Pria Gila Kaya Raya

Pria Gila Kaya Raya
Bersemangat


__ADS_3

Mendengar Arfan bernada tinggi pada Andreas, Dinda langsung saja mencoba menenangkan Arfan lagi


"Kak, sudahlah jangan marah-marah, Dinda juga yakin kalau kak Nadira itu masih hidup, hanya saja mungkin kak Nadira masih bersembunyi dari kakak, jadi sekarang mending sarapan dulu, biar sehat dan bisa menemukan kak Nadira lagi" ucap Dinda


Arfan langsung tersenyum pada Dinda "Kau ini, memang pandai sekali merayu kakak, o yah apa sudah di pisah daging nya" ucap Arfan melembut,


"Sudah kak, bubur nya sudah tidak ada dagingnya, tenang saja" ucap Dinda


"Baiklah" ucap Arfan, dia pun langsung menerima suapan dari tangan Dinda


Sementara Andreas tidak berani berkata lagi, takut salah bicara seperti sebelumnya, dan malah membuat Arfan marah,,


Arfan juga tidak terlalu menganggap perkataannya serius, karena dia dan Andreas memang terbiasa berkata kata seperti itu saat mereka kesal, entah itu Arfan ke Andreas, atau sebaliknya


Tapi yang masih belum dia pahami sekarang, kenapa dia jadi tidak suka melihat daging, dan Seolah dia jiji walau hanya melihat nya saja


Setelah dia sarapan buburnya, dia juga di bantu Dinda untuk memakan obatnya,


"Cepet sembuh ya kak, Dinda mau sekolah dulu" ucap Dinda


"Iya, kamu yang rajin sekolah mu,, jadilah kebanggaan kakak" ucap Arfan


"Aku juga ke kantor dulu kak, kalau ada apa apa, kamu panggil asisten rumah saja ya, maaf" ucap Andreas


"Sudahlah tidak perlu minta maaf,, lakukan saja kewajiban mu dengan baik, aku tidak papa" ucap Arfan


"Baiklah" ucap Andreas


Dinda dan Andreas segera meninggalkan Arfan sendiri lagi di kamar nya untuk beristirahat


.


Saat hari mulai beranjak siang, ponsel Arfan tiba tiba saja berbunyi, sudah lama dia tidak menerima panggilan dari siapapun semenjak dia sakit


Arfan langsung mengangkat telponnya itu "Hallo" sapa Arfan

__ADS_1


📲"Selamat siang pak Arfan" ucap sang penelepon


"Siang pak, apa ada perkembangan terbaru soal istri saya?" tanya Arfan


📲"Kami sebenarnya belum yakin dengan informasi yang kami dapatkan dari rekan kami, tapi saya pikir mungkin Anda perlu tahu hal ini" ucap Petugas polisi


Arfan menghela nafasnya seolah dia akan mendengar sesuatu yang mengecewakan "Katakan saja, aku siap mendengar apapun informasinya" ucap Arfan yang sudah menyiapkan mental nya kalau kalau mendengar kabar buruk


📲"Baiklah, jadi begini,, salah seorang dari rekan kami menginformasikan kalau dia melihat seorang wanita yang sangat mirip dengan istri Anda, dia melihat nya di sebuah pasar tradisional di daerah BS, sayangnya dia tidak sempat mengintrogasi wanita itu, karena dia kehilangan jejaknya, jadi kami tidak berani memastikan kalau informasi ini valid" ucap polisi itu


"Sungguh??, Baiklah Baiklah, terima kasih atas informasinya pak, itu adalah berita yang saya tunggu-tunggu, sekali lagi terimakasih banyak pak" ucap Arfan girang, dia tidak menyangka kalau informasi nya adalah informasi yang ingin dia dengar selama 4 bulan terakhir


📲"Sama sama pak arfan, mohon maaf sudah menggangu waktu anda, selamat siang pak Arfan" ucap sang Petugas polisi,


Dan panggilan mereka pun segera berakhir


"Tidak, aku tidak merasa terganggu, aku malah merasa sangat terhibur" gumam Arfan dengan melihat layar ponselnya


Dan entah kenapa, setelah mendengar berita itu, tubuhnya mendadak terasa lebih segar daripada sebelumnya, dia beranjak dari tempat tidur, berganti pakaian dan kemudian keluar dari kamarnya


Arfan masuk ke mobilnya untuk langsung pergi ke daerah B.S yang masih termasuk daerah pinggiran kota B, dia berangkat dari daerah C.B dan menempuh perjalanan hampir satu jam untuk sampai ke sana, dan dia langsung pergi ke pasar yang di informasi kan oleh polisi itu


Hingga akhirnya dia bertemu seorang ibu pedagang topi yang waktu pagi mengobrol dengan Nadira


"Bu, maaf, boleh saya numpang tanya, apa Ibu pernah melihat wanita ini di pasar ini?" tanya Arfan pada ibu penjual topi itu


"Coba sini lihat de" ucap ibu itu meraih foto Nadira dan memperhatikan nya, dan tentu saja dia ingat kalau itu gadis yang bersama Bu Lisa sang penjual kue


"Ini sih Oneng de, dia bersama ibunya berjalan kue kalau pagi di sini, tapi sekarang sudah pulang,, nah di situ tuh biasanya mereka berjualan" ucap Ibu itu menunjuk tempat kosong yang tidak jauh dari lapaknya


"Benarkah, tapi apa Ibu yakin kalau namanya Oneng?, bukan Nadira bu?" tanya Arfan meyakinkan


"Ya dia di pangil begitu oleh ibunya, saya juga tidak tau pasti" ucap ibu itu


"Apa ibu tau di daerah mana dia tinggal?" tanya Arfan

__ADS_1


"Kalau itu saya tidak tau dek, tapi kalau Adek ini mau mencari nya, saya sarankan kesininya pagi pagi sekali, dan Adek bisa menanyakan langsung pada bu Lisa" ucap Ibu itu


"Begitu ya, Baiklah, terimakasih untuk informasinya bu" ucap Arfan


"Mau sekalian beli topinya dek" tanya ibu itu


Arfan langsung tersenyum, "Boleh bu, saya ambil satu" ucap Arfan, dia memilih milihnya dan setelah dapat yang dia mau, dia membayar topi itu dengan lima lembar uang merah,


"Dek, ini kebanyakan uangnya, satu saja masih ada kembaliannya," ucap ibu itu


"Tidak apa, simpan kembaliannya untuk ibu" ucap Arfan, dia pun segera berbalik untuk ke mobilnya lagi, dan dia berniat kembali ke pasar itu besok paginya untuk menemui wanita yang bernama Oneng itu


"Terima kasih dek," ucap ibu itu girang


.


…


Keesokan paginya di kediaman Ednan bersaudara, Arfan bangun pagi pagi sekali dan langsung bersiap berangkat ke pasar itu lagi,


Meski dia sulit tidur semalaman karena dia tidak sabar ingin melihat Nadira lagi, tapi pagi itu dia bangun dengan cukup segar dan bersemangat


Dia belum memberitahu Andreas atau Dinda prihal Informasi Nadira, karena bisa saja itu info yang salah,


Beberapa waktu kemudian, Arfan sudah sampai ke pasar itu Lagi, dan menunggu di tempat ibu penjual topi kemarin, dan si ibu itu juga belum ada di sana


Setelah Beberapa Saat menunggu, tiba tiba netranya langsung teralihkan pada sosok wanita berparas cantik yang baru turun dari angkutan umum di depan pasar


Hatinya berdegup kencang, aliran darahnya seolah mengalir begitu deras kala melihat wanita yang membawa kotak kue itu berjalan ke arahnya, dia berjalan dengan seorang ibu di sampingnya yang juga membawa beberapa kotak kue


Arfan terdiam sesaat dan terpaku di tempatnya berdiri kala melihat Nadira masih ada di dunia ini,, dan dia terlihat baik baik saja tanpa kekurangan sesuatu apapun


Nadira terus berjalan mendekat ke arah Arfan dengan fokus mengobrol dengan Bu Lisa


"Berat ya bu?, Sudah ku bilang harusnya kotak kuenya di bagi dua saja dengan ku, apa Ibu pikir aku sangat lemah hingga hanya boleh membawa dua kotak saja" ucap Nadira

__ADS_1


"Tidak, ini tidak berat, ibu sudah biasa, biasanya semuanya ibu bawa sendiri kan," ucap bu Lisa yang memang membawa 5 kotak kue


Namun saat mereka hampir tiba di lapak mereka, Seseorang tiba tiba memeluk Nadira, dan karena saking kagetnya Nadira sampai menjatuhkan kotak kue yang di bawanya 'Guprak'


__ADS_2