
Nadira sangat kesal pada Sindi saat ini, jadi dia tidak ada mood lagi untuk melanjutkan jalan jalan mereka di mall itu, jadi mereka memutuskan untuk segera pulang ke tempat masing masing, karena hari juga mulai beranjak petang
Nadira kembali ke kediamannya dengan menggunakan taksi, sepanjang perjalanan di gang menuju rumahnya Nadira terus saja menggerutu soal Sindi
"Dasar Sindi, kenapa dia selalu saja so akrab dengan Arfan, harusnya dia tau kalau aku tidak menyukainya kan, benar benar tidak peka" gerutu Nadira
Diapun segera sampai di depan Rumahnya, dan langsung masuk kedalam "Bu, aku pulang" ucap Nadira
"Kamu ini dari mana saja?, kenapa baru pulang jam segini?" tanya Narita
"Sindi mengajaku jalan dulu ke mall bu, jadi aku pulang terlambat" ucap Nadira lemas
Nadira menghampiri kursi ruang tengahnya dan langsung mendudukan dirinya di sana, dan dia mulai memperhatikan meja di depannya, dia melihat kalau ada beberapa kotak besar hingga sedang bertumpuk di atas meja di depannya
"Ini kotak apa bu?" tanya Nadira sambil meraba nya,
"Itu baju dari Ayahmu, katanya kau harus memakai baju itu untuk acara malam ini" ucap Narita
"Ayah??, kenapa dia tidak membicarakanya dulu padaku di kantor kalau ada acara, malas sekali" ucap Nadira
"Dia bilang akan menjemput mu pukul 7 malam ini, jadi kamu harus sudah siap saat dia menjemput mu nanti" ucap Narita
"Tumben ibu mengijinkanmu pergi dengan ayah semudah itu" ucap Nadira
"Kamu tidak tau saja, kalau kamu datang lebih awal, kamu akan melihat ibu bertengkar hebat dengan ayahmu tadi" ucap Narita
"Sungguh, tapi tidak kelihatan bekasnya, apa ayah memberimu uang?" tanya Nadira yang melihat kalau ekspresi ibunya tenang tenang saja
"Ya begitulah" ucap Narita
"Pantas saja Ibu dwngan mudah menurutinya" ucap Nadira
Karena penasaran, Nadira mengintip isi kotak itu untuk melihat seperti apa pakaian yang di belikan ayahnya, namun karena kondisinya bajunya terlipat Nadira tidak bisa melihat modelnya dengan jelas
"Bu, apa boleh aku melihat bajunya di kamarku?" tanya Nadira
"Bawa saja, itu kan punyamu" ucap Narita
"Baiklah" Nadira langsung beranjak dari duduknya dengan mengangkat semua kotak itu, dan segera membawnya masuk kedalam kamarnya
__ADS_1
Nadira menaruh kotak kotak itu di atas tempat tidurnya, dan segera membuka kotaknya yang paling besar terlebih dulu, dia mengambil dres midi berwarna blue elektrik dari dalam kotak itu
"Waw, cantik sekali bajunya" Nadira juga melihat brand logo terkenal yang ada di bajunya itu "Tumben sekali papah memberikanku baju mahal, apa acaranya sangat penting?" gumam Nadira
Dia membawanya kedepan cermin dan mencoba menempel dres cantik itu di depan badannya, Nadira sedikit berlenggok saat melihat dirinya di pantulan cermin dengan gaun itu "Ya ampun,, ini cantik sekali, sejak kapan ayah tau seleraku??" gumamnya
Setelah dia puas mencoba bajunya, diapun menggantung baju barunya itu di lemari dengan rapih, kemudian dia melihat lihat set lainya yang di belikan Arfan untuk nya di kotak yang lain
.
...°°°°°...
Sementara itu, Arfan kini sudah bersiap siap di kediaman nya, dia menata ulang penampilannya setelah dia membersihkan dirinya dengan setelan semi formal, dan setelah hampir tiba waktu yang di janjikan, dia segera turun dari kamar pribadinya
Dia menghampiri Andreas yang masih terlihat melamun di ruang televisi
"Dre, kenapa kau belum bersiap?" tanya Arfan
"Kamu duluan saja, aku mungkin besok baru nyusul" ucap Andreas
"Apa kau yakin tidak akan melakukan hal bodoh?" tanya Arfan
"Kak, pemikiran ku tidak sependek itu, aku hanya perlu menenangkan diriku saja" ucap Andreas
Arfan segera bergegas ke mobilnya yang ada di garasi,, dan dia segera mengendarainya keluar dari kdiamannya untuk menjemput Nadira,
.
Sesampainya di tempat penjemputan, Arfan turun dari mobilnya dengan mengenakan masker hitam yang menutupi sebagian wajahnya, dan dia menunggu Nadira di luar mobil dengan bersandar di cup mobil Civic R hitam nya
Tidak berselang lama, Nadira keluar dari gang rumahnya dengan di dampingi oleh Narita,
Arfan langsung menoleh ke arah Nadira yang memakai dres pilihannya yang terlihat sangat cantik di badanya ,, dan set aksesoris yang di kenakan Nadira menambah kesan indah pada diri Nadira,,, baju berwarna blue elektrik itu terlihat sangat elegan saat di pakai oleh Nadira, meskipun suasana sedikit remang, tapi kecantikan Nadira seakan memancarkan cahayanya sendiri
Arfan terus memandang nya tanpa berkedip, hingga tidak terasa kalau Nadira kini sudah berdiri tepat di hadapannya
"Cantik" gumamnya
"Terima kasih, apa anda orang yang di suruh ayah untuk menjemput ku?" tanya Nadira tidak curiga sama sekali kalau itu Arfan
__ADS_1
"Iya, silakan langsung masuk saja" ucap Arfan seraya membukakan pintu depan mobil untuk Nadira
"Oh iya, terimakasih" ucap Nadira, diapun segera masuk ke mobil Arfan, dan dia belum sadar juga kalau itu adalah mobil Arfan, mungkin karena suasana malam hari yang sedikit gelap, jadi tidak terlihat jelas olehnya kalau itu mobil Arfan, di tambah asumsi yang di dapat dri ibunya yang menyebut kalau Ayahnya lah yang mengajaknya pergi, bukan Arfan
Setelah Nadira masuk,, Arfan mengacungkan jempolnya sekilas pada Narita, dia tidak tau metode apa yang sudah di gunakan Narita untuk membujuk Nadira, tapi yang pasti dia puas karena tidak nampak ada keterpaksaan dari Nadira untuk pergi dengannya
Narita juga sedikit menganggukan kepalanya dengan tersenyum ke arah Arfan, dia memang menerima sejumlah uang dari arfan agar dia bisa merayu Nadira pergi dengan Arfan, dan juga agar Nadira mau memakai gaunya itu, Karena seperti tebakan Andreas, Narita memang sangat gampang luluh jika di rayu dengan uang
Arfan segera naik ke mobilnya di belakang kursi kemudi di samping Nadira, Arfan sekilas menoleh pada Nadira yang belum memakai sabuk pengamannya
"Gunakan sabuk pengaman mu, supaya perjalananmu aman" ucap Arfan
"Oh iya" Nadira langsung menggunakan sabuk pengaman melingkar ke badannya
Arfan segera menghidupkan mesin mobilnya, dan mulai melajukanya perlahan,, Arfan membawa Nadira berkendara menyusuri jalanan kota B yang mengarah ke luar kota,
Dan itupun baru di sadari oleh Nadira saat mobil Arfan memasuki gerbang tol, "Tunggu tunggu, apa acara Ayah itu di luar kota?" tanya Nadira
"Sebenarnya ini acara ku, bukan acara ayahmu" ucap Arfan
"Apa maksud anda?" tanya Nadira sedikit kaget
"Apa kamu tidak tau mobil yang kamu tumpangi ini mobil siapa?" tanya Arfan
Nadira pun mulai memperhatikan tiap inci dari bagian interior mobil Civic R milik Arfan itu, dan memang itu sedikit familiar karena dia memang sempat menaikinya sebelumnya
"Bukan kah ini mobilnya...., apa kamu ini Arfan?" tanya Nadira langsung menebaknya
Arfan langsung tersenyum saat Nadira menyadari kalau itu memang mobilnya "Ternyata ingatanmu bagus juga" ucap Arfan
"Jadi benar kau ini Arfan?" tanya Nadira dengan nada sedikit panik
Arfan langsung membuka masker yang di kenakannya, "Tentu saja, memangnya kamu mengharapkan siapa?" tanya Arfan
"A a apa maksud anda menculiku?,, Tu turunkan aku di sini, aku harus pergi ketempat ayahku" ucap Nadira merasa sedikit takut kalau dirinya akan di manfaatkan oleh Arfan
"Mohon maaf Nona Dira,, aku tidak bisa menurunkan Anda di sini, perjalanan nya masih sedikit jauh" ucap Arfan
"Kalau Kamu tidak menghentikan mobilnya, aku akan lompat dari mobil ini sekarang juga" ancam Nadira
__ADS_1
Arfan pun hanya tertawa kecil mendengarnya, "Coba saja" ucap Arfan
"Apa anda pikir aku hanya main main?, b b baiklah aku akan loncat sekarang" ucap Nadira, dia pun langsung mencoba membuka pintu mobil Arfan yang masih melaju cukup kencang itu, hanya saja sekeras apapun nadira mencoba membukanya, pintu mobil itu tidak bisa terbuka sama sekali, karena Arfan memang menguncinya