Pria Gila Kaya Raya

Pria Gila Kaya Raya
Bujukan


__ADS_3

Arfan benar benar di buat mual oleh perkataan Yovi, dia tidak melihat dirinya sendiri yang seorang peselingkuh ulung


"Apa kau tidak berpikir untuk ucapan mu barusan, apa kau tidak merasa kalau kau sering bermain di belakang Edgar dan di belakangku,?" ucap Arfan tidak bisa menahan ucapannya, dan tidak lupa menyiapkan ponselnya seperti biasa untuk merekam setip ucapan yang keluar dari mulut Yovi tentang Edgar


"Bukan begitu, pokoknya kau hanya milikku, Edgar itu hanya suami yang sudah tidak berguna lagi, juga aku tidak akan rela kalau kau harus menyukai Putri dari Edgar" ucap Yovi sedikit manyun


"Terserah, tapi intinya kau masih tetap memilih bersama Edgar dari pada bersamaku kan??, jadi kau tidak punya hak untuk mengaturku jalan dengan siapa pun juga, selama kau masih dengan Edgar, paham?" ucap Arfan


"Sayang, sayang, jangan ngambek dong, baik aku aku minta maaf, aku salah, aku pasti akan secepatnya pisah dari Edgar,, aku janji, jadi jangan marah" ucap Yovi yang tiba tiba melembut saat Arfan sedikit membeberkan kenyataan


"Aku hampir tidak percaya dengan janjimu" ucap Arfan berlaga marah, karena di terlanjur terlihat dengan Nadira, jadi dia berpikir kalau dia meminta maaf, itu hanya akan membuat Yovi semakin menjadi jadi menelisik Nadira dan dirinya


"Jangan gitu dong sayang, aku benar-benar mencintaimu, kau harus percaya itu" ucap Yovi


"Aku hanya perlu bukti dari ucapan mu, bukan janji" ucap Arfan segera menaikan kaca mobilnya lagi, dan segera melajukan mobilnya tanpa memperdulikan Yovi yang menggedor kaca mobilnya lagi


"Sayang, sayaaaang, aku belum selesai bicara" pekik Yovi


"Ini pasti ulah anak sialan itu yang sudah mendekati Arfan, lihat saja, aku pasti membuat perhitungan denganya lagi," gumam Yovi dengan tatapan liciknya


...°°°...


Sementara Arfan segera kembali ke kantor nya, dan segera kembali ke ruangannya dengan wajah suntuk


Andreas kebetulan memperhatikan raut wajah kakaknya itu "Kenapa kau datang dengan wajah suntuk ?, bukan kah Nadira memberikan sinyal baik padamu?, harus nya kau datang dengan wajah berseri seri kan" ucap Andreas


"Harusnya begitu, tapi ada yang merusak suasana itu" ucap Arfan


"Apa kau bertemu ibu tirimu di Anggera Land?" tanya Andreas yang asal menebak


"Ya begitulah, kau memang pandai menebak" ucap Arfan


"Ya aku memang seorang penebak ulung, tidak perlu memujiku berlebihan" ucap Arfan


"Terserah lah," ucap Arfan yang langsung duduk di kursinya


"O yah Kak, apa kau punya saran soal Arumi ?, menurutmu, apa aku tidak perlu memperkerjakan dia di perusahaan ini?" tanya Andreas


"Saranku sekarang, biarkan dia merendahkanmu serendah rendahnya, dan setelah itu tunjukan kepadanya kalau kau yang punya kuasa di sini, supaya di menyesal semenyesal mungkin, aku sedikit penasaran ingin melihat penyesalanya karena sudah meremehkan adiku" ucap Arfan

__ADS_1


"Rasanya aku seperti punya kakak antagonis, pikiranmu sedikit kejam kak" ucap Andreas


"Itu hanya pendapat, kau boleh memakainya atau tidak" ucap Arfan


"Baiklah, kita mainkan permainan seperti yang kau lakukan," ucap Andreas


"Aku jadi sedikit heran, Kenapa kau jadi mengikuti jejaku untuk urusan wanita" ucap Arfan


"Siapa yang mengikuti mu ?,, Aku tidak sampai gila seperti mu kan ?" ucap Andreas


"Hampir, itu karena aku dan Sindi bisa mencegahmu" ucap Arfan


"Ya ya Baiklah, mungkin kau sedikit benar" ucap Andreas tidak menyangkal nya


Mereka segera melanjutkan tugas tugas kantor mereka lagi yang cukup banyak meski mereka membagi dua tanggung jawab di kantor mereka itu



Sore harinya saat Arfan sudah berberes untuk pulang, ponselnya tiba tiba bergetar karena panggilan yang masuk, dia melihat layaranya dan mengangkatnya dengan malas


"Hallo, ada apa kau menelponku" tanya Arfan


Arfan langsung menutup panggilan tanapa mengiayakan atau menolak


"Siapa yang menelpon?," tanya Andreas sedikit penasaran


"Siluman betina" ucap Arfan


"Maksudmu Yovi?, panggilan kesayangan yang cukup unik juga" ucap Andreas tersenyum


"Itu sebenarnya panggilan Nadira padanya, bukan panggilan ku, tapi kurasa itu cocok untuknya" ucap Arfan, dia segera beranjak dari duduknya dan bergegas untuk segera turun dari lantai teratas itu


Dan Andreas juga tentunya mengikutinya juga untuk segera turun



Setibanya di luar perusahaan, Arfan mencoba mencari keberadaaan Yovi, dan dia melihat kalau mobil Yovi memnag terparkir di area depan perusahaan


Melihat Arfan sudah keluar dari kantor nya, Yovi segera turun dari mobilnya dan menghampiri Arfan "Sayang, kamu akhirnya keluar juga" ucap Yovi

__ADS_1


Andreas yang memang tidak menyukai Yovi dari awal, merasa muak jika harus melihat tampangnya yang terlalu munafik itu, jadi dia memutuskan untuk pergi dari hadapan merdeka


"Kak, aku pulang duluan, aku sedikit mual" ucap Andreas


"Baiklah" Arfan hanya menyahut nya dengan kata itu saja


Yovi mendekat pada Arfan dan langsung menggandeng pangkal lengannya "Sayang, malam ini kita jalan keluar yah" ucap Yovi


"Bukan kah kita janjian akhir pekan ini?" ucap Arfan


"Aku sudah rindu padamu, jadi aku tidak bisa menunggu lagi hingga besok, ya, mau ya" ucap Yovi membujuk


"Aku sedikit malas keluar malam ini" ucap Arfan yang memang merasa enggan


"Kalau begitu aku main ke rumah mu saja, jadi beritahu aku alamat rumahmu di mana" ucap Yovi


"Kemana kita akan pergi?" ucap Arfan yang lebih enggan lagi kalau sampai Yovi tau kediamanya


"Ya ketempat biasa aku nongkrong, aku sukanya pergi kesana" ucap Yovi


"Baik, kau tunggu saja di sana," ucap Arfan


"Baiklahh kalau begitu aku tunggu kamu di sana nanti malam, tapi sekarang aku benar-benar ingin tau rumahmu di mana, apa kau tidak akan memberitahu ku ?" tanya Yovi


"Kapa kapan saja, aku masih belum percaya padamu sepenuhnya" ucap Arfan


"Kok gitu sih sayang, aku benar-benar mencintaimu, kau tidak perlu meragukan itu" ucap Yovi


"Aku masih perlu buktinya" ucap Arfan


"Makanya, kamu harus sering keluar dengan ku, biar aku bisa membuktikan apapun padamu kalau aku memang mencintaimu" ucap Yovi


Arfan hanya tersenyum sinis mendengar nya, andai kata dia tidak mengenal Yovi sebelumnya,, pasti dia benar-benar akan jatuh kedalam buayannya itu,


"Ya Sudah aku tunggu kamu kalau gitu, awas kalau kamu tidak datang, aku akan mencari mu sampai kerumah mu" ucap Yovi


"Terserah kau saja" ucap Arfan


"Kalau gitu sampai ketemu nanti ya, dah sayang" ucap Yovi, dia pun segera pergi dari hadapan Arfan dan kembali masuk ke mobilnya lagi, kemudian yovi segera pergi dari area kantor Ednaninternasional_grup itu

__ADS_1


Arfan juga segera menuju ke mobilnya yang di bawa Gian dari parkiran ke depan kantor, dan segera bergegas untuk pulang ke kediaman Ednan bersaudara lagi


__ADS_2