Pria Gila Kaya Raya

Pria Gila Kaya Raya
Pura Pura


__ADS_3

Arfan pun hanya bisa melihat punggung Nadira yang perlahan menjauh dari pandangannya, dia segera bergegas memasuki jalanan gang untuk pulang ke rumahnya


Setelah Nadira hilang dari pandangannya, barulah Arfan melajukan mobilnya dan pergi dari depan pos tua yang pernah menampung dirinya selama bertahun-tahun itu



Setibanya Arfan di kediamannya, dia pun memasuki rumahnya dengan wajah sedikit di tekuk,


"Kamu kenapa kak?, apa kamu tidak bertemu Nadira?" tanya Andreas yang melihat Kakaknya pulang dengan wajah yang sedikit muram


"Ya, aku lupa bawa peralatan ku yang ada di mobilmu, jadi aku sedikit menyayangkan tidak bisa menemui nya hari ini" ucap Arfan


"Uuu kasihan, makanya segera bongkar jati dirimu di depan Nadira, biar gak perlu ribet lagi dengan peralatan menyamarmu itu" ucap Andreas sambil menikmati teh hangat di sofa ruang tamunya


Arfan pun mendudukan dirinya di samping Adik nya, dan juga mengambil cangkir teh yang memang di sediakan asisten rumah untuk mereka


"Akan ada waktunya nanti" ucap Arfan datar, kemudian diapun segera menyesap teh hangat di cangkir nya



Malam Harinya, Arfan sudah bersiap untuk pergi menemui Yovi lagi, dia turun dari Kamarnya, dan menemui Arfan yang sudah menyantap makan malam nya


"Apa kamu tidak mau menemani ku pergi?" tanya Arfan


"Aku sudah makan, dan sebentar lagi aku pasti ngantuk,, jadi kakak pergi dengan supir saja lah" ucap Andreas


"Kamu ini anak muda, kali kali cari tempat hangout kek, atau cari cewek seksi di luar, pulangnya agak malem, dan mainnya agak jauh" ucap Arfan menggoda Adiknya


"Maaalles, aku tidak berminat mencari cewek yang tidak jelas , di hatiku sudah ada Arumi seorang" ucap Andreas


"Lembek kali kau,, jangan terlalu yakin dengan pilihan mu, aku tidak mau hal yang menimpaku, itu terjadi juga pada mu juga" ucap Arfan


"Gak bakal lah, aku yakin Arumi itu jodohku" ucap Andreas


"Ya Terserah lah, O yah aku pergi kalau kamu memang tidak mau ikut" ucap Arfan

__ADS_1


"Ya Sudah, pergilah, semoga kencan mu dengan ibu tirimu itu berjalan mulus" ucap Andreas


"Ya kuharap begitu" ucap Arfan sambil tersenyum sinis


Arfan pun segera pergi dengan mobilnya, dan hanya di temani sang sopir yang mengendarai mobilnya, Arfan pun segera melintasi jalanan kota B yang remang remang


.


Setelah Beberapa saat berkendara, diapun sampai di sebuah Bar yang ada di pusat kota, karena Yovi memang mengajak Arfan bertemu di sebuah tempat hiburan malam


Begitu Arfan turun dari mobilnya, Yovi yang sudah menunggunya dan tau kalau itu mobil Arfan pun langsung menghampirinya


"Kamu datang juga, aku kangen tau, lama sekali datangnya" ucap Yovi yang langsung merangkul tangan Arfan


"Kenapa kita harus bertemu di sini?" tanya Arfan, dia memang jarang mengunjungi tempat hiburan malam seperti itu, jadi dia sedikit merasa asing


"Di sini Tempatnya Asik tau, aku sering nongkrong di sini kalau lagi suntuk pada si tua itu, Ayolah kita langsung masuk saja" rayu Yovi sambil sedikit menarik tangan Arfan


Arfan pun hanya bisa mengikuti tarikan dari Yovi itu, dia tidak berniat menghindar dari Yovi supaya dia percaya kalau Arfan masih memiliki rasa padanya,, dengan tujuan untuk mencari celah kesalahan Yovi yang mungkin saja bisa dia gunakan saat nanti dia memerlukanya


Yovi pun langsung mengajak Arfan masuk kedalam bar yang bernuansa remang dan cukup ramai oleh pengunjung malam ini, alunan musik keras pun langsung menyambut Arfan yang baru memasuki bar itu


Arfan pun di bawa Yovi untuk duduk di kursi yang ada di depan meja bartender, dan Yovi pun langsung memesan minuman untuk nya dan untuk Arfan


"Beri aku 2 Minuman yang biasa" ucap Yovi pada sang bartender


Bartender itu pun segera meracik beberapa jenis minuman jadi satu, kemudian dia menuangnya kedalam gelas sampanye di depan Yovi dan Arfan


Yovi pun langsung mengangkat gelasnya kepada Arfan "Minumlah" ucap Yovi


Dengan sedikit segan Arfan pun mengambil gelas minumannya, dan mencoba meminumnya, meskipun aromanya tidak dia sukai tapi dia tetap meminumnya


"Pokonya malam ini kita minum sepuasnya di sini ya, tenang saja, aku yang bayar minumannya" ucap Yovi


"Baiklah, terserah padamu" ucap Arfan sambil meminum minumanya sedikit demi sedikit

__ADS_1


.


Beberapa saat berlalu, Yovi pun sudah menghabiskan berpuluh puluh gelas minuman yang terus di isikan oleh bartender ke gelasnya, sementara Arfan Baru menung minuman yang kedua ke gelasnya


"Kamu payah sekali sayang, masa baru isi gelas kedua sih, dasar kamu memang payah" ucap Yovi yang sudah mulai mabuk itu


Arfan pun hanya tersenyum, dia benar-benar tidak mengerti kenapa orang bisa meminum minuman itu hingga berbotol botol, sementara Arfan mencium baunya saja sudah merasa pusing, tapi tentunya dia tidak sampai mabuk


Yovi yang mabuk pun mengajak Arfan kelantai dansa untuk menari bersamanya,


Arfan pun terus mencoba menopang langkah Yovi yang sempoyongan itu, dan setelah sampai di area kosomg Yovi pun langsung melingkarkan tangannya di tengkuk Arfan, dan mulai menari santai dengan Arfan yang memegang pinggang Yovi dan menahanya aga tidak jatuh kelantai


"Apa Kamu tau sayang, aku tidak cinta pada si tua itu, aku hanya mencintai hartanya saja, aku sekarang ingin kembali padamu Arfan, aku akan bercerai dengannya setelah akuendapatkan hartanya, kamu tunggu aku ya sayang," ucap Yovi sambil menatap nanar pada wajah Arfan


"Apa kau ingin kembali padaku juga karena harta??" tanya Arfan


"Ya tentu saja, tapi di samping itu kau sangat tampan sayang, aku mencintaimu," ucap Yovi sambil mencoba mencium Arfan dengan sedikit berjinjit karena Arfan jauh lebih tinggi darinya


Tapi Arfan langsung mengelak dari bibir Yovi itu, atau dia akan benar benar muntah kalau sampai bibir Yovi itu menyentuh bibirnya


"Sayang aku ingin menciumu, kenapa kamu malah menghindar" ucap Yovi


"Apa kamu tidak lihat di sini banyak orang?" tanya Arfan beralasan


"Apa peduli mereka, abaikan saja, mereka juga sering melakukanya di depan ku" ucap Yovi


"Aku tidak mau" ucap Arfan


"Kau ini pemalu sekali,,, Kalau gitu kita cari tempat yang sepi sayang, ayo" ucap Yovi yang langsung melepaskan pelukan tanganya dari Arfan, dan mencoba melangkah ke arah meja bartender lagi dengan sempoyongan


Dan saat dia baru berjalan beberapa langkah, Yovi pun malah terjerembab ke lantai bar, karena Arfan tidak memeganginya


'Guprak' "Awwwwhh, sakit" lirih Yovi yang wajahnya tersungkur itu


Arfan pun segera mendekat ke arah Yovi "Mending kita pulang sekarang, kurasa kau sudah mabuk" ucap Arfan

__ADS_1


"Kamu bantu aku pergi ke ruangan di atas saja sayang, aku tidak mau pulang malam ini" ucap Yovi sambil mengulurkan tangannya kepada Arfan


"Baiklah,, kalau di sini ada tempat istirahat, itu artinya aku tidak perlu repot-repot mengantarmu ke rumah Edgar" ucap Arfan


__ADS_2