Pria Gila Kaya Raya

Pria Gila Kaya Raya
Berlaga Amnesia


__ADS_3

Arfan hanya bisa menurut pada Nadira untuk tidak menemaninya menginap di rumah sakit, padahal dia ingin menghabiskan banyak waktu dengan Nadira di awal hubungannya itu


Tapi Nadira membuat batasan mungkin supaya hubungan mereka tidak cepat di tebak Edgar, jadi Arfan hanya di perbolehkan Nadira menemaninya hingga sore hari, dan setelah itu Arfan segera pulang ke kediamannya lagi


.



Keesokan harinya,


Di kediaman Ednan bersaudara Arfan terbangun di kasur empuknya, yang pertama di ingat saat dia membuka mata adalah Nadira, jadi dia bangun dan mengambil ponselnya dari atas lemari kecil di samping tempat tidurnya, Arfan langsung melihat wajah Nadira yang ada di tampilan layar depan ponselnya,


Arfan memperhatikan foto yang di ambilnya diam diam saat Nadira tidur di kamar Dinda saat di villa oma,


"Lucu" ucap Arfan dengan tersenyum, dia langsung mencari Nomor Nadira dan menghubunginya


Nadira yang berada di sisi lain telpon juga langsung mengangkat panggilan Arfan


"Hallo, selamat pagi pacar" ucap Arfan


📲" Pagi juga pacar,," ucap Nadira dengan tersenyum


"Sepertinya kita perlu punya panggilan yang lain, rasanya tidak enak jika hanya memanggil mu pacar" ucap Arfan


📲"Boleh saja, tapi jangan yang terlalu lebai" ucap Nadira


"Apa sekarang aku boleh memanggilmu sayang?" tanya Arfan


📲"Terserah, jika kamu memang sayang, panggil saja begitu, apa pagi ini aku boleh memanggilmu paman?" ucap Nadira asal


"Terserah, aku sadar aku memang sudah sedikit tua" ucap Arfan tersenyum juga


📲"Aku hanya bercanda Sayang" ucap Nadira manja


Arfan tersenyum lebar dan sedikit menggelengkan kepalanya, itu seolah dia mendengar sesuatu yang menggelikan


"Rasanya panggilan sayangmu Itu cukup indah di dengar" ucap Arfan


📲"Masa?, kamu bukan yang pertama kalinya pacaran kan?, memang pacar mu yang sebelumnya tidak pernah memanggilmu sayang?" tanya Nadira


"Aku hanya hampir lupa kapan terakhir kali ada yang memanggilku begitu, dan mungkin juga itu berbeda jika kamu yang manggil nya, bisa di ulang lagi?" tanya Arfan


📲"Ya ya ya, kamu memang orang yang pandai merayu, dan tidak ada ulangan untuk pagi ini" ucap Nadira terkekeh


"Sayang sekali,, o yah Apa ayahmu sudah membaik?" tanya Arfan.


Nadira menoleh pada Edgar yang masih tertidur di tempat tidur rawat nya

__ADS_1


📲"Seperti nya begitu, dia masih cukup pulas tertidur sekarang, jadi aku tidak bisa memastikan nya" ucap Nadira


"Ooh,, Aku setelah ini akan kesana, apa kamu memerlukan sesuatu, biar sekalian ku bawakan" ucap Arfan


📲"Tidak perlu, aku hari ini akan ke kantor papah, semalam papah bilang aku harus mewakili nya memimpin kantor sementara selama dia sakit" ucap Nadira


"Begitukah?, kalau begitu aku akan menjemput mu ke sana setelah ini" ucap Arfan


📲"Ya baiklah, aku tunggu" ucap Nadira


"Kalau begitu aku bersiap-siap dulu" ucap Arfan


📲"Ya Sudah, sampai ketemu nanti, daaah" ucap Nadira


"Dah juga gadis kecil" ucap Arfan


Nadira langsung terkekeh lagi,, 📲"Itu terdengar menggelikan" ucap Nadira


"Ya sudah sayang, kau yang tutup telponya" ucap Arfan


📲"Kenapa harus aku, bukanya kamu yang menelpon? harusnya kamu juga yang mengakhiri panggilan nya" ucap Nadira


"Ayolah, nanti keburu siang" ucap Arfan


📲"Kalau begitu cepat sudahi saja dari sana" ucap Nadira


📲"Aneh, ya sudah, aku tutup panggilan nya ya, bay,, sayang" ucap Nadira, diapun segera mengakhiri panggilan telpon dari Arfan itu


Arfan tersenyum dengan menatap layar ponselnya kembali, setelah nya dia segera beranjak untuk membersikan diri dan bersiap-siap merapihkan dirinya, kemudian dia segera pergi menjemput Nadira ke rumah sakit dengan cukup bersemangat



Setibanya di rumah sakit, Arfan sudah di tunggu Nadira di luar pintu masuk rumah sakit, jadi Arfan tidak perlu memasukan mobilnya dulu kedalam. Dia menghentikan mobilnya tepat di depan Nadira yang berdiri menunggu nya


Arfan langsung menurunkan kaca mobilnya dan menyapa pacarnya itu "Pagi cantik, apa kau sudah siap pergi" tanya Arfan basa basi


"Iya" jawab Nadira tersenyum


"Kalau begitu masuklah" ucap Arfan


"Baiklah" Nadira langsung membuka pintu depan mobil Arfan dan masuk ke mobil di samping Arfan


"Apa kita langsung pergi ke kantor Ayahmu?" tanya Arfan


"Ya ke rumah dulu lah, aku perlu ganti pakaian ku dulu, masa ke kantor berpenampilan seperti ini sih" ucap Nadira yang masih mengenakan t-sert putih dari Arfan


"O iya,, maaf,, baiklah" ucap Arfan, dia segera melajukan mobilnya lagi

__ADS_1


Dan Nadira meminta untuk di antar ke kediaman ayahnya, bukan ke rumah ibunya


Sesampainya di kediaman Edgar, Arfan langsung memasukan mobilnya ke halaman rumah itu


"Kenapa kita tidak ke rumah ibumu?" tanya Arfan


"Baju baju kerjaku masih ada di sini sebagian, jadi aku bersiap dari sini saja, deket juga kan daripada harus ke rumah ibu" ucap Nadira


"Baiklah, kalau begitu aku tungu di sini" ucap Arfan


"Apa tidak mau masuk dulu?" tanya Nadira


"Aku di sini saja lah" ucap Arfan


"Oh,, ya sudah, tunggu sebentar ya" ucap Nadira, diapun segera turun dan segera memasuki rumah Edgar


Sementara Arfan hanya menunggu di dalam mobil, dia melihat jam di tangannya, dan waktu memang masih cukup pagi, masih ada setengah jaman lagi sebelum waktunya masuk kantor


Dan selama setengah jam itu juga Arfan menunggu Nadira yang bersiap di dalam, dan tidak kunjung keluar, itu membuat Arfan sedikit jenuh dan memutuskan turun dari mobilnya dan menunggu Nadira dengan duduk di kursi teras kediaman Edgar


Beberapa saat kemudian Nadira akhirnya keluar dengan sudah bersetelan jas kustom elegan berwarna brown yang sangat pas di badannya, dia juga mengenakan anting anting simpel yang terlihat serasi dengan penampilannya saat ini,, dengan riasa natural dan rambut sebahu yang di gerai membuatnya nampak lebih dewasa dari pada usianya, dan itu terlihat sangat memukau,,


Nadira segera menghampiri Arfan dengan tergesa-gesa


"Maaf, menunggu lama ya" ucap Nadira


Arfan langsung menoleh pada Nadira dan langsung terpana melihat sosok wanita muda yang berpenampilan profesional itu, dia sedikit melongo memperhatikan nya, menurut Arfan Nadira seperti menjadi seseorang yang berbeda saat dia merubah penampilannya


"Apa anda pacar saya?" tanya Arfan asal


"Ayolah, jangan berlagak amnesia, ini sudah siang, ayo pergi" ucap Nadira langsung meraih tangan Arfan dan menariknya untuk pergi


"Baiklah" Arfan berdiri dari duduknya, dan kemudian menarik balik tangan Nadira hingga dia berbalik menghadap padanya lagi


Nadira langsung mendongak untuk bertatapan dengan mata Arfan yang berpostur lebih tinggi dari nya "Apa?" tanya Nadira


Arfan tidak menjawab dan malah mendekatkan wajahnya pada wajah Nadira,


Nadira tentu sedikit menghindari Arfan yang seolah akan menciumnya itu "Kamu mau apa?" tanya Nadira sedikit gugup


Arfan tersenyum dan menggelengkan kepalanya, kemudian dia berlalu dari hadapan Nadira yang masih tertegun,


Nadira sudah siap menolak kalau kalau Arfan ingin menciumnya, tapi nyatanya tidak "Ih, dasar aneh" ucap Nadira dengan suara pelan dan langsung mengikuti Arfan ke mobilnya


Mereka segera masuk ke mobil Arfan dan segera pergi dari kediaman Edgar


...~°~...

__ADS_1


__ADS_2