
Yovi di usir keluar oleh Edgar dari rumahnya karena merasa selama ini dia sudah di bodohi oleh Yovi,,
Meski Yovi mencoba merayu Edgar dengan rayuan mautnya, Edgar sudah tidak memperdulikannya lagi,, karena Edgar sudah mendengar dan melihat dengan mata dan telinga nya sendiri kelakuan Yovi yang sesungguhnya, jadi dia sudah meutup hatinya dari bujuk rayu dan penjelasan Yovi itu
Yovi dengan kesal kembali ke mobilnya lagi dengan terus menggerutu "Dasar, tua bangka gila, berani beraninya dia mengusirku, memang dia pikir siapa dia, lihat saja, aku pasti bisa manfaatkan Arfan untuk mengahcurkanmu tua bangka" umpat Yovi, dia segera menghubungi nomor Arfan dari ponselnya, 'tut...tut..tut' tapi panggilanya terus terputus karena Arfan tidak mengangkatnya "Ayolah sayang, kenapa tidak mengangkat telepon ku, aku membutuhkan kamu sekarang" gumamnya dengan terus mencoba menghubungi ulang
...°°°...
Di sisi lain Arfan yang masih menyantap sarapanya mengeluarkan ponsel dari sakunya yang sejak tadi mengganggunya, Arfan tersenyum sinis saat tau kalau yang menghubunginya itu adalah Yovi
Dan tidak lama Yovi pum menghubunginya lagi
Arfan langsung mengangkat panggilanya dan menekan tombol loudspeaker di ponselnya, itu supaya Nadira dan Andreas yang ada di ruangan itu bisa mendengar apa yang akan dikatakan Yovi
Arfan menaruh ponselnya di meja makan, dan tak lama suara wanita yang di benciyna itu pun bergema lantang dari ponselnya
📲"Sayang, kamu dari mana saja sih?, kita harus bertemu secepatnya, aku sudah pisah dari Edgar sekarang" ucap Yovi
Sontak Nadira dan Andreas langsung menoleh pada ponsel Arfan itu, dan mencoba menebak suara siapa yang terdengar dari ponsel itu
"Itu bagus, kalau begitu selamat atas perpisahan mu, dan sebentar lagi kau juga pasti akan punya tempat tinggal baru" ucap Arfan
📲"Apa maksudmu sayang?, apa kau akan memberikan aku rumah baru?" tanya Yovi
"Tidak juga, lebih tepatnya akan ada orang yang memberimu hunian di sebuah lapas,, semoga saja kau senang mendengarnya kabar ini" ucap Arfan
📲"Lapas??,, Apa maksudmu sayang?,, lapas itu bukanya untuk orang yang di tahanan polisi kan?" tanya Yovi
"Kau pintar, jadi kamu segera berkemas lah, mungkin sebentar lagi akan ada yang menjemput mu untuk pergi" ucap Arfan
📲" Kamu jangan bercanda ........."
Arfan langsung mematikan ponselnya dan langsung memasukan nomor Yovi ke blacklist
…
Di sisi lain Yovi langsung menghubungi Arfan lagi dan lagi dengan perasaan jengkel, "Apa maksudmu Arfan?, kau harus memberiku penjelasan, iiiihh, kenapa nomormu tidak bisa di hubungi, sialan" ucap Yovi sampai membantingkan ponselnya ke kursi mobilnya karena kesal
Dan benar saja,, Tidak berselang lama, mobil polisi pun menghampiri kediaman Edgar, mobil mereka langsung masuk ke halaman rumah setelah mereka bertanya pada satpam gerbang mengenai Yovi,
__ADS_1
Yovi juga memperhatikan polisi yang masuk ke kediaman Edgar, dia langsung tersembunyi di Mobil dengan merendahkan badannya, dia terus mengintip pergerakan polisi itu yang skarang sudah berada di depan pintu masuk kediaman Edgar
"Sial, apa polisi itu benar benar mencariku, kalau iya kenapa mereka ingin menangkap ku?, apa Alex gagal menyekap Nadira dan dia tertangkap polisi?, tapi apa hubungannya dengan Arfan, kenapa dia bisa tau dan bilang kalau aku akan di jemput polisi?,, ini aneh,, lebih baik aku kabur saja dari sini" Yovi bermonolog, dia segera menghidupkan mesin mobilnya dan memundurkannya
Hanya saja dia tidak fokus ke area belakang mobilnya, alhasil mobilnya malah menabrak mobil polisi yang masuk tadi , dan 'Brruuukk' mobil Yovi langsung membentur bagian depan mobil polisi itu
Sontak kejadian itu pun memancing perhatian dari polisi yang ada di teras Rumah Edgar, dan mereka langsung bergegas menghampiri mobil Yovi
"Sial, sial, sial, bagaimana ini Yovi?, berpikirlah!!" Yovi sedikit ktakutan melihat polisi yang mulai bergerak ke arah nya
Polisi itu langsung mengetuk kaca mobil Yovi untuk memastikan siapa yang ada di dalam mobil yang menabrak mobil mereka
"Buka kaca mobilnya" ucap polisi itu dengan suara tegas
Tentu saja Yovi semakin ketakutan, dan dia tidak mau membuka pintu kaca mobilnya
Polisi itupun terus menggedor kaca mobil Yovi itu lebih keras lagi "Cepat buka, atau kami akan menghancurkan kaca mobilmu" bentak polisi itu
Yovi langsung menggigil ketakutan, dan dia pun dengan terpakasa membuka jendela mobilnya
"A ada apa pak?" tanya Yovi
"Selamat pagi nona,, Apa anda tidak melihat mobil kami ada di belakang mobil anda?" tanya polisi itu
"Kami kesini untuk menangkap wanita yang bernama Yovi Endrika, apa itu nama Anda" tanya polisi itu
"Bu bukan pak, saya bukan Yovi, mungkin Yovi yang Anda cari itu ada di dalam rumah, ya dia ada di dalam rumah, jadi bapak masuk saja sekarang" ucap Yovi mencoba mengelabui polisi
"Maaf, apa anda bisa tunjukan kartu identitas anda" tanya polisi yang curiga dengan reaksi yang di tunjukan Yovi
"Aku aku lupa membawanya, soalnya aku sedang buru buru mau pergi" ucap Yovi
"Kalau begitu Apa kami boleh memeriksa tas Anda?" tanya polisi itu
"Tidak boleh" Yovi langsung menyembunyikan tas di sampingnya
"Ayolah Nona, mohon partisipasi nya" ucap Polisi terus menyudutkan Yovi
Setelah terus di selidiki polisi itu,, akhirnya Yovi tidak bisa menyangkalnya lagi, karena bagaimanapun Yovi menyangkal polisi yang sudah curiga itu tetap bisa menemukan kartu identitas Yovi di tasnya
__ADS_1
Dan Yovi pun segera di gelandang ke Mapolres oleh ketiga polisi yang menjemputnya
...°°°...
"Apa yang di telpon tadi itu suara Yovi??" tanya Nadira yang baru menyelesaikan sarapanya
"Iya, itu memang suara Yovi, aku sudah membuatnya pisah dari Ayahmu, aku juga akan mencapakanya,, jadi dengan kata lain aku sudah menyelesaikan permainan ku denganya, apa boleh aku meminta imbalan darimu?" tanya Arfan
"Imbalan apa?" tanya Nadira bingung
"Nadira, Aku mencintaimu, jika kau bisa menerima perasaan ku ini, itu akan jadi imbalan yang paling berharga untukku, jadi,, apa kau mau menerima ku??" tanya Arfan seraya menatap mata elok Nadira dengan sungguh-sungguh
"Aku, aku, masih butuh sedikit waktu, apa kau bisa memberikan ku waktu untuk memikirkan nya?" tanya Nadira juga dengan menatap mata Arfan
Arfan langsung menghela nafasnya dalam, dia merasa kalau perasaan nya trus di gantung oleh Nadira, dan itu rasanya sedikit tidak enak "Baiklah, aku akan sabar menunggu jawabanmu itu" ucap Arfan sedikit kecewa, namun dia tetap senyum di permukaan,
Arfan juga sadar kalau momen sekarang mungkin kurang pas untuk menyatakan perasaan, karena dia belum mempersiapkan bunga atau semacamnya sebagai simbol cintanya
Setelah itu Arfan terdiam karena tidak tau harus bicara apa lagi
Sejenak Suasana di ruang makan itu menjadi sangat hening , karena Andreas juga tidak berkomentar apa apa, dia juga sedikit bisa mengerti perasaan kakaknya sekarang
Namun
"Aku menerima mu" ucap Nadira tiba-tiba
Sontak Arfan dan Andreas langsung menoleh pada Nadira yang menundukkan pandangannya
"Maksudmu??" tanya Arfan sedikit tidak mengerti
"Kau bilang kau mencintaiku kan?, dan aku mau menerima cinta mu itu, meski sebenarnya masih ada keraguanku padamu, tapi jujur, aku cukup merasa nyaman denganmu" ucap Nadira tanpa mengangkat kepalanya
'Deg', hati Arfan menjadi tidak Karu karuan rasanya saat dia mendengar pernyataan dari Nadira, hingga dia terdiam sesaat untuk mencernanya "Bukan kah kamu bilang masih perlu waktu?" tanya Arfan
"Aku bilang sedikit waktu kan?, dan aku sudah memikirkan nya barusan" ucap Nadira
Senyum di bibir Arfan semakin mengembanh kala mendengar jawaban dari Nadira "Jadi maksudmu, sekarang kita sudah resmi berhubungan?" tanya Arfan Dangan wajah sumringah
Nadira pun hanya menganggukan kepalanya tanda mengiyaakan nya
__ADS_1
Dan Arfan sangat senang melihat anggukan manja dari Nadira itu, meskipun itu hanya isyarat, tapi itu terlihat sangat indah baginya, dan itu cukup untuk membuat hatinya terasa meloncat loncat seolah akan keluar
...~°~...