
Arfan mendekat pada Andreas dan mendudukan dirinya di kursi depan mejanya, "Ya, kau memang harus menjalani peran yang lain di depannya" ucap Arfan
"Menurutmu, posisi apa yang bisa membuatku bisa sering bertemu dengannya?" tanya Andreas
"Memangnya posisi apa yang di inginkan dia kantor ini?" tanya Arfan
"Dia tadinya mengingin posisi sekretaris, karena dia memang punya kualifikasi yang cukup bagus untuk posisi itu,, tapi itu pastinya akan mudah bagi dia untuk mengenali siapa aku di sini, jadi aku menyuruh pihak HRD memberikan posisi staf manajemen padanya" ucap Andreas
"Begitu kah, kurasa kau harus jadi seorang OB supaya kau bisa berinteraksi langsung dengannya di kantor ini, itu juga untuk membuktikan sikapnya padamu akan berubah atau tidak jika kau bekerja sebagai karyawan terendah" ucap Arfan
"OB??, yang benar saja kak, apa kau punya saran lain yang lebih baik?" ucap Andreas
"Bukankah kah kau sebelumnya punya predikat sebagai pemburu makan gratisan, jadi apa salahnya jika sekarang jadi OB??, kalau dia memang cinta sejati mu, dia akan menerima apapun posisi mu, bahkan jika kau berada di posisi paling rendah sekali pun,, dan kalau sudah begitu, aku yakin ceritamu akan seindah kisah di novel novel cinta" ucap Arfan tersenyum
"Begitukah, Baiklah, itu kedengarannya tidak terlalu buruk" ucap Andreas
"Ya Sudah, kau sekarang bersiap dengan peranmu, kita lihat, kesan apa yang pertama kali dia tunjukan padamu di sini" ucap Arfan
"Baiklah" ucap Andreas, diapun langsung menelpon staf kantor untuk memesan seragam OB yang biasa di gunakan di kantor mereka untuk di antar langsung ke Ruangan nya
Sementara Arfan segera Mengganti pakaian sederhana nya dengan jas custom mahal yang tersedia di ruangan istirahat pribadi nya
Setelah mereka siap, mereka pun segera menyuruh pihak Resepsionis untuk mempersilahkan Arumi untuk ke ruangannya
Dan Arumi segera di antar seorang karyawan untuk naik ke Ruangan Arfan
Arfan yang memang sudah tau Arumi akan keruanganya pun segera mendengar ketukan di pintu
'tok'tok'tok'
"Masuk" ucap Arfan
Bela segera membuka pintu Ruangan Arfan
"Pak, ada seseorang yang ingin bertemu dengan Anda" ucap Bela
__ADS_1
"Suruh dia masuk saja" ucap Arfan yang duduk di depan meja kepemimpinan nya
"Silahkan, Anda masuk saja kedalam Nona" ucap Bela
"Baiklah, terimakasih mis" ucap Arumi, diapun segera masuk kedalam ruangan Arfan
Arumi langsung sedikit membungkuk pada Arfan, "Selamat siang pak" sapa Arumi dengan melempar senyum pada Arfan
Arfan yang pura pura fokus ke layar komputer nya segera menoleh pada wanita jangkung berambut pirang itu "Selamat siang, silahkan duduk" ucap Arfan
"Oh iya, terimakasih pak" arumi pun langsung duduk di depan meja Arfan, dia tidak ingat kalau sebelumnya mereka sempat bertemu di area bandara kota J saat Andreas menyambut kepulangannya, karena pertemuan mereka itu memang sekilas, dan Arfan juga berpenampilan sederhana, jadi dia tidak terlalu memperhatikan Arfan saat itu
"Ada apa anda ingin menemui saya secara pribadi??" tanya Arfan
Arumi yang sedang mencoba memperhatikan wajah Arfan pun seketika tersadar "Oh, Iya, sebelumnya saya perkenalkan dulu nama saya, saya Arumi Renata, biasa di panggil Arum, saya baru saja menyelesaikan studi saya di Melbourne university dengan menyandang predikat yang memuaskan, tapi Saya merasa tidak puas dengan jabatan yang di tetapkan pihak HRD di kantor bapak pada saya, saya melamar kerja di sini sebagai sekretaris di kantor Ednaninternasional grup, tapi saya malah mendapat jabatan Staf Manajemen, meskipun saya masih minim dalam pengalaman kerja, tapi saya pastikan kalau saya punya kemampuan kerja yang profesional pak,, saya harap anda bisa mempertimbangkan saya bekerja di sini dengan posisi yang saya harapkan" ucap Arumi
"Mohon maaf sebelumnya, saat ini kami memang belum memerlukan sekretaris baru di Perusahaan kami, jadi kami hanya bisa menawarkan jabatan itu saja pada anda, tapi kami tidak menutup kemungkinan kedepannya Anda bisa mendapatkan posisi yang Anda inginkan di kantor kami jika memang kami memerlukan nya, jadi masalah ini saya kembalikan lagi kepada Anda, jika Anda ingin bergabung di perusahaan kami, Anda bisa menerima jabatan itu, kalau tidak, mungkin Anda bisa mendapatkan jabatan yang Anda inginkan di Perusahaan lain" ucap Arfan
"Oh, begitu ya pak, Baiklah, saya akan menerimanya kalau memang seperti itu keputusan bapak, saya sangat mengharapkan bisa bekerja sama dengan Perusahaan Ednaninternasional _grup ini, dan saya siap menunggu posisi itu" ucap Arumi
"Kalau begitu selamat bergabung di perusahaan kami, Anda tinggal menunggu informasi selanjutnya dari pihak kami kapan Anda bisa mulai kerja" ucap Arfan seraya mengulurkan tanganya
Hingga beberapa saat Arumi tidak melepaskan tangan Arfan itu untuk sekedar mencari perhatian
Itu membuat Arfan sedikit bingung
Dan Tiba tiba Andreas berdehem dari belakang Arumi "Eheemm,, Pak Arfan, minuman Anda sudah datang" ucap Andreas dengan membawa nampan minuman dan berpenampilan layaknya OB yang ada di kantornya
Seketika Arumi langsung melepaskan tangannya dari tangan Arfan,, dan dia sedikit menoleh pada Andreas
"Taruh saja di mejaku" uap Arfan
"Baik pak Arfan" Andreas segera mendekat dan menyimpan minumannya di meja Arfan
Arumi yang merasa familiar pada Andreas pun sedikit memperhatikan wajah Andreas yang memakai seragam OB itu
__ADS_1
"O yah kenapa minumannya hanya satu, apa tidak sekalian untuk tamu kita?, maksudku untuk mbak Arumi ini" ucap Arfan
"Oh, sebentar, saya buatkan lagi" ucap Andreas
Andreas berbalik keluar dan segera mengambil minuman untuk Arumi yang sebenarnya di buat Bela dari pantri kantor,
Setelahnya Andreas segera kembali kehadapan Arfan lagi
"Ini minuman untukmu nona Arum", ucap Andreas
Arumi yang merasa namanya di sebut oleh Andreas menatap Andreas dengan tatapan seakan tidak terima kalau namanya itu di sebutnya
"Apa kalian saling mengenal" tanya Arfan
"Iya" ucap Andreas
"Ti tidak pak Arfan,, mana mungkin saya mengenal OB di kantor Anda ini" ucap Arumi
"Tapi Andreas bilang dia mengenal Anda barusan" ucap Arfan
"Tidak mungkin pak Arfan, saya baru pertama kali menginjakan kaki di kantor bapak ini, jadi mana mungkin saya sudah mengenal seorang Ofice Boy di kantor ini kan" ucap Arumi
"Oh, ya sudah, silahkan di minum tehnya" ucap Arfan
"Iya terima kasih pak, saya memang sedikit haus" ucap Rumi langsung mengambil minuman yang di bawa Andreas itu, dengan sesekali dia menoleh sinis pada Andreas yang masih berdiri di Sampingnya
"Kalau begitu, Saya pamit dulu pak Arfan" ucap Arumi yang mendengar nama Arfan dari Andreas tadi
"O yah, silahkan" ucap Arfan
"Kalau boleh, saya ingin meminta nomor pribadi Anda pak, untuk nanti lebih jelas menanyakan prihal informasi kapan saya bisa mulai kerja" ucap Arumi
"Kalau soal informasi itu, nanti pihak kami yang akan mengirim pemberitahuannya ke email Anda secara langsung," ucap Arfan
"Iya, tapi supaya lebih jelas, saya ingin meminta nomor kontak Anda pak" ucap Arumi
__ADS_1
Arfan sekilas melirik Andreas yang wajahnya nampak sedikit tidak senang, "Maaf nona Arum, kebetulan saya tidak suka memberikan Nomor pribadi ku ke sembarang karyawan" ucap Arfan
...~°~...