Pria Gila Kaya Raya

Pria Gila Kaya Raya
Mengejar


__ADS_3

Arfan memasukan mobilnya ke halaman gedung itu, dia tidak menemui kendala sama sekali saat masuk, karena Arfan berkata kalau dia rekan bisnis Ramon pada penjaga gerbang di depan


Setelah mobilnya terparkir di depan tempat kerja Ramon, Arfan dan Gian segera turun dari mobil, dan segera memasuki gedung itu


Tidak ada resepsionis atau penyambut tamu di sana, karena saat Arfan masuk, gedung besar itu hanya ruangan yang besar dan nyris tanpa ada sekatan seperti sebuah pergudangan, terlihat juga tumpukan tumpukan kardus yang tersusun tinggi dan berjejer memenuhi ruangan luas itu


Terlihat para pekerja yang hilir mudik memindahkan barang, dan hampir semua pekerjanya itu laki-laki


"Kemana kita harus mencari dia tuan, seperti nya agak sulit jika mencari satu orang di sini" ucap Gian,


"Kamu tanyakan saja pada pada orang orang di sini, aku yakin salah seorang dari mereka ada yang mengenal si tua Ramon itu" ucap Arfan


"Baik lah" Gian pun menghentikan salah satu pria yang sedang mengangkat kotak karton berukuran sedang yang kebetulan melintas tidak jauh dari tempatnya berdiri


"Heh bung, aku mencari orang yang bernama Ramon di sini, apa kau tau orang nya?" tanya Gian


Karena perawakan Gian itu tinggi besar dan wajahnya juga cukup sangar,, pekerja yang di tanya itu pun seperti sedikit ketakutan,


"Mungkin Ramon yang Anda maksud kepala gudang di sini tuan" ucap pekerja itu


"Kalau begitu antar akau padanya" ucap Gian


"Beb baik, tapi aku harus menaruh ini dulu" ucap pekerja itu


"Kalau begitu, cepat lakukan, aku tidak suka menunggu", ucap Gian


"Baiklah" pekerja itu pun langsung beranjak menyimpan kotak yang di bawanya, dan segera menghampiri Gian dan Arfan lagi


Arfan dan Gian segera di arahkan ke salah satu pintu ruangan yang ada di sana,


"Ini ruangan pak Ramon tuan" ucap pekerja itu


"Baiklah, kalau begitu kau boleh pergi" ucap Gian


"Baik" pria itupun segera pergi dari hadapan Arfan dan Gian

__ADS_1


"Masuk secara baik-baik atau kasar tuan?" tanya Gian pada Arfan


"Terserah kau mau melakukan nya dengan cara apa, yang penting kita masuk" ucap Arfan


"Baiklah" ucap Gian, dia langsung saja menendang pintu di depannya itu 'Braaaaakk' pintu langsung terbuka dan nyaris hancur


Ramon yang sedang duduk di kursinya dan sedang di manja seorang sekretaris wanita pun langsung kaget karena pintu ruangan nya di tendang tiba tiba dari luar


"Hey, siapa yang berani beraninya menendang pintu Ruangan ku??" ucap Ramon dengan nada tinggi, dan dia langsung berdiri dari duduknya dan memperhatikan ke arah pintu masuk


Arfan langsung masuk keruangan itu dan menatap mata Ramon dengan tatapan tajam


"Aku,,,, apa kau keberatan jika aku menghancurkan pintu mu?" tanya Arfan dengan nada dingin


"Ka kamu, kenapa kau datang padaku seperti ini, kalau kau ada yang perlu di bicarakan, kita bicarakan baik-baik" ucap Ramon


"Tidak perlu bicara, aku kesini hanya ingin menyeretmu ke kantor polisi, itu saja" ucap Arfan langsung melangkah lurus mendekati meja Ramon


Ramon langsung terlihat membisikkan sesuatu pada wanita di sampingnya, dan wanita itu pun mengendap ngendap untuk keluar dari ruangan


"Kenapa kau ingin menyeret ku ke kantor polisi??, apa yang sudah ku lakukan padamu?, aku rasa tidak pernah ada masalah di antara kita" ucap Ramon


Arfan menghela nafasnya kasar "Kau sudah berani mencelakai wanita ku, dan kau bilang tidak ada masalah di antara kita??, mengesankan" ucap Arfan langsung menendang meja Ramon yang di depannya hingga terjungkal 'Braaaaakk'


Ramon sontak kaget dan dia sampai menjatuhkan diri ke kursinya dan akhirnya terjungkal juga kebelakang bersama kursinya 'Guprak' "Aaa" lirih Ramon


Tapi Ramon langsung bangkit lagi "Berani sekali kau menuduh ku tanpa bukti, jangan mentang-mentang kau orang kaya, dan kau semena mena menuduh orang seperti ku se enak jidatmu sendiri ,, aku bisa saja balik menuntutmu dengan tuduhan pencemaran nama baik" ucap Ramon


"Tidak ada hubungannya dengan siapa aku atau kau, yang jelas aku sudah punya bukti untuk menjebloskan mu ke dalam penjara, jadi kau ingin menyerah kan diri baik baik, atau perlu aku menyeretmu dengan paksa" ucap Arfan


Namun tiba-tiba sekelompok penjaga keamanan tempat itu masuk ke ruangan, dengan perawakan mereka yang lumayan besar besar dan masing-masing dari mereka membawa tongkat pemukul di tangan masing-masing, mereka langsung memgepung Arfan dan Gian di ruangan itu


"Hey, pengacau, pergi dari sini dengan damai, atau kami akan meamaksamu keluar dari kantor kami" teriak Salah satu petugas keamanan


Arfan menghela nafasnya lagi, "Harusnya kita bawa polisi supaya tidak perlu membuang tenaga sia sia," ucap Arfan

__ADS_1


"Tidak apa tuan, akan kuhadapi mereka dengan senang hati" ucap Gian langsung berbalik ke arah para petugas keamanan di belakang nya


"Kenapa kalian hanya diam saja?, cepat usir mereka dari ruangan ku" triak Ramon pada enam orang petugas itu


"Baik pak," sekelompok penjaga itu pun serempak langsung mengarahkan pemukul yang di bawa mereka ke arah Gian dan Arfan,


Arfan juga tidak tinggal diam, dia berbalik untuk menghadapi petugas petugas itu, dan perkelahian antara Arfan dan para petugas itu pun tidak bisa di elakan di ruangan itu,


Gian cukup bersemangat untuk baku hantam dengan beberapa penjaga itu, tubuhnya yang kekar itu seperti tidak merasakan sakit saat pemukul mereka mengenainya,, dia bahkan mampu menumbangkan petugas petugas itu dengan dua kali pukul saja,


Arfan juga tidak kalah Sangar, dia juga bisa menahan tongkat tongkat mereka dan bisa menumbangkan beberapa petugas meski harus dengan beberapa tehnik serangan,


Dan beberapa saat kemudian, semua petugas itu pun sudah di buat KO oleh mereka berdua


"Hah, lumayan melelahkan juga, sekarang bagian utamanya" ucap Arfan langsung menoleh ke arah Tempat Ramon sebelumnya, namun dia tidak melihat nya lagi di sana


"Seperti nya dia kabur tuan" ucap Gian


"Sialan, dasar bandot tua,, ayo kita kejar," ucap Arfan


Mereka segera keluar dari ruangan itu untuk mencari Ramon ke luar gedung


Dan benar saja, setibanya mereka diluar gedung,, arfan melihat Ramon mengendarai mobilnya yang sempat menabrak Nadira itu melaju ke arah luar gerbang untuk melarikan diri dari mereka


"Benar-benar,,, dia sepertinya ingin main kucing kucingan dulu dengan ku, kita kejar dia, aku mau lihat,, sejauh mana dia bisa lari" ucap Arfan


Arfan segera masuk ke mobilnya dan segera mengendarai nya keluar dari area gedung itu untuk mengejar mobil Ramon,


Arfan melihat mobil Ramon sudah cukup jauh di depannya, dengan laju yang lumayan cepat, Arfan juga mencoba memacu mobilnya secepat yang dia bisa


Namun mobil Ramon yang sudah masuk ke jalanan raya sangat sulit untuk di kejar Arfan,


Hingga beberapa saat Arfan terus mencoba mengejar mobil Ramon, Namun sayang nya, karena mobil Arfan tak kunjung bisa mengejar, Arfan harus kehilangan jejaknya di perempatan jalan yang cukup ramai dengan kendaraan


"Sial, kemana perginya dia???, cepat sekali dia menghilang" gumam Arfan

__ADS_1


...~°~...


__ADS_2