Pria Gila Kaya Raya

Pria Gila Kaya Raya
Mengundang


__ADS_3

Hingga beberapa saat mereka tidak ada yang memulai berbicara di tepon,, hingga akhirnya Nadira memulainya lebih dulu


📲"Apa kamu marah padaku?" tanya Nadira


Arfan langsung tersenyum "Aku perlu masalah yang lebih serius, agar aku bisa marah padamu" ucap Arfan


📲"Aku minta maaf, aku sama sekali tidak tau kalau aku akan bertemu dengan pria itu di sana" ucap Nadira


"Kalau kamu merasa tidak salah, kenapa kamu minta maaf?" ucap Arfan


📲"Sindi pasti sudah menceritakan semuanya kan?, aku minta maaf karena aku dekat dengan Kevin," ucap Nadira


"Apa kamu masih mencintai pria yang bernama Kevin alias Ken Itu?" tanya Arfan


📲"Aku, aku tidak tau" ucap Nadira ragu


"Berarti kamu harus memastikan nya lagi,, aku hanya tidak ingin kau terperangkap penyesalan,, jika pria dari masa lalu mu itu bisa membuat mu bahagia, aku tidak ingin jadi penghalang untuk kebahagiaan mu itu" ucap Arfan


📲"................" Nadira hanya hening hingga beberapa saat


"Aku tidak akan menyuruh mu Memilih, jika kamu menganggap ku bukan satu satunya pilihan, aku akan mundur, aku hanya tidak ingin menyulitkan pertimbanganmu saja, jadi,, aku melepaskan ikatan mu lagi sekarang, dan kau bebas untuk memilih apapun yang ingin kamu jalani" ucap Arfan


Tanpa sadar rembesan air dari sudut mata Nadira langsung turun melintasi pipinya, meski arfan tidak terlalu menjabarkan maksudnya, tapi Nadira paham kalau kalimat dari Arfan itu adalah kalimat perpisahan,, dan entah kenapa dia merasakan sakit di hatinya, meskipun hubungan mereka masih sangat dangkal menurut nya


📲"Aku minta maaf, aku tau aku salah, tidak seharusnya aku mengharapkan masalaluku lagi" ucap Nadira dengan terisak


"Ini bukan tentang salah atau benar, aku hanya tidak ingin ada keraguan apa pun darimu, jika kau merasa kisahmu dengan Ken itu belum tuntas, maka tuntaskanlah, karena aku bisa menebak kalau di lubuk hatimu masih terukir nama Kevin kan?" ucap Arfan


📲"Tapi, kamu....."


"Sudahlah, aku mau mandi dulu sekarang, rasanya agak sedikit gerah hari ini," ucap Arfan beralasan


📲"Baiklah,, Terima kasih untuk semuanya" ucap Nadira dengan berlinang air mata


"Sama sama" ucap Arfan, diapun segera mematikan panggilan dari Nadira itu


"Kak, apa kamu yakin dengan keputusan mu itu??" tanya Andreas


"Aku hanya belajar dari pengalaman,, aku tidak ingin mencintai hati yang bercabang 2 lagi, jika Nadira tidak bisa mematahkan cabang itu sendiri, aku tidak mungkin terus menyuruh nya untuk mematahkannya lagi dan lagi,, karena bisa saja cabang hatinya itu bertunas lagi dan tumbuh lagi semakin besar tanpa aku ketahui, itu akan lebih menyakitkan jika aku terus mempertahankannya hingga Nadira benar-benar ingin mengkhianati ku kan?" ucap Arfan


"Baik lah, aku mungkin paham maksud mu,, Apa kau tidak akan menyesalinya??" tanya Andreas mencoba meyakinkannya lagi


"Aku sudah memikirkan nya matang matang dre, aku juga tidak akan menyesal mencintai Nadira, setidaknya aku sudah mencoba jadi yang terbaik untuk nya kan," ucap Arfan


Andreas beranjak dan langsung memeluk kakaknya itu untuk menguatkannya, tapi justru malah Andreas yang merasa sedih untuk Arfan, hingga matanya sedikit berkaca kaca,, sementara Arfan terlihat biasa biasa saja

__ADS_1


.


.


.


Semenjak hari itu, Arfan dan Nadira menjalani hidupnya masing-masing seperti sebelumnya,


Arfan hanya menyibukan dirinya dengan pekerjaan kantornya untuk mengalihkan pikiran tentang Nadira, dan dia juga memilih pergi keluar kota untuk mengurus urusan bisnis yang biasanya selalu di handel Andreas, itu juga bertujuan untuk merefresh pikiran nya


Nadira juga menjalani Harinya dengan normal, dan Ken juga sering mengunjungi nya ke kantor ayahnya, dan terkadang mereka juga jalan bersama


Narita dan Edgar juga sudah ada planning untuk rujuk kembali


Jadi Nadira merasa kalau semua yang pernah hilang darinya itu kini sudah kembali ke kehidupan nya lagi, tapi ada satu hal yang masih mengganggu pikirannya,, ya itu Hatinya masih saja merasakan ada kekosongan meskipun dia sudah mendapatkan apa yang selalu dia inginkan sebelumnya,


Dan itu berimbas pada hubungannya dengan Ken yang di jalankanya dsngan setengah hati,


Dia bahkan sering menangis saat dirinya sendirian karena merasakan perasaannya tidak menentu


…


Pagi ini, Arfan baru saja tiba di bandara internasional kota B lagi, dia sudah mengurus beberapa tender dengan perusahaan perusahan besar di luar kota


Dan dia di jemput oleh seorang pemuda tampan yang tidak lain adalah Andreas, dia menghampiri Arfan dan langsung beradu kepalan tangan seperti biasanya jika mereka sudah berpisah


"Lancar lancar saja, kau seperti nya meragukanku" ucap Arfan


"Bukanya begitu, seminggu lalu kau pergi dengan keadaan broken heart kan, aku takut kau tidak fokus saja di setiap persentase mu" ucap Andreas


"Sialan kau, aku tidak selebay itu, sudah berapa kali ku bilang, aku tidak pernah kecewa oleh Nadira, paham" ucap Arfan seraya menepuk bahu Arfan


"Baguslah, berarti kau memang benar-benar merelakan nya, aku salut padamu" ucap Andreas


Mereka segera beranjak keluar dari bandara dengan di ikuti Gian yang membawa Ransel Arfan, dan mereka segera masuk ke mobil Andreas


"Apa kau menemukan gadis cantik di Kota M?" tanya Andreas


"Tentu saja banyak, pertanyaan mu itu konyol" ucap Arfan


"Bukan begitu maksudku, apa kah ada sosok yang bisa menarik hatimu di sana?, itu maksudku" ucap Andreas


"Tidak semudah itu Dre" ucap Arfan


Tiba tiba ponsel Andreas berbunyi dan Andreas langsung menjawab nya "Hallo sayang, ada apa?" tanya Andreas pada ponselnya

__ADS_1


Sontak Arfan langsung terperangah mentap Andreas, 'Sejak kapan sudah main sayang sayangan di teplon' pikir Arfan


📲"Kamu lagi di mana, kenapa tidak mengangkat telponku tadi?" tanya Sindi


"Iya Iya maaf, ini aku sedang menjemput Kak Arfan di bandara, dia baru kembali dari luar kota" ucap Andreas


📲"O ya?, apa dia baik baik saja?" tanya Sindi


"Baik, dia terlihat sangat baik, kenapa memangnya?" tanya Andreas


📲"Tidak, aku hanya teringat Nadira saja, dia jadi kurus tau semenjak putus dari kakakmu" ucap Sindi


"Benarkah, mungkin dia kekurangan asupan gizi dari pacarnya, bukan karena putus dengan kakaku" ucap Andreas langsung terkekeh


📲"Ya kan maksudnya pasti penyebab nya dari itu juga, Eh sudah dulu ya sayang, Nadira datang" ucap Sindi


"Ya sudah, bay" ucap Andreas


📲"Bay juga sayanh" Sindi pun langsung memutus sambungan telepon nya


Setelah Andreas mengakhiri panggilan telpon nya, Arfan langsung memukul bahunya "Baru di tinggal sebentar saja sudah sayang sayang di telpon,, siapa gadismu itu??" tanya Arfan


"Siapa lagi kalau bukan Sindi, aku menjalin hubungan dengannya dari 2 hari lalu" ucap Andreas


"Kereeenn, itu baru adiku" ucap Arfan menepuk nepuk bahu Andreas


"O yah kak, malam ini Edgar mengundang kita untuk ke rumahnya, dia menikah......"


"Secepat itu kah?" tanya Arfan terkejut dengan wajah yang tegang


"Apanya yang secepat itu, kalimat ku juga belum beres kan" ucap Andreas


"Maksudmu dia, Nadira menikah kan??" tanya Arfan


"Bukan Nadira, tapi Narita dan Edgar menikah lagi" ucap Andreas


Wajah tegang Arfan pun langsung kembali ke mode normal "Oh, ku pikir Nadira" ucap Arfan


"Bukanlah, O yah jadi apa kau akan menghadiri nya kesana?" tanya Andreas


"Tentu saja, tapi aku butuh seorang pendamping untuk pergi kesana, aku tidak ingin terlihat masih sendiri jika bertemu Nadira" ucap Arfan


Andreas langsung berpikir sejenak soal di mana dia bisa menemukan pendamping untuk Arfan, dan dia tau orang yang cocok "Ada, kau ajak Arumi saja, aku yakin dia tidak akan menolak, asal kau penuhi saja keinginannya" ucap Andreas


"Arumi cukup cantik, baiklah, aku setuju, tapi kau yang memintanya nanti" ucap Arfan,

__ADS_1


"Tentu saja, itu urusan mudah" ucap Andreas, diapun segera melaju kan mobilnya meninggalkan bandara, dan mengajak Arfan pergi ke gedung Ednaninternasional_grup tempat mereka bekerja lagi


...~°~...


__ADS_2