Pria Gila Kaya Raya

Pria Gila Kaya Raya
Pgykr21


__ADS_3

Keesokan paginya, Arfan terbangun lebih awal, dia merasa sudah lama tidak pernah berolahraga, jadi dia memanfaatkan akhir pekannya itu untuk lari pagi ke sekitaran taman komplek, dengan berstelan olahraganya


Dan setelah dia kembali ke Rumah lagi, diapun mendapati Andreas sudah duduk di kursi ruang makan,


"Pagi kak" sapa Andreas


"Pagi juga" ucap Arfan


"Olah raga dari mana kak?" tanya Andreas


"Dari lapangan komplek" ucap Arfan


"Lain kali ajak aku kalau mau olahraga" ucap Andreas


"Kamu selalu bangun siang kalau hari libur, aku tau itu, jadi bagaiman aku bisa mengajakmu" ucap Arfan


"Ya bangunkan saja kalau aku masih tidur" ucap Andreas


Arfan pun mendudukkan dirinya di kursi dan mengambil sarapan untuk dirinya, dan diapun memperhatikan kursi kosong yang ada di seberang nya


"Kalau salah satu dari kita sudah menikah, pasti suasana ruang makan ini tidak monoton seperti ini" ucap Arfan


"Makanya cepat cepatlah boyong kakak ipar ke ruamah ini" ucap Andreas


"Sabar, masih dalam proses" ucap Arfan sambil memakan sarapannya


"O yah kak, aku sedikit dapat informasi dari Udai soal Nadira, dia itu memiliki sahabat yang bernama Sindi di kantor ayahnya, aku jadi berpikir bagaimana kalau kita gunakan dia untuk membujuk kakak ipar untuk mau di operasi" ucap Andreas


"Kakak ipar??, hmh, rasanya sebutan itu terdengar indah di telinga ku , jadi apa rencana mu sekarang?" tanya Arfan


"Kita minta bantuannya supaya Nadira mau di operasi kaki nya ke Rumah sakit, aku yakin temanya itu bisa membujuk nya,, itu saja sih rencananya" ucap Andreas


"Apa rencana mu itu ada rinciannya?" tanya Arfan


"Ya kita temui dulu teman nya itu, lalu kita minta bantuannya" ucap Andreas


"Kalau begitu hubungi dia dan segera ajak dia bertemu" ucap Arfan


"Itu dia masalah nya, aku belum dapat kontak nya" ucap Andreas nyengir


"Rencana mu payah, tetap saja aku yang harus turun tangan" ucap Arfan


Andreas pun hanya tersenyum dan melanjutkan sarapanya lagi


__ADS_1


Setelah hari mulai siang, Arfan pun mencoba mencari tau informasi soal Sindi dengan mendatangi kantor Anggera land,


Tapi karena hari ini hari libur akhir pekan, Jadi Arfan pun hanya bisa menemui beberapa petugas jaganya saja di sana,


Dan utungnya Arfan mendapatkan informasi Sindi dari salah satu petugas jaga tentang tempat tinggalnya, jadi diapun segera pergi ke alamat yang di beritahukan petugas jaga itu


Arfan pun pergi ke kawasan perumahan yang banyak terdapat tempat kost karyawan di dalam nya,, kebetulan letaknya juga tidak terlalu jauh dari kantor Anggera land,


Setelah melakukan pencarian singkat, Arfan pun kini menepikan mobilnya di depan sebuah kosan Putri yang bangunannya lumayan cukup besar, Diapun turun dari mobilnya dan langsung menanyakan keberadaan Sindi pada satapam Penjaga rumah kost itu


"Pak, boleh saya bertanya?, apa di kosan ini ada wanita yang bernama Sindi??, dia bekerja di perusahaan Anggera land" tanya Arfan


"Oh ada pak, silahkan menunggu di dalam saja pak, saya akan panggilkan" ucap satpam kost itu sambil membuka pintu gerbang nya


"Baiklah, terima kasih" ucap Arfan, dia pun segera masuk ke dalam pintu gerbang dan di arahkan untuk meungu di kursi teras oleh satpam itu, dn satpam itupun segera memasuki rumah kost


Beberapa saat kemudian satpam tua itu pun membawa seorang wanita dari dalam rumah kost itu ke hadapan Arfan


"Apa dia Sindi yang bapak maksud?" tanya Satpam itu


Arfan pun memperhatikan seorang gadis manis yang masih bersetelan piyam tidurnya,, dengan tatanan rambut yang sedikit acak acakan, dia masih sedikit menguap dan sesekali mengucek matanya


"Mungkin" ucap Arfan


"Kalau begitu saya permisi" ucap Satpam itu


"Sama sama" Satpam tua itu pun kemudian beranjak meninggalkan mereka berdua


Sindi langsung memperhatikan Arfan yang sekarang duduk di hadapannya, pria itu terlihat berpenampilan casual dan rapih, menurut netranya pria di depanya itu sangat tampan, dan Sindi menebak kalau dia itu bukan pria dari kalangan biasa


"Anda siapa ya?, rasanya aku tidak pernah mengenal anda" ucap Sindi


"Kalau begitu perkenalkan, saya Arfan Ednan" ucap arfan sambil mengulurkan tangannya pada gadis yang masih berdiri tidak jauh dari kursinya itu


"Si siapa?, Arfan Ednan??, apa anda ini saudara dari Andreas Ednan?" tanya Sindi sedikit tidak percaya kalau dirinya di datangi oleh keluarga ednan persis seperti Nadira


"Iya, saya kakaknya Andreas" ucap Arfan


Sindi pun langsung menyambut tangan Arfan itu "Ya ampun, mimpi apa aku semalam, kalau begitu ayo masuk, kita ke kamar ku saja" ucap Sindi saking senangnya


Arfan pun segera melepaskan tanganya yang di gegam erat Sindi "Aku bukan pelanggan, jadi aku tidak perlu ke kamar mu" ucap Arfan


"Mm maksudku bukan itu, aku hanya salah bicara saja, aku wanita baik baik kok," ucap Sindi merasa sedikit malu


"Ya sudah, duduk di sini saja kalau begitu" ucap Arfan

__ADS_1


"Iya" ucap Sindi,


Sindi pun sejenak memperhatikan dirinya sendiri, dan baru sadar kalau penampilannya sekarang benar-benar acak acakan "Eh tunggu sebentar pak Arfan, aku akan segera kembali" ucap Sindi yang langsung bergegas masuk lagi kedalam Rumah kostnya untuk mandi dan berganti baju


"Baiklah" ucap Arfan,


Arfan pun harus menunggu lagi Sindi untuk merapihkan dirinya dulu


Satu menit, dua menit, sepuluh menit, dua puluh menit, dan hingga lebih dari setengah jam Arfan hanya duduk dan menunggu Sindi di kursinya, dan itu membuatnya sedikit jenuh


"Menemui teman nya saja harus menunggu hingga berjam-jam lamanya, tapi tidak apalah, kau memang seperti orang penting Dira" gumam Arfan di tengah penantiannya


Tidak berselang lama Sindi pun keluar dengan sudah berpenampilansemi formal dengan stelan rok midi dan sweater merahnya, rambut panjangnya dia ikat di belakang, dan pipi cabinya juga sudah di poles dengan Makeup


"Maaf, lama nunggu ya?" ucap Sindi basa basi


"Lumayan" ucap Arfan lesu


"Maaf, aku memang suka bangun siang kalau hari libur, jadi belum sempat mandi dulu tadi" ucap Sindi


"Ya Sudah, duduklah, aku sebenarnya hanya ingin bertanya suatu hal padamu, jadi dengan penampilan mu yang tadi juga sebenarnya sudah cukup" ucap Arfan


"Iya maaf, aku hanya merasa tidak sopan saja" ucap Sindi, diapun segera beranjak untuk duduk di kursi yang ada di sebrang kursi Arfan


"Apa kamu ini benar temannya Nadira?" tanya Arfan memastikan


"Iya, aku memang sahabatnya Nadira," ucap Sindi sambil tersenyum


"Kalau begitu aku butuh bantuanmu untuk melakukan sesuatu hal untuk nya, apa kamu mau mambantu ku??" tanya Arfan


"Katakan saja aku harus apa, kalau bisa bantu aku pasti akan bantu" ucap Sindi


"Baiklah, jadi begini, kaki temanmu itu cedera kan?, aku kesini ingin meminta bantuanmu untuk mebawa Nadira ke ruamh sakit untuk mengobati kakinya itu, apa kamu bisa lakukan itu?" tanya Arfan


"Kalau soal membawa nya kerumah sakit itu mudah saja, tapi kalau harus menanggung biaya untuk berobatnya itu agak sulit" ucap Sindi


"Kamu tidak perlu memikirkan soal biayanya, kamu hanya perlu membawanya ke Rumah sakit saja" ucap Arfan


"Baiklah, kalau hanya itu, aku bisa melakukan nya" ucap Sindi


"Baguslah, Tapi ada syaratnya, kamu tidak boleh bilang dulu pada Nadira kalau aku yang akan membiayai pengobatannya , paham?" ucap Arfan


"Kenapa begitu Pak?, dia akan sangat senang jika ada orang yang peduli padanya, apa lagi kalau dia tau yang memperdulikan nya itu adalah pria tampan seperti anda" ucap Sindi


"Pokonya Nadira tidak boleh tau dulu, dan sebagai imbalannya, kamu bebas meminta apapun dariku" ucap Arfan

__ADS_1


"Sungguh?, kalau begitu traktir aku makan siang saja" ucap Sindi tersenyum


"Lebih dari itu juga boleh" ucap Arfan


__ADS_2