Pria Gila Kaya Raya

Pria Gila Kaya Raya
Berbaik Hati


__ADS_3

Nadira terdiam beberapa saat sat mendengar pernyataan bu Lisa, dia merasa itu sesuatu yang mendadak, karena memang dia belum mengingat asal usul nya sekarang, Nadira merasa berat hati jika tiba-tiba dia harus meninggalkan bu Lisa yang selama 4 bulan ini menyayangi dan melindunginya


Tapi Nadira juga penasaran tentang jati dirinya yang sebelumnya, Nadira menatap wajah Arfan yang berada di depannya


"Apa Kamu benar benar keluarga ku?, dan apa kamu juga akan membawaku pergi dari sini sekarang?" tanya Nadira


"Tentu saja, aku ini Suami mu, aku senang jika kamu mau segera pulang ke rumah lagi besamaku" ucap Arfan


"Bolehkah aku minta waktu sebentar lagi bersama ibu?, ya setidaknya sehari ini saja" tanya Nadira


Arfan terdiam mendengar permintaan dari Nadira itu, sebenarnya dia tidak ingin menunggu lagi untuk membawa pulang Nadira, tapi dia juga menghargai keinginan dari Nadira yang mungkin sekarang masih belum mampu mengingat masa lalunya, dan mungkin dia memang sudah nyaman dengan kehidupan nya sekarang


"Baiklah, tidak papa, aku akan menunggu sampai kau benar-benar siap untuk pulang" ucap Arfan


"Terimakasih" ucap Nadira


Arfan hanya bisa tersenyum kaku


Setelah itu, Arfan segera mengantar Nadira dan Bu Lisa kembali ke rumah bu lisa yang memang letak nya tidak jauh dari bantaran sungai



Sesampainya mereka di depan rumah bu Lisa, Arfan sedikit terenyuh saat dia melihat keadaan rumah bu lisa yang jauh dari kata Layak,


"Apa di sini kalian tinggal?" tanya Arfan


"Iya, inilah rumah ibu, ya meskipun sederhana, tapi setidaknya masih bisa melindungi ibu dan neng dari panasnya matahari dan dinginnya hujan" ucap Bu Lisa


Arfan tersenyum dan segera memapah Nadira untuk masuk ke rumah itu, meskipun sebenarnya Nadira bisa berjalan sendiri dengan lancar, tapi Arfan tetap membantunya karena menghawatirkan nya, terlebih sekarang ada bayi di dalam perut Nadira


Bu Lisa yang berjalan lebih dulu langsung membukakan pintu rumahnya untuk Nadira dan Arfan, "Silahkan masuk nak,, maaf, memang beginilah kondisi rumah ibu" ucap Bu Lisa


"Tidak apa Bu, aku yakin di sini cukup nyaman, buktinya Nadira betah di sini" ucap Arfan


"Apa namaku benar-benar benar Nadira?" tanya Nadira


"Tentu saja, memangnya siapa lagi, ibu dan ayahmu memberikan nama itu padamu, dan bukannya Oneng" ucap Arfan Asal


"Maaf nak, ibu memang tidak tau nama neng itu Siapa, jadi ibu hanya memanggilnya begitu" ucap Bu Lisa


"Tidak apa Bu, lucu juga menurut ku" ucap Arfan

__ADS_1


Mereka segera masuk kedalam rumah sederhana itu,, dan Arfan mengantar Nadira ke tempat tidurnya untuk segera beristirahat,


"Bu, aku mau keluar dulu sebentar, jadi aku titip dulu Nadira pada ibu" ucap Arfan pada bu Lisa


"Tentu saja, biasanya juga neng bersama ibu kan" ucap bu Lisa


"Iya yah,,, saya lupa" ucap Arfan, dia kemudian melirik Nadira "Aku keluar dulu sebentar, jangan beranjak dari istirahat mu ya," ucap Arfan


"Iya, aku tidak akan kemana-mana, tenang saja" ucap Nadira


"Baguslah" ucap Arfan,


Diapun segera beranjak pergi dari rumah itu dan kembali ke mobilnya, dia berniat untuk memgbil sejumlah uang ke bank untuk dia berikan pada bu Lisa sebagai ucapan terimakasihnya, seperti yang sudah dia cantumkan di pencarian Nadira di beberapa media


Arfan memang sudah berniat akan memberikan imbalan bagi siapa saja yang sudah menemukan dan menyelamatkan Nadira,


Sementara Arfan pergi, Nadira hanya berbaring di tempat tidur dengan di temani bu Lisa


"Kalau kamu sudah pulang ke keluarga mu, pasti di sini akan sepi lagi neng," ucap bu Lisa


"Neng juga sebenarnya masih ingin tinggal di sini, tapi apa harus neng pergi dari sini?" tanya Nadira


Saat mereka sedang hangat-hangatnya mengobrol, tiba tiba saja terdengar suara seseorang menggedor pintu rumah itu 'Bruk bruk bruk' "Rojak, buka pintu rumah mu ini, atau aku akan menghancurkan nya," triak salah seorang dari luar


Bu Lisa langsung menoleh ke arah pintu, "Siapa itu?" gumam bu Lisa, dia langsung keluar dari kamar Nadira untuk membukakan pintu rumahnya,


Dan dia Melihat kalau yang ada di depan pintu adalah adik iparnya yang dalam keadaan mabuk "Ada apa kamu kesini Soma, datang Kok triak triak, tidak sopan" ucap Bu Lisa


"Aku datang kesini ingin bertemu Rojak, mana dia?" tanya Soma


"Dia belum pulang dari ladang, memangnya ada apa kamu mencarinya?" tanya Bu Lisa


"Aku butuh uang, aku ingin meminta uang padanya" ucap Soma


"Aku tidak ada uang sekarang, mending kamu minta ke kakakmu yang Lain saja" ucap Bu Lisa


"Aku butuh uang dari rojak, jadi suruh dia pulang sekarang, kalau tidak, aku akan hancurkan rumah jeleknya ini" ucap Soma mengancam


"Bang Rojak juga pasti tidak ada uang sekarang, jadi aku tidak yakin dia bisa memberimu uang" ucap Bu Lisa


"Alah, bilang saja kalau kau itu pelit Lisa, kau jangan pelit pelit padaku, aku lagi butuh uang sekarang, aku kalah taruhan hari ini, aku ingin menarik uangku kembali dari bandar, kalau aku untung nanti akan ku kembali kan 2 kali lipatnya, jadi cepat berikan aku uang" ucap Soma meminta dengan paksa

__ADS_1


Nadira yang mendengar bu Lisa di bentak bentak orang pun segera menghampiri ibunya itu


"Ada apa, paman?, kenapa datang marah marah pada ibu?" tanya Nadira


"Eh neng, kebetulan kamu ada di rumah ya,, aku mau pinjam uang pada ibu mu, tapi dia pelit sekali" ucap Soma melembut saat Nadira bertanya


"Memangnya paman butuh Berapa" tanya Nadira yang merasa masih punya uang dari Arfan,


"Tidak banyak, aku hanya butuh 5 jt saja neng," ucap Soma langsung meraih tangan Nadira


"Jangan pegang pegang dong," ucap Nadira dengan mencoba menyingkirkan tangan Soma dari tangannya


Namun Soma mencengkram tangan Nadira cukup erat


"Mau apa kamu pegang pegang Neng, lepaskan" ucap bu Lisa


"Terserah aku mau apa, kalau kamu tidak bisa berikan aku uang hari ini, setidaknya biarakan neng ikut bersamaku, ya untuk sekedar menghibur hatiku yang lara ini, ahahaha" ucap Soma yang sedikit sengklek itu,


Arfan yang kebetulan sudah kembali langsung menepuk bahu Soma, "Lepaskan istri ku" ucap Arfan yang sekarang ada di belakang Soma, dan dia juga sedikit menyimak obrolan mereka


Soma langsung berbalik pada Arfan dengan tetap memegangi tangan Nadira


"Ini siapa lagi pake ngaku ngaku suaminya neng segala, Neng itu akan jadi istri gua, apa kau paham?" ucap Soma sambil menatap teler wajah Arfan, dia memang sangat tertarik pada sosok Nadira yang beberapa bulan belakangan ada di rumah kakaknya itu


Arfan langsung mencengkram kerah baju soma, "Lepaskan tanganmu darinya, atau kau akan benar-benar menyesal" ucap Arfan yang mulia Naik pitam


"Mau apa kau,? jangan So jagoan di depanku" ucap Soma


Arfan sedikit menghela nafas "Baik, Aku akan memberimu uang, tapi setelah aku memukulmu" ucap Arfan, di langsung saja mengibaskan punggung tangannya ke wajah Soma dengan sangat kerasa, dan 'Baaaaak'


"Arrgh" Soma langsung terhuyung karena saking kerasnya tamparan Arfan itu


"Kurang ajar, beraninya kau memukulku, awas saja kau yah, jangan panggil aku Soma jika aku tidak bisa mematahkan tanganmu" ucap Soma, dia langsung berniat untuk menyerang Arfan balik


Namun Arfan menepati janjinya dengan langsung melempar sejumlah uang pada wajah Soma dengan keras 'Plak'


"Aw Aw, apa ini" lirih soma yang belum sadar apa yang di lempar ke mukanya itu "Waaah, ini uang", soma langsung memunguti uang yang kini berserakan di lantai


"Ambilah, dan segera pergi dari sini, aku sebenarnya ingin sekali menghajarmu, tapi aku berbaik hati karena aku tidak ingin merusak hari baiku" ucap Arfan yang sedikit kesal karena momen bahagia nya ada gangguan


"Kau memang benar-benar kaya rupanya, Baiklah aku akan pergi sekarang" ucap Soma yang sudah memegangi uang berantakan di tangan nya, dan dia segera berlalu seolah tidak merasakan sakit pada wajah nya, meskipun tamparan Arfan itu sangat jelas membekas di pipinya

__ADS_1


__ADS_2