Pria Gila Kaya Raya

Pria Gila Kaya Raya
Pengganggu


__ADS_3

Andreas sedikit heran kenapa Arfan tiba-tiba bertanya kapan dia akan menikahi sindi, dia sedikit berpikir untuk memberi jawaban nya


"Aku sebenarnya sudah cukup nyaman dengan Sindi, dia baik, dia juga tidak banyak menuntut, tapi kalau untuk mengajak nya menikah, aku takut dia belum siap, aku pikir mungkin dia masih ingin menikmati dunianya sekarang" ucap Andreas


"Sindi sudah bilang padaku, kalau dia sudah menunggumu mengajaknya menikah,, kurasa kau sendiri yang tidak peka" ucap Arfan


"Begitukah??, Aku memang belum membicarakan lagi soal itu, banyak hal yang tak terduga yang membuat kami tidak menyinggung dulu soal pernikahan, termasuk hilangnya Nadira Tempo hari,, tapi kalau memang Sindi sudah berkata seperti itu, aku akan segera menemui keluarganya untuk meminang nya" ucap Andreas


"Itu bagus, O yah,, aku juga sebenarnya sudah mempersiapkan pesta resepsi untuk Nadira beberapa hari lagi, dan jika kau mau, kita bisa buat pesta kita bersama,, bagaimana menurutmu?" tanya Arfan


"Kedengarannya itu akan seru, Baiklah, aku setuju,, aku akan segera mengurusnya" ucap Andreas


"Ya Sudah kalau begitu, aku pergi dulu, Ibu dari calon bayiku sudah kelaparan di mobil, aku cari makan dulu" ucap Arfan


"Baiklah, nanti kabari aku kalian ada di mana, aku akan mengajak Sindi untuk gabung dengan kalian" ucap Andreas


"Sipp, nanti ku kabari" ucap Arfan


Arfan segera masuk ke mobilnya, dan segera mengendarainya keluar dari kediaman Ednan bersaudara untuk mencari tempat makan.


.


Beberapa saat kemudian, Arfan memarkirkan mobilnya di salah satu pusat perbelanjaan,, Arfan mengajak mereka masuk ke sebuah mall di kota B, dan dia langsung mencari tempat makan untuk mereka, pikir nya biar sekalian mengajak Dinda jalan jalan juga di sana


Saat mereka tiba di depan sebuah Restoran negri matahari terbit, Nadira nampak tertarik untuk makan di tempat itu,


"Kita makan di sini ya sayang" ucap Nadira


"Apa ada menu vegetarian di sini?" tanya Arfan


"Kamu lupa ya, aku sudah suka makan daging sekarang" ucap Nadira


"Kamu yang lupa, aku yang tidak suka makan daging sekarang" ucap Arfan


"Oh iya, aku lupa, kenapa kita jadi tukeran gini ya, apa iya ini karena bayi kita??" ucap Nadira dengan mengelus perutnya


"Kurasa begitu, Baiklah, kita makan di sini, demi bayimu" ucap Arfan


"Waaah,, enak kayaknya, ayo ayo kak masuk" ucap Dinda sedikit menarik Nadira untuk masuk


"Iya Iya, pelan pelan dong" ucap Nadiraemgikuti tarikan Sindi

__ADS_1


Mereka pun masuk ke sebuah restoran negri matahari terbit itu, karena memang Nadira yang menginginkannya,, meskipun Arfan sebenarnya sedikit ragu karena biasanya hidangan di tempat seperti itu selalu identik dengan menu daging


Setelah memilih tempat duduk untuk mereka,, Nadira dan Dinda langsung memilih beberapa menu untuk mereka santap, dan setelah nya mereka pun memesan beberapa jenis daging yang khas dari restoran itu,, dan beberapa pelengkap lainnya


"O ya mbak, apa ada menu vegetarian di sini?" tanya Arfan


"Tentu saja ada tuan" ucap Sang pelayan


"Kalau begitu aku pesan menu vegetarian saja" ucap Arfan


"Baik tuan," ucap pelayan itu, dan segera pergi untuk mengambil pesanan mereka


Seperti di restoran nippon pada umumnya, di tengah meja mereka tersedia tungku, satu panci dan satu wajan pemanggang untuk mereka mematangkan menu yang mereka pesan, karena memang menu kas dari restoran itu biasanya di sajikan setengah matang atau bahkan mentah


Itupun membuat Arfan bingung saat semuanya sudah ada di meja, meski dia duduk berseberangan dengan Dinda dan Nadira, dia tetap merasa sedikit mual jika mencium bau daging pesanan mereka itu


"Jadi aku harus memasak satu panci dengan kalian??" tanya Arfan


"Ya, tidak papa kan kak, ada sekatan ini di tempat masaknya" ucap Dinda


Arfan menghela nafasnya "Baiklah," ucap Arfan langsung memasukan jamur dan beberapa bahan lainya ke alat di depannya


Nadira juga mulai memasukan bahan bahan ke panci wajan pemanggangnya


"Iya, ini juga enak kak" ucap Dinda yang mencicipi menu yang lain


Sementara Arfan sedikit ragu untuk makan bersama di meja itu, tapi dia mencoba memakan makanannya dengan menggunakan sumpit juga


Namun saat mencium aroma daging dari yang di masak Nadira, Arfan benar-benar merasa tidak kuat menahan mualnya


"Sayang, aku duduk di meja lain saja ya, aku tidak kuat" ucap Arfan


"Iya boleh, di sana saja, jangan jauh jauh" ucap Nadira menunjuk satu meja kosong yang ada di depannya


"Baiklah" Arfan segera beranjak untuk pindah ke meja lain dan sengaja duduk membelakangi Meja Nadira, dia pikir dengan begitu dia tidak akan mencium bau daging yang di masak Nadira lagi


Namum tiba-tiba sepasang insan yang baru masuk ke tempat itu melihat Nadira ada di sana, sang pria sengaja langsung beranjak mendekati meja Nadira untuk memastikan kalau itu benar-benar Nadira


"Nadira???" ucap pria itu sedikit tidak percaya


"Nadira??, kenapa dia bisa ada di sini, bukan kah dia hilang" tanya sang wanita yang menggandengnya

__ADS_1


Tapi Ken tidak memperdulikan pertanyaan wanita di samping nya itu, dan memilih untuk duduk di kursi sebrang Nadira, tempat Arfan sebelumnya duduk


"Nadira, ini kamu kan??" tanya Ken yang memang belum tau kalau Nadira sudah kembali


"Memangnya kenapa kalau ini aku??" Nadira malah balik bertanya dengan acuh tak acuh


"Aku benar-benar seperti mimpi bisa bertemu lagi denganmu di sini,, Nadira, aku sangat mencemaskan mu, semua orang mencarimu, ku kira kau sudah..."


"Sayang kenapa kamu malah ngobrol dengannya, kau kesini bersama ku kan, apa kau lupa?" ucap Violin dari belakang Ken dengan nada kesal


"Diamlah" ucap Ken


"Kalian pacaran ya,?, selamat kalau begitu" ucap Nadira


"Ti tidak Nadira, mana mungkin aku punya pacar selain dirimu" ucap Ken


Violin langsung memukul kesal punggung Ken dengan tasnya,, "Dasar pria Brengsek, kita putus saja" ucap Violin langsung berbalik dan kemudian pergi meninggalkan ken


Tapi Ken tidak memperdulikan nya, dia masih merasa tidak percaya kalau dia bisa melihat Nadira lagi yang di anggapnya sudah tiada itu


"Nadira, kemana saja kau selama ini??" tanya Ken


"Hey, tuan plin plan, apa kau bisa menjauhi istriku??" tanya Arfan yang sedari tadi hanya menyimak


Ken langsung menoleh pada Arfan yang juga sedang memperhatikanya dari belakang


"Kau???, kau di sini juga??" tanya Ken sedikit tidak menyangka kalau ada Arfan juga di sana, tapi dia tidak duduk satu meja dengan Nadira


"Tentu saja, dimana ada istriku, di situ pasti ada aku, lebih baik kau pergi atau kau masih belum puas untuk ku hajar??" ucap Arfan menggeretak


"Berhentilah kalian membohongiku, kalau kalian memang sudah menikah, aku pasti tau itu, aku tau semua hal tentang Nadira" ucap Ken


"Berarti kau memang pria yang terlalu percaya diri, plin plan, dan menyebalkan,, Baiklah tuan Ken,, supaya kau merasa yakin,, kau bisa datang ke resepsi pernikahan kami 3 hari lagi, sekaligus untuk merayakan kehamilan Nadira" ucap Arfan


"Hamil??, Nadira hamil??, apa benar kamu sudah hamil nad?" tanya Ken memastikan


"Suamiku sudah menjelaskannya kan, jadi apa perlu aku menjelaskanya lagi, mending sekarang kamu kejar pacarmu itu, mungkin kau masih bisa memperbaiki hubunganmu dengannya, daripada kau terus menganggu wanita yang sudah bersuami, dan sebentar lagi akan punya anak" ucap Nadira.


"Ini tidak mungkin, kalian pasti hanya bercanda kan?" ucap Ken tetap tidak percaya


"Tuan Kevin, kalau kau tau malu, mending kau segera enyah dari sini, dan berhenti lah jadi pengganggu rumah tangga orang lain,,, atau kau memang sengaja memamcingku untuk bertindak kasar lagi padamu??" ucap Arfan beranjak dari kursi nya dan langsung mencengkram kerah baju di tengkuk Ken, karena kesabarannya mulai habis

__ADS_1


"Lepaskan, aku memang akan pergi" ucap Ken menepis tangan Arfan, dan dia beranjak dari duduknya, dan kemudian melangkah pergi keluar dengan kesal


...~°~...


__ADS_2