Pria Gila Kaya Raya

Pria Gila Kaya Raya
Pgykr 8


__ADS_3

Setelah Arfan puas melihat wajah Gadis yang terlihat sangat senang itu, merekapun segera melanjutkan perjalanan untuk pergi ke kantor Andreas


"Gadis itu memang cantik kak, aku menyukai sifatnya yang sedikit polos itu,, tapi kalau boleh jujur, sebenarnya aku sudah ada pendamping lain" ucap Andreas


"Apa dia lebih baik dari Nadira?" Tanya Arfan


"Di sisi lain mungkin iya, tapi di sisi yang lainnya lagi mungkin tidak" ucap Andreas


"Ku harap kau bisa mempertimbangkan Nadira" ucap Arfan


"Akan ku coba" ucap Andreas


Setelah beberapa saat perjalanan, merekapun segera tiba di depan sebuah gedung perusahaan yang cukup tinggi dan besar, dan kedatangan mereka pun langsung di sambut hangat oleh beberapa staf yang berpapasan dengan mereka


Andreas pun langsung mengajak Arfan untuk langsung naik ke lantai tertinggi kantor yang di fungsikan sebagai pusat kepemimpinan tertinggi di kantor itu


Dan Arfan pun sedikit segan saat melihat Ruang presdir yang terlihat cukup luas dengan tatanan yang berkelas dan elegan


"Kamu memang benar benar hebat bisa membangun semua ini sendirian" ucap Arfan


"Sudah ku bilang, aku hanya melanjutkan perjuanganmu, jadi ini tidak terlalu sulit, O yah, sekarang aku serahkan kursi kepemimpinan di kantor ini padamu lagi, aku siap jadi asisten pribadi mu kak" ucap Andreas


"Kau ini, apa tidak terbalik, aku yang harusnya jadi asisten mu" ucap Arfan


"Tidak apa, intinya kita lanjutkan perusahaan ini bersama-sama, agar semakin berkembang lagi kedepannya, dan semakin berjaya" ucap Andreas


"Baiklah, aku akan mencobanya sebisaku" ucap Arfan


Arfan pun langsung duduk di kursi direktur utama di ruangan itu, dan dia pun langsung tersenyum simpul,, "ini rasanya seperti mimpi saja" ucap Arfan


"Ini memang mimpi mu kan, membesarkan perusahaan kita hingga menjadikannya perusahaan terbesar di kota ini, atau Bahakan sampai menjadi terbesar di negri ini" ucap Andreas


"Ya , perusahaan ini pasti akan jadi perusahaan raksasa di negri ini" ucap Arfan Optimis


Setelah itu mereka pun segera mengadakan meeting dadakan dengan para petinggi perusahaan dan para pemegang saham untuk membahas soal penyerahan kepemimpinan Andreas di perusahaan Ednaninternasional_grup kepada Arfan lagi,

__ADS_1


Dan setelah Arfan disahkan oleh semua pihak, diapun mulai menjalani kepemimpinannya lagi di perusahaan yang di dirikan olehnya itu, namun dengan kondisi yang jauh berbeda dari saat terakhir kali dia memimpinnya, karena perusahaan itu sudah berkali-kali lipat lebih besar daripada sebelumnya


...°°°°...


Semenara di tempat lain, Nadira pun menjalani aktivitas nya dengan ceria di sepanjang hari itu, senyumnya tidak pernah hilang di saat ada pelanggan ataupun tidak


"Ya ampun, ini seperti mimpi,, andaikan Sindi tau aku di ajak makan oleh Andreas,, dia pasti akan sangat iri padaku, aku harus bisa berfoto dengannya, biar bisa ku kirimkan pada sindi" ucap Nadira,


Sindi adalah teman dekatnya dulu saat dia bekerja di kantor ayahnya, namun semenjak Nadira resign dari kantor, mereka jadi jarang bertemu, tapi masih sering berkomunikasi untuk sekedar bertanya kabar masing-masing


Setelah hari sudah hampir siang, Nadira pun pulang kerumahanya untuk mandi dan bersiap siap, diapun mengganti pakainya dengan dres terbaik yang dia miliki, dia juga sedikit merias wajahnya dengan riasan natural, dan memakai hils kesayangannya yang sering dia gunakan dulu saat dia pergi ke kantor


"Sudah lama sekali aku tidak pernah memakai mu, kuharap aku bisa sering memakai mu lagi nanti" gumamnya


Setelah Nadira siap, diapun segera keluar dari kamar nya, dengan penampilan nya yang sangat anggun,, itupun memancing tanda tanya dari Narita


"Ya ampun, kamu mau pergi kemana ini, kenapa tumben tumbenan kamu rapih begini" tanya Narita yang langsung menghampiri Nadira


"Ada teman yang mengajaku makan siang, jadi tidak enak jika aku berpenampilan seperti biasanya" ucap Nadira


"Pria bu" ucap Nadira


"Pria??, kalau begitu Ibu harus bertemu dengannya dulu untuk memastikan dia masuk ke dalam kriteria ibu atau tidak, kalau tidak kamu tidak boleh pergi" ucap Narita


"Bu, dia benar-benar hanya teman, jadi tidak perlu lah ibu memastikannya segala" ucap Nadira


"Tidak, ibu yakin dia bukan teman biasa bagimu, kalau tidak, mana mungkin kamu berdandan habis habisan seperti ini, jadi ibu harus bertemu dengan dia dulu" ucap Narita


"Bu, tolonglah, jangan buat aku malu" ucap Nadira


"Sudahlah, ayo kita temui temanmu" ucap Narita langsung menggandeng Nadira untuk segera keluar dari Rumah


Nadira pun tidak bisa membujuk ibunya supaya dia tidak ikut bertemu Andreas, kalau dia tau dia akan jalan dengan pengusaha muda terkaya di kota itu, ibunya pasti akan mendorong nya untuk terus mengejarnya


Setibanya di gerai tempat Nadira kerja, Narita pun langsung celingak-celinguk untuk mencari teman yang di maksud oleh Nadira, tapi dia tidak melihat siapa pun di sana kecuali orang yang hanya berlalu lalang di pinggir jalan

__ADS_1


"Mana temanmu itu" tanya Narita


"Mungkin sebentar lagi dia akan sampai bu" ucap Nadira


Dan beberapa saat kemudian, mereka pun melihat sebuah sedan mewah menepi ke depan area Gerai, dan terparkir tidak jauh dari tempat Narita dan Nadira menunggu


"Waw, mobil siapa itu, mulus sekali" guam Narita


Sementara Nadira yang tau kalau itu mobil Andreas pun hanya menundukkan pandangannya, dan tidak ingin menjawab pertanyaan ibunya


Andreas pun segera turun dari mobilnya dan langsung berjalan ke arah gerai Nadira, dan Saat Andreas melihat penampilan Nadira yang berdiri di depan gerainya sekarang, dia pun sejenak menghentikan langkahnya dan memperhatikan wanita yang menunggunya itu


Jujur dia sedikit terpukau dengan penampilan Nadira saat ini, diapun perlahan mendekat ke arah ibu dan anak itu


Sementara Narita terus saja memperhatikan Andreas dari ujung kaki sampai ujung kepala, dia sangat yakin kalau pemuda itu pemuda kaya, "Nadira, apa itu yang kamu bilang temanmu??" bisik Narita


Tapi Nadira sama sekali tidak mengangkat kepalanya ataupun menjawab pertanyaan ibunya


"Dira, kalau memang dia, ibu sangat setuju" bisik Narita lagi


Dan kini Andreas pun sudah berhadapan dengan Narita


"Apa anda ibunya Nadira" Tanya Andreas


"I Iya benar, Saya ibunya Nadira, apa kamu akan mengajak jalan Putri ku?" tanya Narita


"Iya, Saya Andreas bu" ucap Andreas sambil mengulurkan tangannya


Narita pun langsung menjabat nya, "Saya Narita, ibunya Nadira, kalau begitu silahkan, bawa putri ibu" ucap Narita


"Buuu,, tidak sopan" ucap Nadira sambil menyenggolkan sedikit bahunya pada ibunya


"Memangnya kenapa, kalian memang akan pergi kan" ucap Narita


"Iya bu, saya hanya mau ajak putri ibu makan Siang, boleh kan bu?" ucap Andreas

__ADS_1


__ADS_2