
Violin langsung menatap Arfan tanpa berkedip, dia merasa kalau orang yang di hadapannya sekarang itu lebih menakutkan daripada hantu, dia bahkan sampai berkeringat dingin
"A apa ini perbuatan mu, mm maksudku anda ini siapa?" tanya Violin sedikit terbata
"Anggap saja aku loser yang tidak menggunakan tanganku untuk berbuat, jadi,, apa kamu mau minta maaf pada Nadira?,, atau...." ucap Arfan
"Nad Nadira,, Iya iya aku akan menemuinya dan Mina maaf, di mana dia? aku harus mencarinya,," ucap Violin , dia langsung beranjak dengan sedikit berlari melewati Arfan untuk mencari Nadira, dia takut kalau sampai ayahnya marah besar padanya
Teman temannya juga langsung tercengang sejenak, kemudian mereka langsung mengejar langkah Violin "Vio, hey tunggu kami, ada apa denganmu??, hey" ucap Salah satu dari mereka karena mereka memang tidak mendengar percakapan telepon Violin dengan ayahnya barusan
Arfan sedikit menoleh ke arah perginya mereka dan kemudian tersenyum, dia memang mengadukan masalah itu pada rektor kampus, dan jika pengaduanya itu tidak di respon dengan cepat, Arfan menggertak rektor akan menyebar luaskan masalah pembullyan di kampus nya itu ke media daring,
Tentunya rektor juga tidak mau kalau sampai nama baik universitas yang di pipinnya itu tercoreng,, terlebih yang membuat pengaduan itu adalah seseorang yang memiliki kedudukan di Ednaninternasional grup, salah satu perusahaan terbesar yang ada di kota B, jadi tentu saja rektor tidak menganggap itu hal yang sepele
…
Setelah berlarian kesana kemari, akhirnya Violin menemukan Nadira di koridor lantai dua kampus, dia menghampiri nya dan langsung meraih telapak tangan Nadira dengan kedua tangannya
Tentu saja Nadira refleks menepis nya "Mau apa kamu?" tanya Nadira kaget karena menganggap Violin akan membuat masalah lagi dengannya
"Vio, Nadira baru masuk kuliah lagi hari ini, jadi aku mohon jangan membuat masalah dulu padanya" ucap Fani dengan sedikit segan,
Fani tau kalau Violin sering bersikap tidak baik pada seseorang yang tidak di sukainya di kampus, dan dia juga tidak berani kalau harus berurusan dengannya, karena memang tidak ada yang mau melaporkan kelakuan buruknya itu pada pihak kampus, karena Violin adalah anak dosen senior yang sangat di segani di kampusnya
"Nadira, aku hanya mau Minta maaf padamu, tolong maafkan aku, aku aku janji tidak akan mengganggu mu lagi, aku mohon,,, maaf kan aku" ucap Violin dengan merapatkan kedua telapak tangan di dadanya
Nadira sedikit bingung kenapa tiba tiba si tukang bully itu tiba tiba minta maaf padanya "Baik aku maafkan, sekarang pergilah" ucap Nadira tidak ingin terlalu meladeninya
"Baiklah, terimakasih Dira, aku janji tidak akan mengangumu lagi, kalau ada orang yang berani mengganggu mu, bilang saja padaku" ucap Violin
"Tidak perlu, pergilah" ucap Nadira merasa sedikit aneh dengan tingkah wanita di depanya
"Baiklah" Violin berbalik dan segera beranjak dari hadapan Nadira, dan saat dia sampai di area tangga, dia melihat Arfan baru saja naik dari tangga itu
"Aku aku sudah minta maaf pada Nadira, Sungguh" ucap Violin,
"Apa dia memaafkan mu?" tanya Arfan
__ADS_1
"Iya, dia memaafkan ku, aku bersumpah, Anda bisa tanyakan padanya langsung," ucap Violin
"Baik, kalau begitu kau boleh pergi" ucap Arfan
"Terimakasih" Violin pun tidak menunggu lama lagi Dan segera pergi melewati Arfan untuk menuruni tangga
Nadira yang melihat Violin bersikap seperti itu pada Arfan semakin merasa penasaran , dan setelah Arfan menghampiri nya, Nadira tidak bisa untuk tidak bertanya
"Apa kamu yang memaksa Vio meminta maaf padaku?" tanya Nadira
"Tidak juga, aku hanya sedikit menceramahi nya saja tadi" ucap Arfan
"Bagaimana bisa orang seperti dia mendengarkan ceramah mu??, itu rasanya aneh" ucap Nadira bingung
"Kamu tidak perlu bingung, intinya Aku tidak akan membiarkan satu orang pun menggangu hari pertama kuliah mu," ucap Arfan
"Iya, Terimakasih kalau begitu," ucap Nadira tersenyum
"Kamu pacarnya Nadira ya?,, kenalkan aku Fani, temannya Nadira" ucap Fani mengulurkan tangannya pada Arfan
Arfan juga menjabat tanganya, "Aku Arfan, aku lebih dari sekedar pacar untuk Nadira" ucap Arfan
Teman dekat Nadira semasa sekolah memang selalu memanggil Nadira dengan sebutan Nadi,, dan Fani juga adalah teman dekat Nadira dan Sindi, jadi mereka seolah punya nama besty yang hurup ujungnya 'i' semua
Tidak lama Sindi pun datang menghampiri mereka
"Oooh, Di sini kalian rupanya," ucap Sindi langsung menghampiri
"Sindiiii" ucap Fani sedikit berteriak dengan merentangkan tangan
"Faniii, aaaa senang sekali bisa bertemu lagi dengan mu" ucap Sindi girang dan memeluk Fani
"Aku juga senang sekali bisa melihat kalian lagi, aku tidak bisa menemukan teman seperti kalian lagi di kampus ini tau" ucap Fani
"Iya,, aku kangen" ucap Sindi yang memang mereka jarang bertemu semenjak Sindi dan Nadira memutuskan berhenti kuliah
Setelah mereka melepaskan pelukan hangat mereka,, Sindi langsung menoleh pada Arfan "Kak Arfan di sini juga??, kenapa??, Tidak mau jauh jauh dari Nadira ya??, mau ikut ngampus juga??" tanya Sindi beruntun
__ADS_1
"Sepertinya ada yang bicara padaku barusan, di mana ya??, aku tidak melihat sosoknya" ucap Arfan menengok kiri kanan seolah tidak melihat Sindi yang tidak jauh di sampingnya
Sindi langsung memukul bahu Arfan "Iiiih, kak Arfan jahat, masa aku yang Segede ini gak kelihatan sih" ucap Sindi manyun
"Seperti nya di kampus ini sedikit angker Nadi, ada yang memukulku barusan,," ucap Arfan begimik serius
"Iiiiiihhhhh, jahat jahat jahat" Sindi semakin gemas memukul mukul bahu Arfan
Sementara Nadira dan Fani malah terkekeh melihat mereka yang bercanda itu
"Benar benar tidak aman di sini, kalau begitu aku pergi ke kantor sekarang Nadi, seperti nya ada mahluk halus di sini" ucap Arfan berbalik dengan menyentuh tengkuk nya, seolah dia merinding, tapi dengan tersenyum,, dan kemudian Arfan segera melangkah pergi dari hadapan mereka
"Iya, hati hati di jalan sayang, daah" ucap Nadira melambaikan tangan pada Arfan yang sudah beranjak
"Kak Arfaaaaaan, Hey jangan kabur,, awas kau yah kalau ketemu lagi Nanti,,,, iiihh" Sindi sangat gemas karena tidak di anggap ada oleh Arfan, meskipun dia tau kalau Arfan bercanda
"Kamu juga sepertinya sangat akrab dengan....., siapa tadi namanya??? oh iya Arfan" tanya Fani
"Tentu saja aku akrab, tapi sekarang aku tidak ingin akrab lagi dengannya" ucap Sindi bercanda
"Itu artinya kamu juga tidak perlu akrab dengan Andreas" ucap Nadira
"Oh kalau itu tidak bisa, dia sayangku satu satunya" ucap Sindi
"Waduh, lama gak ketemu udah pada sayang sayangan aja nih, aku kapan ya?" tanya Fani
Sindi langsung mencubit pinggang Fani "Emmmh kamu So soan gak punya pacar, aku tau cadangan pacarmu banyak di kampus ini kan??" ucap Sindi
"Awwww, sakit Sind, tanganmu kebiasaan deh,,, kalau ngomong tangan mu ya diam napa" ucap Fani menepis tangan Sindi yang mencubit nya
"Iya Iya maaf" ucap Sindi
"Eh sudah siang nih, kita langsung masuk yu" ucap Fani
"Iya, ayo,,, tapi kamu antar kita ke ruangan dosen dulu kali Fan," ucap Nadira pada Fani
"Oke oke, siap, ayo" ucap Fani
__ADS_1
Mereka bertiga segera beranjak untuk ke ruang dosen,
Sementara Arfan kembali ke motornya lagi, dan segera memacunya lagi untuk pergi ke kantor Ednaninternasional_grup