Pria Gila Kaya Raya

Pria Gila Kaya Raya
Sarapan


__ADS_3

Hari mulai beranjak terang, dan Arfan kembali ke kamar Nadira lagi untuk membawakan Nadira baju ganti, karena dia tau baju Nadira semalam robek oleh ulah Alex sang mantan pacarnya


Arfan langsung mengetuk pintunya terlebih dulu 'Tok'tok'tok'


Nadira langsung terduduk di empat tidur saat mendengar ada yang mengetuk pintu, "Masuk saja" ucap Nadira menatap ke arah pintu


Arfan langsung membuka pintu dan langsung menghampiri Nadira "Ganti bajumu, jika di biarkan begitu, aku suka melihatnya" ucap Arfan dengan ekspresi datar


Nadira langsung memperhatikan baju bagia dadanya yang meman robek dari semalam,, dan dia baru sadar kalau itu memang terbuka, dan bahkan bra hitamnya bisa bebas terlihat oleh siapa saja, termasuk Arfan, sontak tangan Nadira langsung merapatkan bajunya karena merasa malu


"Jangan lihat" pekik Nadira


"Aku sudah melihatnya dari semalam, dan itu sangat indah" ucap Arfan dengan tersenyum aneh


"Dasar, cabul" ucap Nadira sedikit manyun


"Mau bagaimana lagi, gak dilihat, sayang,, sekarang apa boleh aku membantu mengganti bajumu supaya aku tidak melihatnya lagi?" tanya Arfan menggoda


"Enak saja, aku aku bisa melakukannya sendiri" ucap Nadira yang langsung mengambil paferbag pakaian dari tangan Arfan


"Kalau begitu lakukan lah", ucap Arfan langsung melipat kedua tangannya di perut dan menatap Nadira


"Iya,, Eh kamu keluar dong, masa mau lihat aku ganti baju" ucap Nadira


"Aku tuan rumahnya, kenapa aku harus di usir" ucap Arfan


"Baiklah, kalau kamu ingin di sini, terserah,, biar aku yang ganti baju di luar" ucap Nadira asal


Arfan langsung menggelengkan kepalanya "Tidak,,, itu solusi yang buruk, Baiklah,, aku yang keluar, kalau kau sudah selesai mengganti bajumu, kamu juga keluar lah, kita sarapan, aku akan menunggumu di luar" ucap Arfan


"Baik, sekarang cepat kamu keluar dulu, hus, Hus, sana" ucap Nadira seraya mengibaskan tangannya dengan gerakan mengusir


"Iya iya" ucap Arfan, dia langsung berbalik dan segera keluar dari ruangan kamar itu


.


Beberapa Saat kemudian, Nadira keluar dari kamar dengan sudah mengenakan t-shirts putih yang di bawa oleh Arfan, Namun dengan bawahan tetap menggunakan rok span kantor dan stoking hitamnya,, meskipun Arfan membawakannya celana santai


Arfan langsung menoleh pada Nadira yang baru keluar "Sudah selesai?,, kenapa kamu tidak mengganti rok mu" tanya Arfan


"Kau sengaja membawakan ku celana hotpants supaya kau senang melihatku kan?, yang benar saja, aku tidak akan memakai celana seperti itu di depan mu, matamu terlalu jelalatan" ucap Nadira


"Sungguh?, aku tidak tau itu, aku menyuruh supirku yang membelinya" ucap Arfan

__ADS_1


"Oh," ucap Nadira singkat


"Ya Sudah ayo turun" ucap Arfan langsung melangkah lebih dulu


Nadira juga langsung membuntuti Arfan di belakangnya, sepanjang dia melangkah, matanya terus melihat lihat isi rumah Arfan yang dia lewati, dia sangat kagum dengan dekorasi dan pernak pernik yang ada di dalam rumah itu, dan menurut nya itu lebih mewah daripada rumah Edgar,,


Karena terlalu fokus melihat sekitarnya, Nadira jadi tidak fokus dengan langkah Arfan yang di depannya


Dan saat Arfan tiba-tiba mengehentikan langkahnya di pintu ruang makan, Nadira yang mengikutinya langsung menubruk Arfan


'Bruk' "Aw, kenapa berhenti mendadak?" tanya Nadira


Arfan langsung menoleh pada Nadira "Tidak papa, kenapa kau menabraku, apa rem tangan mu tidak berfungsi?" tanya Arfan


"Rem??, memangnya aku kendaraan apa?, aku hanya kurang fokus saja" ucap Nadira


Arfan berbalik dan langsung meraih pundak Nadira untuk membawanya masuk ke ruang makan, "Apa kau masih kepikiran soal tadi malam?" tanya Arfan


"Tidak juga, aku hanya kagum saja melihat lihat rumah megahmu ini" ucap Nadira


"Oh, syukurlah, aku hanya takut kau mengalami trauma saja" ucp Arfan


"Selamat pagi Dira, mari sarapan" ucap Andreas yang sudah duduk manis di depan meja makan


Arfan segera mngambilkanya piring dan mengisinya denga roti panggang untuk Nadira sarapan "Makan sarapan mu yang banyak, kau pasti sangat lelah karena sudah berkelahi semalam" ucap Arfan


Nadira langsung menoleh pada Arfan dan menatapnya serius


"Kenapa kau malah menatap ku seperti itu, aku jadi takut" ucap Arfan


"Aku hanya tidak terbiasa saja makan di layani, rasanya aku seperti jadi anak manja" ucap Nadira tersenyum


Arfan juga langsung tersenyum dan segera duduk di samping kursi Nadira, dia juga segera mengambil sarapanya, dan mereka berdua mulai menyantap sarapan mereka


"Suasana seperti Ini yang selalu ku rindukan" celetuk Andreas


Nadira pun langsung menoleh pada Andreas "Apa maksudmu dre?" tanya Nadira


"Rasanya lengkap jika di rumah ini hadir seorang kakak ipar yang cantik seperti mu" ucap Andreas


Mendengar itu Nadira langsung tersipu, "Ayolah, jangan merayuku di pagi pagi seperti ini" ucap Nadira


"Andreas benar, kapan kamu mau tinggal di sini?" tanya Arfan asal

__ADS_1


Mendengar itu Nadira langsung tersedak saat makan "Uhuk,, uhuk", Nadira terbatuk dan memukul ringan dadanya sendiri


"Astaga, pelan pelan makannya, ini, minumlah" ucap Arfan langsung mengantarkan air minum ke bibir Nadira


"Terimakasih" ucap Nadira, dia pun langsung meminumnya,


Dan kemudian Mereka segera menikmati sarapan pagi mereka masing-masing, tanpa ada lagi godaan dari Afan untuk Nadira, karena dia sadar itu mengganggu sarapannya


...°°°...


Sementara di sisi lain, Yovi baru saja terbangun dari tidurnya, tanpa mengenakan sehelai benang pun di tubuhnya, di tubuhnya, dia langsung merasa kalau semua badannya terasa sakit dan ngilu, seakan semua tulangnya sudah di lolosi dari tubuhnya


Yovi mencoba mendudukkan dirinya di tempat tidur, dia mencoba memperhatikan sekitarnya dan dia mulai sadar kalau semalam dia mabuk dan bermalam di salah satu kamar klab, dia juga mengingat samar samar kalau semalam dia bersama Arfan di kamar itu, tapi dia tidak melihatnya sekarang


Yovi kemudian menyentuh area lembahnya yang kebanjiran, dan merasakan perih yang teramat sangat di bagian itu,, "Aw, sakit sekali, Brengsek kau Arfan, kenapa kamu melakukannya hingga sampai separah ini, apa kau segitu rindunya padaku, awas saja kau Arfan, kau harus tanggung jawab dengan semua ini" ucap Yovi tersenyum puas meski badannya terasa ringsek


Setelah dia mengenakan semua atributnya, dia segera keluar dari klab dengan langkah yang tertatih-tatih karena menahan rasa sakit, dan segera naik ke mobilnya untuk pulang ke kediaman Edgar


.



Setelah Yovi sampai di kediaman Edgar, dia segera melangkah masuk ke dalam rumah, Dan ternyata dia sudah di tunggu Edgar di ruang tengahnya


"Darimana kamu?" tanya Edgar dingin


"Bukan kah aku sudah izin kemarin, aku menginap di kediaman ayahku, apa kamu lupa mas?" tanya yovi sambil sedikit mengernyit menahan rasa sakit


"Bohong!!!!!" ucap Edgar dengan membentak


"Apa maksudmu mas?, kamu tidak percaya padaku?" tanya Yovi


"Aku tau kau darimana semalam,, kau sudah bersenang-senang dengan pria lain di luar sana kan?, dasar wanita murahan" ucap Edgar


"Apa yang kamu bicarakan itu mas?" tanya Yovi


Edgar langsung memperlihatkan potongan Vidio di ponselanya yang menampakkan adegan erotis Yovi di salah satu ruangan kamar klab, terlihat jelas kalau itu memang Yovi, namun wajah si pria di samarkan dengan di buat belur


Edgar mendapatkan Vidio itu dari nomor yang tidak dia kenal, dan bahkan Edgar juga sudah mendengar beberapa rekaman audio percakapan Yovi yang menyebutkan kalau dia hanya mencintai harta Edgar, dan umpatan Yovi yang lainya tentang Edgar,


Dan tentunya itu semua sudah melewati proses edit oleh Arfan agar namanya tidak terbawa bawa dalam rekaman maupun vidio


"Itu, Kamu, kamu dapat darimana mas?" tanya Yovi langsung gelagapan

__ADS_1


"Itu tidak penting, kamu benar-benar sudah membuatku kecewa Yovi,, kamu hanya mencintai uangku kan?, kamu juga hanya menganggapku suami tidak berguan kan?,, kalau kau merasa begitu, kau bisa pergi dari rumah ini,, aku tidak ingin melihat mu lagi di sini, jadi segera angkat kaki dari rumahku ini,,, pergiiii" ucap Edgar yang emosi


__ADS_2