
Arfan Dan Nadira segera bergabung ke tempat yang sudah di pilih Andreas dan Sindi, mereka pun melanjutkan acara dengan diner bersama di meja masing masing, karena memang terdapat dua meja bundar di tempat yang Andreas pilih itu
Mereka juga berfoto bersama dengan latar belakang pemandangan kota B saat malam, dan hasilnya juga trlihat Cantik di jepretan kamera mereka
Setelah mereka puas menikmati double date mereka, mereka pun segera kembali ke kendaraan masing-masing dengan mood yang sangat baik
"Apa kalian akan langsung pulang?" tanya Sindi
"Kalau aku terserah Arfan saja" ucap Nadira
"Kurasa ini sudah malam, lebih baik kita segera pulang" ucap Arfan
"Baiklah, kita juga langsung pulang saja kalau begitu" ucap Andreas
Arfan segera memakai helmnya dan segera naik ke motornya, Nadira juga mengenakan helmnya lagi dan naik ke motor Arfan lagi
"Sampai jumpa lagi besok Sind" ucap Nadira dengan melambaykn tangan pada Sindi dan Andreas yang masih di luar mobil
"Sampai jumpa juga Nadi" balas Sindi, dan mereka juga segera naik ke mobil Andreas
Arfan segera melajukan motornya lebih dulu, dan memacu motornya di jalanan kota B lagi dengan kecepatan sedang untuk mengantar Nadira pulang
Namun, saat Arfan baru sampai di pertengahan jalan pulang, dia merasakan ponsel di sakunya bergetar, jadi Arfan langsung menepikan motornya di pinggir jalan
"Ada apa?, jangan bilang kalau kamu mau minta itu lagi di sini" ucap Nadira
"Tidak, ponselku berbunyi, aku mau melihatnya dulu, mungkin penting" ucap Arfan, dia merogoh ponselnya dan melihat kalau itu panggilan dari nomor Dinda
"Siapa?" tanya Nadira
"Dinda,,, kenapa dia menelponku malam malam seperti ini?, tumben" ucap Arfan
Arfan mengangkat panggilan nya,
"Hallo Dind"
📲"Hallo kak, Oma di bawa kerumah sakit sekarang, dia jatuh dari kursi rodanya tadi, apa kak Arfan bisa pulang sekarang?" tanya Dinda dengan menangis
"Apa????!!!!, oma di bawa kerumhasakit, Baiklah, kakak akan segera kesana sekarang, tunggulah" ucap Arfan yang kaget mendengar kabar dari Dinda itu
📲"Iya kak, cepat ya" ucap Dinda
"Iya, secepatnya kakak akan kesana" ucap Arfan, dia segera mengakhiri panggilan nya dan menoleh pada Nadira
__ADS_1
"Oma masuk kerumhasakit, aku harus segera kesana sekarang, apa kamu bisa naik taksi untuk pulang?" tanya Arfan
"Oma kenapa ??!!,, apa boleh aku ikut menjenguknya juga?" tanya Nadira juga sedikit kaget
"Apa kamu yakin??, tempat tinggal oma lumayan jauh kan" ucap Arfan
"Tentu saja, aku bisa ijin nanti ke papah" ucap Nadira
"Baiklah kalau begitu, pegangan lah" ucap Arfan
"Baik" Nadira menurut dan langsung berpegangan erat ke pinggang Arfan
Arfan segera menarik pedal gas motornya itu dalam dalam, dan motor tua Arfan itu segera melesat di jalanan kota B lagi, dan arfan memacu motornya lebih cepat daripada sebelumnya supaya dia cepat sampai ke tempat Omanya
.
…
Setelah sekitar 30 menit Arfan memacu motornya dengan kecepatan tinggi, Arfan akhirnya sampai di depan sebuah rumah sakit di daerah tempat Omanya tinggal
Dia langsung masuk ke rumah sakit itu dan segera menanyakan ruangan kamar Omanya kepada suster yang berjaga di meja resepsionis
Dan Arfan pun segera bergegas ke ruangan yang sudah di beritahukan Suster itu
Dinda langsung menghampiri Arfan dengan menangis saat dia melihatnya masuk
"Kakak," Dinda memeluk Afan dengan air mata yang membanjiri wajahnya
"Kamu tenang, oma pasti akan baik baik saja" ucap Arfan mencoba menenangkan Dinda
Arfan segera berjalan ke arah oma nya dengan tetap di peluk olh Dinda yang menangis di sampingnya
Setelah dia sampai di ranjang rawat Omanya, dia melepaskan Dinda dan segera meraih dan mencium tangan Oma Laura "Maaf Oma, aku tidak bisa menjaga mu dengan baik" ucap Arfan pada Oma Laura yang terbaring lemas itu
Sementara Dinda langsung di gandeng Nadira dan menangis di bahunya
Arfan menoleh pada Paman Kevin dan Tante juli yang ada di sisi lain tempat rawat Oma "Paman, kenapa Oma bisa jadi seperti ini" tanya Arfan dengan suar pelan
"Perawat pribadi bunda bilang, dia tiba tiba saja kejang sesaat sebelum dia meminum obatnya, dia jatuh dari kursi rodanya dan langsung tidak sadar kan diri" ucap Paman Kevin
Mata Arfan langsung berkaca kaca dan menatap lekat wajah Omanya yang mengenakan masker oksigen "Oma, bangunlah, ini aku, Arfan" ucap Arfan dengan terus memegangi tangannya
Dan Oma Laura pun perlahan membuka sedikit matanya "A Arfan" ucap Oma Laura dengan terputus putus
__ADS_1
"Iya Oma, aku di sini, Andreas juga sebentar lagi pasti kesini" ucap Arfan
"Arfan, Oma hanya ingin titip pesan padamu, jagalah Dinda, waktu Oma mungkin tidak akan lama lagi hidup di dunia ini" ucap Oma
Sontak Dinda pun langsung meraung keras dengan memeluk Nadira karena mendengar pernyataan Oma Laura
"Oma, Oma jangan bilang begitu, Oma pasti kuat, Oma pasti akan baik baik saja seperti sebelumnya" ucap Arfan
"Tidak, Oma sudah lelah Arfan, Oma sudah tidak ingin merepotkan kalian lagi" ucap Oma Laura
"Apa yang Oma bicarakan, Oma tidak pernah merepotkan siapa pun" ucap Arfan
"Oma sudah merasa cukup, Oma bangga bisa melihat cucu cucu oma bisa mewujudkan mimpi mimpinya, Dinda juga sudah tumbuh semakin besar dan cantik sekarang, tapi ada satu hal lagi yang ingin Oma lihat sebelum Oma pergi, ya itu pernikahan cucu oma" ucap Oma Laura dengan suara yang samar-samar
'Teg', Dada Arfan sontak terasa pengap, karena itu memang hal yang selalu di minta Oma padanya, tapi dia memang belum bisa mewujudkan nya hingga detik ini, dan dia juga sedikit tidak yakin kalau Nadira mau di nikahinya secepatnya
Jadi Arfan hanya bisa terdiam dan tidak berani memberikan janji apapun pada Omanya
Arfan melirik Nadira yang masih memeluk Dinda, namun Nadira Yan menangis juga hanya fokus untuk menenangkan Dinda
Tidak lama Andreas juga datang dan langsung menghampiri Oma
"Oma, Oma kenapa?" tanya Andreas panik
Arfan melepas tangan Oma dan Andreas segera menggantikanya
"Oma tidak papa, Oma mungkin hanya lelah saja" ucap Oma
Sementara itu Arfan langsung menghampiri Nadira "Nadira, apa kamu bisa ikut aku keluar sebentar?" pinta Arfan
Nadira hanya menganggukan kepalanya pelan dan melepas pelukan Dinda
Nadira segera mengikuti Arfan keluar dari ruangan Omanya,
Arfan medudukan dirinya di kursi tunggu yang ada di luar ruangan
Nadira juga langsung duduk di sampingnya "Ada apa?" tanya Nadira dengan terisak karena dia juga khawatir dengan kondisi Oma
Arfan terdiam sejenak, kemudian dia meraih dua telapak tangan Nadira, dia turun dari kursi dan merendahkan badanya di hadapan Nadira
"Nadira, apa aku boleh melarang mu pergi ke luar negeri?" tanya Arfan
Nadira pun terdiam untuk mencoba mencari jawaban di hatinya
__ADS_1
"Aku tidak bermaksud untuk menghalangi mimpi mu, bukan juga ingin mengatur hidupmu, aku hanya ingin memenuhi keinginan Oma yang mungkin ini akan jadi permintaan terakhirnya, aku ingin, kau menikah denganku, apa kau bersedia????" tanya Arfan