Pria Gila Kaya Raya

Pria Gila Kaya Raya
Akan Datang


__ADS_3

Setelah Arfan meliha Nadira di area kafe, dia mengurungkan niatnya untuk meninggalkan kafe itu, dia menunggu Yovi untuk pergi terlebih dulu,, dan setelah Yovi sudah mengendarai mobilnya keluar dari Area kafe, Barulah Arfan mematikan mesin mobilnya, dan segera turun lagi untuk menemui Nadira


Arfan segera berjalan mendekati Nadira yang masih berdiri di sana "Kamu di sini?, kebetulan sekali" ucap Arfan


"Ini memang sangat kebetulan, O yah pak Arfan, kenapa Anda bisa sedekat itu dengan wanita yang bersuami?, bukan kah itu tidak pantas?" tanya Nadira


"Apa itu menganggu Anda?" Tanya Arfan


"Tidak, aku tidak merasa terganggu Anda mau jalan dengan siapa pun, itu hak anda, tapi saya heran, kenapa anda harus jalan dengan wanita itu" ucap Nadira


"Kalau boleh jujur, Yovi itu adalah mantan tunangan ku" ucap Arfan


"Oh, pantas saja, Tapi aku sedikit menyayangkan orang sebaik Anda harus memiliki hubungan dengan wanita seperti Yovi, kalau boleh aku beri saran, lebih baik Anda mencari wanita lain selain Wanita yang bernama Yovi itu, anda tampan dan mapan, saya yakin anda bisa mendapatkan wanita yang jauh lebih baik dari pada mantan Anda itu" ucap Nadira


"Untuk sementara ini aku belum berniat" ucap Arfan


"Oh, Sayang sekali" ucap Nadira dengan menampakan sedikit wajah kecewa


Entah mengapa dia merasa sangat tidak rela jika Arfan memiliki hubungan spesial dengan Yovi, Ada perasaan cemburu yang coba dia sembunyikan dari Arfan, dan Nadira juga mencoba meyakinkan dirinya kalau itu bukanlah perasaan cemburu, melainkan bentuk kepeduliannya kepada orang yang menurutnya baik


Arfan juga sadar kalau Nadira tidak suka melihat Dirinya dekat dengan Yovi sekarang, Tapi Arfan juga tidak mungkin mengakhiri permainan yang sudah di mulainya di tengah jalan, dia harus menyelesaikan nya untuk memberikan pelajaran pada Yovi, dan mungkin bisa sedikit membalaskan sakit hati Nadira pada Yovi,


Karena Alasan utama Arfan melakukan sandiwara itu juga semata mata karena Nadira, "Maaf gadis, sementara ini aku mungkin belum bisa memberitahu mu apa tujuanku mendekati ibu tirimu, tapi aku yakin kamu akan merasa puas di akhir' batin Arfan


"Apa ada yang ingin kamu bicarakan lagi?" tanya Arfan


"Tidak ada, maaf sudah mengganggu waktumu" ucap Nadira yang sebisaa mungkin menutupi rasa kecewa nya


"Tidak juga,, kalau begitu aku antar kamu kembali ke Kantor mu saja sekalian, aku juga akan lewat sana, bagaimana??" tanya Arfan

__ADS_1


"Tidak tidak perlu, Anda duluan saja, aku bisa kembali dengan Sindi ke Kantor" ucap Nadira


"Oh,, Baiklah, kalau gitu aku duluan" ucap Arfan, dia segera berbalik dan segera kembali ke mobilnya Lagi, Arfan sadar kalau ada raut kecewa yang terlintas di wajah Nadira, bukan dia tidak tau itu hal yang riskan,, tapi mungkin itu konsekuensi yang harus Arfan terima dari sandiwara yang di mainkanya


Dan Arfan sedikit menyayangkan Nadira harus tau kalau dia dekat dengan Yovi, Arfan menebak kalau Nadira pasti akan merasa ilfil padanya, dan itu menurut nya resiko yang harus dia tanggung, dia sudah memulai, dan dia juga harus mengakhiri permainannya dengan kemenangan,


...°°°°...


Sementara itu Nadira dan Sindi kembali ke Kantor nya dengan wajah muram, Sindi juga merasa tidak habis pikir kenapa Arfan tidak memberikan penjelasan yang masuk akal pada Nadira, karena jelas jelas dia tau kalau Arfan menyukai Nadira, tapi dia tidak tau kenapa Arfan bersikap seolah dia tidak peduli pada perasaan Nadira


Sindi menoleh pada Nadira yang berjalan di sampingnya, dia bisa merasakan kalau suasana hati Nadira sedang buruk saat ini "Nadi, apa ada yang sedang kamu pikirkan??" tanya Sindi memancing pembicaraan


"Tidak, aku hanya tidak habis pikir saja, kenapa orang sebaik Arfan harus menyukai wanita seperti Yovi, kenapa dia tidak memilih wanita yang baik baik juga" ucap Nadira


"Apa maksudmu harusnya Arfan menyukai wanita seperti mu?" tanya Sindi


"Iya,,, m m maksud ku ya masih banyak gadis baik diluaran sana yang pasti menyukainya, tidak hanya aku saja kan" ucap Nadira


"Ti tidak, aku malah merasa sebal pada Arfan sekarang" ucap Nadira


"Itu artinya kamu kecewa padanya karena kamu sempat berharap" ucap Sindi


"Siapa bilang aku berharap pada Arfan, So tau kamu, aku hanya care saja sebelumnya, tidak lebih" ucap Nadira


"Nadi, bisa tidak kalau kamu tidak jaim bicara denganku, aku sahabatmu dari dulu, apa perlu kamu menutupi sesuatu hal dariku, semakin kamu menyangkal itu jadi semakin terlihat jelas kalau kamu berbohong" ucap Sindi


"Iya Iya maaf, aku memang pernah sedikit berharap pada Arfan, kamu puas??" ucap Nadira


"Gitu dong, apa susahnya berkata jujur kan, Nadi, kalau menurut pendapat ku,, Arfan itu tidak benar benar menyukai ibu tirimu itu, jika memang benar Yovi itu mantan pacar nya, apa kak Arfan akan sebodoh itu kembali pada Yovi yang masih bersuami?, kalau di lihat dari kepribadian nya itu sedikit mustahil" ucap Sindi mengutarakan pendapatnya

__ADS_1


"Aku tidak perlu tau punya alasan apa dia mendekati Yovi, yang aku tau aku tidak ingin bertemu dengan pria yang bernama Arfan lagi kedepannya, tolong catat itu di memo ku" ucap Nadira


"Baiklah, itu hak mu" ucap Sindi


Mereka pun segera bergegas masuk lift untuk naik kembali ke lantai tempat mereka kerja


...°°°°...


Di sisi lain Arfan juga sedikit melamun di kursi ruangan kerjanya, da merasa tidak enak hati pada Nadira yang sudah memergokinya jalan dengan Yovi, Arfan tidak tau apa yang akan di pikirkan Nadira tentangnya setelah kejadian itu


Andreas yang baru masuk ruangan pun langsung menghampiri Arfan "Kak, Arumi besok akan kembali ke Indonesia, besok kamu temani aku untuk menjemputnya ke Bandara ya,, biar sekalian aku kenalkan dia padamu" ucap Andreas yang kini duduk di depan meja Arfan


Namun Arfan tidak merespon Andreas sama sekali, dan hanya menatap kosong ke layar komputer nya


"Kak, Hey, kamu dengar Tidak?, kak" ucap Andreas mencoba memancing perhatian dari Arfan


"Hah??,, apa dre" ucap Arfan yang baru memberi respon


"Kamu tidak dengar apa yang ku bicarakan tadi??" tanya Andreas


"Aku sedang tidak fokus, memangnya kamu bicara apa tadi?" tanya Arfan


"Aku bilang, Besok Arumi akan datang, jadi aku ingin kamu menemaniku menjemputnya ke bandara besok" ucap Andreas


"Hanya itu, Baiklah" ucap Arfan


"Kamu kenapa kak?,, Kurasa ada hal yang sedang mengganggu pikiran mu, apa kau tidak mau cerita padaku?" tanya Andreas


"Aku bertemu Nadira saat aku makan siang dengan Yovi tadi, apa menurut mu Nadira akan ilfil padaku?" tanya Arfan

__ADS_1


"Kenapa kamu bisa sampai ketahuan selingkuh kak?,, payah sekali" ucap Andreas malah meledek Arfan


"Aku memerlukan pendapatmu, bukan sindiran" ucap Arfan


__ADS_2