itu hanya ucapan yang keluar dari orang yang kejiwaannya terganggu


"Akan ku tepati ucapanku itu" ucap Arfan


Saat mereka sedang asik asik mengobrol sambil menikmati gorengan hangat, Lagi lagi Narita datang ke pos itu untuk mencari Nadira, namun kali ini dia datang dengan menangis


"Nadira,, Kenapa kamu malah menemui si gila ini lagi, kenapa tidak pulang, Apa kamu tau, rumah kita sudah di segel debt kolektor dira" ucap Narita sambil berlinang air mata


"Apa!!!!????, rumah kita di segel bu?" ucap Nadira yang nampak kaget, dia langsung bangkit dari duduknya dan berdiri di pintu masuk pos


"Iya, semua barang barang dari rumah kita sudah di keluarkan debt kolektor itu, kuncinya juga sudah mereka ambil dira" ucap Narita


"Terus kita akan tinggal di mana nanti bu?" tanya Nadira sedikit khawatir


"Ibu juga tidak tau, apa kamu bisa pinjam uang pada bosmu, untuk membayar tunggakan tagihannya, ibu tidak bisa meninggalkan rumah itu, tinggal itu satu satunya aset yang kita punya sekarang" ucap Narita sambil mendudukkan dirinya di tanah


"I Iya bu aku akan coba untuk mencari pinjaman pada bosku, sekarang ibu tahan dulu debt kolektor itu, aku akan secepatnya mencari pinjamannya bu" ucap Nadira


"Baik, ibu tunggu kamu di rumah,, Ibu harap kamu bisa cepat dapatkan uangnya" ucap Narita sambil mencoba bangkit lagi dan segera pergi


"Hhhhh,, ini semua karena gaya hidup Ibu yang tidak pernah berubah, jadi gini kan akhirnya,,, di kasih pinjaman gak ya dari bos??" gumam Nadira sambil mencoba untuk menghubungi pemilik gerai yang di jaganya


"Nadira" panggil Arfan


"Maaf Paman, aku harus mengurus dulu masalah keluarga" ucap Nadira tanpa menoleh


Arfan pun melemparkan dua gepok uang di lantai di depanya 'Plak', bunyinya terdengar sedikit nyaring


"Apa uang segini akan cukup untuk melunasi hutang ibumu?" ucap Arfan


Nadira pun langsung menoleh pada Arfan, dan dia sedikit tercengang saat melihat dua ikat uang merah di depan Arfan itu


"Paman, kamu dapat dari mana uang sebanyak itu, apa itu uang asli" tanya Nadira sedikit heran


"Tentu saja,, Kamu bisa memakai uang ini untuk melunasi hutang ibumu" ucap Arfan


"Tapi, tapi itu uang siapa?" tanya Nadira


"Kamu pakai saja, aku jamin tidak akan ada masalah jika kamu menggunakanya" ucap Arfan

__ADS_1


Nadira pun merenung sejenak, dia ragu ragu untuk mengambil uang itu, Karena itu bukan jumlah yang sedikit untuknya di kehidupan yang sekarang, yang jauh berbeda dari kehidupan saat dia masih bekerja kantoran, tapi dia sekarang memang sangat membutuhkan uang itu "Tapi Paman, aku, aku tidak yakin bisa mengembalikan uangnya dalam waktu dekat" ucap Nadira


Arfan pun mengambil uangnya yang tergeletak di lantai itu dan langsung memberikannya pada tangan Nadira, "Pakai saja, sana, keburu debt kolektor nya pergi" ucap Arfan


"I Iya Paman, aku aku pakai dulu uang ini, maaf ya" ucap Nadira, meskipun dia sangat heran darimana Arfan mendapatkan uang nya, tapi dia tidak banyak berpikir lagi, krena yang dia pikir kannya sekarang dia harus segera menyelamatkan tempat tinggalnya itu agar tidak di ambil alih oleh orang lain


"Aku aku akan kembali lagi nanti," ucap Nadira, diapun segera bergegas keluar dan langsung bergegas pulang ke rumahnya


Sesampainya di sana dia melihat kalau ibunya sedang memohon pada salah seorang debt kolektor


"Aku mohon pak, jangan bawa kunci rumah ini, anak saya akan segera datang membawa uangnya, aku mohon tunggu sebentar lagi" ucap Narita sambil memohon di tanah


"Kami tidak bisa toleransi lagi pada ibu, sudah 4 bulan ibu menunggK pembayaran, itu sudah merupakan keringanan dari kami, jadi dengan sangat terpaksa kami harus menyegel rumah Ibu ini" ucap Debt kolektor berpakaian formal dengan jaket kulit hitam itu


Nadira pun segera menghampiri debt kolektor itu "Tunggu pak, saya bisa melunasi tunggakannya, saya bawa uangnya, jadi saya mohon jangan segel rumah ini" ucap Nadira langsung memberikan satu ikat uang dengan nominal sepuluh juta, "Kurasa ini cukup untuk melunasi tunggakan dan sisanya, jadi sekarang kembalikan ruamh kami" ucap Nadira


"Baiklah, kami terima uangnya, dan ini kunci rumah Ibu, kalau begitu aku akan menyiapakan tanda bukti untuk hutang kalian yang sudah di lunasi" ucap orang itu yang langsung mengambil uangnya dan mengembalikan kunci Rumah Nadira


Narita pun sedikit heran putrinya ternyata datang tepat waktu memabwa uangnya, tapi dia sedikit menyayangkan 'kenapa uangnya di bayarkan semuanya' batinya


Narita pun langsung berdiri dan menghapus air matanya "Pak, kalau boleh pembayarannya yang tunggakan beserta dendanya saja, aku masih perlu uang sisanya untuk keperluan Lainya" ucap Narita


Ibunya pun langsung menghela nafasnya karena merasa kecewa dengan keputusan Nadira itu


"Ini bukti pembayaran nya, dan sekarang tidak ada lagi hutang piutang antara kalian dan bank kami, Terimakasih atas partisipasi nya, kalau gitu saya langsung pergi,, permisi" ucap salah satu debt kolektor itu


"Iya pak, terima kasih" ucap Nadira


Debt kolektor itupun segera pergi dengan motornya


"Kamu kenapa membayar kan semua uangnya, ibu juga butuh uang Dira" ucap Narita


"Sudah cukup bu, uang itu juga masih harus ku kembalikan pada yang punya, aku tidak mau harus terus menumpuk hutang ke banyak Orang" ucap Nadira langsung berlalu dari hadapan ibunya dan segera membuka pintu ruamhanya,


kemudian diapun membereskan lagi barang barang yang sudah di keluarkan oleh debt kolektor itu


"Dasar anak tidak pengertian" gerutu Narita kesal, diapun juga segera membantu Nadira untuk membereskan perabotan rumahnya lagi


.

__ADS_1



Setelah Beberapa saat Nadira pun sudah selesai membereskan barang ke tempatnya semula "Aku harus kembali ke gerai lagi bu, takutnya bosa akan mengomeliku jika aku menutupnya terlalu lama" ucap Nadira


"Pergi saja" ucap Narita


"Iya" ucap Nadira, diapun segera keluar rumah dan segera bergegas lagi ke pos tua itu, dia berniat mengembalikan uang sisa pembayarannya pada Arfan, karena dia hanya memakai uangnya separuhnya saja


Tidak Butuh waktu lama diapun kini sudah sampai di pos Arfan "Paman, terima kas................" ucapanya pun terhenti saat dia tidak melihat pria lusuh itu di sana


"Paman, kamu di mana?" Nadira pun masuk dan mencari ke dalam toilet kecil yang ada di dalam, tapi Arfan tidak ada di sana, diapun keluar lagi dan mencarinya di sekitaran pos itu


"Paman,,,, Paman" panggilan Nadira, dia sedikit Heran karena tidak biasanya Arfan meninggalkan posnya itu


Sementara Arfan kini sudah duduk di dalam sebuah mobil yang sangat dekat dengan nadira yang mencarinya, namun nadira tidak menyadari itu,,


Dan arpan pun hanya memperhatikan Nadira yang sedang kebingungan mencarinya


"Kak, dia mencarimu, apa kamu tidak ingin berpamitan dulu padanya??" tanya Andreas yang duduk di samping Arfan


"Tidak perlu, aku tidak ingin ada perpisahan" ucap Arfan


"Apa maksudmu kak?, Kamu bisa terus menemuinya kalau kamu mau kan" ucap Andreas


"Apa kamu tau, dia sangat menyukai mu, dan dia sangat berangan angan untuk bisa bertemu denganmu, jadi aku harap kamu bisa menemuinya, kalau perlu jadikan dia pendamping mu" ucap Arfan


"Mana bisa begitu kak, apa kamu benar benar tidak menyukainya? dia gadis yang baik kak, dia juga cantik" ucap Andreas


"Aku hanya tidak ingin mencintai lagi, itu terlalu rumit, aku ingin menunggu seseorang yang bisa mencintaiku juga, tanpa ada paksaan, dan tanpa ada syarat" ucap Arfan


"Baiklah, kalau itu sudah jadi keputusan mu, aku sangat memahami itu" ucap Andreas


"Ya Sudah, kita jalan sekarang" ucap Arfan


"Baiklah,,,,, jalan pak" ucap Andreas pada supirnya


Dan mobil itu pun segera pergi dari hadapan Nadira yang masih kebingungan mencari Arfan


"Paman kemana ya?, tidak biasanya dia pergi, tapi ya sudahlah mungkin dia akan kembali lagi nanti" gumam Nadira, diapun berhenti mencari Arfan dan kembali ke gerai nya lagi

__ADS_1


__ADS_2