
Nadira tidak membantah titah bu Lisa, jadi dia langsung beranjak untuk mencari Arfan kedalam pasar
Arfan yang memperhatikan Nadira dari jarak yang tidak terlalu jauh juga langsung berbalik untuk berpura-pura berjalan, dia memang sudah bisa menebak dari gelagat Nadira, kalau mereka tidak akan menerima uang yang berlebih darinya selain yang di minta Nadira
Nadira juga langsung melihat Arfan yang berjalan ke arah dalam pasar "Hey, paman, tunggu dulu" panggil Nadira dengan sedikit mempercepat langkahnya di antara pengunjung pasar yang lain
Namun sekali lagi Arfan malah hilang dari pandangannya di kerumunan orang orang "Ih, paman itu kemana sih, cepat sekali hilang nya" gumam Nadira yang sudah sampai ke tempat Arfan tadi
"Apa kamu mencariku" tanya Arfan yang sekarang berada persis di belakang Nadira
Sontak Nadira berbalik karena kaget karena mendengar suara yang sangat dekat di telinga nya "Ih, paman, memgagetkanku saja, paman, uangmu kelebihan, aku mau mengembalikanya" ucap Nadira dengan mengulurkan uang yang di berikan Arfan
Tapi Arfan tertarik untuk meraih tangan Nadira daripada meraih ungnya "Apa aku boleh bertanya??, apa kamu sebelumnya pernah hanyaut di sungai C.K??" tanya Arfan
"Mana ku tau, tapi nanya nya biasa aja, tidak perlu pegang pegang segala" ucap Nadira menarik kembali tangannya
"Baiklah, aku yakin kamu adalah seseorang yang ku kenal, hanya saja Sepertinya kamu lupa" ucap Arfan
"Ya sebenarnya aku merasa tidak asing juga dengan paman, tapi aku memang tidak ingat paman itu Siapa" ucap Nadira
"Sungguh, berarti aku memang tidak salah orang, aku yakin kalau kamu adalah Nadira, cobalah untuk mengingat ku, aku mohon" ucap Arfan
Nadira pun mencoba untuk mengingat Arfan dengan memperhatikan wajahnya, dan sekelebat bayangan samar pun menghampiri pikiran nya, namun efeknya Nadira malah merasa pusing di kepalanya
Sontak Nadira langsung memegangi keningnya dengan memejamkan matanya "Awwww, sakit sekali" lirih Nadira,
"Kamu kenapa?, apanya yang sakit?" tanya Arfan yang langsung meraih bahu Nadira
Dan sesaat kemudian Nadira tiba-tiba saja jatuh pingsan
Arfan langsung sigap untuk menyangga tubuh Nadira itu "Nad, Nadira, kamu kenapa sayang?" tanya Arfan dengan sedikit panik,
Arfan tidak tinggal diam, dia langsung membopong tubuh Nadira itu untuk membawanya keluar dari pasar, dan berniat membawa dia ke pusat kesehatan untuk memeriksa kan keadaan nya
Bu Lisa yang melihat Nadira di bawa oleh Arfan pun sontak kaget dan langsung beranjak mengejar Arfan yang menuju ke mobilnya, dia juga melihat Nadira yang tidak sadar kan diri di pangkuan Arfan
"Hey, neng kenapa?, dan mau di bawa kemana dia?" tanya Bu Lisa mencoba menahan Arfan yang memasukan Nadira ke mobilnya
__ADS_1
"Nadira pingsan bu, aku akan membawanya ke rumah sakit" ucap Arfan
"Tapi kenapa neng bisa pingsan, jangan jangan kamu hipnotis dia ya??" tanya Bu Lisa curiga
"Ada ada saja ibu ini, Aku tidak tau, tapi mending ibu masuk untuk menemaninya Nadira ke rumah sakit" ucap Arfan
"Tapi dagangan ibu...,"
"Kalau ibu tidak ikut juga tidak papa," ucap Arfan
"Mana bisa begitu, nanti neng kamu apa apain lagi, tunggu sebentar, ibu titipkan dulu dagangan ibu ke penjual topi" ucap bu Lisa, di beranjak kembali ke lapaknya untuk menitipkan kue kuenya,
Dan setelah nya dia ikut masuk ke mobil Arfan untuk menemani Nadira ke rumah sakit
.
…
Di rumah sakit
Nadira langsung di periksa oleh dokter di ruang pemeriksaan hingga beberapa saat,
"Bb..." Arfan ingin bertanya, tapi ucapanya di dahului oleh Bu Lisa, jadi dia menelan kembali kata kata yang ingin dia lontarkan
"Bagaimana keadaanya Putri saya dok" tanya Bu Lisa
"Keadaan Putri ibu baik baik saja, dia hanya butuh istirahat saja,, mungkin dia pingsan karena dia kelelahan, atau ada pikiran yang menggangunya, jadi saya sarankan jangan biarkan dia melakukan aktivitas yang membuatnya terlalu kelelahan, atau membuatnya berpikir terlalu berat hingga membuatnya stres, itu demi kesehatan bayi yang ada di dalam kandungannya" ucap Dokter
Bu Lisa langsung terdiam untuk mencerna keterangan dari dokter itu
"Tungu tungu, apa barusan dokter bilang bayi?? jadi maksudnya Nadira sedang hamil?" tanya Arfan kaget
"Pasien ini memang sedang hamil, apa anda sebagai keluarga nya tidak tau kalau dia sedang hamil?" tanya Dokter itu
Arfan langsung menjatuhkan lututnya ke lantai untuk bersujud syukur "Ya Tuhan, terima kasih,," ucap Arfan benar-benar tidak menyangka kalau dirinya akan dapat kejutan seperti itu di pertemuan nya kembali dengan Nadira
"Tunggu tunggu, bagaimana mungkin neng bisa hamil pak dokter, dia belum menikah, apa mungkin jika di peluk pria bisa langsung hamil begitu??" tanya Bu Lisa tidak mengerti
__ADS_1
"Ibu ini bicara apa, usia kandungan pasien sudah menginjak usia 4 bulanan bu, apa Ibu benar-benar tidak tau itu?" tanya Dokter itu lagi
"Empat bulan, itu berarti....."
"Ibu pasti menemukan Nadira di sungai 4 bulan lalu kan bu??" tanya Arfan yang kini sudah bangkit lagi
"Kok kamu bisa tau, apa jangan jangan kamu memang orang yang sudah menghamili neng, lalu kamu tidak mau tanggung jawab, dan neng coba bunuh diri ke sungai, apa benar begitu?" tanya Bu Lisa
Arfan langsung menggelengkan kepalanya karena merasa sangkaan ibu di depanya itu Tidak pernah baik padanya
"Tidak tidak, bukan seperti itu kejadiannya bu, Nadira jatuh ke sungai karena mengalami kecelakaan, seperti yang sudah kukatakan sebelumnya, aku ini adalah suami Nadira, jadi tidak mungkin Nadira ingin bunuh diri,, lihatlah, ini adalah cincin pernikahan kami" ucap Arfan menunjukan cincin di jarinya yang sangat identik dengan yang di apakai oleh Nadira pada bu Lisa
"Benarkah??" ucap Bu Lisa langsung berwajah suram, dia berpikir kalau Arfan memang keluarga nengnya, itu artinya cepat atau lambat dia akan berpisah dengannya, padahal dia sudah sangat menyayangi Nadira seperti anaknya sendiri
"Aku tau ibu pasti sangat menyayangi Nadira, tapi aku juga membutuhkan kehadiran nya bu, jadi kalau boleh, aku ingin segera membawanya pulang" ucap Arfan
"Apa bolehkah ibu meminta bukti lain, kalau memang kamu benar-benar Sumi dari neng, kamu pasti punya bukti lain selain cincin itu" ucap Bu Lisa
"Tentu saja, aku punya foto foto saat kita bersama bu,, buku pernikahan juga ada,, tapi sayang nya aku tidak membawanya sekarang" ucap Arfan langsung mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan beberapa foto kebersamaan mereka,
"Baiklah, ibu percaya" ucap Bu lisa menyerahkan kembali ponsel Arfan
Tidak lama Nadira pun sadar dari pingsannya, dan langsung mendudukkan dirinya di ranjang pemeriksaan "Bu, aku di mana ini?" tanya Nadira dengan memegangi kepalanya
Melihat itu, Arfan segera menghampiri Nadira dan langsung memeluknya untuk mengekspresikan kebahagiaan nya sekarang, Yang mungkin sebentar lagi akan menyandang status sebagai ayah "Selamat ya sayang kamu...."
"Iiiiih, lepaskan, kenapa kamu selalu memeluku?, aku tidak mau di peluk peluk sembarangan?" ucap Nadira langsung mendorong Arfan
"Neng, dia adalah Keluarga mu" ucap bu Lisa
"Apa maksud ibu?, keluarga ku itu ibu kan?" tanya Nadira
"ibu minta maaf kalau sebelumnya ibu bilang kamu adalah putri saudara ibu, sebenarnya ibu menemukan mu di sungai neng, dan memang tidak ada ikatan darah antara ibu dan kamu " ucap bu Lisa
Nadira sedikit termenung "Jadi, aku benar-benar bukan keluarga ibu?" tanya Nadira
Bu Lisa pun hanya menggelengkan kepalanya
__ADS_1
"Tapi,, tapi aku sayang ibu" ucap Nadira
"Ibu juga sangat menyayangi mu neng, tapi kamu tetap harus kembali ke keluarga mu yang sebenarnya kan" ucap bu lisa