
Nadira sangat kaget karena Arfan tiba-tiba memeluk dirinya, jadi dia langsung berontak dan mencoba mendorong Arfan supaya melepas pelukannya itu
"Lepaskan, apa kamu mabuk, sembarangan saja peluk peluk, lepaskan" ucap Nadira
"Hey, apa yang kamu lakukan, kenapa peluk peluk Putriku seenaknya, lepaskan dia" ucap bu Lisa yang langsung menaruh kotak kue yang di bawanya dan mecoba melepaskan pelukan Arfan dari Nadira
"Apa kamu tidak merindukan aku?" tanya Arfan
"Rindu kepala mu, aku tidak tau kamu itu siapa, jadi lepaskan aku" ucap Nadira
Arfan merasa tidak ingin melepaskan Nadira lagi, dia ingin menebus semua kebodohannya yang terlalu menuruti keinginan Nadira, dan mengesampingkan keselamatan nya
"Aku tidak ingin melepaskan mu, biarkan aku memelukmu seperti ini, aku benar-benar merindukanmu" ucap Arfan
Bu Lisa terus berusaha untuk memisahkan Arfan dari Nadira, karena dia menganggap Arfan hanya pria tidak senonoh
"Hey,, lepaskan Putriku, kamu tidak boleh memperlakukan nya seenakmu sendiri" ucap bu Lisa
Arfan yang merasa terganggu akhirnya melepaskan pelukannya dari Nadira
Nadira juga langsung mendorong Arfan supaya dia menjauh darinya "Dasar aneh, main peluk peluk sembarangan, ihh" ucap Nadira bergidik ngeri
"Nadira, aku Arfan, apa kamu tidak mengingat ku?, aku suamimu" ucap Arfan
"Arfan Siapa??,, dan namaku Oneng, bukan Nadira,, aku rasa kamu salah orang" ucap Nadira
"Ibu rasa pria ini ingin mencopet dengan berpura pura kenal neng,,, kamu mending pergi dari sini, kami tidak punya apa apa,, atau perlu ibu teriakin kamu rampok,?" ucap bu Lisa
"Bu, saya suami Nadira,, saya yakin kalau wanita ini istri saya, saya tidak mungkin salah" ucap Arfan kekeh
"Toloooooong, ada rampok" ucap bu Lisa sedikit berteriak, dia sedikit takut kalau Arfan ingin tipu tipu
"Bu, bu, aku bukan perampok bu," ucap Arfan merasa tidak enak juga dengan orang orang yang langsung menatap ke arahnya dari kejauhan
"Kalau begitu pergi, atau ibu teriak lagi" ucap bu Lisa yang tidak mempercayai Arfan adalah suami Oneng nya ,
Karena pikirnya mana mungkin nadira sudah menikah di usia yang masih terlihat remaja, juga Arfan terlihat sudah lebih dewasa untuk jadi suami Nadira
__ADS_1
Meski hari masih remang-remang, tapi bu Lisa masih bisa memperkirakan kalau usia Arfan itu jauh berbeda dengan Nadira
Arfan sedikit takut kalau dirinya benar-benar di kira seorang perampok oleh orang-orang pasar itu, dan dia memutuskan untuk menuruti dulu keinginan ibu itu
"Baik baik Bu, aku akan pergi sekarang, jangan teriak lagi, Neng,, aku minta maaf" ucap Arfan, dia pun langsung berbalik untuk pergi
"Dasar Paman aneh" umpat Nadira dengan suara pelan
Sontak Arfan menoleh lagi karena masih mendengar ucapan dari Nadira itu "Kamu bilang apa barusan??" tanya Arfan yang mengira Nadira ingat dengan panggilan 'paman'nya
"Ah, tidak neng tidak bilang apa apa barusan" ucap Nadira yang langsung membuang pandangan ke arah lain,,dia merasa sedikit takut kalau pria di depannya marah karena umpatan nya itu
"Apa perlu ibu teriak lagi?" tanya Bu Lisa
"Tidak, tidak perlu bu, aku akan pergi" ucap Arfan kembali meneruskan langkahnya nya lagi, tapi dia tidak benar-benar berniat akan pergi dari sana, karena dia masih ingin melihat Nadiranya, walaupun itu dari kejauhan
Bu Lisa dan Nadira langsung membereskan kotak kue untuk mereka jajakan di lapak seperti biasanya
"Yah bu, kue yang tadi jatuh rusak sebagian, sepertinya tidak bisa di jual ini, sayangnya orang yang tadi sepertinya sudah tidak ada, jadi tidak bisa minta ganti rugi padanya bu" ucap Nadira, sambjl memisahkan beberapa kue yang rusak dan yang masih utuh
"Iya bu" ucap Nadira
…
Sementara di sisi lain pasar Arfan masih terus memandangi Nadira dari samping mobilnya, dia tersenyum senyum saat melihat Nadiranya yang baik baik saja sekarang, tapi dia juga sedikit heran, kenapa Nadira sama sekali tidak mengenalinya, dan juga menyebut dirinya Oneng
"Aku yakin kamu itu Nadira, aku tidak mungkin salah Nad, apa kejadian sebelumnya yang membuatmu lupa padaku?,, Hhhhhh, apa aku harus mulai dari awal lagi supaya bisa mebujukmu pulang?" gumam Arfan dengan menghela nafasnya
Dia membuka pintu mobilnya dan mengambil topi yang dia beli kemarin, dia langsung memakai nya dan berniat menghampiri Nadira lagi dengan topi itu, dia berharap tidak di kenali lagi oleh ibu yang bersama Nadira itu, atau dia akan di anggap copet lagi
Dia berjalana mendekat lagi pada Nadira dengan berpura-pura sebagai pengunjung pasar dan membeli kue mereka, suasana pasar juga sudah mulai ramai, jadi dia harap Ibu itu tidak mengenalinya
"Silahkan Kak kuenya, enak enak lho ini" ucap Nadira yang melihat Arfan mendekat di belakang pembeli lain yang sedang di layani ibuny
"Kelihatannya memang enak enak, penjualnya juga sangat cantik, sejak kapan jualan di sini neng?" tanya Arfan
Nadira pun mulai memperhatikan Arfan yang sekarang menggunakan topi dengan sedikit menyembunyikan wajahnya, tapi dia tetap mengingat baju yang di gunakan oleh Arfan meski Nadira tidak jelas melihat wajahnya
__ADS_1
"Kamu orang yang tadi membuat kue ku jatuh kan??" tanya Nadira
"Bukan" ucap Arfan mencoba mengelak
"Ah aku yakin kamu yang tadi tidak senonoh dam menjatuhkan kue yang ku bawa, kamu harus ganti rugi sekarang,, kuenya hancur tau" ucap Nadira
Arfan kira dia akan di teriaki Rampok lagi, tapi untungnya hanya di suruh ganti rugi, Arfan mengangkat wajah dan menaikan ujung topinya juga, karena penyamaran juga sudah terbongkar oleh Nadira
"Baiklah, aku akui kalau itu aku,, Jadi berapa yang harus aku ganti??" tanya Arfan
Nadira sedikit termenung saat melihat wajah Arfan yang cukup jelas karena hari sudah terang, karena sebelumnya dia memang tidak begitu jelas melihat wajahnya karena Arfan membelakangi cahaya lampu, dan suasana sebelumnya juga sedikit gelap
'wajahnya nampak tidak asing, tapi di mana aku pernah melihatnya?' Batinnya
"Neng, berapa yang harus ku ganti?" tanya Arfan lagi karena Belum mendapat jawaban
"Oh iya, 20 ribu, cepat bayar, atau neng teriaki penjahat lagi" ucap Nadira sedikit mengancam
Arfan langsung tersenyum geli, dia merasa lucu karena harus membayar uang ganti rugi dengan nominal itu pada istrinya sendiri
"Baiklah" Arfan langsung mengeluarkan dompetnya, dan mengeluarkan semua uang yang ada di dalam dompet nya sekarang "Apa segini cukup?" tanya Arfan langsung mengulurkanya pada Nadira
"Aku bilang 20 ribu paman, itu terlalu banyak" ucap Nadira
"Tidak apa, ambilah, angap saja aku mengganti semuanya, ambilah, dan berikan pada ibu mu" ucap Arfan langsung menyimpan uang itu di genggaman Nadira
Nadira langsung menoleh pada Bu Lisa yang sedang melayani pembeli lain "Bu, ada yang ganti rugi segini, terima gak bu?" tanya Nadira yang memegang uang sekitar 2jt an
Bu Lisa pun menoleh "Ganti rugi dari siapa neng??" tanya Bu Lisa
"Ini orang yang tadi menjatuhkan....., lho, kemana orangnya??, tadi di sini bu" ucap Nadira yang tidak melihat Arfan di depannya lagi
"Itu kebanyakan neng, kamu kembalikan saja" ucap bu Lisa
"Tapi orangnya tidak ada bu," ucap Nadira dengan memperhatikan setiap orang yang berlalu lalalng di sekitarnya
"Kamu cari saja, mungkin dia belum jauh ke dalam pasar" ucap Bu Lisa
__ADS_1