Pria Gila Kaya Raya

Pria Gila Kaya Raya
Kacau


__ADS_3

Arfan dan Nadira turun dari mobil dengan sudah menggunakan APD lengkap,, dan bergabung dengan yang lainya, untuk melihat lihat proyek yang baru memasuki tahap persiapan pondasion dengan alat berat


Edgar memberi penjelasan singkat tentang struktur struktur awal kepada semua yang ikut meninjau, dan merka berjalan-jalan sedikit di lapangan kerja


Nadira juga terus berada di samping Arfan, namun dia tentunya tidak sampai bergandengan karena dia sadar itu di lingkungan kerja, paling sesekali Arfan membantunya berjalan dengan menuntunnya kalau medannya sedikit sulit


Arumi juga terlihat cukup dekat dengan Andreas, Arumi menawarkan diri untuk ikut memang supaya dia dekat dengan Andreas, dan Andreas juga mengajaknya karena menganggap Arumi mungkin butuh wawasan di bidang lain dari perusahaan yang lain


Dan setelah selesai meninjau lokasi, mereka semua berkumpul di kantor lapangan yang masih berada di lingkungan itu


"Cuacanya panas sekali, haus sekali" ucap Nadira meringis menahan gerah, dan dia langsung meminum minuman dinginya


"Sudah saya bilang, Nona Dira tunggu saja di mobil, bandel" ucap Arfan


"Untuk apa ikut kalau hanya diam di mobil saja kan, itu tidak akan menambah wawasan saya pak Arfan" ucap Nadira


"Sepertinya, putrimu ini sangat dekat dengan pak Arfan," ucap salah satu rekan bisnis Edgar


"Ya bisa di bilang begitu, mereka memang sudah saling mengenal" ucap Edgar


"Sepertinya mereka akan sangat cocok untuk jadi partner di segala hal, termasuk untuk partner hidup" ucap rekan yang lainya


"Sayangnya itu tidak mungkin pak, karena mereka sekarang punya partner hidup mereka masing-masing" ucap Edgar dengan melirik Arumi yang di anggapnya wanita yang dekat dengan Arfan


Nadira dan Arfan hanya tersenyum menanggapi pernyataan mereka itu


Setelah kunjungan mereka selesai, mereka juga segera kembali ke kantor Anggera Land,


Dan karena kebetulan hari juga sudah mulai siang, Arfan mengajak Nadira sekalian makan Siang, dan mereka memilih duduk terpisah dari Andreas yang bersama Arumi


"Anda mau pesan apa pak Arfan?" tanya Nadira masih berlaga seperti masih di lingkungan kerja, tapi Nadira mengatakan itu dengan cengengesan


"Saya menyukai seladah hijau Nona Nadi, jadi saya pesan seladah saja satu porsi" ucap Arfan bercanda


"Masa mau makan seladah, kamu mh ih,, aku juga yang vegetarian tidak pernah makan hanya seladah doang" ucap Nadira


"Begitukah, jadi kira kira saya harus pesan apa nona Nadi? apa anda punya rekomendasi makanan yang baik untuk saya santap?" ucap Arfan


"Sudah ah, jangan gitu gitu, geli tau kalau kamu ngomong gitu saat kita berdua" ucap Nadira


"Iya Iya, kamu mau pesan apa?" tanya Arfan tersenyum


"Yang biasa sajalah,,, tapi aku bingung ini, Sindi mau kemari, bagaiman kalau dia melihat Andreas makan dengan Arumi?, apa dia tidak akan cemburu?" tanya Nadira sedikit berbisik setelah dia membaca pesan Sindi


"Begitukah, apa kita suruh Arumi gabung dengan kita saja?" tanya Arfan


"Enggak enggak ah, ganggu tau, yang ada malah aku yang tidak tenang" ucap Nadira


"Terus??" tanya Arfan


"Aku juga gak tau, kenapa lengket banget sih tuh staf??" tanya Nadira melirik Arumi yang sengaja menggeser tempat duduk supaya berdekatan dengan Andreas


"Baiklah, akan ku beritahu Andreas saja kalau Sindi akan ke sini juga" ucap Arfan, dan dia segera bangkit dari duduknya

__ADS_1


Namun belum juga Arfan beranjak menghampiri Andreas, tiba tiba sesosok wanita imut masuk ke ruangan dengan langkah cepat dan langsung menghampiri kursi Andreas yang membelakangi nya


"Sayaaaaaaang, apa apaan ini?, kenapa kamu berdua duan dengan wanita lain?" ucap Sindi dengan suara mendelik


Andreas sontak kaget karena dia tidak tau kalau Sindi akan datang, dia langsung menoleh kebelakang, dan menepuk jidatnya sendiri "Mati aku, kenapa Sindi kesini?" ucap Andreas dengan suara kecil


Nadira dan arfan juga langsung melihat ke arah mereka


Andreas langsung bangkit dari duduknya dan menghadap Sindi, "Jangan triak triak dong sayang, malu banyak orang kan?" ucap Andreas dengan menepuk nepuk bahu Sindi


"Jelaskan, apa maksudnya ini, apa kamu selingkuh?" tanya Sindi


"Ti tidak dong sayang, dia staf di kantor ku, jangan salah paham, mending kamu duduk ya, kita makan bareng," ucap Andreas


"Kenapa gadis kucel ini malah kesini, ganggu saja" ucap Arumi tanpa menoleh


"Apa kamu bilang?, aku gadis kucel?, rambutmu tuh yang kebakaran" ucap Sindi emosi


"Sudah sudah, aduuuh, kenapa jadi malah bertengkar?, Sudah, kita cari meja lain ya, jangan dengarkan dia" ucap Andreas


Arumi langsung menoleh, "Tidak bisa gitu dong Dre, kamu akan makan denganku kan?," ucap Arumi


Sementara di sisi lain Arfan malah menertawakan Andreas


"Ih kamu kok malah ketawa sih, mereka berantem itu, kenapa Sindi datangnya cepet banget lagi, baru juga aku mikir bagaimana caranya supaya dia tidak kesini" ucap Nadira


"Lucu juga melihat Andreas kewalahan" ucap Arfan


"Bantuin kek, kasian tau, sana bantuin, sebelum Andreas benar-benar kewalahan karena mereka saling acak rambut mereka" ucap Nadira


.


"Awas kau yah, akan ku beri pelajaran" ucap Sindi yang meronta karena di tahan Andreas


"Sudah sayang jangan bikin ribut di sini, aku mohon" ucap Andreas


"Memangnya kau pikir aku takut padamu" balas Arumi


"Arumi aku mohon, diam lah, kau semakin memperburuk keadaan ku" ucap Andreas


Arfan langsung berdehem "Ehm,, Ini ada apa ribut ribut,?" Arfan pura pura tidak paham


Sindi pun langsung mengalihkan pandangannya pada Arfan "Kak Arfan,, adik mu selingkuh dariku, tolong jewer dia untukku" ucap Sindi merengek


"Iya Iya nanti ku jewer dia, tapi jangan di sini," ucap Arfan seperti sedang mendiamkan anak kecil


"Maunya sekarang" ucap Sindi


"Sayang mending kita cari tempat makan lain, ya" ucap Andreas mencoba membujuk


"Tidak mau" ucap Sindi cemberut


"Arumi, aku antar kamu pulang sekarang, kamu makan di kantor saja" ucap Arfan

__ADS_1


"Tidak tidak, aku tidak setuju,, kenapa jadi kamu yang ingin mengantarnya pulang?" ucap Nadira sewot


"Baiklah tidak jadi,, Kalau begitu apa kau bisa pulang naik taksi?" tanya Arfan


"Aku kesini dengan Andreas, dan akan kembali juga dengan Andreas ke kantor" ucap Arumi


"Aaaaaa, tidak boleh, ayo pergi" ucap Sindi menarik tangan Andreas


Andreas pun mengikuti tarikan Sindi itu


"Dre,,,,,, Dre,,,,,, kamu jangan tinggalin aku gitu aja dong" balas Arumi, dia juga beranjak untuk mengejar


"Kenapa jadi kacau begini, haduuuh" ucap Nadira


"Apa kau ingin melanjutkan makan?, biarkan saja mereka" ucap Arfan


"Tidak ah, aku jadi kehilangan selera makanku gara gara mereka" ucap Nadira


"Ya Sudah, kalau gitu aku antar kamu kembali ke kantor saja" ucap Arfan


"Iya"


Mereka pun akhirnya mengikuti Andreas dan sindi keluar dari Restoran


Di luar Andreas dan sindi sudah masuk ke mobil Andreas


Sementara Arumi mengetuk ngetuk kaca mobil Andreas supaya dia membukanya


"Arumi, kamu pulang naik taksi saja, jangan ganggu mereka" ucap Arfan


"Tidak bisa gitu dong pak Arfan, saya kan ikut Andreas kesini, harusnya dia juga yang mengantar saya pulang," ucap Arumi


Arfan menghela nafasnya, dia sedikit bingung mengahadapi situasi semacam itu, "Baik lah terserah kau saja, selamat mencoba membujuk nya" ucap Arfan


Arfan tidak mau ambil pusing, dan segera naik ke mobilnya bersama Nadira, untuk mengantarnya kembali ke kantor


Andreas juga tidak membuka pintu mobilnya lagi, karena itu mungkin akan memicu ledakan lagi dari Sindi,, jadi dia segera melajukan mobilnya untuk mengantar Sindi juga ke tempat kerjanya


Arumi akhirnya di tinggalkan di sana oleh mereka


"Andreaaaas,, iiiiiihh,, Dasaaaaar kakak beradik jahat, keterlaluan sekali, masa aku di tinggal di sini sendiri sih" umpat Arumi kesal, saat melihat mobil mereka melaju keluar dari area restoran


Di dalam mobil Andreas


"Ayolah sayang jangan marah, dia itu hanya staf kantor ku, kamu jangan salah paham" ucap Andreas


"Aku tidak percaya, dia itu cantik, pasti kamu suka padanya kan?" tanya Sindi sambil menunjuk Andreas


"Tidak ada yang lain di hatiku selain nama Sindi klaudia,, percayalah" ucap Andreass


"Apa kamu tidak bohong?" tanya Sindi


"Tidak,,, mana mungkin aku bisa membohongi gadis imut seperti mu" ucap Andreas sedikit merayu

__ADS_1


"Awas saja kalau bohong, aku tidak akan memaafakanmu" ucap Sindi tetap memanyunkan bibirnya


...~°~...


__ADS_2