Pria Gila Kaya Raya

Pria Gila Kaya Raya
Tidak Suka


__ADS_3

Nadira pulang dengan membawa wajah berseri meski dia pergi dengan menangis, dan mobil Arfan kini sudah terparkir di halaman kediaman Edgar lagi


"Sudah sampai, apa paman mau mampir dulu ?" tanya Nadira


"Tidak usah, lain kali saja, aku harus kembali ke kantor," ucap Arfan


"Oh, Baiklah, kalau begitu aku turun ya" ucap Nadira


"Iya" ucap Arfan


Tapi setelah mengatakan itu Nadira tidak segera turun dan malah terdiam menatap Arfan seperti menunggu sesuatu


"Apa kamu masih betah?, kalau begitu kita jalan jalan lagi" ucap Arfan


"Ah, tidak, aku harus turun, dah" ucap Nadira, diapun segera membuka pintu mobilnya dan kemudian keluar


Nadira melambaikan tangan pada Arfan setelah dia turun dari mobil "Dah"


Arfan juga melambaikan tangannya pada Nadira dari dalam mobil


Namun tiba tiba seorang pria muda menghampiri Nadira yang baru turun


"Nadira,, kamu dari mana saja?, aku mencarimu ke kantor tidak ada, aku juga sudah menunggu mu dari tadi di sini" ucap Ken


Nadira langsung menoleh "Kamu mau apa lagi mencari ku?, apa perkataan ku sebelumnya masih belum jelas?, aku bilang kau tidak perlu mencari ku lagi, apa kau tidak mengerti?" ucap Nadira


Ken langsung mencengkram kedua bahu Nadira dengan sedikit kasar "Nadira, aku masih mencintaimu, ku harap kIta bisa memperbaiki hubungan kita lagi" ucap Ken


Nadira mencoba melepaskan cengkraman Ken itu dari bahunya, namun dia tidak bisa melepas nya "Aww, itu sakit Ken, kau menyakitiku" ucap Nadira


Tiba-tiba sebuah tangan mencengkram bahu Ken juga dari belakang "Lepaskan dia, atau kau akan meneyesal anak muda" ucap Arfan


Ken langsung melepaskan cengkraman nya dari Nadira dan menoleh pada Arfan "Siapa Anda?, kenapa Anda mencampuri urusan ku dengan kekasih ku" tanya Ken


"Kekasih mu, apa kau yakin kalau dia kekasihmu?" tanya Arfan


Ken menepis tangan Afan dan berbalik menghadap Arfan


"Kalau iya kenapa?,, apa masalah byat anda?" tanya Ken


"Tentu saja,, masalah nya adalah, kau sudah mengganggu teman hidupku" ucap Arfan


"Oh, jadi kau pacar Nadira yang sekarang, yang benar saja Nadira, apa kau serius memacari Om Om??" tanya Ken dengan menoleh pada Nadira


"Setidaknya aku tidak pernah meninggalkan seorang gadis tanpa alasan" ucap Arfan


"Apa kau menyindir ku?, beraninya" Ken langsung melayangkan pukulan ke arah wajah Arfan karena kesal


Namun Arfan mengelak dan pukulan Ken itu hanya mengenai angin, Ken mencoba menyikut Arfan, dan Arfan bisa menahanya, kemudian Arfan memelintir tangan Ken kebelakang dan menguncinya

__ADS_1


"Aw Aw, sakit, itu sakit lepaskan" rintih Ken yang merasa tanganya hampir patah di buat Arfan


"Kalau kau ingin ku lepaskan,, pergilah dari sini, atau aku akan menghajarmu" ucap Arfan menggeretak


"Baik, baik aku akan pergi, lepaskan tanganku" ucap Ken


Arfan melepaskan tanganya dan menendang bokong Ken "Kalau begitu pergilah, jangan kembali lagi" ucap Arfan


"Sialan kau, apa kau pikir aku semudah itu di kalahkan" ucap Ken,, dia berbalik lagi dan berniat menyerang Arfan kembali


"Cukup, hentikan Ken, apa kau tidak punya malu bekelahi di depan rumah ku?," ucap Nadira yang melerai di tengah-tengah mereka,, dia tidak suka melihat dua laki laki itu berkelahi di hadapannya


"Tapi Nadira, apa kau serius berhubungan dengan pria ini" tanya Ken


"Ya aku memang sangat mencintainya, puas??,, jadi sekarang kau pergi dari rumah ku, dan jangan kembali lagi" ucap Nadira


"Baik, aku akan pergi, tapi lihat saja, urusan kita belum berakhir" ucap Ken menunjuk pada Arfan


"Aku ingin lihat kau bisa menyelesaikan nya seperti apa" ucap Arfan


"Baik, tunggu saja" ucap Ken, dia pun segera pergi dari kediaman Nadira dengan kesal,, Ken bahkan meraung raungakan motor spotnya saat dia akan pergi


"Apa paman tidak papa??, Maaf ya Paman, harusnya mungkin dari awal aku menolak kehadiran nya, dan mungkin tidak perlu ada kejadian seperti ini" ucap Nadira merasa bersalah


"Tidak papa, semuanya sudah terjadi kan" ucap Arfan


" Iya, maaf ya" ucap Nadira


Mereka pun segera berjalan ke pintu masuk kediaman Edgar,


"Masuklah, kurasa dia tidak akan kembali lagi, bilang pada penjaga di depan supaya tidak memasukannya lagi" ucap Arfan


"Iya, nanti kubilang,, Sampai jumpa lagi ya" ucap Nadira


"Baiklah kalau begitu aku pergi", Arfan menghadap tembok kemudian mencium nya


Sontak Nadira langsung terkekeh melihat kelakuan Arfan itu "Apa yang Paman lakukan?" tanya Nadira


"Kan kamu yang bilang, kalau aku ingin menciumu,, cium saja tembok kan?" ucap Arfan datar


Nadira pun menunjuk keningnya sendiri "Cium disini dong, masa ke tembok sih,, aku hanya bercanda juga" ucap Nadira sambil terus terkekeh


"Baiklah" Arfan menghampiri Nadira dan meraih kepalanya, lalu mengecup keningnya dengan penuh perasaan


"Aku pergi ya" ucap Arfan


"Iya, jangan lupa beri kabar kalau kamu sudah sampai kantor" ucap Nadira


"Siap," ucap Arfan, dia berbalik dan kembali ke mobilnya, dan segera pergi dari kediaman Edgar

__ADS_1


Nadira juga segera masuk ke dalam rumah nya dan bertemu dengan Edgar yang duduk di sofa dengan Narita


"Kamu dari mana saja?, kenapa pergi gak bilang bilang, di hubungi juga ponselmu ada di kamar,, kamu bikin khawatir papah saja" ucap Edgar


"Iya, kalau kamu keluar setidaknya beritahu orang rumah" ucap Narita


"Iya maaf, aku hanya pergi ke tempat ibu yang sebelumnya, aku rindu kesana" ucap Nadira


"Papah lihat kamu tidak sedih lagi, apa kamu sudah baikan dengan Ken?" tanya Edgar


"Tidak juga, o yah, aku ke kamarku dulu ya" ucap Nadira dengan wajah sumringah


"Ya Sudah sana" ucap Edgar


Nadira segera bergegas naik ke lantai atas, karena kamarnya memang terletak di lantai dua rumah


"Putrimu sudah dewasa sekarang, kurasa sebentar lagi juga akan ada yang melamarnya" ucap Narita


"Ya mungkin, tapi harusnya dia menyelesaikan dulu studi nya sebelum dia menikah" ucap Edgar


"Ini semua gara gara kamu kan, kalau saja kamu tidak tergoda daun muda, mungkin pendidikan nya tidak akan terganggu" ucap Narita


"Ayolah, kita baru kembali rujuk, jangan mengajaku bertengkar lagi" ucap Edgar


"Ya terserahlah" ucap Narita


Sementara itu Nadira langsung menjatuhkan dirinya di tempat tidur dan memeluk gulingnya, dia sunyam senyum sendiri seperti halanya orang yang sedang kasmaran


Dia meraih ponselnya dan melihat layar yang terdapat fotonya bersama Arfan dan jugavDinda yang dia minta dari Arfan "Paman memang lucu" uca Nadira memperhatikan foto Arfan yang seperti sedang mencubit pipinya saat dia tidur


Tidak lama Nadira pun mendapat pesan dari Arfan, ✉["Aku sudah sampai di kantor"]


Nadira membalas ✉["Syukurlah, semangat kerjanya ya, jangan mikirin aku terus"]


Arfan membalasnya lagi ✉["Aku tidak bisa,,, kalau tidak mikirin kamu aku tidak punya semangat kerja"]


Nadira membalas ✉["Gombal,, sudah ah, selamat kerja ya 😘"]


Balasan Arfan ✉["Siap gadis cengeng"]


["Jangan panggil aku begitu, aku tidak suka,, tidak romantis😳"]✉ Balas Nadira


✉ ["Iya Iya baiklah, aku akan mencari panggilan yang baru lagi untukmu nanti"] balas Arfan


["Baiklah💞"] ✉ balas Nadira


Arfan pun segera melanjutakan pekerjaan nya lagi dengan tersenyum,


Sementara Nadira langsung memeluk ponsel di dadanya,

__ADS_1


...~°~...


__ADS_2