Pria Gila Kaya Raya

Pria Gila Kaya Raya
Masih Berharap


__ADS_3

Sindi terus mengikuti Arfan untuk memasuki rumah kediamannya, dan mereka segera duduk di sofa ruang tamu luas bernuansa minimalis


"Waw, Rumah kalian mewah sekali, seperti nya ini lebih besar daripada rumah pak Edgar" ucap Sindi yang terus memperhatikan keindahan ruangan yang ada di sekelilingnya


"Ini memang Rumah impian kita berdua Sind, percaya atau tidak, kami pernah tinggal d rumah yang sangat kecil dulu" ucap Arfan


"Sungguh??, ku pikir kalian kaya dari lahir" ucap Sindi


"Tidak, semuanya kami mulai dari bawah, kami terlahir dari keluarga yang bisa terbilang pas Pasan, samapai ketika ibu dan ayah kami meninggal karena kecelakaan, aku dan Andreas memutuskan untuk merantau demi membiayai kebutuhan adik dan nenek, kami hidup susah dulu, makanya Yovi sampai menghianatiku dan menikah dengan Edgar," ucap Arfan


"Begitu ya, sangat masuk akal kalau wanita seperti Yovi bisa meninggalkan pria setampan kakak demi materi, kalau aku punya pacar seperti kakak,, aku tidak akan meninggalkanmu walau keadaan nya sangat sulit" ucap Sindi


Arfan langsung tersenyum mendengar pernyataan Sindi itu,


"Menurut ku, normal jika wanita menginginkan pria yang mapan, karena kalau perut lapar, ketampanan tidak bisa membuat perutmu kenyang kan?,, aku juga tidak ingin jika wanita yang ku sayangi nanti hidup dengan kekurangan, maka dari itu aku bekerja Keras sekarang" ucap Arfan


Sindi pun langsung menatap Wajah Arfan yang nampak acuh tak acuh saat berkata "So sweet sekali, kakak memang pria impianku" ucap Sindi dengan mata berbinar


"Sayangnya kamu bukan wanita impianku" ucap Arfan datar


Mata Sindi yang tadinya berbinar pun seketika berubah jadi lesu saat mendengar itu "Aku tau, aku kalah cantik dari Nadira, aku Sadar itu" ucap Sindi


"Aku mengajakmu kesini bukan untuk ngobrol masalah seperti ini" ucap Arfan


"Iya Iya, aku harus menemui kak Andreas kan?, O yah, sekarang dimana kak Andreas nya?" tanya Sindi


"Dia ada di kamar atas, kamu bujuk dia keluar kamarnya, dan ajak dia makan,, oke" ucap Arfan


"Baiklah,, Itu mudah, memangnya kak Andreas sakit apa sih kak?" Tanya Sindi


"Sakit hati,, ada seorang gadis yang sangat di sukai Andreas dari dulu, dia menempuh studinya di negeri kanguru selama beberapa tahun terakhir, dan gadis itu baru saja kembali ke Indonesia tadi pagi, hanya saja gadisnya itu sekarang berbeda dari yang dulu dia kenal, dia bahkan mengabaikan Andreas yang ingin menemuinya, dan galau lah dia sejak tadi siang, jadi tugasmu sekarang hanya bujuk dia makan" ucap Arfan


"Begitu ya, aku heran kenapa pria pria seperti kalian harus menyukai wanita wanita yang tidak tau di untung, kenapa kalian tidak menyukai wanita seperti ku saja, aku jamin tidak akan ada drama galau galauan segala jika menyukai ku, secara aku orangnya penyayang dan perhatian, aku juga sangat cantik" ucap Sindi PD


"Apa sudah selesai memuji dirinya sendiri nya??" tanya Arfan


"Iya sudah, aku hanya bercanda kak, jangan di anggap serius" ucap Sindi

__ADS_1


"Baiklah, kalau gitu kita langsung ke atas" ucap Arfan


"Oke, aku siap" ucap Sindi


Mereka berdua pun segera beranjak dari tempat duduknya, dan segera menuju ke kamar Andreas yang berada di lantai atas Rumah itu


Setibanya di kamar Andreas, Sindi langsung mengetuk pintunya


'Tok'tok'tok'


"Aku sedang tidak ingin di ganggu kak" ucap Andreas dari dalam kamar


"Ini aku, Sindi, apa kau bisa keluar sebentar" ucap Sindi


Tidak ada jawaban lagi dari kamar Andreas itu, hanya saja samar samar terdengar derap langkah kaki yang mendekat ke arah pintu, dan kemudian Andreas membuka pintu kamar nya


Andreas pun langsung menatap wajah Sindi yang berdiri di depan kamar nya itu, "Ada apa kamu kemari??" tanya Andreas


"Aku ingin mengajak mu makan, mau ya" ucap Sindi


Sindi langsung meraih tangan Andreas dan menggandeng nya, "Ayolah, aku lapar, kak Arfan belum memberiku makan sejak tadi" ucap Sindi merayu


Andreas pun merasa tidak bisa menolak jika Sindi merayu dia seperti itu "Baiklah, aku akan temani kamu makan, tapi kamu belum jawab pertanyaan ku tadi, kenapa kamu ada di sini??" tanya Andreas


"Aku ingin tau saja rumah kalian seperti apa, jadi aku main kesini, apa tidak boleh?" tanya Sindi


"Boleh, tentu saja boleh" ucap Andreas


Sementara Arfan hanya tersenyum, dia sedikit tidak menyangka kalau Sindi ternyata sangat pandai merayu, dan sangat bisa di andalkan,,


"Kalau gitu aku akan mengantar kalian, apa kalian tidak keberatan kalau aku ikut?" tanya Arfan basa basi


"Ya tidak lah kak, kenapa aku harus keberatan" ucap Andreas


"Takutnya aku mengganggu kan" ucap Arfan


"Mengganggu apa?" tanya Andreas

__ADS_1


Arfan tidak menjawabnya lagi, dan segera bergegas lebih dulu turun ke lantai dasar, dan segera ke mobilnya yang terparkir di halaman depan Rumah mereka,


Andreas dan Sindi juga mengikuti Arfan kemobilnya, dengan Sindi yang terus saja menggandeng Andreas supaya dia mau terus jalan,


Mereka bertiga langsung masuk ke mobil Arfan, dan pergi mencari tempat makan untuk mereka bertiga


Tidak berapa lama, mobil Arfan segera masuk ke salah satu restoran yang lumayan besar, dan setelah mereka turun, Sindi kembali menghampiri Andreas lagi dan menggandeng tangannya lagi untuk masuk kedalam Restoran


"Serasi" ucap Arfan yang memperhatikan mereka berdua


"Apaan sih kak" ucap Sindi yang wajahnya merah padam, sebenarnya dia merasa sedikit malu juga pada Andreas, tapi entah kenapa dia merasa sangat antusias untuk menghibur Andreas


Sementara Andreas hanya menoleh pada Sindi di sampingnya yang menundukan pandanganya


"Ayo masuk" ucap Arfan


Dan mereka bertiga pun segera memasuki restoran itu dan memilih meja untuk mereka duduk,


Sindi tetap duduk berdekatan dengan Andreas, sementara Afan duduk di sebrang mereka


"Kak Andreas, kak Arfan bilang kamu lagi galau ya?" tanya Sindi


"Tidak, aku baik baik saja" ucap Andreas


"Jangan bohong, aku bisa merasakan kalau Kak Andreas berbeda dari biasanya,, kalau kakak ada masalah kakak boleh cerita padaku, siapa tau aku bisa bantu masalahnya kan" ucap Sindi


"Aku ingin bertanya padamu, apa setiap wanita itu menyukai pria karena melihat apa yang dia miliki?" tanya Andreas


"Mungkin,,, tapi mungkin jga tidak semuanya seperti itu, terkadang wanita juga mencari sosok pria yang mampu membuat hatinya nyaman, tanpa melihat apa dan siapa pria itu" ucap Sindi


"Begitu ya, apa kamu tau apa yang biasanya membuat hati wanita itu nyaman?" tanya Andreas


"Mungkin perhatian dan pengertian dari lawan jenisnya" ucap Sindi


"Oh, Baiklah, mungkin aku harus mencobanya dari awal lagi" ucap Andreas


"Apa kau masih berharap pada Arumi?" tanya Arfan

__ADS_1


__ADS_2