Pria Gila Kaya Raya

Pria Gila Kaya Raya
Kembali


__ADS_3

Seperginya Soma adik dari ayah angkat Nadira, Arfan langsung memeriksa tangan Nadira yang sebelumnya di genggam oleh Soma


"Apa kamu tidak papa?" tanya Arfan memeriksa nya bolak balik


"Tidak, neng tidak papa, tapi kenapa kamu malah memberinya uang?" tanya Nadira dengan wajah kesal


"Aku hanya tidak ingin memukulinya di depan mu saja" ucap Arfan


"Dia lebih pantas di pukuli daripada di beri uang,, dia sangat menyebalkan, kalau kamu punya banyak uang, harusnya kamu kasih ke ibu saja yang sudah merawat ku,, bukan pada paman Soma" ucap Nadira


"Aku juga memang berniat begitu" ucap Arfan langsung mengangkat tas sedang berwarna hitam yang tentu nya berisi uang di dalamnya


"Apa itu?" tanya Nadira penasaran


"Biar ibu saja yang buka," ucap Arfan menyerahkan uang itu pada bu Lisa "Ini untuk ibu" ucap Arfan


"Apa ini nak, berat sekali" ucap Bu Lisa sambil mencoba menimbang tas itu


"Itu hanya sekedar ungkapan terima kasihku pada ibu, karena ibu sudah merawat Nadira dengan baik di sini" ucap Arfan


Bu Lisa langsung membuka resleting dari tas itu, dan saat tas itu terbuka dia langsung menutup mulutnya saat melihat kalau tas yang ada di tanganya itu di penuhi dengan uang


"Nak, ibu tidak butuh ini, ini uang yang terlalu banyak buat ibu, ibu senang bisa merawat neng di sini, ibu tidak mengharapkan imbalan apapun,, jadi tidak perlu berlebihan seperti ini" ucap Bu Lisa merasa sungkan untuk menerima nya


"Tidak, itu sama sekali tidak berlebihan, malah menurutku itu sama sekali tidak sepadan dengan keselamatan Nadira bu, itu sudah jadi hak ibu sekarang, karena seperti yang sudah ku tulis di berita, siapapun orang yang sudah menemukan Nadira, dia berhak atas uang itu" ucap Arfan


Bu Lisa sampai menjatuhkan air matanya karena tidak tau harus berkata apa, dia sedikit tidak menyangka kalau yang dia selamatkan itu akan membawa peruntungan besar untuk nya


Nadira langsung meraih bahu bu Lisa "Paman ini benar bu, ibu memang sangat layak untuk di beri hadiah, dengan uang itu ibu bisa membuat rumah yang lebih baik, dan mungkin bisa buat modal ibu jualan, dan melunasi hutang ibu juga,, jadi terima saja,, ya" ucap Nadira dengan berkaca-kaca, dia tau betul kalau kehidupan ibu angkatnya selama ini tidak mudah


"Iya nak, terimakasih banyak" ucap Bu Lisa


"O ya bu,, Maaf ya, seperti nya aku memang harus kembali ke keluarga ku" ucap Nadira yang merasa puas karena Arfan sudah menunjukkan kalau dia memang sangat menghargai orang yang sudah merawatnya, dan benar-benar menginginkan dia untuk kembali


"Iya, pergilah nak, jangan lupa sering seringlah main kemari kalau ada waktu, ya" ucap Bu Lisa


"Iya bu tentu saja" ucap Nadira


.


Setelah mereka berpelukan,, Nadira pun akhirnya pamit dan ikut pergi dengan Arfan untuk kembali ke kediaman Ednan bersaudara Lagi,

__ADS_1


Dan tentu saja itu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Arfan, dia sudah menemukan istri yang selalu di carinya selama ini dalam keadaan baik baik saja, sekaligus mendapat bonus dengan Nadira yang ternyata sudah hamil muda,


Arfan tidak pernah menyangka kalau saat Nadira hanyut sebelumnya, Nadira sudah membawa benih yang sudah tumbuh di rahim nya, hanya saja mereka memang belum mengetahui itu, dan dia sangat bersyukur karena bayinya bisa bertahan


Sesampainya di kediaman Ednan bersaudara, Arfan segera turun dari mobilnya dan berniat membukakan pintu mobil untuk Nadira


Namun


"Kak, kau darimana saja?,, kau membuatku khawatir saja, kau ini masih belum sehat kan kak" ucap Andreas yang dengan cepat menghampiri Arfan


Arfan menoleh pada Andreas, "Maaf, aku tidak memberitahu kalian sebelumnya kalau aku mencari Nadira lagi,,, dan sekarang aku sudah bisa membawa Nadira pulang Dre" ucap Arfan


"Sungguh??, apa demam mu masih belum turun?, apa kau tidak sedang berhalusinasi?" tanya Andreas langsung menyentuh kening Arfan


"Apa yang kau lakukan, aku tidak sednag mengigau, aku benar-benar sudah menemukan kakak Ipar mu, kalau tidak percaya kau lihat saja di dalam mobil" ucap Arfan


"Apa iya??," Andreas sanagat penasaran dengn perkataan Arfan,, dia pun langsung mbuka pintu mobil Arfan, dan benar saja, Nadira sedang duduk manis di dalam mobil Arfan dan langsung menatap Andreas yang membuka pintu


"Hallo" ucap Nadiraenyapa Andreas dengan sedikit ragu


Andreas tidak berkedip melihat Nadira seolah dia tidak percaya dengan apa yang dia lihat


Arfan sedikit mendorong Andreas yang terbengong itu supaya dia tidak menghalangi jalan untuk Nadira turun


Nadira pun turun dengan di bantu Arfan, dia sedikit terkesima juga saat dia ta ternyata dia pulang ke sebuah rumah yang terbilang cukup besar dan megah,


Arfan langsung memapah Nadira untuk masuk ke dalam rumah


Sementara Andreas masih terbengong di samping mobil Arfan "Bawa keponakan??, apa maksudnya?, keponakan berarti putra mereka kan?, apa artinya kalau Nadira sedang hamil sekarang??, kalau itu benar, ini berita yang sangat bagus berarti, aku akan segera jadi paman" gumama nya,


Saat Andreas tersadar dari rasa tidak percaya nya, dia menengok kiri kanan tidak menemukan siapa saiapa di dekatnya, karena Arfan dan Nadira sudah masuk ke kedalam rumah "Hey, tunggulah aku keponakan, aku pamanmu" ucap Andreas langsung mengejar Arfan dan Nadira masuk



Setelah Arfan membawa Nadira masuk, Nadira terus melihat kagum kediaman Ednan bersaudara itu seperti saat dia melihat pertama kali nya


"Wah, bagus sekali rumahnya, apa benar kalau sebelumnya aku tinggal di sini?, kenapa aku sama sekali tidak ingat" gumam Nadira


"Kurasa ada sesuatu hal yang mengganggu ingatanmu, tapi cepat atau lambat kamu pasti akan mengingat semuanya lagi,,, o yah, nanti sore kita pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan keadaan mu" ucap Arfan


"Iya" ucap Nadira

__ADS_1


Dinda yang melihat kakak nya datang pun langsung menghampiri mereka dan langsung memeluk Nadira


"Kak Nadira!!,, Kakak darimana saja selama ini, aku kangen kakak" ucap Dinda dengan menjatuhkan air mata di pelukan Nadira


Nadira langsung menoleh pada Arfan yang di sebelah nya, karena tidak tau siapa yang memeluknya itu,,


"Dia Dinda, adik ipar mu, dia sebelumnya sangat akrab dengan mu" ucap Arfan


Setelah mendengar itu,, Nadira pun langsung membalas pelukan dari Dinda "Maafkan kakak Dind,, kakak tidak ingat kalau kakak punya keluarga di sini, jadi kakak tinggal di tempat Lain sebelumnya" ucap Nadira


"Dinda kira Dinda tidak akan bertemu kakak lagi, Dinda senang sekali bisa melihat kakak di rumah ini lagi" ucap Dinda, dia perlahan melepaskan pelukannya dan menatap wajah kakak iparnya itu


"Sudahlah Dind, kakakmu perlu beristirahat, jadi lebih baik kita antar dia ke kamar saja sekarang" ucap Arfan


"Baiklah kak, Dinda akan antar kak Nadira ke kamar" ucap Dinda yang mengambil alih Nadira dari Arfan


Arfan tersenyum dan mengikuti mereka yang beranjak ke Lantai atas,


Nadira langsung di antar Dinda ke kamar Arfan, Dia lagi lagi terkesima dengan kamar Arfan seperti sebelumnya, tapi dia sedikit menyembunyikan kekagumannya sekarang


"Ini kamar kakak ya Dind?, besar sekali" ucap Nadira


"Iya, ini kamar Kaka Nadira dan kak Arfan" ucap Dinda


"Jadi kamar ini di tempati oleh dua orang Dind?" tanya Nadira sedikit menoleh pada Arfan


"Tentu saja, kalian kan sudah menikah kak, jadi tentunya kalian menempati kamar yang sama" ucap Dinda


"Din, bisa tinggalkan kami berdua dulu,?" ucap Arfan


"Oh, baiklah, Dinda akan keluar" ucap Dinda


"Tapi kam aku butuh teman" ucap Nadira yang sedikit takut jika hanya berdua saja dengan Arfan di ruangan itu,,


Nadira belum mengingat seperti apa hubungan mereka sebelumnya, jadi sekarang Nadira masih merasa kalau Arfan itu orang asing


"Aku yang akan menemani mu di Sini kan, tidak perlu takut" ucap Arfan


"Iya kak, Dinda tinggal dulu ya," ucap Dinda, diapun segera bergegas keluar dari kamar Arfan


"Tunggu Dind" ucap Nadira sambil mencoba beranjak mengejar Dinda yang keluar

__ADS_1


Namun tangan Arfan segera menahanya dan langsung menarik Nadira ke dalam pelukannya "Kamu tetaplah di sini" ucap Arfan yang merasa sangat rindu pada istrinya itu


...~°~...


__ADS_2