Pria Gila Kaya Raya

Pria Gila Kaya Raya
Pgykr15


__ADS_3

Nadira pun hening sejenak kemudian berdehem, "Ehm, aku, aku mau menanyakan perihal kerjasama antara Perusahaan ayahku dan perusahaan Anda" ucap Nadira ragu ragu


📲"Perusahaan Ayahmu???, perusahaan siapa yang kamu maksud??" tanya Andreas dengan nada bingung


"Perusahaan Anggera_land adalah perusahaan ayahku, aku minta maaf yang sebesar-besarnya, aku tidak bermaksud untuk mencampuri urusan bisnis kalian, aku hanya di mintai bantuan oleh ayahku untuk menanyakan prihal kerja sama kalian yang batal itu, katanya kenapa Anda membatalkan kerja sama nya??, mohon anda tidak tersinggung" ucap Nadira dengan nada gemetaran, darahnya terasa mengalir cukup deras di badannya, tangannya pun sampai berkeringat saat menelpon, Karena dia sangat takut kalau dia sampai salah bicara


📲"Sungguh??, jadi pak Edgar itu ayahmu ya?, maaf aku tidak tau, kalau masalah kerjasama itu aku tidak bisa memutuskan nya sendiri, aku harus membicarakannya dulu dengan kakaku, atau biar lebih jelas lebih baik kamu bicara saja dengan kakaku, bagaimana?" ucap Andreas


"Ti tidak tidak perlu, aku, aku tunggu kabar dari bapak saja" ucap Nadira


📲"Gak enak dengernya kalau kamu panggil aku bapak, biasa saja lah, kita juga bukan rekan bisnis kan, jadi tidak perlu terlalu formal" ucap Andreas


"Iya baik pak, maksud ku kak, terima kasih ya, aku tunggu kabarnya" ucap Nadira langsung menutup panggilannya


"Huuuuuuuuh," Nadira membuang napasnya dengan sedikit kasar sambil mengelus dadanya "Selamet Selamet, aku tidak sampai salah bicara kan?" ucap Nadira yang sangat sangat merasa gerogi itu


...°°°°...


Sementara di sisi lain, Andreas sadar kalau telpon dari Nadira sudah tidak tersambung lagi "Benar benar tidak sopan kakak ipar ini, menutup panggilannya sembarangan saja" ucap Andreas


"Siapa yang kamu maksud kakak ipar?" tanya Arfan yang di sebrang meja Andreas


"Siapa lagi kalau bukan Gadismu" ucap Andreas


"Maksudmu Nadira?, ada apa dia menelpon mu?" tanya Andreas sedikit penasaran


"Kakak juga pasti dengar percakapan ku barusan kan??" tanya Andreas


"Aku hanya fokus membaca laporan yang masuk,, jadi aku tidak fokus mendengarkan percakapan mu barusan" ucap Arfan


"Oh, Nadira bilang kalau perusahaan Anggera itu adalah perusahaan ayahnya, dia menanyakan kenapa kerjasama dengan perusahaan kita itu batal," ucap Andreas


"Begitukah, jadi itu artinya Edgar itu adalah ayah Nadira??, dan itu artinya yovi juga adalah ibu tirinya????" tanya Arfan merasa tidak habis pikir


"Ya tentu saja begitu" ucap Andreas


"Hahhh, benar-benar takdir yang sangat rumit" ucap Arfan, diapun langsung merenung setelah mengatakan itu "Aku pernah dengar kalau Nadira ingin membalas wanita yang menghancurkan keluarga nya Itu, Sepertinya aku punya sedikit rencana" ucap Arfan


"Rencana apa maksudmu?" tanya Andreas


"Ada lah, lihat saja nanti" ucap Arfan


"Kau selalu mbuatku merasa penasaran Saja, O yah jadi apa keputusan mu soal kerjasama itu,?" tanya Andreas

__ADS_1


"Lanjutkan saja, kita akan bekerja sama dengan mereka" ucap Andreas


"Apa kamu serius?, apa kau tidak takut bertemu dengan Yovi lagi??" tanya Andreas


"Takut???, aku malah ingin segera bertemu lagu dengannya" ucap Arfan


"Aku benar-benar tidak mengerti jalan pikiranmu kak, kamu terlalu misterius buatku" ucap Andreas


Arfan pun hanya menyunggingkan senyum simpul di sudut bibirnya


.


…


Setelah selesai jam kantor, Arfan pun seperti biasa mengunjungi gerai Nadira, namun kali ini dia bersama Andreas, dan ikut turun dari mobil untuk mengunjungi Nadira


Nadira pun terlihat sedang fokus pada gawainya, entah apa yang sedang dia lihat di gawainya itu, tapi dia terlihat sangat fokus


Andreas dan Arfan langsung duduk di kursi yang tersedia di depan gerainya seperti kebiasaan pelanggan


"Apa ada yang bisa ku ban.........tu" ucapan Nadira terpatah saat melihat yang duduk di depanya itu bukan pelanggan, tapi Andreas dan Arfan "Eh,, Kak Andreas?, maaf maaf kak, kukira kalian pelanggan, maaf ya, aku tidak memperhatikan kedatangan kalian" ucap Nadira malu sendiri


"Tidak apa, O yah,, apa kau bisa membantu aku untuk mencarikan jodoh untuk kakaku?" tanya Andreas asal


"Di sini buka biro jodoh kakak,,, kakak kakak ini datang ketempat yang salah" ucap Nadira sambil tersenyum


"Oh, kukira aku bisa menemukan jodoh untuk kakaku di sini," ucap Andreas


"Memangnya kak Arfan belum punya pacar gitu?" tanya Nadira


"Belum, dia itu jomblo abadi" ucap Andreas asal


"Teruskan saja kau meledeku, jangan berhenti" ucap Arfan datar


"Aku hanya bercanda kak" ucap Andreas tersenyum


Nadira pun tidak bisa menahan senyumnya, dia tidak menyangka kalau pria dengan tampang tampang serius seperti mereka ternyata bisa bercanda juga,


"O yah kak Andreas, bagaiman soal perusahaan ayahku itu?" tanya Nadira penasaran


"Iya, kami kesini memang untuk membahas hal itu, kami setuju untuk melanjutkan kerjasama dengan ayahmu, kamu bisa memberitahu Ayahmu untuk datang ke kantor lagi besok untuk menandatangani surat perjanjian nya" ucap Andreas


"Sungguh??, syukurlah kalau begitu, aku senang mendengarnya" ucap Nadira

__ADS_1


"Ya, tujuanku menyetujuinya memang untuk membuatmu senang" ucap Andreas


"Kakak memang sangat baik padaku, terima kasih ya kak" ucap Nadira


"Sama sama, O yah, apa kamu punya rencana malam ini? aku ingin mengajak mu makan malam" ucap Andreas


"Itu,,, aku sepertinya tidak bisa kak, maaf ya" ucap Nadira dengan raut wajah menyesal, meskipun dia sebenarnya senang dengan ajakan itu, tapi hatinya merasa sedikit takut juga kalau kalau dirinya akan di permainkan Oleh 2 Bersaudara itu, karena dia belum tau apa motif mereka sangat baik padanya


"Oh baiklah, tidak papa,, O yah, jangan lupa segera kabari Ayahmu ya" ucap Andreas


"Iya tentu saja, terimakasih banyak" ucap Nadira


"Maaf aku tidak bisa berlama-lama di Sini" ucap Andreas, sambil berdiri dari duduknya


"Iya kak tidak apa, sekali lagi terima kasih" ucap Nadira


Andreas pun segera beranjak meninggalkan kursinya, dan Tidak sadar kalau Arfan tidak mengikuti nya,


Arfan hanya terus memandangi wajah Nadira tanpa berkedip


Nadira pun merasa sedikit heran kenapa Arfan terus memandang nya dengan tatapan kosong seperti itu, "Kak, heyy, Hallo" ucap Nadira sambil melambay lambaykan tanganya untuk menyadarkan Arfan


"Oh yah, ada apa gadis?, maksudku Dira" ucap Arfan yang langsung tersadar


"Kakak melamun ya?" tanya Nadira


"Tidak, aku tidak melamun" ucap Arfan menyangkal


"Kalau tidak kenapa kakak masih di Sini" tanya Nadira


"Aku menemani Andre........." saat menoleh Andreas sudah tidak ada di di Kursi nya "Kemana perginya?" ucap Arfan Heran


Nadira pun sampai tertawa kecil melihat Tingkah Arfan yang menurutnya lucu itu


"Kakak, kenapa masih di sini, apa kamu masih betah di sini?? kenapa tidak bilang kalau masih ingin di sini" ucap Andreas yang menghampiri Arfan lagi saat dia sadar kalau kakaknya masih terduduk di depan gerai Nadira


"Kenapa kau tidak mengajaku kalau mau pergi" ucap Arfan yang langsung berdiri dari duduknya dan meraih pundak Andreas untuk mendorong nya pergi dari sana


Tapi Andreas tidak langsung pergi, dia malah menahan dorongan dari kakaknya itu, "Maaf Nadira, kakaku memang kadang suka lupa daratan kalau melihat gadis cantik seperti mu" ucap Andreas


"Iya, dia lucu ya" ucap Nadira sambil cekikikan


"Sudah,, ayo pergi, kau hanya membuatku tambah malu saja" Ucap Arfan dengan mendorong bahu Andreas lagi

__ADS_1


__ADS_2