Pria Gila Kaya Raya

Pria Gila Kaya Raya
Pgykr 11


__ADS_3

Sementara Di sisi Lain Arfan yang kini tengah duduk fokus di depan Komputer nya pun tiba tiba mendengar suara ketukan di pintu ruangannya, 'Tok'tok'tok'


"Masuk" ucap Arfan


Sekretaris nya pun segera memasuki ruangan Arfan


"Pak direktur, Ada beberapa perwakilan dari perusahan Anggera_Land Yang ingin membahas perihal kerjasama dengan Ednaninternasional_group, apa anda bisa menemui mereka sekarang?" ucap Bela Sang sekertaris


"Apa mereka sudah memiliki janji sebelumnya?" tanya Arfan


"Sudah pak, Pak Andreas sudah menjadwalkannya dari seminggu lalu" ucap Bela


"Ya Sudah, suruh mereka menunggu di ruang meeting" ucap Arfan


"Baik pak" ucap Bela


"O yah, apa pak Andreas belum kembali?" tanya Arfan


"Belum pak, dia sedang meninjau lokasi untuk pabrik kita yang baru, dan mungkin dia akan kembali nanti sore" ucap Bela


"Baiklah, kamu boleh keluar" ucap Arfan


"Baik pak" bela pun segera keluar Dari ruangan Arfan


Arfan pun sedikit meregangkan badanya, kemudian diapun membenahi dasinya, dan segera beranjak dari kursi kepemimpinan nya itu untuk pergi ke ruangan meeting


Arfan pun segera berjalan menuju ke Ruangan meeting kantornya, di dampingi oleh salah satu asisten nya, namun saat dia sudah lumayan dekat dengan pintu Ruangan meeting, diapun melihat sosok perempuan yang sangat tidak asing baginya itu masuk ke ruang meeting kantornya


Seketika langkah Arfan pun terhenti "Yovi???" gumamnya pelan, Arfan pun sedikit ragu jika dia harus berhadapan lagi dengan mantan kekasih yang pernah mengecewakan nya itu


"Udai, aku melupakan sesuatu di ruanganku,, aku kembali dulu,, O yah, tolong panggil kan bela untuk menghadap ku lagi ke ruangan" ucap Arfan


"Baik pak direktur" ucap Udai


Arfan pun segera memutar badan nya untuk kembali ke ruangannya lagi,


Begitu dia sampai di ruanganya, diapun langsung duduk di kursinya dengan hatinya sedikit resah "Kenapa aku harus melihat dia lagi, kenapa dia tidak enyah selamanya dari pandanganku" guamam Arfan sambil memijit dahinya sendiri


Pintu ruangan Arfan pun di ketuk lagi dari luar, dan bela pun segera masuk lagi

__ADS_1


"Ada yang bisa saya bantu pak?" ucap Bela


"Kamu batalkan saja meeting kali ini, kepalaku tiba tiba sakit sekali, aku Ingin istirahat dulu" ucap Arfan beralasan


"Tapi pak, mereka sudah di ruangan meeting sekarang" ucap Bela


"Apa aku juga harus tetap menemui mereka walaupun aku sedang dalam keadaan sekarat?" ucap Arfan sedikit meninggikan nada bicaranya


"Ti tidak pak, Baiklah, aku akan sampaikan kepada mereka" ucap Bela, dia pun sedikit heran pada atasannya yang tiba tiba marah itu


"Ya Sudah, pergilah" ucap Arfan


Bela pun segera keluar dari ruangan Arfan lagi


Arfan pun menyandarkan diri di kursinya, dan menghela nafasnya dalam, dia berusaha membuang semua bayang bayang Yovi yang sebenarnya tidak ingin dia ingat lagi, dia ingin mengubur dalam semua kenangan nya bersama Yovi


.



Sementara di ruangan meeting


"Mohon maaf bu, pak direktur sedang tidak enak badan, jadi mungkin meeting nya akan di undur lain waktu, mungkin besok atau lusa ibu bisa kembali lagi ke perusahaan kami" ucap Bela


"Huuuuhhhhh, Baiklah, aku akan kembali lagi lain waktu" ucap Yovi


Yovi dan beberapa bawahannya pun segera beranjak lagi dari kursi yang baru sebentar mereka duduki itu, dan mereka pun segera meninggalkan ruangan meeting dan pulang kembali ke kantor mereka dengan tangan hampa


Setelah mereka pergi, Bela pun kembali lagi keruangan Arfan "Mereka sudah pergi pak, apa aku harus membuat jadwal baru lagi untuk mereka?" tanya bela


"Tidak, tidak perlu, aku tidak ingin bertemu lagi dengan wanita itu" ucap Arfan


"Apa maksud anda bu Yovi?" tanya Bela


"Kuharap kau juga tidak menyebutkan namanya di depanku, O yah,, Apa Andreas tau kalau dia akan bekerja sama dengan Wanita itu?" tanya Arfan


"Sebelumnya yang membuat janji adalah pak Edgar Anggera, dan nona Yovi mewakili nya untuk datang hari ini" ucap Bela


"Edgar Anggera, itu pasti nama suaminya, apa kamu bisa carikan aku informasi tentang perusahaan mereka?" tanya Arfan

__ADS_1


"Akan segera saya kumpulkan informasi nya pak" ucap Bela


"Ya Sudah, serahkan informasi nya besok saja, kamu boleh keluar sekarang" ucap Arfan


"Baik pak" ucap Bela, dan sang sekretaris itu pun segera pergi dari hadapan Arfan


Arfan pun merasa tidak ada mood lagi untuk melanjutkan pekerjaannya, dia pun hanya terus berusaha menyingkirkan bayang Yovi yang terus menghantuinya itu,


.



Setelah jam kantornya berakhir, Arfan pun segera pergi meninggalkan kantornya, dia mengendarai mobilnya sendiri, karena Andreas juga pastinya langsung pulang ke rumah setelah peninjauan lokasi untuk pabrik mereka


Di pertengahan jalan, Arfan yang sedang tidak terlalu fokus pun tiba tiba mengingat senyuman di wajah Nadira, dan bayangan wajahnya itu sedikit bisa mengobati kerisauan hatinya sekarang, Arfan pun langsung tersenyum di tengah lamunanya


"Gadis,,,,, kau memang obat yang sangat ampuh untuk masalahku" gumamnya, Arfan pun segera mengarahkan mobilnya ke arah jalanan yang menuju ke gerai Nadira,


Dan diapun menepikan mobilnya di pinggir jalanan yang ada di area depan Gerai Nadira, pandangan nya pun langsung mencari sosok gadis bermata bulat itu di dalam gerai nya, dan tentu saja Arfan pun langsung melihat dia di sana,


Terlihat Nadira sedang melayani beberapa pelanggan di gerai nya itu, dia terlihat cukup fokus menjawab pertanyaan pertanyaan dari konsumen nya,


Arfan pun terus memperhatikan nya dengan sesekali tersenyum


Nadira yang sedang melayani pembelinyapun sepintas melihat mobil yang di tumpangi Arfan, dan dia pun langsung memperhatikan nya, entah kenapa dia ingin meperhatikan mobil itu, meskipun dia tidak mengenali mobilnya


"Mbak, kok malah bengong, yang ini giamana kualitasnya" ucap Salah satu pembeli nya


"Oh, maaf maaf, saya tidak fokus, yang mana mbak, yang itu ya, apa mau di lihat dulu barangnya" ucap Nadira melanjutkan kembali pelayanan nya


Arfan pun merasa kalau Nadira bisa merasakan hawa kehadiranya, entah dapat keyakinan dari mana, tapi Arfan mempercayai itu


Arfan pun berdiam di sana cukup lama untuk sekedar memperhatikan Nadira, bahkan hingga Nadira menutup gerainya pun dia tetap stay di sana,


Seperti biasa, setelah menutup gerainya, Nadira pun menengok dulu pos untuk memastikan ada orang atau tidak di dalamnya, dan setelah merasa tidak ada siapa siapa di sana, diapun segera melangkah kan tongkat dan kakinya untuk pulang ke rumahnya


Arfan yang meperhatikan itu pun tersenyum kembali, "Apa kamu merindukan pria gila itu, kurasa kau juga sudah ketularan gila gadis" gumam Arfan


Setelah gadis yang di perhatikan nya itu menghilang di jalanan gang rumahnya, Arfan pun juga segera meninggalkan tempat itu untuk pulang ke rumah

__ADS_1


__ADS_2