Pria Gila Kaya Raya

Pria Gila Kaya Raya
Meminta Bantuan Sindi


__ADS_3

Andreas pun dengan segera berjalan ke arah gadis yang penampilannya sudah sangat jauh berbeda dari terakhir kali dia ingat,


Arumi sekarang berpenampilan lebih modis dan sedikit seksi, wajahnya terlihat lebih cantik karena mungkin dia sudah mahir menggunakan make up sekarang, rambut panjang yang dulunya hitam lurus, kini di pangkas sebahu dan berwarna pirang terang, terlihat sangat cantik terurai di samping wajah beningnya


Andreas pun memberanikan diri untuk segera menghampiri Arumi yang berdiri bersama ayah dan ibunya


"Hay, Rum, apa kabar mu??, kamu semakin cantik saja" ucap Andreas seraya mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Arumi


Arumi juga menyambut tangan Andreas itu, "Baik, aku sangat merasa baik" ucap Arumi


"Maaf aku sedikit telat datang, O yah, ini untuk mu" ucap Andreas menyerahkan bukcet bunga mawar yang di bawanya


Arumi pun menerima bunga dari Andreas, sekilas dia memperhatikan Penampilan Andreas yang biasa biasa saja itu, karena dia terlalu percaya diri dengan candaan Arfan yang sebelumnya,,


Arumi juga melihat tadi andreas turun dari sebuah ojek online, itupun membuat Arumi menyimpulkan kalau Andreas masih hidup pas Pasan sama seperti dulu


"Siang om, tante" sapa Andreas pada kedua orang tua Rumi dengan tersenyum


"Siang juga, kamu Andreas ya?, pangling juga tante melihatmu, sudah lama rasanya tidak ketemu kamu" ucap Ibunda Arumi


"Iya Tante, aku juga sudah lama sekali tidak bertemu Tante, ternyata Tante masih cantik saja seperti dulu", ucap Andreas berbasa basi dengan ortunya lebih dulu sebelum ke anaknya


"Sepertinya kamu tidak banyak berubah Arfan" ucap Rumi tiba tiba


"Apa maksudmu Rum?, apa aku juga harus merubah penampilan ku seperti penampilan mu sekarang?" tanya Andreas


"Tentu saja, setiap orang harus berubah jadi lebih baik kan?, Sementara kamu tidak terlihat ada perubahan apa pun,, dan maaf, seperti nya sekarang level kita berbeda, jadi kurasa kita tidak bisa berteman lagi" ucap Rumi sambil menyerahkan kembali bucket bunga pada Andreas lagi


"Tapi Rum aku..."


"Mom, Dady, kita pulang sekarang" ucap Rumi mengabaikan Andreas


"Lho, kasian nak Andreas sudah jauh jauh kemari untuk menyambut mu, dia teman mu kan?,, masa kamu langsung pulang begitu saja, setidaknya kalian cari tempat untuk ngobrol-ngobrol dulu di sini" ucap bu Raya


"Aku capek mom, perjalanan ku lumayan melelahkan, aku ingin segera beristirahat" ucap Arumi beralasan


"Oh baiklah sayang, nak Andreas, nanti kamu main ke rumahnya saja ya, atau kamu mau pulang bareng kami sekalian?" tanya bu Raya


"Tidak Tante, Terimakasih, aku bisa pulang sendiri, aku akan berkunjung nanti" ucap Andreas

__ADS_1


"Baiklah kalau gitu, kita pulang duluan ya" ucap bu Raya


mereka pun segera beranjak dari hadapan Andreas dan segera naik ke mobil ayahnya, dan kemudian mobil yang di tumapangi mereka pun segera berlalu dari hadapan Andreas dan Arfan


Andreas masih berdiri di tempatnya danmerasa sedikit kecewa dengan sikap Rumi padanya, tapi Andreas yakin kalau Rumi yang sekarang masih rumi yang dulu, Rumi yang baik, polos, dan perhatian padanya itu masih ada di diri Rumi sekarang


Arfan yang meperhatikan itu pun menilai kalau gadis yang di sukai adiknya itu sudah berubah


"Dre, kurasa Gadismu sudah berubah" ucap Andreas


"Tidak, kurasa dia hanya cape karena sudah menempuh perjalanan yang panjang, kamu dengar sendiri tadi kan?" ucap Andreas


"Dre, aku sudah bisa menilainya walaupun aku baru pertama kali bertemu dengannya, Ayolah, jangan membohongi dirimu sendiri, aku yakin kau juga merasa kalau dia sudah berbeda kan?" ucap Arfan


"Mungkin aku harus memberitahunya siapa aku sekarang,, aku akan berikan dia bukti kalau aku bukan Andreas yang suka makanan gratisan darinya seperti dulu, aku sekarang bisa memberikan apapun yang dia inginkan" ucap Andreas


"Dre, kejadian ini membuktikan kalau kau harus mempertimbangkan dia lagi, jika dia memang bisa menerima mu apa adanya, dia tidak perlu melihat setatus mu, tidak ada ketulusan yang kulihat darinya, percayalah, dia bukan orang yang kamu kenal dulu" ucap Arfan


"Tapi tapi...."


"Dre, sudahlah, kita pulang sekarang, Arumi mu itu juga sudah pergi kan" ucap Arfan


"Kurasa ini hanya cara takdir supaya kamu bisa melihat sifat asli dari gadismu sekarang, sudahlah ayo pergi" ucap Arfan langsung meraih bahu Andreas yang nampak kecewa itu


"Tidak,, aku sangat mengenal dia kak" ucap Andreas


"Itu sebelumnya, sekarang dia orang asing yang mungkin perlu kamu kenali lagi" ucap Arfan


Andreas pun merenung sejenak, dia menghela nafas dalam dan kemudian melangkah pergi dengan Arfan meninggalkan Area bandara itu


Mereka kembali ke mobil Andreas dengan Taksi, dan segera memanggil truk derek untuk membawanya ke tempat pengisian bahan bakar,


Setelah bahan bakar terisi penuh, Andreas masih terdiam di mobilnya dengan menyandarkan kepala di atas kemudi


Arfan sadar Kalau kondisi Andreas tidak bagus untuk mengemudi, dan berniat mengambil alihnya "Dre, biar aku yang bawa mobilnya" ucap Arfan


"Semua gara gara mobil sialan ini" ucap Andreas yang mengangkat kepalanya dan sedikit menggebrak kemudi mobilnya


"Dre, sudah lah, tidak ada yang salah dengan mu atau dengan semuanya, kau pernah mencermahiku soal Yovi dulu, dan rasnya aku juga sangat yakin dengan prinsip ku, dan keadaan mu sekarang tidak jauh berbeda dengan ku dulu, aku berpendapat Gadis mu itu tidak akan membawa pengaruh baik untuk mu, percayalah, jangan memaksakan dirimu padanya, atau kau akan kecewa" ucap Arfan

__ADS_1


Andreas menghela nafasnya kasar "Baiklah, akan ku coba untuk tidak terlalu berharap padanya" ucap Andreas


"Itu bagus" ucap Arfan


Mereka segera bertukar posisi dan Arfan segera mengendarai mobil Andreas untuk kembali lagi ke kota B


.



Sekembalinya mereka ke kediaman mereka, Andreas langsung saja masuk ke kamarnya, dan dia tidak menghiraukan Arfan yang terus menceramahi nya


Arfan sadar kalau kondisi Andres sedikit buruk, dan dia sedikit khawatir kalau Adiknya akan mengalami depresi seperti yang sudah dia alami


"Bagaimana caranya aku bisa menghibur Andreas, haduh,, aku takut dia sampai gila juga" gumamnya sembari mundar mandir di depan pintu masuk kamarnya sendiri


Dan tiba tiba Arfan kepikiran Sindi yang kini sudah sangat akrab dengan Andreas "Mungkin Sindi bisa membantuku"gumam Arfan


Arfan langsung mencari nomor Sindi di ponselnya, dan segera menghubunginya


Dan Sindi juga langsung mengangkat panggilan dari Arfan


📲" Hallo kak, ada apa?" tanya Sindi dengan suara pelan


"Kenapa bicaramu pelan sekali?" ucap Arfan sambil mencoba memastikan volume audio di ponselnya sendiri


📲"Aku sedang bersama Nadi, jadi aku tidak bisa bicara keras keras,, aku takut dia tau kalau yang meneleponku itu kak Arfan" ucap Sindi


"Oh, ku pikir ada masalah di ponselku, O yah Sin, apa sore ini kamu ada acara?, aku ada perlu dengan mu" ucap Arfan


📲"Acara??, seperti nya tidak ada kak" ucap Sindi


"Baguslah, kalau begitu aku akan menjemput mu nanti sore" ucap Arfan


📲"Baiklah, sudah dulu ya, Aku takut ketahuan Nadi, dia sedang Sensitif padamu" ucap Sindi


"Begitu kah???,,,, Ya Sudah aku tutup telponya" ucap Arfan yang segera mengakhiri panggilannya dengan tersenyum


...~°~...

__ADS_1


__ADS_2