
Arfan senang karena Nadira mau berkunjung ke kantor nya, terlebih itu di lakukannya atas kehendaknya sendiri, bukan karena di suruh orang lain, jadi Arfan menganggap kalau itu adalah lampu hijau dari Nadira untuknya
Arfan segera mengajak Nadira dan Sindi ke mobilnya, dan mereka langsung pergi untuk mencari tempat makan yang nyaman untuk mereka
Arfan mengajak mereka masuk ke salah satu tempat makan yang lumayan besar, dan duduk di sebuah meja bundar yang ada di dalam, mereka segera memesan menu makanan masing-masing
"Sebenarnya Ada angin apa kamu ingin menemuiku secara pribadi, rasanya ini sesuatu yang jarang" ucap Arfan
Nadira pun langsung mengeluarkan amplop coklat dari dalam tasnya, dia langsung menaruhnya ke meja di depan Arfan, yang duduk persis di sebrang kursinya
"Sebenarnya Aku menemuimu hanya ingin mengembalikan uang yang kamu berikan pada ibuku kemarin" ucap Nadira
"Kenapa kau mengembalikan nya??, aku sudah memberikannya pada Ibumu kan, jadi harusnya tidak perlu di kembalikan" ucap Arfan
"Aku hanya tidak enak hati saja jika kau menganggap ku sebagai wanita bayaran, meskipun aku memang butuh uang, tapi bukan berarti aku bisa menerima uang dari cara yang kau lakukan kemarin" ucap Nadira
Arfan seketika merasa sedikit malu pada Nadira, karena mungkin dirinya secara tidak langsung sudah merendah kan martabatnya,
"Aku minta maaf soal kemarin, aku tidak ada maksud meredahkan atau apa pun itu,, aku hanya tidak tau cara yang lebih baik untuk mengajak mu, karena kondisiku juga sebelumnya terdesak" ucap Arfan
"Tidak papa, aku bisa memaklumimya, aku juga tau kamu tidak ada maksud untuk merendahkan ku, tapi kalau ada lain kali, harusnya kau bisa bicara dulu baik baik padaku" ucap Nadira
Mendengar itu Arfan sedikit terperanjat senang "Sungguh?, apa itu artinya aku boleh mengajakmu lagi untuk bertemu Oma?" tanya Arfan
"Ya mungkin, aku senang bisa berkunjung kesana, lingkungan tempat Oma mu tinggal itu sangat nyaman, jadi aku suka suasana yang ada di sana," ucap Nadira
"Baiklah, lain kali,, aku pasti akan mengajak mu lagi kesana" ucap Arfan
"Aku juga ingin ikut" ucap Sindi
"Kau minta tunanganmu saja untuk mengajakmu" ucap Arfan
"Kak Arfan ihh, aku belum tunangan dengan siapapun, atau aku harus membuang cincin ini supaya kau berhenti menggodaku" ucap Sindi sambil mencoba membuka cincinnya
""Jangan"" pekik Arfan dan Andreas hampir bersamaan, kemudian saling menatap
__ADS_1
Alasan Arfan melarang tentu karena dia sangat mendukung Sindi dengan Andreas
Dan alasan Andreas tentunya dia juga sudah mulai mempertimbangakan Sindi di hati nya
"Sebenarnya siapa yang memberikan Sindi Cicin itu?, kenapa dua duanya kompak sekali melarang Sindi melepas nya?" tanya Nadira menatap Arfan dan Andreas pergantian
"Aku yang memberikanya,,,,, Sindi kuharap kamu terus memakai nya, karena cicin itu sudah terlihat indah di jarimu" ucap Andreas
"Begitu ya?, baiklah kalau menurut kaka begitu, aku tidak akan melepasnya" ucap Sindi langsung menurunkan pandangan nya dengan tersipu
"Cieee, kurasa itu memang akan benar-benar jadi cicin tunangan mu sind" ucap Nadira menggoda Sindi
"Apaan sih Nadi,, pacaran juga enggak, masa langsung tunangan" ucap Sindi malu malu
"Ya tidak papa kan, itu bagus" ucap Nadira sambil terus memperhatikan wajah sahabatnya yang memerah karena malu itu
Tidak lama makanan yang di pesan mereka segera tiba di meja, dan mereka pun segera memulai makan siang mereka,
Arafan juga sesekali memperhatikan Nadira saat makan, dia sedikit yakin dengan sikap Nadira yang mulai melembut padanya, itu artinya dia sudah sedikit membuka hatinya lagi,, dan itu artinya Arfan hanya tinggal menunggu momen yang tepat saja untuk masuk
…
Beberapa saat kemudian Arfan meminggirkan mobilnya tepat di depan gerbang masuk Anggera_land
Nadira yang merasa sudah sampai ke tujuan langsung menoleh pada Arfan "Apa kau tidak mau mampir dulu untuk bertemu siluman betina?" tanya Nadira yang duduk berdampingan dengan Arfan
Arfan langsung tersenyum mendengar panggilan Nadira pada Yovi "Tidak perlu, aku malas jika harus melihat wajahnya setelah melihat wajahmu, itu mungkin sama seperti sudah melihat hal yang indah, lalu melihat tumpukan sampah" ucap Arfan
"Cie ciee,, ehem ehem" ucap Sindi nimbrung dari belakang mereka
Nadira langsung tersenyum sinis "Hhh,, Ternyata kau bisa gombal juga,, Kalau begitu segera bersihkan tumpukan sampah itu," ucap Nadira asal
"Tentu saja, akan ku lakukan" ucap Arfan
"Kalau begitu, aku turun sekarang ya," ucap Nadira
__ADS_1
"Iya, silahkan" ucap Arfan
Nadira segera membuka pintu mobil dan segera menggeser kaki jenjangnya untuk turun
"O yah Nona Dira" panggil Arfan
Sontak Nadira langsung menoleh lagi "Ada apa?" tanya Nadira
"Tidak, aku hanya ingin mengatakan,,, sampai jumpa lagi" ucap Arfan
"Iya, sampai jumpa juga" ucap Nadira sambil tersenyum, kemudian dia berpaling dan segera turun dari mobil Arfan
"Apa Kakak tidak mau sekalian mengucapkan sampai jumpa padaku?, mumpung aku belum turun" ucap Sindi yang juga sudah membuka pintu mobil
"Tidak perlu, tidak berjumpa lagi dengan mu juga aku tidak papa" ucap Arfan menggoda Sindi
"Ih kak Arfan jahat, kalau kau tidak mau bertemu dengan ku, kau juga tidak perlu bertemu Nadira lagi" ucap Sindi sedikit ketus
"Ya ya, sepertinya aku harus terpaksa bertemu denganmu lagi, Samapi jumpa" ucap Arfan tersenyum
"Iiiihhhh, jahat" ucap Sindi langsung keluar dari mobil Arfan dan menghampiri sahabatnya, mereka segera melangkah bersama memasuki perusahaan Anggera Land tanpa menolah ke belakang lagi
Arfan menatap punggung Nadira yang terlihat tertawa di sela langkahnya dengan Sindi, entah apa yang mereka bicarakan, yang pasti Arfan senang jika bisa melihat Nadira bahagia
Di sisi lain, dari dalam sebuah sedan silver seorang wanita sedang menatap tajam ke arah mobil Arfan yang baru saja menurunkan Nadira, dia terbakar amarah melihat Arfan satu mobil dengan Nadira
Wanita itu tidak lain adalah Yovi yang kebetulan baru kembali dari makan Siangnya juga, Dia turun dari mobilnya dan segera menghampiri mobil Arfan dengan langkah kasar, Yovi langsung berdiri di depan jendela mobil Arfan persis menghalangi pandangan Arfan yang sedang memerhatikan Nadira
Yovi langsung mengetuk kaca mobil Arfan sedikit kasar
Arfan lumayan kaget melihat Yovi yang tiba tiba ada di depan jendela mobilnya, dan dia segera menurunkan kaca mobilnya
"Arfan, apa kau punya penjelasan kenapa kau membawa wanita itu dalam mobilmu??" tanya Yovi dengan mata memerah karena marah
"Kebetulan dia di suruh Edgar untuk ke kantor ku, jadi aku pikir apa salahnya jika aku mengantarnya kemari, biar sekalian aku bisa melihatmu kan?" ucap Arfan membual
__ADS_1
"Sungguh?, kau tidak bohong kan?, Awas saja kalau kau sampai menyukai dia, atau ada main di belakang ku denganya" ucap Yovi sedikit memicingkan mata tajam pada Arfan