Pria Gila Kaya Raya

Pria Gila Kaya Raya
Tidak Enak Perasaan


__ADS_3

Keesokan paginya, Arfan dan Nadira bangun dari mimpi indah mereka dengan tersenyum, tapi mereka seperti enggan untuk beranjak dari tempat tidur mereka


"Selamat pagi sayang" ucap Arfan yang masih memeluk Nadira saat dia membuka mata


"Pagi juga sayang" ucap Nadira yang juga masih memeluk Arfan


"Bangun gih," ucap Arfan


"Kamu duluan" ucap Nadira


"Tanganku mati rasa karena kamu menindih nya, aku tidak bisa menariknya" ucap Arfan


"Benarkah,, maaf kalau gitu, aku terlalu nyaman" ucap Nadira langsung bangun, karena dia memang meniduri sebelah tangan Arfan


Keduanya bangun, dan setelah kebas Arfan hilang mereka segera membersihkan diri mereka bersama,


Setelah nya mereka merapihkan diri masing-masing untuk segera memulai hari mereka lagi


.


Setelah mereka sarapan pagi bersama, mereka segera bersiap untuk pergi ke tujuan masing-masing


Dinda, di antar Pak Darto ke sekolah, sementara Andreas masih belum mau ke kantor dan hanya diam di rumah


Di luar rumah


"Apa kamu yakin ingin berangkat dengan motormu ke kampus?" tanya Arfan


"Iya, Sindi juga naik motor,, juga aku pasti akan ada keperluan keperluan kampus yang harus aku cari nantinya, jadi enak kalau bawa sepeda motor,," ucap Nadira


"Ya Sudah, tapi hati hati, jangan seperti waktu itu" ucap Arfan


"Tidak dong sayang, sekarang kan motornya otomatis, aku sudah biasa memakai punya Sindi, jadi tidak perlu khawatir,, Oh ya, aku berangkat sekarang ya" ucap Nadira langsung meraih tangan Arfan dan mencium nya, setelah itu dia segera menghampiri motor barunya itu,,


Meski Arfan memebelikanya mobil untuknya, tapi Nadira memang belum terlalu mahir mengendarai nya, jadi dia meminta sepeda motor itu untuk pergi ke kampus untuk sementara waktu,


Nadira menggunakan helmnya dan menghidupkan motor nya, kemudian dia menoleh kembali pada suaminya, "Aku pergi yang, dahh sayang" ucap Nadira pada Arfan yang masih menatapnya di samping mobilnya


"Iya, hati hati bawa motor nya" ucap Arfan


"Iya" ucap Nadira, dia segera melajukan motornya keluar dari kediaman Ednan bersaudara


Arfan juga segera masuk ke mobilnya, dan baru dia kepikiran sesuatu


"Aiya, kenapa tidak mencarikan Nadira supir pribadi supaya dia bisa di antar kemana pun, kenapa aku jadi bodoh di depan Nadira,, kenapa malah memberikan apa yang dia minta??!, tapi bagaimana kalau aku dapat supir pribadi pria muda??, aku tidak akan tenang membiarkan Nadira berduaan terus kan?!, Hhhhh,,, ya sudahlah, mungkin sementara ini biarkan dia menikmati dunianya,," Arfan bermonolog di dalam mobilnya, dia segera menghidupkan mesin mobilnya dan segera mengendarainya keluar dari gerbang


Arfan mengikuti sepeda motor Nadira dari belakang untuk memastikan kalau Nadira benar-benar bisa mengendarai nya dengan benar, dan Arfan melihat kalau Nadira memang sudah terbiasa dengan menggunakannya, jadi Arfan sedikit merasa tenang

__ADS_1


"Apa kau sesederhana ini dari dulu?, atau keadaan sebelumnya yang membuatmu seperti sekarang??,, Aku menyukainya,, dan aku merasa beruntung bisa mendapatkan mu" ucap Arfan tersenyum saat memperhatikan Nadira yang kebetulan berhenti di lampu merah


Setelah Arfan memastikan Nadira sampai ke kampusnya dengan aman, dia pun segera pergi ke kantor Ednaninternasional grup untuk menjalankan tugasnya sebagai pemimpin perusahaan


Sementara Nadira sudah di tunggu oleh teman-temanya di parkiran kampus, Sindi dan Fani masih duduk duduk di atas sepeda motor mereka sambil ngobrol


"Pagi bestie" sapa Nadira yang memarkirkan motornya di sebelah motor mereka


""Pagi Nadi"" jawab mereka serempak


Sindi langsung menghampiri Nadira dan bersandar di Belakang jok motornya "Tumben gak di anterin kak Arfan" ucap Sindi


"Dia barusan mengikutiku dari belakang, mungkin sekarang sudah berangkat ke kantor" ucap Nadira


"Kalian gak ada romantis romantis nya, harusnya kalian barengan, bukan beriringan" ucap Sindi


"Iya, aku mau coba naik motor ini sih, kan biar kompakan kita" ucap Nadira


"Arfan kerja di kantor mana Nad?" tanya Fani


"Dia kerja di kantor Ednaninternasional grup Fan" jawab Nadira


"Tunggu tunggu, dia keluarga Andreas Ednan kah??, Sultan dong Dia?!" ucap Fani


"Iya, dia kakaknya pacarku tau, dan Nadira calon kakak iparku ini" ucap Sindi meraih bahu Nadira


"Terserah percaya atau tidak, tapi yang pasti kami sudah tunangan" ucap Sindi bangga


"Kalian beruntung sekali akan jadi kakak adik ipar, jadi nyonya Ednan pula, Tapi kok nyonya Ednan yang satu ini malah milih naik motor sih ke kampus,, kenapa gak minta mobil yang mahalan dikit gitu ke suami mu, pasti dia kasih kan?" ucap Fani sedikit iri


"Ya elah Fan, aku tidak mau morotin dia kali,, juga ini memang keinginan ku sendiri sih naik motor, bukannya aku tidak di belikan mobil" ucap Nadira


"Iyalah, percaya aku, mana mungkin dia tidak membelikanmu mobil kalau dia cinta padamu, keterlaluan kalau sampai tidak,, O yah, masih ada keluarganya yang lain gak buatku?, biar kita kakak adikan bertiga " ucap Fani asal


"Ada satu lagi, namanya juga dari huruf A" ucap Nadira


"Siapa Nad, dia tampan tidak??" tanya Fani bersemangat


"Namanya Adinda" ucap Nadira yang langsung terkekeh


"Yaaah, nama cewek dong itu mh" ucap Fani


"Sudah ah, ayo masuk" ucap Nadira


"Iya, sudah siang ini" ucap Sindi


"Ya baiklah, ayo bestie" ucap Fani

__ADS_1


Mereka pun masuk ke fakultas mereka dengan sesekali terdengar gelak tawa dari Mereka bertiga, dan mereka


berpisah di koridor dengan Fani karena mereka memang berbeda ruangan


Sementara Nadira dan Sindi masuk ke ruang kuliah yang sama


.



Hari mereka berjalan seperti semestinya, hingga tidak terasa waktu berlalu dengan begitu cepat,


Langit yang tadinya cerah kini mendadak mendung di selimuti oleh awan hitam, dan perlahan Awan pekat itu mulai menjatuhkan bulir bulir air yang dibawanya ke bumi dengan cukup lebat


Sementara di ruangannya Arfan masih terlihat sibuk di depan komputer nya, dan sekilas dia melirik ke arah dinding kaca, dan melihat rintik air hujan turun dengan lebat di luar sana,


Dia kemudian melirik jam di tangannya dan menebak kalau Nadira mungkin sudah waktunya pulang dari fakultasnya


Jadi dia langsung mengambil ponselnya untuk menghubungi Nadira


Nadira juga langsung menjawab panggilan dari Arfan


📲"Hallo Sayang, ada apa menelpon, kamu masih kerja kan??" ucap Nadira


"Iya, Apa mata kuliah mu sudah selesai?" tanya Arfan


"Sudah, ini aku juga lagi nunggu hujan reda, baru mau pulang" ucap Nadira


"kamu jangan pulang naik motor, jalanan licin kalau hujan, kamu tunggu pak Darto jemput kamu lagi kesana, ya" ucap Arfan


📲"Baiklah, aku akan menunggu" ucap Nadira


"Ya Sudah, aku lanjutkan kerja lagi" ucap Arfan


📲"Iya, dah sayang, Samapi ketemu di rumah" ucap Nadira


"Iya, sampai jumpa" ucap Arfan, dia pun segera mengakhiri panggilan telepon nya


Setelah Arfan menutup panggilannya, tiba-tiba muncul perasaan tidak enak di benaknya,


"Kenapa perasaanku tidak enak,, Apa ini karena pengaruh cuaca?," gumamnya


Dia juga menelpon Dinda untuk memastikan dia baik baik saja di sekolah, dan sekalian menyuruh pak Darto menjemput Nadira ke kampusnya


Dan Setelah meyakinkan dirinya kalau semuanya baik baik saja,, diapun kembali ke pekerjaannya lagi


...~°~...

__ADS_1


__ADS_2