Pria Gila Kaya Raya

Pria Gila Kaya Raya
Ekstra part (Bulan Madu)


__ADS_3

Andreas mencobanya lagi dan lagi untuk membobol pertahanan Sindi, higga akhirnya dia menyerah dan mengistirahatkan dulu aktivis nya itu sejenak, karena dia benar-benar berkeringat karena percobaannya membuka segel Sindi tidak semudah yang dia kira


Dia merebahkan dirinya di samping Sindi dengan keadaan polos,, Sementara Sindi masih mengenakan tank topnya


"Apa sudah selesai?" tanya Sindi menoleh pada Andreas yang sudah ngos-ngosan


"Aku masih belum berhasil sayang, kau sedikit menyulitkan" ucap Andreas


"Oh, maaf, tapi itu benar-benar sakit tau" ucap Sindi


Andreas mengambil ponselnya dan diam diam mengirimkan pesan pada Arfan ✉["Minta saran, target sulit di eksekusi"]


...°°°...


✉["Minta saran, target sulit di eksekusi"] Andreas


Arfan langsung terkekeh melihat pesan dari Andreas itu, "Kurasa tebakan mu benar sayang, Andreas tidak bisa menaklukkan Sindi" ucap Arfan pada Nadira yang masih di pelukan nya, karena mereka sudah selesai dengan percintaan mereka dan masih merasakan sisa sisa keindahanya


"Suadah ku bilang kan, berarti taruhannya aku yang menang" ucap Nadira


"Ya baiklah, aku mengakui kekalahan ku,, jadi kau mau apa sebagai imbalan mu, hm??" tanya Arfan


"Mmm???, nanti sajalah, aku pikirkan dulu" ucap Nadira


"Baiklah" Arfan pun langsung membalas pesan Andreas itu dengan beberapa saran dan satu gaya ✉["....... ..... ..... Women on Top"] dia mengirim nya dengan tersenyum geli



Andreas langsung menerima pesan dari Arfan itu, ✉ 'Woman on Top?? 'Apa Iya bisa berhasil?, Baiklah Tidak ada salahnya di coba kan' pikir Andreas


Andreas langsung mencoba mengaplikasikan saran dari Arfan pada percintaan nya lagi, dari mulai mencumbu, memainkan lembah,, dan akhirnya dia pun berhasil meloloskannya dengan memakai saran dari Arfan


Meski dia belum bisa sampai ke tahap membuat Sindi menikmatinya, setidaknya dia sudah berhasil membuka jalan,, dan untuk selanjutnya,, Andreas berpikir tidak Akan sesulit itu lagi


.



Keesokan harinya, Arfan dan Andreas membuka pintu kamar Hotel mereka hampir bersamaan, dan tentunya mereka langsung keluar dan menghampiri satu sama lain


"Bagaimana semalam, apa sukses??" tanya Arfan


"Tentu saja, sudah ku bilang aku bukan pria lemah" ucap Andreas


Arfan hanya tersenyum, karena jelas jelas semalam Andreas meminta saran, mungkin Andreas hanya tidak ingin membuka kartu di depan para wanita mereka


"Ya ya ya, aku percaya itu, mana mungkin adiku tidak bisa menaklukan seorang Sindi yang bawel ini" ucap Arfan


Sindi pun hanya bisa tersenyum malu malu pada Arfan

__ADS_1


Nadira juga hanya menyimak saja, tanpa mau ikut membahas soal yang begituan


"Ya Sudah, kalau kau sudah Siap, kita sekarang cari sarapan,, dan langsung berangkat ke bandara," ucap Arfan


"Kak, Nadira kan sedang hamil,, apa kau yakin akan membawanya bepergian dengan pesawat??" tanya Andreas


Arfa langsung mengusap perut Nadira "Aku yakin bayiku ini hebat, jadi ku rasa tidak ada yang perlu di khawatirkan,, Iya kan sayang?" tanya Arfan pada Nadira


"Ya kurasa juga begitu,, aku tidak bisa menolak ajakan Arfan, aku takut dia ngidam ingin pergi tour bulan madu dengan kalian, jadi mau tidak mau aku harus ikut" ucap Nadira


"Ya sudah kita langsung pergi ke bandara saja dan cari sarapan di sana, penerbangan kita sebentar lagi kan" ucap Arfan


"Baiklah,, ayo sayang" ucap Andreas menggandeng tangan Sindi


Mereka berempat pun segera meninggalkan hotel dan langsung pergi menuju ke bandara kota J,


Mereka akan terbang ke Dubai Sebagai tempat pertama untuk berbulan madu mereka, karena Arfan sudah dari jauh jauh hari berencana untuk pergi berbulan madu kesana dengan istrinya,


.



Setelah hampir 8 jam penerbangan mereka dari tanah air, akhirnya mereka pun menginjakkan kaki mereka di Dubai internasional Airport di siang menjelang sore


"Waaah, kita sampai juga akhirnya, ini tempat yang ada gedung tertinggi di dunia itu kan?" tanya Sindi


"Iya, kita akan pergi ke burj Khalifa nanti, tapi kita sekarang lihat tempat istirahat kita dulu sayang," ucap Andreas


Andreas langsung tersenyum bingung, karena dia tau kalau budget nya tidak memungkinkan untuk mereka menginap di sana untuk waktu yang lama


"Kita di sini untuk beberapa pekan Sind,, juga aku berencana mengunjungi tempat lain setelah dari negara ini,, jadi kita sewa tempat yang lebih hemat," ucap Arfan


"Oh,, gitu ya??" tanya Sindi


"Begitulah sayang, nanti kalau perusahaan ku sudah lebih berkembang dan mampu bersaing di bisnis global, aku akan sewa gedung itu hanya untuk kita saja,,, ya" ucap Andreas


"Tidak perlu kamu lakukan itu sayang, asalkan bersama mu, aku tidak peduli di mana pun itu, semuanya pasti nampak indah" ucap Sindi, seraya menyandarkan bahunya di bahu Andreas


"Baiklah, kita pergi ke apartemen kita dulu" ucap Arfan


"Baiklah, ayo" ucap Sindi nampak bersemangat


Sementara Nadira tidak banyak bicara, dan hanya sesekali tersenyum saat memperhatikan kemegahan airport yang nampak asing di mata nya itu,,


Setelah itu mereka pun segera keluar dari area bandara, dan segera memesan taxi untuk perjalanan mereka ke sebuah apartemen yang sudah di pesan Arfan sebelumnya


Setibanya di depan sebuah gedung apartemen yang menjulang cukup tinggi, mereka segera masuk ke lobi, dan segera ke meja resepsionis untuk melakukan registrasi ulang


Mereka pun segera mendapatkan kunci apartemen mereka, dan segera naik menggunakan lift untuk sampai ke unit mereka,,

__ADS_1


Akhirnya mereka pun tiba di depan pintu Apartemen mereka, mereka sengaja menyewa apartemen dengan dua kamar tidur, supaya mereka tetap bisa menikmati momen bersama


Setelah mereka masuk Sindi langsung melihat lihat ruangan apartemen yang cukup mewah itu,


"Kurasa Ini lumayan cukup luas untuk kita berempat" ucap Nadira


"Aku memang sengaja memesan tempat ini supaya kita tetap serasa di rumah, apa kau suka?" tanya Arfan


"Iya,, aku suka,, seperti yang di bilang Sindi,, di mana pun itu, asalkan aku bersama mu, aku suka" ucap Nadira


"Itu copy paste, apa kau tidak bisa cari kata kata Lain?" ucap Arfan tersenyum


"Nadiiii !!! ,,,, Coba lihat itu" ucap Sindi yang kini berdiri di depan jendela Apartemen


"Ada apa?" tanya Nadira seraya berjalan ke arah Sindi


"Itu, lihatlah, itu bangunan Burj Khalifa kan,, ternyata kita bisa melihatnya dari sini" ucap Sindi sambil menunjuk bangunan tertinggi dengan ujung mengerucut itu


"Iya, ternyata sangat dekat juga dari sini" ucap Nadira yang melihat view dari jendela apartemen itu adalah gedung gedung pencakar langit,


Arfan dan Andreas juga menghampiri mereka berdua, "Nanti kita akan pergi kesana, jadi sekarang, kita lebih baik istirahat dulu, kalian pasti cape kan?" ucap Arfan


"Iya sih, perjalanan memang sedikit melelahkan, tapi, Melihat ini smua rasanya capek jadi hilang,, aku tidak pernah membayangkan sebelumnya kalau aku bisa mengunjungi tempat seperti ini" ucap Sindi


Dia memang tidak pernah berpikir untuk pergi ke tempat-tempat seperti itu untuk sekedar berlibur, atau bahkan berbulan madu sebelumnya,, bisa hidup berkecukupan saja dia sudah sangat bersyukur,


Setelah mereka puas melihat pemandangan kota yang membuat mereka takjub, mereka pun segera melihat tempat untuk istirahat mereka masing-masing


Dan Dari kamar mewah mereka pun pemandangan kota masih bisa mereka lihat,,


Nadira langsung saja beranjak mandi untuk sedikit menghilang kan gerahnya,,


Arfan juga mengikuti Nadira ke kamar mandi,, dan mereka berendam bersama di bathub dengan air dingin, karena di negara itu cuaca memang lumayan panas, jadi itu sedikit bisa menyegarkan badan mereka yang sudah seharian di perjalanan


.



Setelah Mereka selesai, mereka segera mengenakan handuk kimono mereka, dan Nadira juga melilit handuk di kepalanya


Nadira langsung duduk dipinggiran tempat tidur


Arfan juga langsung menghampirinya dan merendahkan badanya di depan Nadira,, "Beristirahat lah, aku yakin bayi kita sedang kecapean sekarang" ucap Arfan dengan mengelus perut Nadira


"Tidak, aku kuat ayah,, aku tidak cape" ucap Nadira dengan menirukan suara Anak kecil


"Baguslah kalau memang begitu, tapi walaupun kamu tidak cape, kamu tetap harus beristirahat, supaya kamu sehat,, ya" ucap Arfan


"Iya sayang, kamu juga beristirahat lah" ucap Nadira

__ADS_1


"Tentu," ucap Arfan,, dia segera berdiri dan langsung menjatuhkan dirinya ke tempat tidur


Di susul Nadira yang langsung masuk ke pelukan Arfan,


__ADS_2