Pria Gila Kaya Raya

Pria Gila Kaya Raya
Pgkr


__ADS_3

Hingga berhari hari pencarian Nadira masih terus di lakukan di sungai itu, namun Arfan masih belum menemukan hasil yang dia inginkan,


Meski Arfan sudah meminta bantuan polisi dan berbagai media berita, dia masih saja belum mendapatkan informasi tentang Nadira


Arfan mulai gusar, hatinya mulai was was, dan keyakinnya akan menemukan Nadira dalam keadaan selamat pun mulai goyah, tapi dia tetap berusaha mencarinya


"Ya Tuhan, Kenapa ini harus terjadi pada Nadira, salah apa dia?, kenapa tidak aku saja yang terkena musibah, kenapa harus dia" ucap Arfan yang sedikit frustasi dengan pencarianya yang tidak kunjung menemukan Nadira itu,, dia hanya bisa merenungi nasib Nadira di perahu karet yang terombang-ambing terbawa arus,,,


Air matanya mulai melintas di pipinya lagi, hatinya merasa tidak rela jika dia di tinggalkan Nadira dengan cara tragis seperti itu


.


...°°°°...


Sementara ditempat lain, di sebuah kamar sederhana di sebuah rumah di pemukiman yang dekat dengan sungai, terbaring sesosok wanita muda dengan perban menutupi luka di kepalanya,


Wanita cantik dengan rambut sebahu itu sudah berhari hari tidak sadar kan diri di sana,


Dan hari ini, tangannya mulai menunjukan pergerakan, dan matanya pun perlahan mulai terbuka sedikit demi sedikit, dia langsung menatapi langit-langit rumah tua itu dengan linglung


Tidak lama seorang wanita paruh baya datang untuk melihat keadaan nya, dan dia melihat kalau Nadira sudah membuka mata


"Ya Tuhan, kamu sudah sadar nak, syukurlah. Pak, anak itu sudah sadar pak" triak si wanita paruh baya itu


Tidak lama, seorang pria paruh baya juga datang menghampiri kamar Nadira itu


Wanita paruh baya itu langsung mendekat dan duduk di pinggiran tempat tidur , dia mengambil air minum yang selalu dia sediakan setiap pagi di dekat Nadira


"Minumlah dulu nak, kamu sudah 3 hari pingsan, pasti kamu haus dan Lapar kan?" ucap bu Lisa mencoba memberikan minum pada Nadira yang masih lemah


"Pak, ambilkan bubur yang sudah ibu masak di dapur, pasti anak ini lapar sekarang" ucap bu Lisa


Mungkin karena perawakan Nadira yang kecil, bu lisa menganggap kalau Nadira masih di usia remaja


"Oh iya bu, sebentar, bapak akan ambilkan" ucap pak Rojak, pria itu pun segera beranjak

__ADS_1


Nadira mulai minum dengan di bantu bu Lisa, dan setelahnya dia terbaring lagi di bantalnya


"Ibu siapa?" tanya Nadira dengan suara yang lemah


"Ibu yang menemukan mu di pinggir sungai 3 hari lalu nak, panggil saja ibu bu Lisa, kalau namamu siapa nak?, dan dari mana asal mu" tanya Bu Lisa


"Nama????" Nadira mencoba mengingat ngingat namanya, namun ingatanya terlihat buram dan dia tidak menemukan ingatan tentang namanya atau apa pun itu, dia malah merasakan sakit di kepalanya


"Aaaaww,, kepalaku sakit bu," lirih Nadira, dengan menyentuh kepalanya


"Benarkah, kalau begitu kamu jangan mengingat apa apa dulu nak, kepalamu mungkin terbentur batu di sungai, Ibu menemukanmu memang dengan keadaan luka di kepalamu,, jadi kamu tidak perlu banyak berpikir dulu, ya" ucap bu Lisa


Nadira pun menurut dan tidak mencoba mengingat apapun lagi,


Setelah pak Rojak datang membawakan bubur, Nadira langsung di suapi oleh Bu Lisa, kemudian dia di beri obat yang dia dapatkan saat memeriksakan keadaan Nadira ke Puskesmas di daerahnya,,


Kemudian Nadira kembali beristirahat lagi


Bu Lisa memang hanya hidup berdua saja dengan suaminya di rumah semi permanen itu, anak anaknya sudah berkeluarga dan tinggal jauh dari mereka, sangat jarang sekali mereka mau menjenguk ibu dan ayahnya itu,


.


...°°°°...


Sementara di sisi lain Arfan masih melakukan pencarian di aliran sungai C.K, dia masih berusaha untuk menemukan istrinya yang hanyut itu, dan saat dia tiba di suatu titik, netra nya melihat sebuah tas Selempang yang tersangkut di semak semak pinggir kali


"Tunggu tunggu, kita menepi ke sebelah sana dulu" ucap Arfan kepada tim SAR yangengendalikan perahu karet


"Ada apa pak?, apa anda melihat sesuatu?" tanya tim itu


"Iya, menepi ke sebelah sana dulu" ucap Arfan


Tim langsung mendayung perahu karet nya itu ke pinggiran sungai yang di tunjuk oleh Arfan


Arfan langsung meraih sebuah tas Selempang yang tersangkut di ranting semak, dan dia merasa sangat mengenali tas selempang itu, itu adalah tas milik Nadira yang sering dia gunakan untuk pergi ke kampusnya

__ADS_1


Dia langsung membuka tas itu untuk memastikan nya, dan benar saja, itu benar-benar barang barang pribadi Nadira yang semuanya ada di sana, dan semuanya basah oleh air,, termasuk dompet dan ponselnya,, Arfan langsung memeluk tas Nadira itu dengan erat, dia berharap setelah itu dia bisa menemukan pemilik nya


"Kak, ada apa?, apa kamu menemukan sesuatu??" Tanya Andreas yang berada di perahu karet lain


"Aku menemukan tas Nadira" ucap Arfan


"Benarkah??, semoga saja setelah ini kita menemukan Nadira" ucap Andreas


"Aku harap juga begitu" ucap Arfan, Mereka segera melanjutkan pencarian mereka dengan mengikuti arus sungai lagi,


Dan beberapa saat kemudian, langit mulai tidak bersahabat,, cuaca mulai mendung menandakan akan turun hujan,, jadi mereka menepi dan menghentikan pencarian sementara, karena di khawatir kan akan ada air besar lagi kalau cuaca buruk


"Kak, sebaiknya kita kembali dulu ke rumah, cuaca sepertinya tidak mendukung untuk melakukan pencarian lagi nanti, kasian Dinda di rumah sendirian juga kan, kita sudah 3 hari tidak pulang, aku yakin dia juga pasti khawatir di rumah" ucap Andreas


Arfan menghela nafasnya dengan kasar, "Baiklah" ucap Arfan dengan berat hati menuruti usulan Andreas


Mereka berdua pun memutuskan untuk kembali ke kediaman Ednan bersaudara lagi, untuk sekedar beristirahat dan melihat keadaan Dinda


.



Setibanya di kediaman mereka, Dinda langsung menghampiri Arfan


"Kak bagaimana, apa kak Nadira ketemu?" tanya Dinda


"Belum Dind, kakak belum berhasil menemukan nya" ucap Arfan dengan raut wajah kecewa


Dinda langsung memeluk Arfan "Yang sabar ya kak, kak Nadira pasti akan ketemu" ucap dinda seraya menjatuhkan air mata di dada Arfan.


Arfan segera kembali ke kamar pribadinya dengan membawa serta tas Nadira bersamanya, dia duduk di sofa dan terus memperhatikan Tas milik Nadira itu


"Kamu dimana sayang, aku mohon jangan buat aku menghawatirkan mu seperti ini, kembali lah, aku mohon" ucap Arfan dengan mata berkaca-kaca, dia kembali memeluk tas Nadira itu lagi seraya menutup matanya, dia juga membiarkan air mata mengalir lagi


Matanya terpejam erat dan membayangkan kalau yang di peluknya sekarang itu Nadira, perlahan dia mulai masuk ke alam mimpi nya,, dengan masih terduduk di sofa,

__ADS_1


Mungkin dia sedikit lelah karena Berhari hari dia terus terusan mencari Nadira, dia kurang tidur, dia kurang makan, karena bagaimana mungkin dia bisa tenang sementara dia tidak tau nasib wanita yang di cintai nya sekarang,,


__ADS_2