
Nadira langsung terdiam sesaat mendengar kalau Arfan tidak bisa mengantarkannya pulang karena tidak enak badan, dan dia percaya saja meskipun sebenarnya Arfan hanya membual
Nadira juga berpikir tidak tau ada di daerah mana dia sekarang, jadi Nadira merasa tidak mungkin bisa pulang sendirian
"Baiklah, aku aku menginap di sini kalau memang kamu tidak enak badan" ucap Nadira
"Yeeee kakak menginap,, aku punya teman sekamar malam ini, Oma,, bolehkan kak Nadira tidur di kamarku?" tanya Dinda
"Apa kakak ipar mu tidak akan terganggu oleh dengkuran mu nanti?" tanya Oma Laura
"Oma, aku tidak suka mendengkur kalau tidur, jangan memfitnah ku, nanti kak Nadira benar-benar tidak mau tidur di kamarku" ucap Dinda
"Iya Iya, Oma hanya bercanda" ucap Oma Laura
Arfan tersenyum senang karena rencana membawa Nadira kemari itu ternyata bisa berujung manis,, tidak sama dengan apa yang di bayangkan sebelumnya, dia tadinya sudah pasrah kalau Nadira tidak akan menyukai Oma atau adiknya, karena Nadira kesal padanya, tapi yang terjadi memang sungguh di luar ekspektasi nya
Setelah mereka berbincang dan saling mengenal satu sama lain, mereka pun segera makan malam bersama,
Tidak nampak rasa canggung yang di perlihatkan Nadira di rumah itu, karena dia bisa langsung akrab dengan Dinda, dan itu membuatnya masih bisa menikmati makan malam dengan keluarga pria yang tidak di sukai nya itu
.
…
Setelah selesai makan malam dan berbincang, Dinda langsung mengajak Nadira untuk segera melihat kamarnya
Nadira langsung di bawa masuk Dinda ke sebuah kamar yang cukup luas dengan tempat tidur yang lumayan besar,
"Nah ini dia kamar ku kak, tidak terlalu besar sih tempat tidurnya, tapi cukup kok untuk dua orang" ucap Dinda
"Iya, kakak juga sepertinya akan takut jika tidur sendirian di rumah ini" ucap Nadira
"Emangnya kakak penakut ya?" tanya Dinda
"Tidak juga, kak Nadira bukan takut tidur sendiri nyh,, tapi kakak takut karena ada Kaka laki laki mu di rumah ini" ucap Nadira
"Kak Arfan orangnya baik kok, kenapa harus takut padanya?" ucap Dinda yang kini sudah naik ke tempat tidur nya
Nadira juga langsung naik ke tempat tidur Dinda dan mengambil satu bantal untuk dia peluk nya
"Ya mungkin, tapi tetap saja dia sedikit menakuti kakak" ucap Nadira
"Kakak ini aneh, kalau kakak takut, kenapa kalian bersama?" ucap Dinda
__ADS_1
"Kalau boleh jujur, sebenarnya kakak ini bukan....."
'Tok'tok'tok'
"Siapa?" tanya Dinda yang tiba tiba mendengar ketukan di pintu kamar nya
"Ini kakak" ucap Arfan dari luar
"Sebentar", Dinda beranjak menghampiri pintu dan langsung membukanya "Ada apa kak?, apa Kakak mau ikut menginap di kamar dinda juga?" tanya Dinda
"Tidak, kakak hanya bawakan baju Tidur untuk Nadira, kasian kalau dia tidur dengan gaunna kan?,itu pasti tidak nyaman" ucap Arfan
"Oh, Dinda kira kakak ingin ikut menginap" ucap Dinda sambil mengambil baju yang di bawa Arfan
"Ya Sudah kalian jangan tidur terlalu malam," Ucap Arfan,
"Tentu saja, Dinda tidak suka begadang kak" ucap Dinda
"Baiklah, sampaikan pada Nadira semoga tidurnya nyenyak" ucap Arfan,
"Siap kak" ucap Dinda, dia pun segera menutup pintu kamarnya kembali dan membawa baju itu kepada Nadira
"Apa yang di katakan kakak mu?" tanya Nadira pura pura tidak dengar percakapan mereka
"Oh,, baiklah, kalau gitu kakak ganti baju dulu ya" ucap Nadira yang langsung beranjak ke kamar mandi untuk berganti pakaian
Setelah Nadira mengganti pakaian, dia menggantung rapih gaun yang sebelumnya di gunakan di lemari Dinda
Dan setelah itu mereka pun segera merebahkan diri di tempat tidur Dinda, dan mereka berbincang ringan sampai akhirnya Dinda terlelap tidur lebih dulu
Sementara Nadira merasa sedikit susah untuk tertidur karena merasa asing tidur di kamar orang lain, dia hanya menatap langit-langit kamar dengan sesekali merubah posisi tidurnya
Hingga malam mulai larut Nadira masih tetap terjaga, dia mulai merasa Kalau tenggorokan nya sedikit kering, dan dia pun mencoba membangunkan Dinda untuk meminta di antar untuk mengambil air minum "Din, Dinda, bangun, kakak haus nih, antar kakak ambil air minum dong" ucap Nadira sambil mencoba menggoyang tubuh Dinda yang tertidur
Tapi Dinda mungkin sedang pulas pulasnya tertidur, jadi dia tidak bergeming sama sekali meskipun di bangunkan Nadira berulang kali
Karena tidak berhasil membangun kan Dinda, Nadira pun memutuskan untuk mencarinya sendiri ke luar kamar, dia langsung berjalan mencari air minum, tapi langkahnya malah mengarah ke ruangan tengah Villa,
Nadira sedikit terkejut karena melihat masih ada orang terduduk di ruangan itu, "Kenapa masih ada orang yang duduk di sini selarut Ini?" gumam nya, Nadira berjalan mendekat ke arah orang yang duduk membelakangi nya di sofa untuk bertanya,
Arfan Sadar kalau ada yang berjalan mendekat padanya, jadi dia langsung menoleh pada Nadira yang berjalan dibelakang nya
"Kenapa kamu belum tidur?" tanya Arfan
__ADS_1
"Aku aku haus, aku ingin minum, tapi aku tidak tau dapurnya di mana, kamu sendiri kenapa belum tidur?" tanya Nadira
"Aku masih mencari tema pesta ulang tahun Dinda untuk besok" ucap Arfan
"Sungguh?, jadi Dinda besok ulang tahun ya?" tanya Nadira yang berdiri tidak jauh dari kursi Arfan
"Itulah salah satu alasanku mengajakmu pergi ke mari" ucap Arfan
"Kalau boleh saya tau, kenapa kamu harus mengajaku?, kenapa tidak perempuan itu?, atau Sindi saja" tanya Nadira
Arfan tersenyum dan langsung beranjak dari duduknya untuk menghampiri Nadira
Tentu saja itu membuat Nadira sedikit gugup "Kamu kamu mau apa?" tanya Nadira
"Buka kah kau ingin minum, aku akan mengantar mu" ucap Arfan yang kini berhadapan dengan Nadira dan menatap matanya lekat
Nadira pun langsung menundukkan pandanganya dari mata gelap Arfan yang tajam itu "Oh, baiklah" ucap Nadira
Arfan segera melangkah untuk menutun Nadira ke tempat Air minum,
Arfan segera mengambil kan gelas untuk Nadira dan mengisinya dengan air hangat karena cuaca memang cukup dingin "Minumlah" ucap Arfan seraya memberikan gelasnya
"Oh iya, terimakasih" ucap Nadira menerima nya dan langsung meminum nya
"Kalau kamu ingin tau alasanku mengajak mu kemari, itu karena kamu wanita yang paling spesial untuk ku" ucap Arfan
Mendengar itu,, Nadira yang sedang meminum Airnya pun seketika menyemburkan Air yang diminumnya itu tepat kewajah Arfan 'Hupt' Nadira sedikit kaget karena perkataan Arfan itu, dan lebih kaget lagi karena dia sudah menyembur ke wajah Arfan
Arfan memejamkan mata dan langsung menyeka wajahnya sendiri yang basah kuyup karena semburan Nadira
"Maaf maaf, aku aku tidak sengaja" ucap Nadira panik dan langsung mengibas ngibaskan sebelah tanganya di kemeja Arfan yang basah
"Tidak apa, kurasa ini salahku" ucap Arfan yang merasa dia mengatakan itu di situasi yang salah
Nadira segera mengambil tisyu di meja dan membantu Arfan untuk membersihkan sisa Air nya
"Makanya jangan bicara omong kosong di hadapan orang yang sedang minum, basah kan jadinya" ucap Nadira
"Aku serius, itu bukan omong kosong" ucap Arfan
Tapi Nadira datar saja seakan tidak mendengar jawaban dari Arfan itu,, "Sudah kering, aku segera kembali ke kamar lagi ya , terima kasih untuk air minumnya" Nadira langsung berbalik kabur dengan membawa gelas minumnya, dia tidak menyahut perkataan Arfan dan segera pergi ke kamar Dinda lagi dengan jantung yang berdebar
Arfan tersenyum saat melihat kepergian Nadira yang terburu-buru itu, "Dasar, bukan kah kau tadi bertanya?, kenapa tidak mau mendengar jawabannya" ucap Arfan sedikit menggelengkan kepalanya
__ADS_1
...~°~...