Pria Gila Kaya Raya

Pria Gila Kaya Raya
Jujur


__ADS_3

Nadira segera duduk bersebelahan dengan Dinda di meja makan, sementara Arfan duduk tepat di sebrang kursi Nadira,


Arfan terus memperhatikan Nadira yang mulai menyantap sarapan nya, Nadira yang masih menggunakan baju tidur dan rambut yang sedikit acak-acakan itu sedikit lucu menurut nya,, dan momen yang jarang di lihatnya itu dia abadikan diam diam di ponselnya


"Apa lihat lihat?" tanya Nadira berbisik, karena dia sadar kalau Arfan memperhatikan nya


Arfan hanya menggelengkan kepalanya dan menurunkan ponselnya kembali ke bawah meja, kemudian dia melanjutkan kembali menyantap sarapan nya


.



Siang harinya mereka semua bersiap-siap untuk pergi ke Acaranya Dinda, tidak terkecuali Nadira yang kembali memakai gaun cantik berwarna pastel yang di siapkan Arfan untuk dia pakai ke Acara Dinda,


Dinda juga memakai gaun merah muda yang indah, yang juga di persiapkan Arfan untuk ke Acara nya, dan Nadira juga membantu memoles makeup di wajah Dinda, hingg dia kini sudah siap jadi ratu pesta dengan penampilan bak putri negeri dongeng


"Kamu cantik sekali Dind, pangling kakak" ucap Nadira yang membantu persiapan Dinda di kamar nya


"Kakak juga cantik tau,,, o yah, kita keluar sekarang yuk kak" ucap Dinda


"Baiklah" ucap Nadira


Mereka segera keluar dari kamar Dinda dan segera menghampiri Arfan dan Oma yang sudah menunggu mereka di luar villa


"Kak, Kita sudah siap, ayo pergi" ucap Dinda


Arfan menoleh ke arah Dinda dan Nadira yang baru keluar dari dalam rumah, dan dia langsung terpesona saat melihat dua gadis cantik itu sudah siap dengan penampilan mereka


"Kalian sangat cantik" ucap Arfan


"Siapa dulu dong makeover nya, kakak ipar Dinda sih" ucap Dinda


"Baiklah, sekarang kita langsung pergi" ucap Arfan yang langsung mendorong kursi roda oma untuk segera mengantarnya ke Mobil


Dinda juga segera naik ke Mobil Oma,


Dan saat Nadira ingin naik mobil oma, Arfan segera menangkap pundaknya "Kamu naik mobilku saja," ucap Arfan


"Kenapa,?" tanya Nadira


"Biar romantis" ucap Arfan

__ADS_1


"Ih, apaan gak jelas," ucap Nadira, tapi dia tidak menolak ajakan Arfan itu, dan dia mengikuti dorongan dari tangan Arfan untuk naik ke mobilnya


Setelah mereka berdua naik ke mobil Arfan, mereka segera pergi dari kediaman Oma Laura dengan di ikuti mobil yang membawa Oma dan Dinda juga


.


Dan akhirnya mereka segera sampai ketempat Acara,, karena lokasi kafe yang di boking Arfan memang terletak beberapa blok saja dari villa, Jadi tidak butuh waktu lama untuk mereka sampai kesana


Arfan memilih sebuah kafe semi outdoor Dengan tema alam yang estetis, tapi tidak menghilang kan kenyamanan untuk para tamu undangan yang datang nantinya


Mereka semua turun dari mobil dan langsung menikmati indahnya panorama yang ada di sekitar kafe itu


"Waww, bagus kak dekorasi nya, Dinda suka, teman temnku pasti akan menyukai tempat ini," ucap Dinda


"Tentu saja, kakak semalaman tidak tidur untuk mempersiapkan ini" ucap Arfan


"Terima kasih kak, sepertinya ini akan jadi ulang tahun terbaikku" ucap Dinda seraya memeluk Arfan


"Ya Sudah sana, kamu lihat lihat kedalam, kalau ada sesuatu yang kurang langsung bilang saja, biar kakak perbaiki" ucap Arfan


"Baiklah, ayo kak, kita langsung lihat lihat ke dalam" ucap Dinda langsung menarik Nadira yang masih fokus meperhatikan tempat yang menurut nya nyaman itu


"Dinda kelihatannya sangat senang dengan adanya kamu Arfan, tidak seperti sebelum sebelumnya saat kamu masih sakit, tidak ada kakak yang menemaninya saat dia ulang tahun,, itu karena Andreas juga sebelumnya terlalu sibuk mengurusi kantor mu," ucap Oma Laura


"Itu Andreas lakukan demi kalian juga kan, dan mungkin juga demi kesembuhan ku, O yah Oma, apa kamu tau apa yang menyebabkan ku sembuh seperti sekarang ini?" tanya Arfan


"Mana Oma tau, tapi yang pasti itu takdir kan" ucap Oma Laura sambil mengusap lembut tangan Arfan di pundaknya


"Ya Oma tidak salah, dan kuharap takdir itu tidak akan pergi dariku, dan oma harus tau kalau Nadira lah yang membawa takdir kesembuhan itu padaku, sejujurnya kami memang belum punya hubungan apapun Oma" ucap Arfan


"Sungguh?, lalu kenapa kamu tidak segera menjalin hubungan dengannya sebelum dia di ambil orang lain?, bodoh sekali cucu Oma ini, pantas saja sikap kalian itu sangat aneh" ucap Oma Laura


"Ada sesuatu hal yang mengganjal di antara kita, dan mungkin kita baru bisa bersama setelah kerikil itu hilang" ucap Arfan


"Kalau begitu Oma hanya bisa doakan, semoga kalian bisa cepat cepat menjalin hubungan yang serius, dan bersama untuk selamanya" ucap Oma Laura


"Amiiiin, terimakasih Oma" ucap Arfan


Arfan segera mendorong kursi roda oma Laura untuk memasuki kafe, dan menghampiri Dinda yang sudah naik ke panggung live musik yang ada di dalam


Dinda mengajak Nadira bernyanyi dengan sesekali menertawakan suara mereka yang fals, dan setelah semua teman teman yang di undang Dinda datang, mereka pun segera melanjutkan acara mereka

__ADS_1


Dinda menyambut semua teman-teman yang menghampiri nya secara bergantian, mereka juga memuji kalau acara dinda itu cukup bagus "Keren tempat acaramu Din" "Iya, lebih keren dari pada acaranya si Cika itu" "Iya Iya, setuju, keren acaranya" itu yang terdengar saat Dinda bertemu dengan beberapa teman sekolahnya


Sementara Dinda sibuk dengan temanya,


Nadira juga di perkenalkan Arfan kepada beberapa kerabat dari mendiang ibu dan ayahnya yang sudah hadir


"Ini calon mu Arfan, cantik sekali" puji salah seorang kerabat


"Terima kasih Tante" ucap Nadira yang tersenyum malu-malu, Nadira juga sedikit gugup di kala dia harus bertemu dengan kerabat Arfan dan harus berpura-pura jadi pasangannya


Arfan juga sengaja membuat Nadira menggandeng tanganya di depan para kerabat, supaya mereka menebak sendiri siapa gadis yang di sampingnya itu


Di sela sela pesta, arfan dan Nadira punya waktu senggang untuk mereka berdua, dan Nadira langsung melepaskan pegangannya dari tangan Arfan


"Aku masih tidak paham dengan semuanya, kenapa kamu harus membawaku ke situasi seperti ini?" tanya Nadira


"Apa jawaban ku yang sebelumnya tidak jelas?" tanya Arfan


"Tidak, aku tidak ingin percaya Kata katamu itu, aku yakin kau melakukan ini ke setiap wanita yang kamu dekati, Iya kan?, tapi maaf,, aku tidak akan semudah itu bisa terbuai dengan akal bulusmu" ucap Nadira


"Hanya dua wanita yang pernah ku ajak kehadapan Oma, ya itu kamu dan ibu tirimu, kau bisa tanyakan itu pada Oma langsung" ucap Arfan


"Tapi kenapa harus membawaku, kenapa tidak mantan tunangan mu saja yang kau ajak kesini lagi" tanya Nadira


"Sebenarnya Aku mendekati Yovi tidak untuk kembali padanya, aku hanya ingin membalas sakit hatiku dan sakit hati seseorang padanya" ucap Arfan


Nadira langsung terdiam mendengar jawaban dari Arfan itu


"Dan Kalau boleh jujur, aku sudah mengagumimu dari sebelum kau mengenalku, itulah alasan kenapa aku selalu mendekati mu" ucap Arfan


"Apa kau pikir aku akan percaya begitu saja?" tanya Nadira


"Percaya atau tidak itu hakmu, yang ingin ku katakan sekarang adalah,, aku mengajak mu ke sini karena aku menyukaimu" ucap Arfan


'Deg' Nadira langsung menoleh pada Arfan yang di sampingnya dengan tatapan ragu "Kenapa kau menyukai ku?" tanya Nadira


"Entahlah, tapi ada hal yang ingin kutanyakn padamu sekarang,, apa kau akan menerima ku jika seandainya urusanku Dengan Yovi itu selesai?" tanya Arfan


"Aku, aku tidak tau, berikan aku waktu untuk memikirkan nya" ucap Nadira menundukkan pandangannya dengan perasaannya yang tidak menentu


"Santai saja,, Aku juga tidak berharap kau bisa memberi jawabannya sekarang, aku hanya ingin bicara jujur saja padamu" ucap Arfan

__ADS_1


__ADS_2