Pria Gila Kaya Raya

Pria Gila Kaya Raya
Darurat


__ADS_3

Nadira tidak langsung menjawab pertanyaan Arfan yang mengajak nya menikah, dia sedikit ragu dan merasa dirinya belum cukup siap untuk menjalani sebuah komitmen pernikahan, apa lagi di usianya yang terbilang masih cukup muda dan masih belum puas mengeksplorasi dunianya


"Aku,, aku....."


"Aku tau ini mungkin terlalu cepat untuk mu, tapi aku juga tidak mungkin menundanya lagi, aku perlu jawaban mu sekarang, aku tidak tau harus menikah dengan siapa jika bukan dengan mu" ucap Arfan


"Apa jika kita menikah, itu artinya aku sudah tidak bisa meneruskan studiku?" tanya Nadira


"Kau masih bisa meneruskannya jika kau menginginkan nya" ucap Arfan


"Baiklah, aku bersedia menikah dengan mu" ucap Nadira tersenyum,


Nadira juga tidak mungkin mebiarkan paman gilanya mencari wanita lain untuk dia nikahi, jelas dia tidak akan rela, karena menemukan orang yang bisa mebuatnya nyaman itu sangat sulit menurutnya


"Sungguh??, terima kasih" ucap Arfan senang, dia langsung mencium tangan Nadira, mencium keningnya, dan kemudian memeluknya erat


.



Keesokan paginya Arfan mengantar Nadira kembali ke kediaman Edgar dengan motornya, Arfan juga berniat sekalian meminta restu dari Edgar soal Rencana mereka menikah,


Nadira langsung membawa Arfan masuk ke kediaman Edgar, supaya dia biasa meminta persetujuan ayahnya langsung soal pernikahan mereka


"Kamu tunggu dulu di sini, aku panggil Ayah dan ibu ku dulu" ucap Nadira pada Arfan


"Baiklah" ucap Arfan, dia langsung duduk di sofa ruang tamu kediaman Edgar


Sementara Nadira segera masuk kedalam untuk mencari ayahnya


Dan tidak lama Nadira juga kembali bersama Edgar dan Narita


"Pak Arfan, tumben sekali Anda berkunjung pagi pagi sekali" ucap Edgar


Arfan bangkit untuk berjabat tangan dengan Edgar


"Iya, maaf pak Edgar, saya menganggu waktu anda di pagi pagi seperti ini" ucap Arfan


"Kita ini kan rekan,, tidak perlu sungkan begitu,, o yah silahkan duduk" ucap Edgar


"Terimakasih" ucap Arfan, dia segera duduk kembali di kursinya,


Sementara Nadira duduk di antara Edgar dan Narita


"Sebenarnya ada perlu apa pak Arfan datang kemari?" tanya Edgar


"Saya tidak akan banyak berbasa basi, sebenarnya saya datang kemari untuk meminta izin dari Anda untuk menikahi Nadira, putrimu,, dan saya harap anda bisa memberikan restu pada kami" ucap Arfan

__ADS_1


Sontak Edgar pun terdiam sesaat karena tidak menyangka kalau kedatangan Arfan itu untuk melamar putrinya,


"Pak Arfan ini, suka bercanda saja" ucap Edgar


"Aku serius dengan putrimu pak Edgar, aku ingin menjadikan Nadira sebagai istriku, kalau kau mengijinkan, aku ingin menikahinya secepatnya" ucap Arfan


Mendengar itu Edagar dan Narita langsung bertatapan sejenak, dan kemudian mereka menatap Nadira bersamaan


Edgar kembali mengalihkan perhatian pada Arfan lagi


"Pak Arfan, apa anda bisa menjelaskan prihal maksud anda ini?, ada apa sebenarnya?, apa ada yang terjadi?,, kenapa Anda tiba tiba ingin menikahi Putri ku?, apa ada yang kalian tutup tutupi??" Tanya Edgar


Narita langsung mendekatkan mulutnya ke telinga Nadira "Nadira, jangan bilang kalau kamu hamil?" Bisik Narita di telinga Nadira


Sontak wajah Nadira langsung menggelap karena merasa kesal di tuduh yang macam macam oleh ibunya


"Ibu jangan bicara sembarangan, mana ada aku hamil" bisik Nadira


"Kalau begitu kenapa kalian ingin cepat-cepat menikah?" tanya Narita


"Dengarkan Arfan saja dulu, nanti juga ibu tau alasannya" bisik Nadira.


"Tidak ada yang kami tutupi darimu pak Edgar, aku hanya ingin menikahi Nadira secepatnya karena Oma saya menginginkan supaya saya segera menikah, dan hanya Nadira lah wanita yang ingin ku nikahi sekarang" ucap Arfan


"Bukan aku tidak mengijinkan, tapi bukan kah kalian punya pasangan masing-masing??, jadi bagaimana bisa kalian akan menikah dengan mengesampingkan mereka?" ucap Edgar


Edgar menghela nafas ringan


"Papah tidak mengerti dengan hubungan mu ini, tapi kalau ini memang keinginan mu sendiri,, papah mungkin hanya bisa merestuinya saja, bagaimana mah?" tanya Edgar pada Narita


"Kalau Ibu Setuju setuju saja, asalkan kamu bahagia" ucap Narita


Nadira langsung memeluk ibunya, "Terima kasih bu" ucap Nadira dengan berkaca-kaca


.



Setelah mendapatkan persetujuan dari Edgar, Arfan segera mempersiapkan segala sesuatu nya,


Dan saat hari beranjak petang, Nadira beserta keluarga besarnya segera di boyong Arfan menuju ke rumah sakit, untuk bertemu dengan Oma Laura yang masih dalam pengawasan intensif dari tim dokter


Karena memang Arfan merasa tidak mungkin untuk membawa Oma ke tempat Lain karena kondisinya tidak setabil, jadi dia merencanakan Acara nya di gelar di ruangan rumah sakit tempat omanya di rawat


Nadira turun dari mobil pengantin dengan berpenampilan stelan kebaya putih panjang yang cantik melekat di tubuhnya, di padu dengan kain lurik sebagai bawahannya yang menambah kesan anggun pada dirinya,


Nadira juga menggunakan riasan khas pengantin yang mebuat pangling Arfan saat dia melihatnya

__ADS_1


Sementara Arfan mengenakan stelan jas pengantin berwarna abu metalik yang elegan, begitu turun dari mobilnya dia terdiam sejenak untuk memperhatikan Nadira,,


Arfan kemudian menghampiri Nadira yang baru turun dari mobil yang membawanya itu, Arfan langsung mengulurkan sikut tangannya pada Nadira,


Dan Nadira juga langsung menggandeng tangan Arfan itu,


Keluarga Nadira juga langsung di sambut oleh beberapa keluarga Arfan, dan mereka berjabat tangan bergantian


Arfan menoleh pada Nadira yang masih berdiri mematung di sampingnya "Apa kamu gugup?" tanya Arfan pada Nadira yang wajahnya nampak sedikit tegang


"Tentu saja, ini pertama kalinya untuku, rasanya aku belum percaya kalau aku akan menikah secepat ini,, juga kondisinya tidak seperti pernikahan pada umumnya kan" ucap Nadira


"Aku minta maaf soal ini, besok lusa kita adakan resepsi besar untuk kita,, tentunya yang sesuai dengan yang kamu inginkan, ya" ucap Arfan


"Bukan itu maksudku," ucap Nadira


"Aku mengerti, kita masuk sekarang, ya" ucap Arfan


"Mmmm" Nadira mengangguk pelan


Nadira pun mendapat sambutan hangat dari beberapa kerabat mendiang ayah dan mendiang ibu Arfan yang sudah menunggu kedatangan ny itu,


Mereka semua segera masuk dengan beriringan ke dalam rumah sakit, dan langsung menuju ke ruangan rawat Oma Laura


Setibanya di ruangan rawat Oma, acara pernikahan darurat pun sudah di persiapkan dengan baik oleh Arfan di sana


Edgar dan Narita juga langsung menghampiri Oma untuk memperkenalkan diri mereka terlebih dulu, karena mereka memang belum pernah bertemu sebelumnya


Setelah itu, Arfan tidak menungu lama lagi untuk melangsungkan Acara inti, yaitu pengucapan akad untuk menjadikan Nadira istrinya di hadapan Oma Laura


Arfan melantunkan kalimah pernikahan dengan sangat pasih dan jelas dengan satu tarikan nafas, dia tidak mengalami kesulitan yang berarti di saat dia melapalkanya di hadapan Edgar,


Arfan dan Nadira pun Akhirnya resmi menyandang status baru mereka sebagai sepasang suami dan istri yang sah menurut Sara dan hukum


Nadira pun langsung meraih tangan Arfan dan menciumnya, Arfan juga mencium kening Nadira, kemudian mereka sungkeman kepada Edgar, Narita, dan keluarga Arfan yang lain


Setelah itu barulah mereka menghampiri Oma Laura yang masih terbaring di atas tempat tidur rawatnya, Nadira juga langsung sungkem pada Oma "Oma"


"Syukurlah, akhirnya Oma bisa melihat Arfan menikahi gadis pujaannya ini" ucap Oma sambil mengelus rambut Nadira yang masih mencium tanganya


"Nadira cucu oma, Oma titip Arfan padamu ya, Oma percaya kalau kamu bisa memberikan kebahagiaan padanya, jadilah kamu istri yang baik untuk nya, dan ajarilah dia jadi suami dan ayah yang baik juga untuk anak anak mu nanti" ucap Oma


"Iya Oma, aku akan berusaha yang terbaik" ucap Nadira dengan menitikan Air mata bahagia di tangan Oma


Setelah itu Arfan menggantikan Nadira untuk menggegam tangan Oma "Oma, apa kau punya pesan juga untuk ku??" tanya Arfan


"Cucuku yang nakal, kau sekarang sudah jadi suami dari istrimu, Oma sangat bahagia bisa melihatmu menikah sekarang, jagalah istrimu ini dengan baik, jangan buat dia menangis karena ulahmu, kalau pun harus ada air mata, pastikan kalau itu adalah air mata bahagia nya" ucap Oma

__ADS_1


"Tentu saja Oma, aku akan berusaha sebisa ku untuk membuatnya selalu tersenyum di sampingku" ucap Arfan dengan tersenyum


__ADS_2