Pria Gila Kaya Raya

Pria Gila Kaya Raya
Gaun


__ADS_3

Arfan menutup panggilan teleponnya dengan oma Laura, dan diapun segera menghampiri meja Andreas dengan raut wajah kesal "Kenapa kau harus membohongi Oma?" tanya Arfan dengan tatapan tajam pada mata Andreas


"Aku hanya berniat memberinya kabar baik, tidak bermaksud membohongi nya" ucap Andreas yang suasana hatinya belum baik


"Tapi akibatnya oma Benar-benar memintaku untuk mempertemukan calonku padanya kan,, dan masalahnya sekarang mana mungkin Nadira mau ikut dengan ku untuk bertemu oma,, dre dre,, kenapa kau harus mendorong ku ke situasi yang sulit" ucap Arfan sambil memijit pelipisnya


"Ya maaf, aku tidak ada maksud seperti itu, kukira oma tidak akan secepat itu memintamu untuk membawanya" ucap Andreas


"Apa kau punya saran?" tanya Arfan


"Tidak ada, aku tidak bisa berpikir sekarang, jadi jangan meminta saran padaku saat ini" ucap Andreas.


"Kau benar-benar tidak bertanggung jawab Dre,, baiklah, akan kupikirkan caranya sendiri" Arfan pun merenung sejenak sambil menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi, dan melipat tanganya di perut "Kurasa aku harus membayar seseorang untuk ku bawa kehadapan Oma sebagai pacarku, aku tidak mau mengecewakan oma" ucap Arfan


"Kalau kau melakukan itu, sama saja kau sudah membodohi oma juga" ucap Andreas


Arfan langsung menghelah napasnya kasar "Terus aku harus bagaimana, mana mungkin aku benar-benar mengajak Nadira pergi, aku yakin dia tidak akan mau ikut," ucap Arfan


"Kenapa kau tidak menyewanya saja daripada menyewa orang lain" ucap Andreas


"Pemikiran mu itu terlalu dangkal tentang Nadira, dia itu punya prinsip hidupnya sendiri,, jadi aku tidak yakin dengan sifat nadira yang seperti itu dia mau ikut dengan ku, meskipun aku memberinya upah" ucap Arfan


"Kamu sogok saja ibunya, suruh dia membujuk Nadira untuk pergi denganmu, bukan kah ibunya itu mata duitan" ucap Andreas Asal


Arfan pun langsung mencerna perkataan dari Andreas itu "Boleh juga idemu, Itu ide yang sangat brilian" ucap Arfan


"Sungguh??, padahal aku hanya asal bicara saja" ucap Andreas


"Kalau begitu sekarang kau temani aku untuk membeli sesuatu" ucap Arfan


"Masa kau tidak mengerti kondisi ku sekarang kak,, Aku sedang malas keluar, jadi pergi sendiri saja lah" ucap Andreas


"Jika kau hanya ingin melamun saja di rumah, itu akan memperburuk suasana hatimu, jadi lebih baik kau temani aku jalan" ucap Arfan


Andreas pun menghela nafasnya "Baiklah jika kau memaksa, aku ikut" ucap Andreas dengan malas


.



Mereka pun segera pergi ke salah satu pusat perbelanjaan yang ada di kota B,


"Mau apa kita kesini?" tanya Andreas, dia sedikit heran karena tidak biasanya kakaknya mengunjungi sebuah pusat perbelanjaan

__ADS_1


"Aku ingin mencari sesuatu, kamu nikmati saja pemandangannya, ada banyak wanita di sini kan, mungkin suasana hatimu akan membaik jika kau melihat gadis gadis bening" ucap Arfan


"Apa kau mengajakku kesini hanya untuk itu?" tanya Andreas


"Tidak juga, sudah kubilang aku butuh sesuatu kan" ucap Arfan


Arfan pun mulai mencari cari otlet untuk menemukan barang yang dia inginkan di lantai yang khusus menjual macam macam busana, namun saat dia berjalan di keramaian pengunjung mall, tiba tiba dia bertabrakan dengan seseorang karena Arfan tidak fokus dengan langkah nya


'Bruk' "Aw, lihat lihat dong kalau jalan" pekik seorang wanita yang di tabrak Arfan itu


"Maaf maaf, aku tidak seng......ngaja" ucapannya terpotong saat dia melihat kalau ternyata wanita yang dia tabraknya itu adalah Nadira


"Dira?"


"Ternyata Anda, kenapa aku sial sekali harus bertemu dengan Anda di sini" ucap Nadira


"Aku malah merasa beruntung bisa bertemu dengan anda" ucap Arfan acuh tak acuh


"Kak Arfan, kak Andreas,, kebetulan sekali kita bertemu di sini, kalian sdang cari apa?" tanya Sindi yang di samping Nadira


"Arfan ingin mencari sesuatu di sini, jadi aku mengantar nya kemari,, kamu sendiri sedang cari apa?" tanya Andreas pada Sindi


"Aku sebenarnya hanya ingin jalan jalan saja, mungpung baru gajihan kita" ucap Sindi


Sindi pun langsung menggaruk tengkuknya yang tak gatal


"Waduh, gimana ya, kalau traktir kalian makan, pasti kslian akan mmilih Restoran nya yang mahal, rekening ku akan kurus kalau mentraktir kalian berdua" ucap Sindi


"Sudahlah Sindi, mending kita pergi saja, ayo,, jangn ladeni pria ini" ucap Nadira


"Aku hanya bercanda nona nona, O yah Sind, kebetulan kita bertemu di sini, aku ingin mencari sesuatu, dan kurasa aku butuh bantuan mu" ucap Arfan


"Baik, aku selalu siap membantu kak" ucap Sindi


"Sindi, kau sedang jalan denganku kan, kenapa kau malah mau jalan dengan orang lain?, kau benar-benar tidak setia kawan" ucap Nadira sambil melihat ke arah Sindi


"Aku tidak akan lama nona Dira, setelah kita selesai, nanti langsung ku kembalikan padamu" ucap Arfan


Nadira pun hanya memanyunkan bibirnya tanda dia tidak suka kalau Sindi jalan dengan Arfan


"Dre, kamu temani dulu nona Nadira Jalan, kasian kalau dia harus jalan sendirian, aku sedikit membutuhkan bantuan Sindi" ucap Arfan


"Baiklah, tidak masalah" ucap Andreas tidak menolak nya

__ADS_1


Sindi pun segera melangkah pergi bersama Arfan,


Sementara Nadira langsung berdecak kesal karena Sindi tidak menurut padanya "Dasar teman penghianat, bisa bisanya dia malah pergi dengan pria itu" guamanya


"Sudahlah Dira, biarkan saja mereka pergi, sekarang kau mau kemana, biar kutemani" ucap Andreas


"Kakak mu itu benar-benar orang yang paling menyebalkan" ucap Nadira


"Ya begitulah, dia memang seperti itu orangnya" ucap Andreas Pura pura tidak membela Arfan,, itu supaya Nadira tidak ragu untuk mengungkapkan ke kesalanya padanya


...°°°°...


Sementara Arfan dan Sindi kini sudah memasuki salah satu toko pakaian bermerek yang ada di mall itu


"Kak Arfan, kenapa sepertinya kau senang sekali melihat Nadira kesal padamu?" ucap Sindi


"Tidak juga, aku hanya tidak ingin terlihat perhatian saja padanya" ucap Arfan yang sedang melihat lihat beberapa model gaun cantik yang terpajang di hadapannya


"Menurutmu,, Nadira akan cocok pakai gaun yang mana?" tanya Arfan


"Oh, kakak mau membelikan gaun untuk Nadira ya?, dia tidak suka warna yang terlalu mencolok kak, yang biru ini kurasa dia akan menyukainya" ucap Sindi


"Kalau begitu apa kau bisa mencobanya untuk Nadira,?" ucap Arfan


"Postur tubuhku tidak setinggi Nadira, jadi tentunya looks nya tidak akan sama jika aku yang memakainya" ucap Sindi


"Begitu ya, kalau begitu kamu bantu aku pilihkan ukuran yang pas saja untuk Nadira" ucap Arfan


"Baiklah" ucap Sindi


Mereka pun segera memilih milih gaun yang menurut mereka akan cocok jika di pakai Nadira, dan setelah Arfan membungkus gaun pilihan nya dengan Rapih, mereka pun segera keluar dari toko untuk kembali mencari Nadira


Setelah Sindi dan Nadira bertemu, Arfan dan Andreas juga segera pergi meninggalkan mereka


"Iiiih dasar, Teman macam apa kamu ini, kenapa kamu nurut sekali Padanya, apa jangan-jangan kau menyukainya??, sadar Sindi, dia itu fuckboy" ucap Nadira


"Tidak juga, dia orang yang cukup baik Nadi" ucap Sindi yang tentunya sudah di sogok Arfan supaya dia menutup mulutnya rapat-rapat soal Gaun itu


"Sindi, apa kau sudah bosan berteman denganku?" tanya Nadira


Sindi pun langsung mengandeng tangan Nadira erat, "Kamu jangan bilang begitu Nadi, aku menyayangimu" ucap Sindi merayu


"Bodo" ucap Nadira manyun Karena merasa kesal dengan sahabatnya itu

__ADS_1


...~°~...


__ADS_2