Pria Gila Kaya Raya

Pria Gila Kaya Raya
Pgykr 22


__ADS_3

Wajah Sindi langsung terihat sumringah mendengar kalau dia boleh meminta lebih dari traktiran makan "Benarkah?, aku minta apa ya?, aku sedikit bingung" ucap Sindi


"Tidak perlu bingung, lebih baik kita cari Mall saja sekarang" ucap Arfan sangat tau kalau yang di sukai kaum wanita itu pasti berbelanja


"Ah itu, iya Iya, aku setuju" ucap Sindi bersemangat saat mendengar kata Mall


Mereka segera pergi dari rumah kost Sindi itu untuk mencari sebuah Mall yang ada di kota B, dan setelah mereka menemukan nya, mereka segera masuk kedalam area Mall tersebut


Sindi terlihat sangat senang karena dia bisa di temani jalan jalan oleh pria tampan seperti Arfan di sampingnya, apa lagi dia di belikan apapun yang dia inginkan oleh Arfan saat mereka berjalan-jalan di Mall.


Dan setelah Sindi puas berjalan jalan, mereka langsung pulang kembali ke kost Sindi dengan seabreg barang belanjaan Sindi,


Setelah mobil yang di tumpangi mereka sampai kembali di rumah kost Sindi, Mereka pun segera turun dari mobil dan Sindi pun sedikit kebingungan melihat barang belanjaanya sendiri


"Aduuh, gimana ini bawa belanjaan ku??" ucap Sindi tersenyum bingung dengan sudah menenteng beberapa paferbag di kedua tangannya, dan masih ada beberapa lagi paferbag yang masih ada di mobil


"Bilang saja kalau kau ingin aku membantumu" ucap Arfan


"Tidak tidak perlu, biar aku bawa nanti saja setelah menyimpan ini kedalam" ucap Sindi tersenyum Canggung


"Suruh siapa beli barang sebanyak itu, jadi repot sendiri kan?" ucap Arfan


"Ya kapan lagi ada yang bayarin belanja kan, ini seperti nya benar-benar hari keberuntungan ku" ucap Sindi dengan tersenyum simpul


"Ya Sudah, tapi ingat, kalau Nadira sampai tau sebelum operasi nya selesai, kamu harus mengembalikan semua barangmu itu padaku" ucap Arfan


"I Iya, aku tidak akan mberitahunya, pokonya aman" ucap Sindi


Sindi pun segera membawa masuk barangnya kedalam Rumah kostnya, dan setelah Sindi membawa semua barang belanjaannya dari mobil Arfan, Arfan pun segera pergi dari kosan Sindi itu,,


.



Keesokan paginya, Nadira terlihat turun dari sebuah bus umum tepat di depan kantor Anggera_Land, dan begitu dia memasuki lobi kantor, Nadira pun sudah di tunggu seorang gadis manis yang tidak lain adalah Sindi sahabatnya,


Sindi sengaja menunggu Nadira di lobi dengan wajah yang sangat cerah sambil sunyam senyum menatap Nadira yang perlahan mendekat padanya, dia melihat Nadira seperti halnya melihat Dewi keberuntungan nya saja


"Kenapa kamu sunyam senyum padaku, tumben wajahmu cerah sekali pagi ini" ucap Nadira

__ADS_1


"Ya, memang aku sangat senang hari ini, apa kamu tau alasannya?, aku kemarin sudah berbelanja sepuasnya di Mall" ucap Sindi


"Kalau lagi banyak duit, traktiran dong, jangan di habisin sendirian saja" ucap Nadira yang mulai melangkah bersamaan dengan Sindi untuk menuju ke pintu lift


"Aku tidak sedang banyak duit, aku hanya sedang bernasib mujur saja kemarin,, aku belanja di bayarin oleh seseorang Nadi, lihat nih gelangku, tas ini juga baru, sepatu ku juga,, bagaimana? bagus tidak?" ucap Sindi menunjukan beberapa barang bermerek yang di belinya kemarin bersama Arfan


"Bagus, memangnya siapa yang belikan itu semua?, itu barang mahal mahal lho, apa Kamu punya pacar kaya sekarang?, perasaan baru kemarin kamu putus dengan Aldo, sudah Nemu yang baru lagi" ucap Nadira


"Sebenarnya hanya di bayarin teman saja sih, o yah ada kabar bagus juga untuk mu Nadi, Aku kemarin tidak sengaja bertemu seseorang yang bertugas di sebuah lembaga yayasan, dan aku membahas tentang kondisimu padanya, aku bilang kamu memerlukan pengobatan medis untuk kakimu, dan bagusnya mereka mau bantu membiayai operasi kaki mu Nadi, kamu berminat tidak?" tanya Sindi


"Sungguh, apa kamu tidak bohong?, terus apa saja persyaratan yang harus ku persiapkan?" tanya Nadira


"Kalau soal itu sepertinya tidak ada persyaratan khusus, paling cuma data diri saja" ucap Sindi sedikit membual supaya terlihat lebih meyakinkan


"Baiklah, terima kasih ya, kamu memang sahabat terbaikku" ucap Nadira langsung memeluk dan mencium pipi Sindi bolak Balik


Tapi tiba tiba


"Heh Dira,,, ini kantor, bukan tempat bermesraan penyuka sesama jenis seperti kalian" ucap Salah seorang pria dari belakang mereka


Seketika Nadira pun menoleh ke asal suara itu, dan raut wajah sumringah nya pun seketika langsung meredup


"Lebih baik Tante Tante kan Daripada perempuan tidak normal seperti mu" ucap Alex


"Ya kau memang benar, seorang pria rendahan seperti mu memang cocok dengan wanita rendahan seperti si pelakor itu" ucap Nadira, Diapun langsung berbalik dan segera melangkah lagi menuju ke arah pintu lift


Alex pun mengikuti Nadira dan Sindi dari belakang, "Dira, sejujurnya aku masih menyukaimu, tapi entah kenapa aku merasa kalau kamu itu bukan wanita normal" ucap Alex,


Selama Alex berpacaran dengan Nadira, jangankan bisa mencium nya, memegang tangannya saja Nadira akan marah pada alex, tidak seperti dengan Sindi yang selalu terlihat sangat intim,, jadi Alex menganggap kalau Nadira itu bukan perempuan normal


Nadira sama sekali tidak ingin menggubris pernyataan Alex itu, dia sudah sangat kecewa pada mantan pacarnya itu yang bisa bisanya tergoda oleh wanita yang paling dia benci di muka bumi ini


Nadira dan Sindi pun segera melangkah masuk ke dalam lift karyawan untuk menuju ke lantai tempat mereka bekerja,


Alex juga ikut masuk kedalamnya dan bergabung dengan beberapa karyawan lain di dalam lift, dia mencoba untuk terus berdekatan dengan Nadira, tapi untungnya Sindi bisa di andalkan jadi tameng hidup bagi Nadira


"Jangan dekati temanku kau pria menjijikan" ucap Sindi sambil sedikit mendorong Alex


Jadi Alex pun tidak bisa mengobrol lagi dengan Nadira di dalam lift itu

__ADS_1


Setelah mereka sampai di lantai yang di inginkan, Nadira dan Sindi pun keluar dari lift di lantai tempat mereka bekerja,, dan Alex pun tidak mengikuti Mereka lagi


...°°°...


Sementara itu di Kantor Ednaninternasional_grup, Arfan juga baru saja duduk di kursi Presdir kantornya, dia langsung menyalakan layar komputer yang ada di depanya, namun tiba tiba saja ponsel di sakunya bergetar tanda panggilan masuk


Jadi Arfan pun segera mengambil ponselnya dan melihat siapa yang memanggilnya itu, meskipun dia tidak mengenali nomor nya, dia tetap mengangkat panggilan nya


"Hallo"


📲"Hallo Arfan, apa kamu masih ingat suaraku?" ucap seorang wanita dari sebrang telpon


Arfan pun langsung tersenyum sinis saat mendengar suara dari penelponya itu tidak lain adalah Yovi,


"Ada apa kamu meneleponku?" tanya Arfan


📲"Apa kita bisa ketemuan nanti siang?" tanya Yovi


"Tentu saja, kamu tinggal sebutkan saja dimana tempatnya" ucap Arfan


📲"Baguslah, aku akan menunggumu di great kafe siang nanti" ucap Yovi


"Baik" ucap Arfan, dan diapun segera menutup panggilan telpon nya


"Telpon dari Siapa kak?" tanya Andreas penasaran


"Yovi, di mengajaku bertemu nanti siang" ucap Arfan


"Dan kau ingin menemuinya?, apa tidak salah kak?" tanya Andreas


"Sudah kubilang sebelumnya kan, aku harus menyelesikan sesuatu dengannya" ucap Arfan


"Aku tidak lupa, tapi kau sama sekali tidak mberitahuku apa rencana mu, aku jadi bingung sendiri" ucap Andreas


"Setelah aku memastikan rencananya akan berjalan baik, aku akan meminta saranmu nanti, jadi akan kuceritakan padamu nanti saja, kalau prediksi mu yang Tempo hari itu benar, itu artinya akan mempermudah urusanku Dengan nya" ucap Arfan


"Prediksi??, prediksi apa?" tanya Andreas yang sudah lupa dengan banyolanya yang menyebutkan kalau Yovi akan berpaling pada Arfan lagi kalau dia tau Arfan yang memimpin Ednan grup sekarang


"Pikirkan saja Sendiri, itu ucapanmu kan" ucap Arfan tersenyum

__ADS_1


__ADS_2